Legenda Pedang Garuda

Legenda Pedang Garuda
10. Gadis Buta II


__ADS_3

Malam ini bulan begitu indah bersinar dan disambut nyanyian hewan hutan saat malam hari. Dua orang di depan api unggun sedang mengobrol untuk memperjelas identitas masing-masing.


" Aku tidak tahu. Tapi setelah kejadian yang sangat mengerikan dimana-mana terjadi ledakan seperti bom dan menghancurkan dunia ini. Bisa di bilang seperti perang, setelah itu aku merasa dunia ini mulai aneh" Isuke menjawab pertanyaan Tsuruna.


" Perang? " Tampak wajah yang sedang berfikir dari Tsuruna. " Mungkin kau tidak mendengar berita sore hari sebelum perang terjadi " Tsuruna melanjutkan ucapannya.


Dia pun menjelaskan bahwa sore hari sebelum hari kehancuran, di televisi dan radio ada berita bahwa tiga kaisar dari tiga benua akan berperang di Aletral.


Isuke lantas menanggapinya dengan serius. 'Pantas saja hari itu Ibu terlihat cemas' Fikir Isuke. Dia pun memdapatkan titik terang bahwa kehancuran dunia adalah akibat perang yang terjadi.


" Lalu apa kau tahu mengapa dunia ini seperti lahir kembali? "


" Aku pun tidak tahu soal itu. Tapi saat aku terlempar ke hutan, aku kembali lagi ke kota Roztint untuk mencari keberadaan keluargaku. Aku heran karena tidak mendengar alat-alat canggih. Waktu itu aku hanya mendengar alat tradisional seperti kapak yang digunakan untuk memotong kayu. Lalu aku pun bertemu dengan kakakku, ternyata dia baik-baik saja. Aku sempat bertanya mengapa tidak ada alat modern, tapi dia malah tertawa lalu berkata bahwa aku sudah hilang ingatan dan kehidupan ini sudah berjalan bertahun-tahun jadi jangan terlihat asing dengan pekerjaan setiap orang " Tsuruna akhirnya menjelaskan hal yang mengganjal di otaknya, karena menurutnya hanya Isuke lah yang serupa dengannya yaitu lahir di dunia modern.


'Bodoh! mengapa kau baru berkata sekarang bahwa ada kejadian seperti itu' Tiba-tiba guru Lin ikut bicara.


'Guru, apa kau tahu penyebabnya?' Isuke langsung bertanya tanpa mempedulikan kata bodoh yang ditujukan kepadanya.


'Tentu saja aku tahu' Guru Lin menjawab dengan nada sedikit sombong.


'Jadi apa penyebabnya guru? Ceritakan padaku!' Terlihat wajah sumringah dari Isuke.


'Tapi ada syaratnya. Apa kau siap dengan syaratnya?' Guru Lin mempermainkan kepenasaran muridnya.

__ADS_1


Isuke hanya mengangguk dengan semangat tanda dia tak sabar ingin mengetahui syarat tersebut. ' Apa syaratnya guru? Cepat beri tahu aku... '


'Kau harus menjadi pendekar Surga terlebih dahulu!' Guru Lin terkekeh karena dengan ini pasti semangat berlatih Isuke akan meningkat.


Isuke pun merasa sulit akan syaratnya. Tapi akhirnya dia akan berlatih dengan keras mulai hari ini.


" Isuke? Apa kau sudah tidur? " Tsuruna bertanya karena Isuke tidak mengeluarkan suara beberala saat. Wajahnya tetap menatap dengan kosong ke arah depan.


Isuke tersadar dari lamunannya, lalu dia pun mengajak Tsuruna untuk makan buah-buahan yang tadi dia dapatkan. Dia juga memberikan sekendi air yang terbuat dari labu. Tsuruna langsung menerima kebaikan Isuke dengan senang hati.


Tsuruna makan dengan lahap tapi Isuke hanya menatapnya karena dia masih teringat terhadap pembunuhan pemuda yang tadi. Beruntung gadis itu buta, jadi Isuke tidak akan di tanya mengapa dia tidak makan.


Setelah Tsuruna selesai makan, Isuke berbicara lagi."Apa kakakmu memiliki bibir merah sepertimu dan bermata biru? " Isuke belum yakin bahwa pemuda tadi adalah kakak Tsuruna. Diapun bertanya karena orang-orang yang mengejar pemuda itu hanya memiliki mata biru tapi bibirnya tidak semerah bibir pemuda tersebut.


" Maafkan aku Tsuruna! Sekarang kau tak perlu sedih karena sekarang ada aku" Isuke mencoba menenangkan Tsuruna untuk menebus kesalahannya tapi tangisan Tsuruna malah semakin keras.


Isuke mendekap tubuh Tsuruna. Tsuruna pun kaget dan meronta.


" Tenanglah Tsuruna, meski kau belum mengenalku percayalah aku orang baik. Sekarang menangislah sepuasnya, aku juga ingin menangis! "Isuke juga merasa sedih mengingat ucapan terakhir ibunya dan sangat menyesal karena kelemahannya yang tak bisa menyelamatkan ibunya. Perlahan Isuke meneteskan air matanya sambil mendekap Tsuruna.


Mendapat dekapan dari pemuda seusianya, Tsuruna sangat gugup. Tapi dia mengesampingkan kegugupannya karena mendengar ucapan yang lembut dari Isuke. Dia pun larut dalam tangisan di dekapan Isuke. Tsuruna membalas dekapan Isuke dan menangis sepuasnya.


Sementara Guru Lin memilih tidur daripada menyaksikan kesedihan dua insan tersebut.

__ADS_1


Setelah kira-kira satu jam, Tsuruna berhenti menangis dan tampak memejamkan mata. Sepertinya dia tertidur di dekapan Isuke.


Isuke pun mengangkat tubuh gadis itu dengan susah payah. Dia membaringkan Tsuruna di batu datar yang tadi. Sejenak Isuke menatap wajah Tsuruna. Lalu dia pun bermeditasi di bawah batu yang digunakan Tsuruna tidur. Tak lupa Isuke membenahi api unggunnya agar tetap menyala dan memberikan kehangatan ke dalam gua tersebut.


***


Tidak terasa gelap yang menerkam dunia kini sudah menghilang, berganti dengan terang. Tapi dalam gua yang disinggahi Isuke dan Tsuruna tidak terkena sinar sang surya, karena menghadap ke arah barat.


Isuke sedang sibuk memanggang ikan yang dia tangkap dengan susah payah. Dia berhasil menangkap dua ikan mas seukuran telapak tangan orang dewasa. Ternyata dia menyudahi meditasinya pagi sekali. Dia sebenarnya ingin berlatih di ruang kesunyiannya dari tadi pagi. Tapi dia teringat bahwa belum ada makanan untuk pagi ini. Dia pun memutuskan untuk mencari buah-buahan pagi-pagi sekali. Beruntung nya dia berhasil menemukan dua ikan di pinggiran sungai yang mengering. Dia pun menangkapnya dengan sedikit mengeluarkan tenaga karena dia baru pertama kali menangkap ikan secara langsung seperti itu.


Saat sedang asyik memanggang ikan, Tsuruna menghampirinya dan langsung duduk di dekatnya. Isuke kaget dan heran, mengapa Tsuruna berjalan dengan sangat indah meskipun buta?


Isuke hanya diam saja dan meneruskan pekerjaannya. Dia berfikir mungkin Tsuruna sudah terbiasa dan terlatih dengan keadaan buta. Jadi dia sudah sangat hebat dalam berjalan seperti manusia lainnya. Fikir Isuke.


Akhirnya Isuke menyuruh Tsuruna untuk makan, tapi Isuke masih tak berselera makan karena teringat pembunuhan di hari kemarin.


Setelah selesai makan, Isuke meminta Tsuruna untuk tidak mengganggunya. Dia ingin berlatih seharian penuh dan meminta maaf bahwa nanti siang dia tidak akan mencari makanan. Tsuruna pun tidak mempermasalakannya, dia malah merasa merepotkan Isuke.


Isuke pun menjalankan latihannya. Sementara Tsuruna memilih berlatih di luar gua, dia juga ingin menjadi kuat agar bisa membalaskan dendam terhadap orang yang membunuh kakak dan ibunya.


Tsuruna adalah keturunan benua Angeliword modern, jadi dia memiliki teknik berpedang dan memiliki katana. Tapi, meskipun dia buta Tsuruna tidak patah semangat, dari dulu dia sudah menguasai beberapa teknik dan sudah sangat mahir dalam berpedang. Kini dia melatih teknik yang dia kuasai dan melatih teknik baru.


Entah dengan siapa Tsuruna berlatih, tapi dia sudah sangat mahir dalam berpedang. Sepertinya Tsuruna sudah memasuki pendekar bumi tahap awal. Sepertinya dia memiliki keistimewaan.

__ADS_1


__ADS_2