Lalui Bersama

Lalui Bersama
#7


__ADS_3

Setelah ngobrol lama,Akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi,dan Kami berpisah dari Rumah makan itu.Sinta bilang kalo Dia mau pulang ke Rumahnya.


"Cepat balik yah Din".Kata Sinta sambil memeluk Nadin.


"Iyya..Kamu doain semoga Aku cepat ketemu dengan Ayahku."


"Amin..Ran tolong jaga Nadin"kata sinta ke Nadin kemudian ke Aku.


"Iyya Sin pasti ku jaga"kataku.


"yaudah..aku balik duluan yah.."


"iyya hati-hati"


"Makasih Kalian juga Hati-hati"


Setelah Sinta pergi,Kami pun bergegas juga meninggalkan Rumah makan Itu.


"Untungnya..Kamu datang tadi pagi..kalo gak Herman pasti udah nemuin Aku tadi di Rumah Sakit".kata Nadin saat Kami sudah ada di Atas motor.


"yahh..gitu lah Din..semuanya memang kebetulan"


"Sekarang Kita mau ke mana Ran?"


"Kita ke Kostanku aja yuk?"


"Iyya tapi..cewek boleh masuk?"


"Kalau siang boleh kalo malam cuma sampai jam 9"


"oh..Yaudah yuk ke sana.."


Motorku melaju dengan kecepatan sedang..menyusuri jalan kota yang begitu ramai dengan berbagai macam kendaraan.Di langit mendung..dan hujan akan turun saat kami melintas di depan Mall,tempat Kerjaku..dan Halte tempat Aku dan Nadin bertemu untuk pertama kalinya 3 hari yang lalu.


"Mampir dulu yuk?"kataku ke Nadin


"Mampir ke mana?"


"Ke Kafe..Aku mau ketemu dulu sama si Ryan."


"Ya udah yuk"


Ku parkir motorku di tempat biasa lalu Aku masuk ke dalam Kafe di ikuti Nadin di belakangku.seperti biasa,Kafe sepi tidak ada pelanggan di dalam hanya ada Ryan dan Riky,yang keget saat melihatku masuk.


"Selamat siang..ehh..wajahnya biasa aja dong.."kataku ke mereka saat sudah ada di dalam Kaffe.


"Siang Ran..Silahkan duduk dan tunggu di situ.nanti ku buatkan Kopi dulu untukmu."Kata Ryan."dan Kalo Kakak yang Cantik ini mau minum apa?"katanya ke Nadin.


"Gak usah Mas.."jawab Nadin malu-malu.


"nama saya Ryan saya barista Senior di sini dan itu,Junior saya,namanya Riky. Kak..kopi buatan Saya enaaak sekali..gak nyangkut di leher dan nyaman di lambung"kata Ryan lagi mencoba untuk sok cool di depan Nadin.

__ADS_1


"Emang Yang Training kamu siapa?Yan?"kataku ke Ryan.


"yang Training Dia udah di pecat tadi pagi hahaha.."kata Riky.


"hahaha..enak aja Aku gak di pecat..tapi mengundurkan diri."jawabku sambil ketawa.Nadin juga ketawa.Ryan dan Riky juga."Kamu duduk Din..biar Aku yang buat Kopi"kataku ke Nadin.


"Oke.."katanya dan lalu Dia duduk di salah satu meja.


"Wah...wah..kalo pawangnya yang ngomong langsung nurut Dia Rik"kata Ryan ke Riky dengan berbisik tapi volumenya di keraskan agar Aku bisa dengar,tapi Nadin tidak mendengarnya.


"Iyya Yan gak nawar lagi"kata Riky seakan berbisik juga.


"hahaha..Randa Kau Lawan.."kataku berbisik denagan nada seolah-olah sedang menyombongkan diri.Lalu aku ke Coffe maker tempat biasanya aku membuat kopi,lalu Aku meracik Kopi Faforitku,yaitu.Cappucino Kubuat 4 gelas untuk Ryan dan Riky juga.


Setelah itu,Ku ambil 2 lalu ku bawa menemui Nadin.


"Silahkan..ini kopi Faforitku kamu harus coba"kuberikan satu gelas untuk Nadin,lalu Aku duduk di sampingnya.


"terima kasih"kamudian Dia mencobanya."Enak..sumpah ini..Enak sekali."katanya sambil mengangkat 2 jarinya.


"hahaha..Semua yang meminumnya juga bilang gitu"kataku senang mendengarnya.


Ryan datang,lalu duduk berhadapan dengan Kami.


"Maaf,sudah mengganggu kemesraan ini.Bang Randa,sekarang Aku mau nagi Janjimu tadi,untuk menjelaskan kenapa Kau berhenti kerja,dan mau pulang Kampung...tiba-tiba.."kata Ryan setelah duduk.Riky juga datang dan duduk di samping Ryan.


"hahaha..siapa yang bermesraan?..emang tadi aku janji?"


"iyya..tadi pagi pas Kau di pecat sama mr.Albert,sang pemilik kebenaran dan mengangkatku menjadi senior disini.hahaha.."kami semua tertawa mendengarnya.


"Ah..emang gak bisa menang kalo debat sama orang satu ini ya Rik?".Kata Ryan ke Riky.


"Oke-oke Aku cerita Jadi Gini...."aku menceritakan semuanya ke Ryan dan Riky Aku juga bilang kalau Nadin sedang mencari keberadaan Ayah kandungnya.kecuali,tentang pelecehan dan kekerasan yang di lakukan Ayah tirinya Nadin, Aku tidak cerita."Nah gitulah ceritanya Yan..Rik.."ku akhiri ceritaku.


"jadi..kapan kalian berangkat"tanya Ryan.maksudnya,kapan Aku dan Nadin pulang ke kampungku.


"Rencananya Besok Yan"jawabku.


"Kalo gitu kalian hati-hati ya di jalan besok..dan Kak Nadin semoga cepat ketemu sama Ayahnya"


"iya Makasih Yan"


"Amin..terima kasi Ryan"


Setelah kami selesai minum kopi dan sudah bayar,kami pamit ke Ryan dan Riky untuk pulang ke Kost ku karena cuaca semakin mendung dan hujan pasti akan turun sebentar lagi.jam12 kami sudah sampai di Kostku Ku angkat tas Nadin dan membawanya masuk ke Kamar Kost ku.Kostku sangat sempit di dalamnya hanya ada satu rosban kecil yang muat untuk satu orang,sebuah meja dengan asbak diatasnya,satu kursi,Lemari plastik,dan sebuah rak kecil untuk beberapa buku dan Novel kesayanganku.kalau Kamu terus masuk ke dalam, di sana ada Kompor gas 1tungku yang tabungnya belum ku isi,Ricekooker,rak piring,dan sebuah pintu menuju kamar mandi di belakang,Yang sudah di lengkapi dengan Koloset yang selalu ku bersihkan.kamarku tidak pernah serapi ini sebelumnya.semua buku,ada di tempatnya,dan baju-bajuku sudah ku lipat rapi di dalam lemari plastik di sudut ruangan.


"masuk Din"kupersilahkan Nadin masuk.


"iyya makasih Ran..wahh..kamu pasti Repot ya tadi pagi buat ngerapiin ini semua hahaha.."kata Nadin sambil tertawa saat sudah berada dalam ruangan."gak mungkin dong Kamar cowok perokok,serapi dan se wangi ini tiap hari"


"hahaha..tiap hari gini sih"kataku dengan ketawa karena semua yang Nadin bilang seratus persen benar.

__ADS_1


"Ahh..masa?"kata nadin melihatku dengan senyum dan tatapan yang seolah menyelidik.


"iyya emang tiap hari begini.."kataku bohong dan menahan untuk tidak ketawa.


"tapi,pengharum ruangannya masih ada segelnya gak terlepas semua. masih baru..dan satunya lagi belum dibuka tuh hahaha"kata Nadin menunjuk pengharum ruangan yang ku letakkan di samping Rak buku,dan betul itu baru ku beli tadi pagi.


"hahaha..ternyata Mr.Holmes bukan satu-satunya orang paling teliti di dunia ini" aku tertawa mendengarnya Mr.Holmes yang ku maksud adalah seorang detektif,tokoh utama dalam Novel karya Arthur Conan Doyle


"hahaha...Kau harus tau itu"kata Nadin sambil mengibas rambutnya ke belakang,dengan tatapan yang dibuat sangat angkuh.dan menurutku itu Cantik.


"Wow!Aku sangat beruntung mengenalnya hahaha"aku tertawa melihat tingkah Nadin.


Kemudian di luar, hujan turun semakin lama semakin deras,memaksaku untuk tetap memakai jaketku.Aku duduk di kursi.ku ambil handpone,dan bermain game,di temani sebatang rokok.kunyalakan kipas,ke arah pintu yang agak terbuka, agar asap rokokku tidak menyebar ke seluruh ruangan dan mengganggu Nadin yang sedang membaca buku di atas Rosban di belakangku.


"Nih.. nanti pake ini Din"Ku ambil tissue di atas lemari,ku berikan ke Nadin sambil nahan ketawa melihat ekspresinya yang ke bingungan.


"Buat?".tanya Nadin


"Buat nangis."


"Tau kalo aku mau Nangis?"


"iyya Tau..kalo gak mau nangis, ganti buku masih banyak tuh.."ku katakan itu sambil menunjuk rak buku,karena ku lihat Nadin sedang membaca novel "KALAU TAK UNTUNG" karya Selasih.


"Hahaha..Aku gak akan Nangis kan cuma Novel"kata Nadin.


"owh Gitu ya.."


"iyya lah.."


Ku lanjutkan bermain game.hujan semakin deras,dan Aku sudah mulai Lapar.di Kost cuma ada beras dan air.Aku mau keluar untuk membeli sesuatu tapi hujan semakin deras dan sepertinya tidak akan berhenti sampai satu jam ke depan.Aku menyerah,tidak mau memikirkan itu,dan Aku kembali Fokus untuk lanjut dengan gameku.dan kemudian ku dengar di belakangku,plastik tissue seperti sedang di tarik isinya,dan ada isakan kecil dari orang yang menariknya...


"Hahaha...kan udah ku bilang".aku tertawa melihat Nadin yang sudah menangis setelah membaca buku itu.


"ahh..Tau ah..Aku mau tidur aja"katanya dengan wajah yang merah dan masih menangis.lalu ia merebahkan badannya kebelakang dan kemudian Dia tertidur.Aku tertawa melihatnya dan lanjut bermain game.


Akhirnya hujan mulai reda.ku kihat Nadin masih tertidur pulas.masih gerimis tapi,Kuambi helm,dan pergi ke luar untuk membeli makanan karena perutku sudah tidak bisa menahan lapar,dan aku khawatir,sama Nadin yang baru keluar dari Rumah sakit dia tidak boleh telat makan.saat aku kembali,Nadin sudah tidak ada di tempat tidur.


"Nadin..kamu di mana"kataku dengan volume yang ku keraskan."kamu di kamar mandi?"


"Iyya..tunggu.."


Aku duduk lagi di kursi dan menyalakan sebatang rokok,sambil menunggu Nadin yang masih ada di kamar mandi.


"dari mana sih Ran?"tanya Nadin yang sudah ada di belakangku.


"dari Warung beli makan Din tuh ada di meja..makan yuk?"


"owh..kirain ke mana.."kata nadin "ayok"


Kami pun masuk ke dalam dan makan bersama.satu hal yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya,yaitu bahwa Aku akan makan berdua dengan cewek dalam kostku yang sempit ini.saat makan kami berdiskusi. Jam 7 nanti, jika hujan sudah berhenti, kami akan ke rumahnya Nadin untuk mengambil beberapa barang yang penting untuk besok di bawah oleh Nadin.

__ADS_1


Setelah makan kami kembali ke depan,lalu aku kembali ke posisiku tadi,yaitu di kursi kesayanganku.Nadin juga.Dia berbaring sambil membaca novel di atas kasur,dan kemudian Dia tidur lagi.Aku tersenyum saat melihatnya tidur dengan nyenyak.Dia sangat cantik.ku ambil laptopku dan mulai menuliskan ini semua,Selagi Nadin tertidur. Entah mengapa Aku tidak mau kalau Nadin Tahu bahwa Aku merkam semua Kejadian Mulai saat Aku bertemu dengannya sampai saat ini dengan menulisnya. Aku mulai mengantuk.dan mungkin setelah ini Aku akan mengambil bantal di sebelah kepala Nadin dan tidur di lantai itu.jangan berpikir macam-macam.


***


__ADS_2