Lalui Bersama

Lalui Bersama
#2


__ADS_3

Minggu tgl 3 juni 2020. Aku Randa, dan sekarang menjadi manusia Paling semangat di Asia tenggara..


Aku akan melanjutkan ceritaku,setelah kemarin putus asah dan mengira ceritanya tidak akan lanjut. karena kemarin aku sangat sibuk,tegang,dan kemudian sangat ingin kembali ke kost,untuk meneruskan ceritanya. tapi Aku baru bisa meneruskannya sekarang karena...ah!! baikalah kita mulai dari hari sabtu kemarin. begini yang terjadi:


Sabtu,tgl 2 juni 2020 aku bangun pukul 06.33 aku bersiap untuk pergi bekerja.setelah selesai mandi,langsung ku pakai seragam kerjaku dan bergegas ke tempat kerja,dengan pikiran yang sangat sulit untuk ku jelaskan kamu pasti mengerti. Aku berjalan dengan langkah yg ku percepat dan sangat ingin segera sampai di JPO. Jalan masih cukup sepi,dan belum banyak kendaraan yang lewat. dan ketika aku sampai ke sana sumpah...!!!


Aku sangat terkejut saat melihat ke ara halte,karena ternyata cewek itu masih ada di sana...ku lihat dia berbaring di sana, dia masih menggunakan jaketnya yang warna coklat,dan kulihat ada beberapa lipatan pakaian yang di gunakan sebagai bantal di kepalanya. Ternyata dia tidur di halte tadi malam. Karena masih sangat pagi dan aku belum telat,aku memutuskan untuk ke sana..


Aku langsung duduk di dekatnya. Dan dia masih tidur. Kulihat wajahnya,dia tidur sangat lelap,dan seperti yang sudah ku jelaskan,dia sangat cantik..tapi wajah cantiknya itu pucat,sangat pucat.ku dekatkan telunjukku ke hidungnya untuk memastikan bahwa dia masih bernafas dan syukurlah masih. Nafasnya hangat dan bisa di bilang cukup hangat,bahkan panas...apakah dia sakit? Ku beranikan diriku untuk menyentuh keningnya,dan ternyata kening itu,sangat panas..!! Ah..sudah ku pastikan dia sedang sakit.ku sentuh sekali lagi dan dia membuka matanya..aku sangat terkejut..tapi dia lebih terkejut saat melihatku.


"hey!!" dia sedikit berteriak dan langsung duduk dengan kesusahan. Tanganku reflek dan bergerak membantunya duduk,dia langsung menepis tanganku dan memandangku dengan tatapan yang sangat tajam."siapa kamu? Hah??".


"kamu mau apa??".suaranya terdengar serak dan lemah.


"Aku bukan orang jahat.kenapa tidur di sini?.kamu sakit ya?"aku gugup.


"bukan urusan mu.." katanya."kamu siapa sih? Ngapain ke sini?? Pergi sana!!!"


"Sepertinya kamu sakit,dan kamu harus ke rumah sakit sekarang"ku jawab dan berusaha untuk tetap terlihat tenag.


"bukan urusanmu...udah sana pergi!!"bersamaan dengan itu perutya mengeluarkan suara,yang menandakan bahwa dia lapar.


"kamu lapar?"tak ku hiraukan walaupun dia ngotot untuk mengusirku.


"gak usah peduli.."katanya dengan cepat."dan pergi sebelum aku berteriak"..


"oke² jangan teriak.. kamu tetap disini sampai aku kembali..oke??"kataku dan langsung berlari ke dalam mall,aku ke toko kue di depan tempat kerjaku dan membeli roti isi,dan minuman lalu kembali ke halte itu.kudapati dia di sana dan dia sedang menangis..


"Kamu harus makan"kataku, dan meletakkan roti dan minuman di dekatnya...dia tidak merespon,hanya menghapus air mata di pipinya,dan memandang ke arah lain dan tidak mau memandangku.


"aku yang kemarin duduk disini saat kau datang,kau ingat?.."aku duduk di sampingnya,dan menyalakan rokokku..dan kemudian hening,aku tidak bisa berkata-kata lagi karena pasti tidak akan dijawab,kecuali jawaban untuk mengusirku...


"apapun masalahmu sekarang,aku tidak akan bertanya..tapi ku harap kau mau makan itu, dan segera ke rumah sakit dan memastikan kau tidak terinfeksi Virus sialan itu.. ,"kataku dan kemudian ku pakai maskerku,dan berjalan masuk ke mall karena aku sudah akan masuk kerja,dan kulihat Ryan sudah datang dengan motor maticnya.dia memarkirnya di tempat parkir karyawan,di samping kaffe,tempat kami bekerja.


"Selamat pagi bang"..kata Ryan saat melihatku datang.


"Pagi"ku jawab dia."Yan.. nanti aku boleh gak ambil istirahat pertama.."


"Kan kemarin.."dia menjawab


"Tolong Yan aku ada perlu soalnya...."kataku memohon ke Ryan. aku tidak mau memberitahu soal cewek di halte itu. kenapa? Aku juga tidak tahu..

__ADS_1


"oh..ya udah kau atur lah bang.."katanya


"makasih Yan..."


"Oky bang mahsama"dan dari pagi aku tidak konsen pada pekerjaanku,karena aku terus memikirkan perempuan di halte itu.aku berharap segera bisa menemuinya lagi,dan semoga dia baik² saja.


Akhirnya jam istirhat tiba, aku pamit ke Ryan, dan langsung keluar dari Kaffe.aku jalan ke arah halte..sampai di sana,kulihat perempuan itu masih duduk,dan aku lega setelah ku lihat rotinya sudah habis,dan tidak mungkin dibuang,minumannya juga.


"hey.."ku sapa dia..dia melihat sebentar ke arahku,dan kembali memandang ke depan,dengan tatapan kosong.


hari ini cerah, matahari tepat diatas kepala karena sekarang jam12 cukup panas..tapi, kulihat dia masih memakai jaket coklatnya, dan dia gemetar karena menggigil..dia sakit.


"ah..ngapain kesini lagi sih.?!!" katanya, dan Dia melihatku saat akan duduk.Dia mengambil tasnya dan berdiri saat dia mencoba melangkah,untuk pergi, tiba2 dia ambruk dan aku langsung melompat ke arahnya dan langsung mengangkatnya kembali ke halte.setelah duduk,dia menatapku dengan kesal,dan langsung menepis tangku.


"kamu sakit..dan"kataku kemudian.


"dan semoga mati"..dia memotong..


"hey..!!jangan ngomong gitu."aku duduk di sampingnya.."semua masalah pasti ada jalan keluarnya..tapi,kamu harus sehat dulu."kataku sambil menatapnya.


"bagai mana kalau jalan satu2nya adalah,Aku harus mati?"katanya sambil terisak suaranya sangat lemah.aku diam.


"Iyya..ahh..entahlah.."jawabnya, dan sekarang dia menangis,dia menutup wajahnya dengan telapak tangan.


"Aku tidak bisa menolong orang yang memang sudah ingin untuk mati.."kataku kemudian,dan ku hisap dalam² rokok ku.dia masih diam."ahh..sudalah kalau itu pilihanmu,Aku angkat tangan,dan semoga tenang di alam sana"


Dia menghapus air matanya, dan melihatku sebentar, seprtinya dia kaget dengan kata2ku barusan,kemudian dia bertanya:


"maksudmu??"


"yah..bagai manapun usaha Ku untuk menolongmu,kalau kamu memang mau mati,yaa percuma kan?"jujur, aku sedikit kesal karena, aku benar²tidak suka orang yang menganggap bunuh diri,adalah salah satu jalan keluar dari masalah.karena menurutku,itu hanya tindakan konyol yang membuktikan bahwa dia hanya pecundang yang tidak mampu menghadapi masalahnya,dan mati percuma.dia terdiam.


"menurutku,bunuh diri tidak pernah dan tidak akan pernah masuk dalam daftar 1001 cara menghadapi masalah."kataku kemudian.dia menyandarkan dirinya ke belakang,dan tetap diam,melihatku, dan dia sepertinya menyimak apa yang ku katakan.


Karena sedikit gugup di lihat seperti itu(oleh seseorang yang sangat cantik),kujatuhkan rokok yang sudah pendek dari tanganku,kemudian menginjaknya,lalu memungutnya,dan melangkah untuk membuangnya ke tempat sampah di belakang perempuan itu.setidaknya dengan begitu dia bisa mengalihkan pandangannya dan itu berhasil.saat akan duduk lagi,kulihat dari kejauhan ada mobil penjual makanan keliling,yang datang ke arah halte tempat kami duduk.ku angkat tanganku untuk menahan mobil itu, dan ketika berhenti,aku menghampirinya,dan langsung memesan 2 porsi nasi campur dan 2 botol air mineral.setelah menerima pesananku aku kembali ke halte itu.


"ayo makan,dan tetaplah hidup,dan muda2han aku bisa menolongmu,jika kau mau."kataku saat sampai dan meletakkan satu kotak makanan yang di tanganku ke atas paha kirinya.


"ayo makan.." kataku dan langsung membuka kotak makanan di tanganku dan makan.dia juga membukanya dan ikut makan bersamaku.selesai makan,ku ambil kotak makannya dan botol air,lalu ku buang di tempat sampah.kunyalakan rokokku,dan duduk lagi di sampingnya.


"Namaku,Randa,aku karyawan Kaffe disana,"aku memperkenalkan diri hanya untuk sekedar memecah kesunyian. sambil menunjuk kaffe tempat aku bekerja.itu terlihat dari sini,karena memang toko itu ada di lantai dasar,dan memang tokonya berada di depan,sebelah kanan sebelum pintu masuk,gedung utama.

__ADS_1


"kenapa kau peduli padaku?"suaranya sedikit lebih bertenaga.


"karena kau manusia"jawabku."sama kaya aku,dan orang itu." aku melihat ke bapak² yang duduk di halte seberang jalan,berhadapan dengan kami.dan lalu aku melihat perempuan itu,dia sedikit tersenyum,dan entah mengapa aku senang melihatnya tapi itu hanya sekitar 1½ detik.


"aku akan tetap peduli,dan akan berusaha membantumu,jika kau mau untuk tetap hidup,dan membuang jauh² pikiran untuk bunuh diri."ku katakan itu dengan suara yng ku keraskan volumenya,suapya dia bisa mendengarnya dan mengerti.


"dan jika tidak maka ini yang terakhir kita bertemu"kataku lagi,tapi aku tidak berharap itu akan terjadi.dia diam dan menatapku sangat lama.


"Aku masuk dulu"kataku sambil mengangkat tangan kiriku melihat jam angka12.55 yg ku lihat.aku berdiri dan membuang puntung rokokokku ke tempat sampah.saat aku melangkah untuk pergi,


Dia bersuara.


"Hey.."aku langsung berbalik.


"kenapa?"


"boleh ku pinjam Hpmu sebentar?"katanya.


"boleh..nih..nanti ku ambil. pukul 16.00 aku pulang."kataku kemudian, dan mengambil handphone di saku celanaku dan memberikan padanya"112425 itu pinnya".ku tulis itu dengan pulpen dari saku bajuku,di kertas pembungkus rokokku yang ku robek sedikit dan kuberikan padanya.


"tunggu aja.. sebentar kok"katanya.


"udah pake aja. dah telat nih.." kataku dan sudah mau pergi.


"Terima kasih..nanti ku kembalikan"


"iyya sama²."


"Eh"serunya lagi dan itu ke Aku.


"ada apa?"aku menoleh.dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah handphone.


"batrenya habis"katanya setelah mengeluarkan hp itu.


"sini..nanti Aku cass di dalam," aku kembali,mengambil hanphonenya dan langsung pergi.


"Makasih" katanya sedikit berteriak karena aku sudah berlari ke dalam Mall.


"iyya sama²"ku jawab juga dengan sedikit berteriak tanpa menoleh dan terus berlari karena Ryan pasti sudah menunggu.


***

__ADS_1


__ADS_2