
Senin,4 Juni 2020 Aku terbangun dari tidur nyenyakku,dengan mimpi indah yang sudah ku lupa.Hari ini, Aku sangat bersemangat karena akan memulai Satu langkah Besar dalam hidupku.suatu rencana yang baru ku pikirkan kemarin dan sudah kuputuskan.yaitu,Aku akan meninggalkan kota ini,dan akan pulang ke Kampung halamanku.
Aku berangkat ke tempat kerjaku,dengan menggunakan motor maticku.sengaja karena nanti rencananya,Aku akan langsung menjemput Nadin ke rumah Sakit.
Di tempat kerjaku sudah ada Ryan,dan Pak Albert.pak Albert adalah pemilik Kaffe,tempat Aku bekerja.setiap senin,dia selalu datang ke Kaffe itu untuk melakukan Chekfisik,dan marah-marah sebelum pulang.
"selamat pagi.."ku sapa mereka berdua.Ryan sedang mengatur kursi dan meja pelanggan.sementara pak Albert sedang menulis sesuatu di meja.
"Selamat pagi"mereka melihatku.
"bagus..sudah telat,gak pake seragam lagi.Kau mau pulang kampung Randa?"Kata pak Albert sambil memandangku dengan tatapan yang sangat menyeramkan.Aku sudah siap dengan kata-kata itu.Karena tadi pagi,Aku baru ingat kalau hari ini adalah hari Senin,dan Yang Mulia Albert, Sang pemilik kebenaran (begitu kami memanggilnya saat dia tidak ada di tempat)pasti akan sudah ada di Kaffe Sebelum jam 7 untuk menunggu kami,dan mengomel jika ada yang terlambat.makanya, Aku tidak pakai seragam kerja,dan akan bicara dengan pak Albert tentang rancanaku untuk berhenti kerja dan pulang kampung.
"iyya Pak.."kataku mantap,dan tidak takut sama sekali,karena memang aku sudah memutuskan untuk berhenti kerja mulai hari ini.hatiku tertawa melihat perubahan wajah pak Albert.
"maksudmu Ran?"kata Ryan.pak Albert hanya diam dan terus memandangku
"Saya kesini,mau pamit sama Bapak dan Ryan,karena mungkin besok..Saya harus pulang kampung"jawabku sambil duduk di depan pak Albert,di salah satu meja pelanggan.Ryan datang mendekat ke arah kami dan ikut duduk di sampingku.
"coba jelaskan dulu Ran pelan-pelan.."kata pak Albert.
"Saya minta maaf Pak,sudah membuat keputusan tiba-tiba.Saya ada masalah yang harus di selesaikan dan Saya harus pulang ke Kampung."
"masalah apa?"bisik Ryan di dekatku.
"nanti ku jelaskan"ku jawab Ryan dengan berbisik juga.
"Ryan..kamu gak ikut pulang kan?"tanya pak Albert tiba-tiba.
"tidak kok Pak"jawab Ryan
"berarti masih kerja kan?"tanya pak Albert lagi.
"Iyya pak"jawab Ryan.
"Truss ngapain di situ? Istirahatkan jam 12 ya?"kata pak Albert dengan tatapan jengkel ke Ryan.aku hanya bisa tersenyum mendengar mereka.
"ehh..iyya Pak maaf."kata Ryan dan langsung berdiri, dan meninggalkan kami untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Jadi, Kamu mau berhenti kerja..atau kamu mau minta cuti?"tanya pak Albert.
"kayaknya.. Saya berhenti aja pak. karena saya belum tau, kapan Saya bisa balik lagi ke sini."jawabku.
"oke..kalau memang itu keputusanmu.tapi kalau nanti masalahmu sudah selesai dan kamu masih mau kerja di sini,silahkan hubungi Saya..saya akan selalu menerima karyawan hebat seperti Kamu"kata pak Albert.Aku sedikit kaget mendengar itu.karena ternyata pak Albert tidak seburuk yang ku pikirkan selama ini.ternyata Dia tidak seJahat yang di ceritakan Riky padaku waktu pertama kali masuk kerja di Kaffe ini,Riky bilang sudah banyak karyawan yang di pecat tanpa alasan yang jelas oleh Pak Albert.buktinya,Dia masih mau menerimaKu,kalau Aku mau kembali Kerja.
"Terima kasih Pak..saya pasti menghubungi Bapak...sekali lagi saya mohon Maaf pak sudah buat keputusan tiba-tiba dan tidak mengabari Bapak terlebih dahulu"ku katakan itu dengan tulus,dan merasa bersalah, karena sudah datang hari ini dengan cara yang kurang sopan.
"Saya mengerti Ran...Saya juga pernah muda kok hahaha..."kata pak Albert Dia tertawa melihatku."nanti gajimu ku transfer ya.."lanjutnya.
"Kan baru 3 hari kerja Pak.."kataku
"Saya tau tapi itukan juga kerja.."kata pak Albert lagi.
"Wah..makasih Pak..kalau gitu,saya mau pamit dulu ya Pak.."kataku ke pak Albert.
"oke..kamu hati-hati ya Ran."
"iyya pak..sekali lagi makasih ya Pak.."
"okok"kata pak Albet"Ryan...telepon si Riky suruh dia masuk nanti siang..bilang Ryan udah gak kerja".kata pak Albert lagi ke Ryan.
"Iyya pak"jawab Ryan.
"Aku pergi dulu ya Yan..nanti sebelum pulang kampung, Aku pasti ke sini lagi menemuimu"kataku ke Ryan saat aku sudah ada di luar,Ryan ikut untuk mengantarku sekalian buang sampah.
"Okey Bang."katanya." hati-hati ".
"Iyya makasih Yan"
Setelah itu Aku ke luar dari area Mall,dan langsung menuju ke rumah sakit.Aku lega karena sudah pamit ke Pak Albert juga ke Ryan.sampai di Rumah sakit aku langsung masuk ke dalam dan menuju ke ruangan tempat Nadin di Rawat.
"Selamat Pagi"Aku menyapa Nadin.
"Pagi..Heyyy.kamu gak kerja Ran?"tanya Nadin saat melihatku mungkin Dia kaget karena kemarin Aku bilang akan menjemputnya setelah pulang kerja.
"Aku udah gak Kerja Din...kan mau pulang kampung"kataku ke Nadin."jadi,Aku langsung kesini menjemputmu."
"Owhh..Gitu ya..jadi kapan berangkatnya..?"tanya Nadin
"Kalau Kamu udah siap,sekarang juga gak apa-apa."jawabku
"maksudku pulang ke Kampungmu.."kata Nadin.
"Besok bagaimana Kau siap?"aku balik nanya.
"Yess...I'm redy.."jawab Nadin dengan bersemangat
"Okey..Kamu udah bisa pulangkan hari ini.?"tanyaku ke Nadin.
"Iyya tadi Dokter Willyam ke sini..dan Sudah mengizinkan Aku pulang"jawabnya.
"Ya udah yuk keluar..kita cari tempat untuk ngobrol dan sekalian kita sarapan"ku ajak Nadin.
"Ok..kamu tunggu di luar Aku ganti pakaian dulu"katanya.
"ok gak usah dandan yah nanti kelamaan Aku dah lapar soalnya"kataku sambil berdiri dan memakai kembali maskerku yang tadi ku lepas.
"Iyya Aku gak usah make up juga Cantik kok hahaha.."katanya sambil tertawa..dan Aku setuju.
"hahaha..Iyya kan Kamu cewek.gak mungkin dong Kamu Tampan.."kataku ikut tertawa.
"hahaha iyya..udah sana tunggu di luar.."
"ok" dan aku keluar dan langsung menuju ke motorku, untuk menunggu Nadin.
Tak lama kemudian Nadin juga keluar.ku berikan Helm padanya, dan Dia memakainya.kunyalakan motor,dan kami meninggalkan halaman rumah sakit.
"Kiata mau kemana?"tanya Nadin saat kami sudah ada di jalan.
"Kita cari tempat makan dulu yuk?"
"Ya udah ayok".
Akhirnya kami sampai di sebuah rumah makan.setelah pesan,kami menunggu di salah satu meja dan kami membahas,tentang rencana Kami untuk pulang ke Kampungku.
__ADS_1
"jadi gimana Ran..kamu udah pamit sama boss dan teman-temanmu.."Nadin membuka percakapan.
"Udah tadi,sebelum ke Rumah sakit..Kalau kamu,Udah nelpon Sinta?"kutanya Nadin
"Iyya sudah..tadi malam.."jawabnya.
"Dia bilang apa?"ku tanya lagi.
"Dia kaget...dan awalnya Dia melarangku,dan malah ngajak Aku tinggal di Rumahnya..tapi Aku nolak dan bilang gak enak karena Kamu Udah terlanjur keluar dari pekerjaan mu..dan akhirnya Dia mau ngalah dan izinin Aku untuk ikut kamu pulang ke Kampung"jawab Nadin menjelaskan."ehhh..Dia nelpon.tunggu ya.."maksudnya Sinta nelpon.
"halo..iya Beb...tadi pagi...ini sama Randa lagi makan..hahaha apaan sih...Iyya boleh..nanti aku sharelok ya...ok beb Aku tunggu ya...by".kata nadin saat Nelpon."Sinta mau ke sini"kata Nadin."kita nunggu bentar gak apapa?"
"iyya gak apapa kok"jawabku.
Selesai makan kami masih nunggu Sinta yang katanya mau datang ke tempat kami makan.tak lama kemudian Sinta datang.
"Hay...Aku kelamaan ya.."kata Sinta sambil membuka maskernya dan duduk dengan kami.
"Tidak Kok..kamu mau makan? Kami udah makan soalnya"kataku ke Sinta
"ahh..tidak tadi Udah makan kok"jawabnya
"yaudah pesan minum aja."kata Nadin
"boleh..Mas..mau pesan dong"kata sinta dan memanggil pelayan yang ada di situ.
Setelah Sinta memesan minuman, kami lajut berbincang-bincang.
"Din..Aku boleh nanya gak?"kata Sinta.
"Mau nanya apa?
"Gini Din..sebenarnya Aku masih gak ngerti sebenarnya Kamu ada masalah apa dengan Keluargamu,sampai kamu mau ninggalin Kota ini,ninggalin Kuliahmu,Ninggalin Aku sahabatmu,pasti itu bukan masalah yang biasa aja kan?kamu pasti ada masalah serius..yang Bahkan Aku sebagai sahabatmu aja gak tau.."kata Sinta dan dia menangis.Aku hanya diam menyimak, dan membiarkan mereka berdua saling bicara.
"Sinta,..Kamu itu sahabatku satu-satunya aku gak mau Kuliahmu malah ikut terganggu gara-gara masalah yang gak perlu Kau ikut campur dalamnya"kata Nadin
"Tapi itulah sahabat Din..bukan senangnya doang kita sama-sama.susahnya juga harus di bagi.setidaknya Kamu ngasi tau apa masalahnya mungkin Aku gak bisa bantu secara langsung,tapi bisa jadi ada Saran dari Aku yang bisa membantumu menyelesaikan ini.Aku mau Kita kayak dulu lagi Din.ke kampus bareng,ke kantin,belajar bareng..Sekarang Aku kesepian Din di Kampus..dan Kamu malah mau pergi.."kata Sinta dan airmatanya mengalir makin deras.
"udah Sin..nati semuanya pasti akan baik-baik aja kok.Aku janji,akan Balik lagi ke sini,dan Kita bisa sama-sama lagi"kata Nadin dan langsung memeluk Sinta.
"Gitu yah.. Din kamu emang gak mau cerita ke Aku..gak apa-apa mungkin Aku emang sahabat yang buruk ya Din"Kata Sinta sambil mengelap air matanya dengan tissue yang ada di meja.
"Aku mau nyari Ayah kandungku Sin...itu aja kok..setelah nanti ketemu, Aku pasti balik lagi ke sini."kata Nadin menghiburnya.
"Truss..yang datang ke kampus nyari kamu..om...Herman? Itu siapa? Dia bilang kalo Dia Ayahmu"kata Sinta.Aku dan Nadin kaget mendengarnya,dan Kami saling tatap.
"Dia Ayah tiriku Sin.Kamu bilang apa ke Dia?"tanya Nadin ke Sinta.
"Aku kasih alamat Rumah Sakit..Om Herman bilang akan kesana besok hari ini maksudnya...Kamu gak ketemu Din?"jelas Sinta.
"Ehh..Gini Din..Aku cuma mau bilang kalo Herman itu orang jahat..jadi,tolong kalo Dia nanyain lagi tentang Aku Kamu bilang gak tau aja..."kata Nadin ke Sinta.
"Iyya Din..tapi Aku udah ngasi alamat Rumah Sakit ke Om Herman"jawab Sinta.
"gak apa-apa...lagian nggak ketemu kok udah keduluan dijemput sama Randa.tapi kamu janji gak akan ngasih tau ke Herman Aku pergi ke mana..Oke?"
"Oke Din. Aku janji"
"Iya sama-sama.Jadi kapan kalian mau berangakat?"tanya Sinta
"rencananya Kami mau berangkat Besok"Aku yang jawab.
"Gitu yaa..kamu lama gak sih..Din?"tanya Sinta.
"Sebentar kok."jawab Nadin.
Setelah ngobrol lama,Akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi,dan Kami berpisah dari Rumah makan itu.Sinta bilang kalo Dia mau pulang ke Rumahnya.
"Cepat balik yah Din".Kata Sinta sambil memeluk Nadin.
"Iyya..Kamu doain semoga Aku cepat ketemu dengan Ayahku."
"Amin..Ran tolong jaga Nadin"kata sinta ke Nadin kemudian ke Aku.
"Iyya Sin pasti ku jaga"kataku.
"yaudah..aku balik duluan yah.."
"iyya hati-hati"
"Makasih Kalian juga Hati-hati"
Setelah Sinta pergi,Kami pun bergegas juga meninggalkan Rumah makan Itu.
"Untungnya..Kamu datang tadi pagi..kalo gak Herman pasti udah nemuin Aku tadi di Rumah Sakit".kata Nadin saat Kami sudah ada di Atas motor.
"yahh..gitu lah Din..semuanya memang kebetulan"
"Sekarang Kita mau ke mana Ran?"
"Kita ke Kostanku aja yuk?"
"Iyya tapi..cewek boleh masuk?"
"Kalau siang boleh kalo malam cuma sampai jam 9"
"oh..Yaudah yuk ke sana.."
Motorku melaju dengan kecepatan sedang..menyusuri jalan kota yang begitu ramai dengan berbagai macam kendaraan.Di langit mendung..dan hujan akan turun saat kami melintas di depan Mall,tempat Kerjaku..dan Halte tempat Aku dan Nadin bertemu untuk pertama kalinya 3 hari yang lalu.
"Mampir dulu yuk?"kataku ke Nadin
"Mampir ke mana?"
"Ke Kaffe..Aku mau ketemu dulu sama si Ryan."
"Ya udah yuk"
Ku parkir motorku di tempat biasa lalu Aku masuk ke dalam Kaffe di ikuti Nadin di belakangku.seperti biasa,Kaffe sepi tidak ada pelanggan di dalam hanya ada Ryan dan Riky,yang keget saat melihatku masuk.
"Selamat siang..ehh..wajahnya biasa aja dong.."kataku ke mereka saat sudah ada di dalam Kaffe.
"Siang Ran..Silahkan duduk dan tunggu di situ.nanti ku buatkan Kopi dulu untukmu."Kata Ryan."dan Kalo Kakak yang Cantik ini mau minum apa?"katanya ke Nadin.
__ADS_1
"Gak usah Mas.."jawab Nadin malu-malu.
"nama saya Ryan saya barista Senior di sini dan itu,Junior saya,namanya Riky. Kak..kopi buatan Saya enaaak sekali..gak nyangkut di leher dan nyaman di lambung"kata Ryan lagi mencoba untuk sok cool di depan Nadin.
"Emang Yang Training kamu siapa?Yan?"kataku ke Ryan.
"yang Training Dia udah di pecat tadi pagi hahaha.."kata Riky.
"hahaha..enak aja Aku gak di pecat..tapi mengundurkan diri."jawabku sambil ketawa.Nadin juga ketawa.Ryan dan Riky juga."Kamu duduk Din..biar Aku yang buat Kopi"kataku ke Nadin.
"Oke.."katanya dan lalu Dia duduk di salah satu meja.
"Wah...wah..kalo pawangnya yang ngomong langsung nurut Dia Rik"kata Ryan ke Riky dengan berbisik tapi volumenya di keraskan agar Aku bisa dengar,tapi Nadin tidak mendengarnya.
"Iyya Yan gak nawar lagi"kata Riky seakan berbisik juga.
"hahaha..Randa Kau Lawan.."kataku berbisik denagan nada seolah-olah sedang menyombongkan diri.Lalu aku ke Coffe maker tempat biasanya aku membuat kopi,lalu Aku meracik Kopi Faforitku,yaitu.Cappucino Kubuat 4 gelas untuk Ryan dan Riky juga.
Setelah itu,Ku ambil 2 lalu ku bawa menemui Nadin.
"Silahkan..ini kopi Faforitku kamu harus coba"kuberikan satu gelas untuk Nadin,lalu Aku duduk di sampingnya.
"terima kasih"kamudian Dia mencobanya."Enak..sumpah ini..Enak sekali."katanya sambil mengangkat 2 jarinya.
"hahaha..Semua yang meminumnya juga bilang gitu"kataku senang mendengarnya.
Ryan datang,lalu duduk berhadapan dengan Kami.
"Maaf,sudah mengganggu kemesraan ini.Bang Randa,sekarang Aku mau nagi Janjimu tadi,untuk menjelaskan kenapa Kau berhenti kerja,dan mau pulang Kampung...tiba-tiba.."kata Ryan setelah duduk.Riky juga datang dan duduk di samping Ryan.
"hahaha..siapa yang bermesraan?..emang tadi aku janji?"
"iyya..tadi pagi pas Kau di pecat sama mr.Albert,sang pemilik kebenaran dan mengangkatku menjadi senior disini.hahaha.."kami semua tertawa mendengarnya.
"hahaha..pertama,Aku gak di pecat.tapi,mengundurkan diri..kedua,kayaknya aku gak janji deh..mau cerita.."
"Ah..emang gak bisa menang kalo debat sama orang satu ini ya Rik?".Kata Ryan ke Riky.
"Oke-oke Aku cerita Jadi Gini...."aku menceritakan semuanya ke Ryan dan Riky Aku juga bilang kalau Nadin sedang mencari keberadaan Ayah kandungnya.kecuali,tentang pelecehan dan kekerasan yang di lakukan Ayah tirinya Nadin, Aku tidak cerita."Nah gitulah ceritanya Yan..Rik.."ku akhiri ceritaku.
"jadi..kapan kalian berangkat"tanya Ryan.maksudnya,kapan Aku dan Nadin pulang ke kampungku.
"Rencananya Besok Yan"jawabku.
"Kalo gitu kalian hati-hati ya di jalan besok..dan Kak Nadin semoga cepat ketemu sama Ayahnya"
"iya Makasih Yan"
"Amin..terima kasi Ryan"
Setelah kami selesai minum kopi dan sudah bayar,kami pamit ke Ryan dan Riky untuk pulang ke Kost ku karena cuaca semakin mendung dan hujan pasti akan turun sebentar lagi.jam12 kami sudah sampai di Kostku Ku angkat tas Nadin dan membawanya masuk ke Kamar Kost ku.Kostku sangat sempit di dalamnya hanya ada satu rosban kecil yang muat untuk satu orang,sebuah meja dengan asbak diatasnya,satu kursi,Lemari plastik,dan sebuah rak kecil untuk beberapa buku dan Novel kesayanganku.kalau Kamu terus masuk ke dalam, di sana ada Kompor gas 1tungku yang tabungnya belum ku isi,Ricekooker,rak piring,dan sebuah pintu menuju kamar mandi di belakang,Yang sudah di lengkapi dengan Koloset yang selalu ku bersihkan.kamarku tidak pernah serapi ini sebelumnya.semua buku,ada di tempatnya,dan baju-bajuku sudah ku lipat rapi di dalam lemari plastik di sudut ruangan.
"masuk Din"kupersilahkan Nadin masuk.
"iyya makasih Ran..wahh..kamu pasti Repot ya tadi pagi buat ngerapiin ini semua hahaha.."kata Nadin sambil tertawa saat sudah berada dalam ruangan."gak mungkin dong Kamar cowok perokok,serapi dan se wangi ini tiap hari"
"hahaha..tiap hari gini sih"kataku dengan ketawa karena semua yang Nadin bilang seratus persen benar.
"Ahh..masa?"kata nadin melihatku dengan senyum dan tatapan yang seolah menyelidik.
"iyya emang tiap hari begini.."kataku bohong dan menahan untuk tidak ketawa.
"tapi,pengharum ruangannya masih ada segelnya gak terlepas semua. masih baru..dan satunya lagi belum dibuka tuh hahaha"kata Nadin menunjuk pengharum ruangan yang ku letakkan di samping Rak buku,dan betul itu baru ku beli tadi pagi.
"hahaha..ternyata Mr.Holmes bukan satu-satunya orang paling teliti di dunia ini" aku tertawa mendengarnya Mr.Holmes yang ku maksud adalah seorang detektif,tokoh utama dalam Novel karya Arthur Conan Doyle
"hahaha...Kau harus tau itu"kata Nadin sambil mengibas rambutnya ke belakang,dengan tatapan yang dibuat sangat angkuh.dan menurutku itu Cantik.
"Wow!Aku sangat beruntung mengenalnya hahaha"aku tertawa melihat tingkah Nadin.
Kemudian di luar, hujan turun semakin lama semakin deras,memaksaku untuk tetap memakai jaketku.Aku duduk di kursi.ku ambil handpone,dan bermain game,di temani sebatang rokok.kunyalakan kipas,ke arah pintu yang agak terbuka, agar asap rokokku tidak menyebar ke seluruh ruangan dan mengganggu Nadin yang sedang membaca buku di atas Rosban di belakangku.
"Nih.. nanti pake ini Din"Ku ambil tissue di atas lemari,ku berikan ke Nadin sambil nahan ketawa melihat ekspresinya yang ke bingungan.
"Buat?".tanya Nadin
"Buat nangis."
"Tau kalo aku mau Nangis?"
"iyya Tau..kalo gak mau nangis, ganti buku masih banyak tuh.."ku katakan itu sambil menunjuk rak buku,karena ku lihat Nadin sedang membaca novel "KALAU TAK UNTUNG" karya Selasih.
"Hahaha..Aku gak akan Nangis kan cuma Novel"kata Nadin.
"owh Gitu ya.."
"iyya lah.."
Ku lanjutkan bermain game.hujan semakin deras,dan Aku sudah mulai Lapar.di Kost cuma ada beras dan air.Aku mau keluar untuk membeli sesuatu tapi hujan semakin deras dan sepertinya tidak akan berhenti sampai satu jam ke depan.Aku menyerah,tidak mau memikirkan itu,dan Aku kembali Fokus untuk lanjut dengan gameku.dan kemudian ku dengar di belakangku,plastik tissue seperti sedang di tarik isinya,dan ada isakan kecil dari orang yang menariknya...
"Hahaha...kan udah ku bilang".aku tertawa melihat Nadin yang sudah menangis setelah membaca buku itu.
"ahh..Tau ah..Aku mau tidur aja"katanya dengan wajah yang merah dan masih menangis.lalu ia merebahkan badannya kebelakang dan kemudian Dia tertidur.Aku tertawa melihatnya dan lanjut bermain game.
Akhirnya hujan mulai reda.ku kihat Nadin masih tertidur pulas.masih gerimis tapi,Kuambi helm,dan pergi ke luar untuk membeli makanan karena perutku sudah tidak bisa menahan lapar,dan aku khawatir,sama Nadin yang baru keluar dari Rumah sakit dia tidak boleh telat makan.saat aku kembali,Nadin sudah tidak ada di tempat tidur.
"Nadin..kamu di mana"kataku dengan volume yang ku keraskan."kamu di kamar mandi?"
"Iyya..tunggu.."
Aku duduk lagi di kursi dan menyalakan sebatang rokok,sambil menunggu Nadin yang masih ada di kamar mandi.
"dari mana sih Ran?"tanya Nadin yang sudah ada di belakangku.
"dari Warung beli makan Din tuh ada di meja..makan yuk?"
"owh..kirain ke mana.."kata nadin "ayok"
Kami pun masuk ke dalam dan makan bersama.satu hal yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya,yaitu bahwa Aku akan makan berdua dengan cewek dalam kostku yang sempit ini.saat makan kami berdiskusi. Jam 7 nanti, jika hujan sudah berhenti, kami akan ke rumahnya Nadin untuk mengambil beberapa barang yang penting untuk besok di bawah oleh Nadin.
Setelah makan kami kembali ke depan,lalu aku kembali ke posisiku tadi,yaitu di kursi kesayanganku.Nadin juga.Dia berbaring sambil membaca novel di atas kasur,dan kemudian Dia tidur lagi.Aku tersenyum saat melihatnya tidur dengan nyenyak.Dia sangat cantik.ku ambil laptopku dan mulai menuliskan ini semua,Selagi Nadin tertidur. Entah mengapa Aku tidak mau kalau Nadin Tahu bahwa Aku merkam semua Kejadian Mulai saat Aku bertemu dengannya sampai saat ini dengan menulisnya. Aku mulai mengantuk.dan mungkin setelah ini Aku akan mengambil bantal di sebelah kepala Nadin dan tidur di lantai itu.jangan berpikir macam-macam.
***
__ADS_1