Lalui Bersama

Lalui Bersama
#15


__ADS_3

Sore setelah Aku mandi,Aku duduk-duduk santai di teras depan Rumahku. Menunggu Beni yang akan menjemputku,kemudian akan pergi bersama ke Rumah Rinto. Tadi sebelum Aku mandi, Beni menelponku dan Kami sepakat akan ke rumah Rinto menggunakan motornya Beni. Saat Aku sedang duduk,Nadin datang dan duduk di sampingku. "Hey"..Dia menyapaku."mau ke mana?"


"Mau ke rumah Rinto" ku jawab "ada Acara sama anak-anak"


"Ikut dong.."kata Nadin.


"Gak ada cewek..cuma kami berempat sama Beni dan Pyan"


"owh..Acara apa?"


"katanya mau bakar-bakar ikan sama.. yaa..mungkin mau main Kartu."


"owh.."kata Nadin tanda mengerti. "Nanti malam Aku ngapain ya?"Nadin seperti bertanya ke dirinya sendiri. Aku mengerti maksud Nadin. Pasti dia bosan juga di rumah tidak ada teman. Tidak mungkin Dia terus-terusan ngobrol dengan Ayah dan Ibuku. Dan akhirnya Aku mendapat ide yang entah dari mana.


"tunggu Aku nelpon Beni dulu.."


"buat?" Nadin bertanya.


"Aku ada ide biar kamu gak bosan di rumah hahaha"


"gak bosan kok..cuman gak tau aja mau ngapain"


"sebentar..Aku nelpon dulu"kataku Lalu mengambil Handphone dan langsung menelpon Beni


"Halo.."kata beni di telepon


"Halo Ben.."


"iyya kenapa Ran?"


"kamu bisa ajak Intan ikut gak ke rumah Rinto?"Intan adalah pacarnya Beni Aku tahu itu, saat kami nongkrong di warkop kemarin malam.


"untuk apa?"Beni kaget dengan pertanyaanku.


"Jadi gini Ben..Nadin mau ku ajak juga biar gak bosan Dia di rumah sendiri" kujelaskan maksudku.


"hahaha..biarin aja Dia ikut..gak apa-apa kok"


"makanya Kau ajak juga Intan biar Nadin ada teman Ceweknya"


"kalo Intan gak siap gi mana?"


"yaa.. Kamu usahakan dong..kalo Dia gak mau putusin aja...trus ajak si Ipah hahaha" Ipah yang ku maksud adalah mantannya Beni waktu SMA.


"hahaha enak aja... aku nelpon Intan dulu...tunggu ya Aku kabari"kata beni. Dia langsung menutup teleponnya.


"Hey..!!?"Nadin menepis pahaku dengan tatapan minta penjelasan.


"hahaha...Kalo Intan ikut,Kamu aku ajak juga ke rumah Rinto."ku jelaskan ke Nadin


"kalo Intan gak ikut?"Nadi bertanya lagi.


"yaa..Kita juga gak usah ke sana..Nanti ku jelaskan ke Rinto.."


"kok Kita..Kamu kesana aja sama Beni..Aku gak apa-apa Kok"


"Aku kayaknya di sini aja deh sama Kamu.."


"jangan gitu Ran..gak enak sama teman-taman mu..nanti di sangkanya Aku yang bikin kamu gak jadi ke sana.."


"Kan Intan juga belum tentu nolak...santai aja.. Nanti kita pikirkan lagi"kataku ke Nadin. Beni menelpon dan langsung ku angkat."nih..Beni nelpon."


"halo Ben..gimana?"aku langsung bertanya.


"halo Ran..iyya Intan mau ikut sama Aku.."jawab Beni menjelaskan.


"Oke..Baguslah kalo gitu..Makasih ya Ben.."


"Iyya Ran..Aku gak usah kesitu yah...Aku mau langsung jemput Intan..Nanti kita ketemu di Sana.."


"Oke Ben..sampai jumpa.."lalu ku tutup teleponnya.


"Oke Din Kamu siap-siap.."


"Oke Aku izin ke Ibu dulu.."


Nadin masuk ke dalam Rumah menemui Ibuku untuk minta Izin. Aku masih duduk di teras saat Sita datang dengan motornya. Dia baru pulang kerja. Bersamaan dengan Nadin yang sudah keluar dari Rumah. Aku dan Nadin ke sana ke arah Sita karena motorku ada di samping motornya Sita.


"hay kalian mau ke mana?"Sita bertanya ke Kami yang berpapasan denganya.


"Mau jalan-jalan ke Rumahnya Rinto"Aku yang jawab. Nadin hanya diam dan melihat ke arah lain


"owh..ada Acara?"kata Sita.."Bukannya Ulang tahunnya dua minggu lagi ya?"


"bukan acara Ultah kok cuman mau ngumpul aja sama anak-anak"kataku "Kamu mau ikut?"

__ADS_1


"hahaha ya nggak lah..Nanti kalo Rinto Ultah muda-mudaha saya bisa ke sana juga"kata Sita."Kan ada..itu.."katanya sambil menunjuk Nadin.


"Harus bisa dong...masa teman Ultah Kamu nggak ada.."kataku.


"Iyya nanti gak asyik kalo gak ada Kamu.."Kata Nadin tiba-tiba.


"kan ada Kamu..yah Asyik lah.."jawab Sita dan memandang Nadin dengan tatapan yang kurang enak.


"Oke..Kami jalan dulu yah.."langsung ku potong pembicaraan mereka karena sedikit takut dengan keadaan yang tiba-tiba tegang entah mengapa.


"Oke..hati-hati salam sama anak-anak yah.."kata Sita. Sambil menyentuh lenganku dengan tangannya. Jujur Aku terkejut dan tidak nyaman dengan itu. Bukannya sok mahal,tapi seharusnya Sita mengerti kan Ada Nadin di situ. Walaupun Aku dan Nadin tidak pacaran tapi dari penilaianku tindakan Sita memang sengaja dan ada Unsur ingin menunjukkan ke Nadin bahwa Dia dekat dangan ku.


"oh iyya nanti ku sampaikan."kataku ke Sita.


"yuk Ran nanti telat.."kata Nadin Sambil merangkul pundakku dan sedikit menarikku seakan ingin cepat pergi dari Situ. Lagi-lagi Aku terkejut dengan itu tapi nyaman hehehe. Ada apa? Dengan ke dua cewek ini.apakah Mereka memang saling mau menunjukkan satu sama lain bahwa mereka lebih dekat denganku? kayaknya Iya.


"oke-oke..Kami jalan dulu yah Sit.."kataku ke Sita sambil mengikuti Nadin yang terus Menarikku.


"Sita..."kata Sita dan berbalik dan melihat ke Arah Kami."Kan Saya bukan Parasit..jangan di panggil Sit.."


"oh..iyya Sita.." kataku lagi.


"yaudah Kamu ngobrol dulu deh sama Dia.."kata Nadin dan melepas Rangkulannya lalu pergi ke dalam Rumah "Panggil Aku di kamar kalo udah''katanya sebelum pergi.


"hey..ini udah Mau jalan kok"ku panggil Nadin tapi Dia tidak menjawab dan terus pergi menghilang di balik pintu.


"Dia kenapa?"tanya Sita setelah Nadin pergi.


"nggak tau.."kujawab "Aku masuk dulu yah.."kemudian Aku masuk ke Rumah ingin menemui Nadin.


Di ruang tamu Aku bertemu dengan Ibuku. Kayaknya Ibuku dari Dapur dan keluar karena melihat Nadin yang kembali ke dalam Rumah.


"mana Nadin?"ibuku bertanya."kalian gak jadi pergi?"


"Mungkin di kamar bu..jadi kok"ku jawab Ibuku."Aku ke Nadin dulu yah Bu.."Ibuku tidak menjawab dan langsung kembali ke belakang mungkin Dia mengerti kalau ada yang tidak beres antara Aku sama Nadin.


"Din Aku boleh masuk?"kataku di depan pintu.


"Iyya Masuk Ran.."kata Nadin pelan.


"Kamu kenapa?"ku tanya Nadin saat sudah ada di dalam kamar.


"maaf Ran.."


"Aku nggak ada Masalah sama Dia...tapi Dia yang mungkin ada Masalah dengan kehadiranku di sini."kata Nadin memandangku kulihat di wajahnya ada Amarah yang tertahan."dari kemarin Ran..saat kita di terminal...Saat Dia di motor sama Aku ke sini.."


"oke..sekarang Kamu duduk, dan jelaskan semuanya pelan-pelan.."kataku ke Nadin lalu Aku duduk di kursi siap untuk mendengarkan.


"Aku mau cerita ini ke Kamu dari saat kita sudah sampai di sini..Tapi Aku takut Kamu gak percaya karena melihat kedekatan kamu sama Sita."


"Dia ngomong sesuatu ke Kamu?"Aku mencoba menebak.


"Dia ngomong banyak Ran gak Cuma satu.."kata Nadin yang sudah duduk di depanku."saat Kamu ninggalin Kami berdua di terminal, Dia mulai nanya-nanya ke Aku..Kamu siapa? Kamu pacarnya Randa? Kamu jangan sok asyik! Kamu suka kan sama Randa? Ngapain ikut ke sini?"kata Nadin mencoba menceritakan kejadian di terminal."terus di motor Dia bilang ke Aku..Aku tuh satu-satunya cewek yang di pacari sama Randa di Kampung..Aku tuh Masih sayang sama Randa..Aku tuh mau bawa Kamu,biar gak boncengan aja sama Randa..dan masih banyak lagi kata-kata, Yang Aku gak ngerti dan udah lupa..oh iyya tadi Dia bilang Parasit itu ke Aku Ran..."


"oke Aku paham sekarang. Aku mau nanya dulu ke kamu boleh?"


"Mau naya apa?"


"Kamu percaya sama Aku atau Sama Sita?"


"Aku percaya ama Kamu Ran.."


"Terima Kasih..jadi,Karena kamu percaya ma Aku, Aku mau bilang kalo semua yang Sita Omongin ke Kamu adalah Omong kosong..yang Gak usah kamu pikirkan"


"Aku gak mungkin mikirin omongan kayak gitu Ran..tapi kalo boleh jujur, Aku gak sukaaa.. bangat liat sikapnya yang Sok baik itu..makanya tadi Aku mancing biar Dia keliatan Aslinya.."


"hahaha..Aku juga kaget sih tadi..liat Dia kaya Gitu.."


"baguslah kalo kamu sadar dan segera menjauh dari Dia.."


"Dia dulu gak gitu..deh kayaknya.."Kataku mengingat-ingat.


"Iyya dulu Dia baik,cantik,sopan,rajin,gak sombong,dan suka nabung kan?"kata Nadin dengan memandang ke atas seperti seorang yang sedang berpikir, dan seolah Dia pernah melihat Sita di masa lalu.


"hahaha...Kamu tau?"Aku tertawa mendengar cara Nadin berbicara.


"Ya pasti gitu lah Ran..kan dulu Dia Pacarmu.. jadi pasti akan terlihat seperti itu di matamu.."kata Nadin.


"iyya juga yah..."kataku mengerti. "ya udah kita Jalan yuk?"


"Iyya ayo"


"wah Sita mana ya?"kataku saat sudah ada di luar.


"kenapa di cariin?"kata Nadin kayak orang kesal.

__ADS_1


"nggak apapa cuma..kangen aja.."ku jawab sedikit berbisik dan menahan untuk tidak ketawa.


"oh"kata Nadin singkat.


"yuk..?"kataku ke Nadin saa aku susah ada di atas motor. Nadin naik tanpa bicara."oke Siap?"kataku lagi, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya Aku sadar kalo kayaknya Nadin lagi kesal dan gak mau bicara sama Aku. Kami pun berangkat ke rumah Rinto.


Di perjalanan, kucoba mengajak Nadin bicara tapi tidak ada jawaban. Aku hanya senyum-senyum ku coba melihat ke belakang, tapi Nadin melihat ke arah lain. Aku tidak bicara lagi. Ketika kami sampai kulihat semua sudah datang. Ku parkir motorku dan mengajak Nadin ke Sana. Nadin mengikutiku tapi masih sama yaitu tidak ada jawaban.


"kok lama bangat Ran.."kata Pyan yang sedang sibuk bakar Ikan.


"iyya Sorry tadi Macet hahaha.."jawabku asal.


"hahaha..disini mana ada Macet.."Pyan tertawa mendengar ucapanku.


"mana Rinto?"Aku bertanya karena tidak melihat Rinto.


"Hey!!..Ran.."kata Rinto dari belakangku. Dia baru datang dengan kantong plastik di tangannya.


"Gak Heran kok biasa Aja..."Aku mengatakan begitu karena saat Rinto bilang "hey ran" terdengar seperti Heran.


"hahahaha..."semua tertawa.


"oh..ini pacarmu yang dari kota?"Kata Rinto ketika melihat Nadin.


"temaan...Tapi dia Bisu.."kataku ke Rinto. Beni ketawa karena tahu kalau Aku bohong.


"Hey!! Bohong Aku gak Bisu kok.."kata Nadin memukul pundakku."hay..Aku Nadin temannya Randa dari Kota.."kata Nadin sambil menyalami Rinto.


"hahaha..Aku..Rinto..kirain bisu benaran.."kata Rinto tertawa.


"Aku gak boong.. tadi, sampai Aku turun dari motor Dia masih bisu loh..tiba-tiba udah lancar aja ngomongnya..syukurlah Kamu Udah sembuh Nak dari Kutukan itu.." Kataku sok Serius dengan gaya seperti bapak-bapak.


"hahaha Udah Ran bercandanya.. yuk duduk dulu."kata Rinto mengajak Kami duduk bergabung sama Beni dan intan di Kursi yang ada di situ.


"hahaha..iya oke-oke. Yuk.."ku jawab. Nadin ikut di belakangku.


"Hey..pacaran teruus.." Kataku ke Beni yang sedang duduk berduaan dengan Intan.


"hey..sini duduk hahah.."kata beni sambil tertawa.


"Hay.. Randa kapan pulang dari kota?"intan bertanya karena baru melihatku. Intan mengenalku karena dia satu Sekolah dengan ku waktu SMA. Dan juga satu kampung.


"baru beberapa hari.."ku jawab Intan.


"kalo ini?"tanyanya lagi.


"Oh iyya.. ini Nadin temanku dari Kota..ikut ke sini mau liburan..Nadin ini Intan"Aku memperkenalkan mereka satu samalain. Kemudian mereka bersalaman dan menyebut lagi nama masing-masing.


"Woy!!..Gak ada yah..yang mau Bantuin Aku.."Pyan berteriak dari jauh ke arah Kami. Sambil terus mengipas Ikan bakarnya.


"tunggu Yan.."ku jawab Pyan yang matanya mulai merah karena asap.


"yuk kesana bantuin Pyan.."ku ajak Beni dan Rinto.


"ayok.. sebelum dia ngambek dan pulang"kata Beni yang sudah berdiri. "Kamu di sini aja yah sama Nadin."katanya ke Intan dengan mengusap pundaknya. Intan mengangguk.


"Kamu di sini aja yah Nak..sama Kak Intan jangan Lari-lari Nanti Jatuh..dan Bisu lagi.."Kataku ke Nadin sambil mengusap kepalanya.


"Hahaha.."semua tertawa.


"apaan sih..udah sana.!!"kata Nadin dan menepis tanganku. Kemudian Aku,Beni dan Rinto pergi untuk membantu Pyan.


Malam itu kami nongkrong di Rumah Rinto sampai malam. Kami menikmati Ikan bakar dan beberapa botol minuman(bukan Miras) yang tadi di bawa Rinto de dalam kantong plastik sambil bermain Kartu dan bercerita sangat banyak. Kami juga membahas tentang Acara Ulang Tahunnya Rinto entah konsep apa yang kami putuskan Aku sudah lupa. Dan akhirnya Kami mengantuk dan memutuskan untuk pulang ke Rumah masing-masing.


Aku dan Nadin sampai di Rumah sekitar jam sembilan malam.


"makan yuk? Lapar nih.."kataku ke Nadin.


"iyya Aku juga lapar.."katanya.


Kami masuk ke ruang makan untuk makan malam, Nadin ikut di belakangku. Di ruang tengah Aku melihat ibuku masih nonton tv.


"Bu Nadin Lapar mau Makan...tapi harus ada pizza katanya.."kataku ke Ibuku.


"ih..apaan sih..gak kok bu..Jangan di dengarin"kata Nadin cepat. "jangan gitu dong Ran..kan Aku jadi Malu.."katanya berbisik dan meninju belakangku pelan.


"ah..Jangan bercanda terus Ran..udah sana..Ajak Nadin makan..Ibu udah masak.."kata ibuku.


"bapak mana bu?"


"Udah tiduur.."


Aku dan Nadin ke ruang makan dan makan malam. Setelah itu kami ke kamar masing-masing dan tidur. Hari yang melelahkan dan menyenangkan.


***

__ADS_1


__ADS_2