Lalui Bersama

Lalui Bersama
#3


__ADS_3

Saat aku sampai kedalam ,kulihat Ryan sudah bersiap untuk keluar dan Istirahat.


"aku keluar dulu yah bang"kata Ryan ke aku.


"Ok Yan,"jawabku singkat dan langsung menuju meja,dan mengecass hp yang tadi kubawa dari halte.


"jangan melamun bang.."Kata Ryan memandangku dan sedikit tertawa..


"ahh..apaan sihh..Udah sana istirahat,dan cepat balik kesini.."kataku ke Ryan Aku ketawa mendengar ucapannya.


"dari pagi ku lihat kau melamun"katanya lagi, "Jatuh cinta yah?..hahaha"


"Bukan urusanmu panteek.hahaha"jawabku"udah sana.!!"


Setelah Ryan pergi aku duduk di kursi,dan melamun lagi.karena tidak ada pelanggan,bahkan ku lihat,mall sangat sepi,hanya beberapa orang yang lewat dan masuk kedalam gedung utama mall.kemudian sepi,dan Tak terasa Ryan sudah balik dari istirahatnya.


"bang kamu liat cewek cantik yang duduk di halte depan gak?"katanya saat sudah masuk ke toko.


"Iyya, aku liat.. kenapa??"aku balik bertanya.


"kalo gak salah...,dari kemarin aku melihatnya di sana,tadi pagi juga..apa dia gak pulang? Atau mungkin dia gelandangan?gak nyangka,ada gelandangan secantik itu hahaha"ternyata,Ryan juga memperhatikan dari kemarin


"Mungkin lagi nunggu,seseorang"kataku


"nunggu gimana?? Dari kemarin loh Rann.."Kata Ryan.


"yah... mungkin dia menungguku hahaha"aku tertawa melihat wajah Ryan yang kesal"gak percaya?"tanyaku.


"Ahh..terserah kaulah..tak ada yang bisa menang kalo debat sama kamu.."kata Ryan.


"cewek ini kan? Hahaha.."kutunjukkan hp di tanganku yang walpeapernya adalah foto cewek itu.


"Anjing!!! Kok bisa bang??..."Ryan sangat terkejut."Kau temannya Bang?"


"aku juga baru ketemu dia kemarin di halte itu.."akhirnya ku jelaskan karena aku kasihan melihat wajah penasarannya."dia nitip Hpnya ke Aku untuk di cass,karena batrenya habis"


"namanya siapa bang?"tanya Ryan


"gak tau..belum nanya.."jawabku.


"Ahh..sudalah Gak ngerti aku sama kamu bang"katanya."gak kenal namanya,tapi udah main nitip hp...gaya mainmu bagus juga bang..hahaha"


"hahaha...gitulah cara baru PDKT Yan"kataku ke Ryan yang sepertinya semakin bingung.tapi sepertinya dia tidak terlalu peduli dengan itu.dia duduk di sampingku dan mengambil hpnya,lalu bermain game,hal yang tidak mungkin bisa dia lakukan seandainya Mall Sedang ramai.


Beberapa lama kemudian, Riky dan Selfy sudah ada di depan toko.kulihat jam,sudah pukul15.55."Mereka dah datang tu.."kataku ke Ryan "pulang yuk?."


"Ayo"kata Ryan.


Riky danSelfy sudah masuk,kuberikan buku catatan penjualan hari ini ke Riky, dan langsung bersiap untuk pulang.


Aku meninggalkan kaffe, dan langsung bergegas ke halte untuk menemui cewek itu.di Halte,aku melihat dia sedang ngobrol dengan seorang ibu²,tapi saat aku sampai ibu itu sudah berdiri dan berjalan ke arah Mall."jangan lupa harus segera ke rumah sakit..."kata ibu itu sebelum pergi.


"nih hp mu.."kuberikan hpnya yang sudah full."sudah full 100%"


"terimakasih"dia mengambil hpnya.dan memberikan hpku."ni hpmu..sekali lagi ...terimakasih untuk semua bantuanmu hari ini,aku akan mengingatnya.sekarang kamu boleh pergi,"

__ADS_1


"kamu baik-baik saja kan?"tanyaku.aku duduk di sampingnya,dan menyalakan rokokku."


"iyya..."jawabnya singkat.


"badanmu masih panas?"tanyaku.


"iyya tapi udah mendingan"jawabnya. "nanti juga sembuh kok"


"kamu yakin?"tanyaku lagi.


"iyya"


"kalau gitu aku mau pulang.."kataku."kalau kamu mau ke mana? Di kost, aku ada motor Aku bisa mengantarmu pulang..mau??"tanyaku lagi.Aku memang punya motor matic yg hanya kugunakan untuk keperluan yang jauh dan mendadak.


"Tidak usah..aku gak pulang ke rumah kok..."


"jadi?"aku duduk kembali,setelah tadi berdiri hendak pergi.


"aku gak tau"dan kemudian dia menangis...dia menundukkan kepalnya dan dia melihatku sebentar,kemudian dia memelukku dan menagis sejadi-jadinya.aku mengusap bahunya,untuk menenangkan dia dan sepertinya itu berhasil.


"Kau masih panas,kita harus ke rumahsakit sekarang"kataku kemudian saat menyadari, suhu tubuhya masih sangat panas.dia melepas pelukannya dan menghapus air matanya dengan tangan."maaf.."katanya pelan dia menunduk dan menggeser duduknya sedikt menjauh dari ku.


"tidak apa²"aku mencoba biasa saja,padahal aslinya aku sangat gugup.kau pasti mengerti..


"kau mau menolongku?"katanya dengan suara parau,dan masih terisak.


"kenapa tidak"ku jawab dia.


"kau yakin?"


Dia menatapku,kemudian memegang tanganku,dan aku semakin gugup sumpah!!,aku tidak pernah se gugup itu..jantungku berdetak keras dan aku bisa mendengarnya dengan jelas di telingaku.


"Aku mau..."katanya."Tolong aku.."dan kemudian dia menangis lagi..dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya..Ku tarik nafas panjang,mencoba menenangkan diriku yang masih sedikit gugup.


"yah...aku akan menolongmu.."kataku kemudian."sekarang kita ke rumah sakit..tunggu di sini, aku ambil motor dulu."aku tidak menunggu jawaban dan aku langsung berlari,menyeberangi JPO, dan langsung masuk ke lorong, dan akhirnya aku sampai di rumah kost ku.aku ke kamar,mengambil kunci motor, dan langsung ke luar kunyalakan motor maticku,lalu ku biarkan seperti itu. selagi mesinnya ku panaskan,aku masuk lagi ke dalam dan mengganti pakaianku,mengambil jaket,dan langsung keluar dengan membawa 2 buah helm. satunya langsung ku pakai,dan satunya lagi ku gantung di lengan kiriku..ku pacu motorku,dan langsung menuju ke halte.


"Yuk..kita berangkat".kuajak dia tanpa turun dari motorku.


"Iyya.. "Jawabnya, dan langsung berdiri dan berjalan ke arahku. Aku turun dari motor, memberikan helm ke padanya, dan aku mengambil tas yang di peganggnya. (sesuai dugaan ku kemarin, tas itu berat) dan langsung ku naikkan ke jok depan motorku. Aku kembali ke atas motor, dia juga naik dan duduk sambil masih merapikan helm di kepalanya.


"Siap? "Tanyaku sebelum berangkat


"Iyya". Langsung ku pacu motorku dengan kecepatan sedang, dan mengarah ke rumah sakit terdekat yang ada di sekitar situ.


Kami sampai di rumah sakit pukul 16.56, kami langsung masuk ke dalam, menemui suster yang ada di situ, aku melihat semua orang di dalam rumah sakit Itu sangat sibuk dengan APD Lengkap dan tidak bisa melihat wajah mereka, karena begitu banyak pasien. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang terjangkit virus Corona yang memang sedang panas²panasnya.setelah melalui proses yang cukup lama,dan setelah kami melakukan rapid tes, dan dinyatakan negatif dari virus, Kami langsung menemui dokter. Aku menunggu di luar sementara cewek itu, masih di periksa di salah satu ruangan.tak lama kemudian dokter sudah keluar. Dari ruangan itu. Aku berdiri dan langsung menemuinya.


"Kamu...keluarganya? "Kata Dokter itu ke padaku.


"Saya temannya Dok"jawabku.


"Sudah hubungi keluarganya? "


"Belum Dok"


"Oh.. Ya sudah.. Kamu boleh masuk, tapi nanti, kamu harus segera menemui saya.

__ADS_1


Ruangan saya ada di lantai 2 tanyakan saja,nama saya Dr. Willyam suster diatas pasti tahu, dan akan menunjukkan ruangan saya"


"Baik dok"


"Tapi saya masih harus memeriksa pasien lain. Temui saya, satu jam darisekarang.. Ok? "


"Iyya dok"


"Saya permisi dulu"


"Silahkan dok, terima kasih"


"Iyya.. Sama-sama"


Setelah Dr. Willyam pergi, aku langsung masuk ke ruang perawatan tempat cewek itu di rawat.aku tersenyum saat melihat dia tersenyum saat masuk ke ruangan itu, dan kemudian duduk di kursi samping rosban tempat dia berbaring.


"Nadin. Hahahha..rosban ini yang akhirnya memberitahukan namamu. " kataku setelah duduk. tadi ku baca namanya saat masuk ke ruangan yang ditulis dan di tempel di tepi rosban, di bawah kakinya dan dari situ aku juga tahu umurnya 21 tahun.


"Hahaha... Kau juga tidak pernah memberitahukan namamu"katanya kemudian masih dengan sedikit senyuman, yang menurutku sangat manis..


"Ku rasa sudah... Tadi siang.. Di halte sesudah kita makan. "Kataku pelan sambil mencoba mengingat kejadian tadi siang.


"Ahh.. Itu sih telat.. "Katanya"Seragammu sudah memberitahuku sehari sebelumnya hahaha"


"Hahahahaha..."aku hanya bisa ketawa setelah menyadari maksudnya. Memang di baju seragam ku ada tertulis namaku, di dada sebelah kanan, sejajar dengan bendera merahputih di sebelah kiri.dia pasti sudah membacanya Sejak pertama kali melihatku.


"Apa kata dokter tadi? "Aku bertanya.


"Dia bilang Aku hanya ke capean,dan telat makan, aku harus dirawat beberapa hari di sini..dia juga bilang,untuk segera menghubungi keluarga ku..tapi aku menolak,dan bilang aku tidak punya handphone"katanya lagi.


"kenapa gitu?"tanyaku karena ingin tahu kenapa dia menolak untuk menghubungi keluarganya.


"maaf tapi,aku belum bisa ceritakan itu..aku belum siap.ku harap kau mau mengerti..."jawab Nadin .wajahnya berubah tidak seceria tadi.dia menutup matanya,dan ada air mata di sana.tapi langsung dia lap dengan tangannya.


"ok² ..gak apa-apa ceritalah saat kau siap,tapi tolong jangan menangis.."kataku ke Nadin.


"iyya nanti pasti ku ceritakan."katanya.


"Tapi tadi,Aku di minta untuk menemui, Dr.Willyam...bagai mana kalau aku di minta menghubungi keluargamu?"aku ingin tahu pendapatnya.


"Bilang saja kau tidak tahu keluargaku.. dan kita baru bertemu tadi siang,dan mengantarku ke rumah sakit.. kau mau menolongku kan??."


"Baiklah aku pasti melakukannya...aku sudah berjanji mau menolongmu.."


"terima kasih"


"iyya..sama-sama"


Kami masih ngobrol beberapa saat dan menurutku Nadin sudah kembali bersemangat, dan setelah sekitar satu jam aku di sana,aku bilang ke Nadin,Aku harus menemui Dr.Willyam.dan aku keluar dari ruangan itu.menuju ke lantai 2 rumah sakit.ketika aku sampai ke atas,aku bertanya kepada salah satu suster yang ada disitu,dimana ruangan Dr.Willyam,? Dan dia mengantarku sampai di depan pintu.


"dokter ada didalam


Kamu langsung masuk aja"kata suster itu, saat kami sudah ada di depan pintu


***

__ADS_1


__ADS_2