Legenda Pedang Garuda

Legenda Pedang Garuda
4. Hari yang Menyakitkan


__ADS_3

Mentari bersinar dengan memberikan kehangatan yang menyegarkan. Orang-orang beraktivitas seperti biasanya. Kendaraan membuat suasana menjadi gaduh. Ditambah, pagi ini begitu cerah seolah hari ini adalah hari yang begitu bahagia. Itulah suasana di kota Danzheng, tempat tinggal Isuke.


Kini Isuke sedang berjalan menuju sekolahnya. Ia berjalan dengan kesantaiannya karena hari ini dia bangun sangat pagi. Meski isuke pria yang sakit hati karena kematian adiknya, tapi ia lumayan pandai dan rajin dalam belajar.


Tak lama ia sampai di sekolahnya, meski hanya beberapa orang yang sudah sampai. Ini terlalu pagi.


Isuke duduk di bangkunya dan tak terasa seluruh murid sudah berada dikelas.


Proses belajarpun dimulai hingga waktu tak terasa sudah menunjukan pukul dua sore.


Semua murid pulang dari sekolah kerumah masing-masing. Tapi Isuke dan Qiao Yu berjalan ke pusat kota. Mereka akan menuju pameran.


Setelah setengah jam lebih, mereka sampai dipusat kota. Kini pusat kota sedang ramai dan begitu antusiasnya seluruh warga di pameran ini. Ada yang melihat pertunjujan seni, bermain di wahana nya, dan masih banyak keramaian lainnya.


Kota Danzheng sangat luas, ya karena setiap benua memiliki beberapa kota dan kota Danzheng merupakan kota terluas di Alvacard.


Sekarang pukul tiga sore, Isuke dan Qiao Yu baru saja beres berkeliling dan sekarang mereka sedang makan ice cream di pinggir keramaian orang.


Saat mereka sedang bersantai, ada sebuah nuklir yang melayang dari arah benua Aletral dan meledakan kota Biraniz, kota sebelah Danzheng. Dan akibat ledakan tersebut menghasilkan api yang sangat panas disertai angin kencang.


****


Ternyata hari ini di benua Aletral peperangan sudah memuncak. Pasukan Alva sedang menghilang dengan jubahnya dan mengobrak-abrik nuklir Artazard. Sehingga nuklir tersebut melesat-lesat diudara. Hingga pada akhirnya berhamburan ke seluruh dunia. Dan akibat inilah seluruh manusia punah.


***


Isuke dan Qiao Yu lari tergopoh-gopoh, mereka berjalan kearah rumah Isuke. Karena arah ledakan berjalan dari belakang mereka.


Tak lama kemudian, akhirnya Qiao Yu kelelahan dan terhantam puing bangunan yang melesat karena ledakan maha dahsyat tersebut. Kini Qiao Yu terpental dan langsung mati karena kerasnya benturan tersebut.


Isuke yang melihat hal itu menjadi histeris, bahkan dia belum bisa menerima keadaan. Dia sangat sedih sambil menghampiri jasad Qiao Yu yang sudah tak bernapas lagi. Dia menggoyang-goyangkan badan Qiao Yu.


"...Qiao Yu, Qiao Yu bangun..."

__ADS_1


Tapi Qiao Yu yang sudah mati, tak mungkin bicara kembali. Isuke merasa tersiksa. Dia menangis lalu tak lama terjadi ledakan dari arah depan. Ledakan ini menyadarkannya. Ia pun bergegas lari untuk menyelamatkan diri. Ia berlari tak tahu tujuan, ia hanya ingin selamat dari keadaan ini. Saat sedang berlari ia menoleh kebelakang, ia melihat hempasan angin yang begitu hebat dan dahsyat.


Ia terlempar puluhan meter karena hempasan angin tersebut dan jatuh dengan kasar di atas pohon.


"...Bukkk" ia terjatuh dari pohon.


Kesadarannya masih terjaga. Saat berusaha bangkit, dia melihat benda yang malayang ke arahnya, tidak bukan benda, tapi itu manusia. Ia pun langsung menghindar dengan sekuat tenaga.


Isuke pun menghampirinya, dan ternyata itu ibunya. Lantas ia pun terkejut dan sangat sakit melihat ibunya terluka. Luka ibunya seperti habis terbakar dan darah merah menutupi baju yang ia kenakan.


"...Ibu bangun bu, bu ini aku Isuke" Isuke menangis. Tak tahu harus apa lagi. Ia sangat benci keadaan ini. Baru saja ia melihat Qiao Yu, sekarang dia harus melihat ibu yang ia sayangi mati. Sungguh naas nasibnya.


"...Isuke" terdengar suara Ibunya yang bergetar, seperti menahan sakit.


"...Jaga dirimu baik-baik nak"


Sontak Isuke memeluk Ibunya. "...Ibu jangan tinggalkan aku" Dia menangis.


Setelah beberapa saat, Isuke tak mendengar Ibunya bicara, dia memeriksa nadinya ternyata sudah tidak berdenyut. Lalu dia mendengarkan jantung ibunya, tapi tak berdetak. Dan dia merasakan nafas ibunya, tapi tak ada. Ibunya mati!


Karena hempasan tadi, Isuke terluka lumayan parah. Tapi dia sepertinya masih mampu untuk berjalan. Tapi dia sangat tak sanggup untuk menjalani hidup. Dia dipertemukan dengan keputus asaan.


Lalu terjadi ledakan lagi dan mengakibatkan Isuke terhempas bersama Ibunya. Ia memeluk ibunya dengan erat sambil melayang karena terhempas. Ia terhempas puluhan meter.


Beberapa saat kemudian dia dan ibunya mendarat di sebuah bangunan dengan atap yang terbuat dari kain. Ia terlempar lagi ke atas dan mendarat di aspal


"...Buukkkk bukk bukkkk"


Ia masih sadar dan merasa pusing. Iapun megeraskan pelukannya agar tak terpisah dari ibunya.


Terjadi lagi ledakan sekitar tiga puluh meter di depannya, ia terhempas lagi. Tapi kali ini ia kehilangan kesadarannya dan tanpa disadari ibunya terlepas dari pelukannya. Ia terhempas ratusan kilometer, melayang seperti meteor yang melesat.


Ia langsung mendarat di sebuah samudera, samudera itu memiliki air yang berwarna putih. Ya, samudera itu adalah samudera Whirlpool.

__ADS_1


Hari sudah menggelap, seluruh benua mengeluarkan asap akibat ledakan. Kini semuanya hancur berantakan seperti tak ada lagi kehidupan. Sementara Isuke masih tak sadarkan diri dan hanyut dalam dinginnya samudera. Anehnya Isuke masih bernapas, meski sudah terhempas beberapa kali. Tapi napasnya begitu lemah, badannya dan bibir merahnya mulai membiru mungkin karena kedinginan.


Setelah beberapa jam, akhirnya hari sudah terang. Sinar matahari menyinari tubuh Isuke yang membiru karena kedinginan. Kini suke terdampar di sebuah pantai yang tak berpenduduk. Tapi dia masih tak sadarkan diri.


Sinar Matahari begitu menyengat disiang hari ini. Tapi ini tak membuat Isuke bangun dari pingsannya. Sepertinya dia mati, tapi kenapa masih bernapas?


Kemudian terjadi getaran seperti gempa. Ternyata getaran ini akibat segel di benua Aletral.


Karena getaran ini, Isuke tersadar dari pingsannya. Lalu perlahan ia bangun dan merasakan terhentinya getaran.


Baru saja ia sadar, ia dikejutkan dengan munculnya cahaya merah, putih dan biru dari daratan yang jauh. Dia bisa melihat sinar ini karena menjulang kelangit dan menyebar keseluruh daratan.


Lalu tak lama muncul lagi cahaya berwarna keemasan. Dan iapun merasa sinar ini memberikan gelisah dihati bahkan ia menjadi bergetar saking gelisahnya. Cahaya ini juga membuatnya menjadi teringat hal-hal menyedihkan dihari kemarin. Ia pun berteriak sekencang-kencangnya melampiaskan rasa sedihnya. Tapi entah kenapa, tak lama kemudian dunia tampak seperti lahir kembali. Sontak saja membuat Isuke terkejut dengan keanehan ini.


Setelah beberapa menit, cahaya keemasan pun meredup. Setelah sinar ini meredup, Isuke merasakan sakit di sekujur tubuhnya mungkin karena efek cahaya keemasan dan luka akibat hempasan angin kemarin akibat ledakan nuklir.


Ia pun kembali pingsan karena tak kuasa menahan sakit yang teramat sangat. Sementara seluruh manusia berkumpul di ditiga titik di setiap benua kecuali benua Aletral.


***


Kini Hari sudah gelap, rembulan menyinari bumi yang sudah lahir kembali. Ini tengah malam sepertinya, tapi Isuke masih pingsan di pantai. Kemudian Isuke membuka matanya karena sudah mendapatkan kembali kesadarannya.


Lagi-lagi Isuke melihat cahaya merah, putih dan biru. Tapi kali ini terlihat di tiga titik. Dan itu membuat Isuke heran karena munculnya cahaya itu beberapa jam lalu, membuat dunia seperti lahir kembali. Sekarang ia khawatir hal ini membuatnya bahaya. Tapi setelah beberapa saat ia tak melihat tanda-tanda bahaya.


Akhirnya sinar itu meredup dan membuat Isuke seperti tersengat listrik, eh bukan listrik, sepertinya yang lebih menyengat, yaitu petir di bagian kening.


"...Awww" Ia meringis kesakitan, tapi untungnya ia tidak pingsan. Sekarang Isuke kebingungan, ia harus melakukan apa, ia takan mungkin menjalani hidup ini. Ia dilanda keputus asaan.


Akhirnya dia melamun, sambil memandangi bulan dimalam hari. Ia mengingat jelas kematian adiknya, Qiao Yu dan Ibunya. Ia pun teringat keadaan ayahnya. Sekarang Isuke sangat bingung, kenapa terjadi kehancuran sedahsyat ini dan setelah dunia hancur lalu muncul sinar yang melahirkan dunia kembali. Menurutnya semua ini begitu aneh di dunia yang modern ini.


Isuke semakin larut dalam lamunannya. Sehingga ia berambisi untuk mencari kejelasan apa yang terjadi dengan dunia yang berubah ini. Dia ingin tahu penyebab Qiao Yu dan Ibunya meninggal.


Saat sedang melamun, ia dikejutkan dengan suara misterius, dan itu membuatnya terkejut dan terperangah...

__ADS_1


Lalu apa yang terjadi? Apakah Isuke akan selamat?


__ADS_2