Lalui Bersama

Lalui Bersama
#8


__ADS_3

"Ran..Randa..bangun dah malam nih...bangun dong..bangun woy..."Dari tadi Nadin membangunkan Aku. tapi Aku sangat lelah dan masih ingin tidur sebentar lagi."kan Kita mau ke Rumahku mau ngambil barang".


"ehh..iyya sorry Din Aku lupa.."aku bangun cepat-cepat.Nadin sudah Ganti baju mungkin Dia mandi saat Aku sedang Tidur. kulihat jam tanganku ternyata sekarang sudah pukul 18.37."Aku mandi dulu yah".


Aku bergegas ke kamar mandi.setelah itu,Kami bersiap untuk pergi ke rumah Nadin.di perjalanan kami singgah di salah satu Rumah makan untuk makan malam.kemudian kami cepat-cepat,karena takut hujan akan turun lagi.setelah kami lama berputar-putar,akhirnya kami sampai di rumah Nadin. Rumahnya cukup besar. Rumah itu kosong dan gelap.Kami langsung masuk ke dalam.


"kamu tunggu di sini"kata Nadin saat kami sudah ada di dalam."Aku ke kamar dulu"


"Oke jangan terlalu lama yah.."kataku ke Nadin.


"iyya Bentar kok".kata Nadin"lampunya gak usah di nyalain."


Nadin masuk.saat aku duduk di ruang tamu,Aku merasa ada yang aneh.aku mencium aroma yang tidak asing.ku tundukkan kepalaku ke bawah kolong meja,di sana ku lihat ada asbak yang berisi tiga puntung rokok.saat kuangkat kembali kepalaku,lampu tiba-tiba menyala.dan di depanku sudah berdiri seorang laki-laki Dia pakai steelan jass,lengkap dengan dasi di lehernya.


"wah..ada tamu rupanya"kata orang itu.


"ehh..maaf anda siapa?"tanyaku kemudian dan lalu berdiri.


"yang harusnya nanya itu Saya. kan yang punya rumah, Saya"katanya dengan menatapku tajam.


"Randa... ayok nih aku ambil yang penting-pentingnya aja".kata Nadin dari belakang kayaknya dia belum menyadari kehadiran orang itu."ha?? Om Herman?".katanya setelah melihatnya.


Mendengar itu,Aku langsung tahu kalau orang itu adalah ayah tirinya Nadin.orang yang berdiri di depanku adalah orang yang sudah menghancurkan hidupnya Nadin.orang yang berdiri di depanku adalah orang yang sudah membuat Nadin sakit,menangis,dan hampir bunuh diri.orang yang ada di depanku adalah orang yang mengakibatkan memar biru di lengan dan punggung Nadin.


"ngapain Om Herman ke sini"kata Nadin dengan sedikit berteriak.


"Om??ini Papa sayang..kan Papa.."Om Herman mencoba untuk berbicara ke nadin.


"bangsatt!!"aku berteriak.kemudian melompat ke arahnya melayangkan Sebuah p*kulan yang sangat keras.Dia tidak siap dengan seranganku itu.tinj*ku mendarat tepat di hidungnya.Aku sangat yakin,Hidungnya pasti patah.Dia hanya berteriak dan memegang hidungnya.Tidak sampai di situ.entah mengapa Aku masih ingin menghajarnya.Ku tend*ng perutnya,kemudian kulayangkan satu p*kulan lagi.dan itu tepat di alisnya.alisnya robek dan mengeluarkan d*rah.Hidungnya juga berd*rah.Dia langsung rebah ke lantai dan terus memegang hidung dan alisnya.


"arghh..arghhh..Sakit..arghh!!"Om Herman hanya bisa berteriak-teriak kesakitan.kemudian Dia berusaha untuk berdiri.Aku masih belum puas.Aku mendekatinya lagi.tapi Nadin sudah menarik tanganku dari belakang.


"Udah Ran..Cukup.."kata Nadin menahan ku.


"ahh..Siall!!"kata Om Herman."Awas kamu yah..tunggu pembalasanku!!. Argh.."sepertinya dia sangat kesakitan.


"Om yang awas!! Jangan sampai mengganggu Nadin lagi. Aku bisa lebih ganas dari ini."kataku sambil menunjukknya.


"Kamu siapa sih..hah?"kata om herman melihatku."Suka kamu sama Nadin? Hah..Nadin gak cerita ke kamu hah??..Ceritain dong Din,gimana rasanya sama Om..hahahaha.."

__ADS_1


"Diam kau..Binatang!!..huhuhuuu.."Nadin menangis mendengar ucapan Om Herman.


"Anj*ing kau Herman!!"kataku kesal sambil berteriak.kemudian Aku melompat lagi ke arahnya.ku pegang kerah bajunya ku cengkeram dengan kuat kemudian ku banting Dia ke lantai."Kau ngomong sekali lagi,Aku akan memb*nuhmu.."


Kemudian Aku mendekati Nadin dan memeluknya.Nadin menangis di pelukanku.Aku juga menangis tapi dalam Hati.langsung ku lepas pelukanku saat ku lihat Om Herman berdiri lagi.


"Tunggu pembalasanku..Saya tidak akan tinggal diam..Awass..Akan ku ingat wajahmu."kata Om herman,Kemudian dia pergi meninggalkan Kami.Dia terus memegang Hidungnga yang patah.


"Namaku Randa om..cari Aku saat hidungmu sudah sembuh..dan jangan lupa jahit Alismu yang robek itu.."Kataku ke Om Herman yang sudah ada di teras rumah.Aku Gak tahu ke mana dia setelah itu.


"makasih Ran..Aku gak tau akan gimana kalo tadi Kamu gak ada.."kata Nadin yang masih menangis.Dia duduk di kursi.


"gak apa-apa Din.Kamu jangan nangis lagi.Aku akan selalu menjagamu.semua ini akan kita Lalui bersama."kataku ke Nadin.kemudian Aku Masuk ke dalam,dan mengambil segelas Air untuk ku minum.Aku juga mengisi segelas Air utuk Nadin dan membawanya keluar.


"Kamu minum dulu..tenangkan pikiranmu"ku berikan gelas ke Nadin.


"Makasih Ran.."kata Nadin kemudian Dia minum."kalo Kamu Gak apa-apa kan Ran?"


"iyya..Aku gak Apa-apa kok..ini cuma tergores dikit tapi gak apa-apa kok."ku jawab sambil membersihkan darah yang ada di tanganku.Tanganku sedikit tergores saat mem*kul om Herman tadi."ya udah kita pulang yuk?"


"tapi..bentar lagi jam 9 Ran.Kayaknya hujan juga bentar lagi turun.Kita di sini aja."kata Nadin.Maksudnya,jam 9 berarti di kostku sudah tidak boleh menerima tamu perempuan."Kamu bisa nginap di sini. ada dua kamar Kok..Kamu bisa tidur di kamar tamu..Nanti ku bersihkan."


Malam ini,Akhirnya aku menginap dirumah Nadin. Kami masih ngobrol di ruang tamu beberapa saat.setelah kami membersihkan kamar Tamu yang di maksud oleh Nadin tadi.kemudian kira-kira sejam yang lalu,Nadin ngantuk dan pamit untuk tidur duluan.Aku masih duduk di kursi,sambil menulis ini dengan hpku. Kemudian nanti akan ku kirim lewat E-mail ke Laptopku yang tinggal di kost.Diluar hujan sangat Lebat. Aku juga sudah ngantuk dan capek karena tadi habis olahraga dengan Om Herman. Untuk sebagian orang,mungkin tadi caraku salah karena sudah menghajar Om Herman. apalagi dia Jauh lebih tua dariku. Tapi Aku yakin,tidak sedikit juga yang akan mendukung tindakan ku tadi. Aku hanya marah karena mengingat bagaimana Nadin sudah sangat menderita gara-gara orang itu. Dan kita juga tidak tahu apa yang akan di lakukan om Herman jika seandainya tadi Aku tidak mengajarnya duluan. Sekarang sudah pukul 10.56 dan aku sudah semakin mengantuk karena sedang mengetik.


Aku juga akan segera tidur. karena besok pasti akan menjadi hari yang sangat sibuk untuk Aku dan Nadin.


***


Jumat,5 juni 2020 Aku Bangun pagi-pagi.Aku keluar dari Kamar menuju ke belakang untuk cuci Muka.Ku lihat di Dapur,Nadin sedang memasak sesuatu.Aku masuk ke Kamar Mandi,kemudian mencuci Muka.Setelah itu Aku keluar hendak ke Ruang tamu.Di dapur,Aku bertemu dengan Nadin.


"Selamat Pagi.."nadin menyapaku dengan senyumnya.


"Iyaa pagi Din." ku jawab.


"Sarapan dulu yuk?"


"Iyya boleh."


Kami sarapan dengan Nasi Goreng buatan Nadin yang Lumayan Asin. Tapi tetap ku makan dengan lahap untuk menghargai usahanya yang sudah bangun pagi-pagi untuk itu.

__ADS_1


"Kamu suka makanan yang Asin-asin ya Ran?"kata Nadin di depanku dengan tersenyum.


"maksudnya?"


"Ini ke Asinan Ran..hahaha Aku aja Gak mau makan"


"Ehh..gak boleh gitu..emang sih..ini kebanyakan garam tapi masih bisa di makan kok"Akhirnya Aku berpendapat."kasian juga yang Buatnya kalo gak di makan hahaha"


"hahaha..gitu ya..Ok Aku akan makan ini sampai Habis."kata Nadin ikut ketawa.


Setelah sarapan,Kami bersiap untuk berangkat.Nadin mandi dan Aku menunggunya di ruang tamu,Sambil ngerokok dan minum kopi yang tadi aku buat setelah sarapan.


"Udah siap nih. kita berangkat sekarang?"kata Nadin yang sudah duduk di sampingku. Dia membawa tas yang di bawanya waktu itu.di tambah satu tas kecil yang tergantung di bahu kirinya.


"Kamu udah siap? Gak ada yang ketinggalan kan?"tanyaku ke Nadin.


"Iyya udah siap semua Kok"


"ya Udah ayok..Kita juga masih harus singgah di kost untuk ngambil barang-barangku."


Kami pun berangkat dari rumah Nadin menuju ke Kostan ku.Di perjalanan Nadin memintaku untuk berhenti sebentar untuk singgah di sebuah Minimarket.


"Mau ngapain Din?"tanyaku ke Nadin.


"Mau narik Uang..dari kemarin,Uangmu udah banyak yang Habis"kata Nadin menjelaskan.


"hahaha..apaan sih Din..santai aja. Uang di tabunganku masih banyak kok.sekarangkan tanggal muda..Semua karyawan di Kota ini sedang Kaya-kayanya."kataku ke Nadin sambil ketawa.


"Udah kamu tunggu di sini biar aku yang masuk. bentar kok."kata Nadin Lalu masuk ke dalam.setelah itu Dia keluar lagi dari Minimarket lalu kami pun melanjutkan perjalanan.


Kami tiba di kost sekitar jam sembilan pagi.Kami masuk kedalam,Kemudian Aku langsung mandi.Kemudian Aku memasukkan semua barang-barang ku ke dalam kopor,dan ternyata barangku sangat banyak satu kopor,dan tiga kardus penuh berisi buku-buku,Sendal,dan sepatuku.


"Semua harus dibawa Ran?"tanya Nadin.


"Mmm...Kayaknya Ini Akan ku kirim lewat Buss.."kataku.


kemudian Aku memesan dua Ojek online,untuk mengantar barang-barangku ke terminal.Aku dan Nadin ikut juga ke terminal.sampai di sana,Aku langsung menemui salah satu karyawan yang ada di situ.dan akhirnya Aku mendapat Buss dengan harga yang cocok untuk membawa semua Barang-barangku.Aku dan Nadin tidak membuang waktu lagi,dan langsung berangkat dari terminal itu.


Di perjalanan sebelum meninggalkan Kota,Ku perlambat motorku,dan kemudian menoleh sebentar ke belakang.Untuk mengucapkan dalam hati,kata Selamat tinggal untuk Kota yang sudah Tiga tahun Aku tinggali.Kota yang sudah memberikan sejuta cerita.Kota yang mengajarkan Aku bagai mana harus hidup di tengah-tengah orang yang tidak ku kenal.Kota yang memberikan Aku pandangan bahwa orang-orang di kampungku harus bersyukur karena tidak ada orang di sana yang tidur di pinggir jalan.Kota yang membuat Aku menjalani Hidup dengan pemikiran yang lebih dewasa.Kota tempat dimana Aku bertemu dengan Nadin, yang sekarang Ada di belakangku.berboncengan denganku untuk pulang ke Kampung halaman,tempat kelahiran ku.Apa yang nantinya terjadi di sana Aku tidak mau memikirkannya sekarang.Aku hanya berharap,semoga keputusan ku untuk pulang kampung adalah keputusan yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2