
Sehari sebelum perang besar terjadi...
Seorang anak lelaki sedang menikmati film yang terputar dalam otaknya. Film ini sangat diinginkan bagi setiap insan. Dimana ini adalah hal baik yang bisa diraih dalam imajinasi dan sulit digapai di dunia nyata. Ya, film ini merupakan sebuah mimpi dengan tokoh utama si pemimpi itu sendiri.
Hyuko Isuke sedang mimpi indah, tapi kemudian terjaga karena suara Ibunya yang gaduh.
"...Isuke bangun, Isuke, Isuke sudah jam setengah tujuh nih, cepet bangun nak! Nanti kamu telat..." Ibu Isuke yang menggebrak pintu kamar.
"...Iya bu..." Jawab Isuke sambil berusaha membuka matanya.
"...Kenapa mataku seperti di lem, dan kenapa gravitasi di kasur begitu berat..." Isuke bergumam dan melawan kemalasannya.
Setelah bangun dia bergegas membersihkan diri. Tak lama, dia selesai dan sudah siap dengan seragam sekolahnya.
Dia pun langsung menuju meja makan tempat biasa keluarga kecilnya sarapan.
Isuke merupakan anak tunggal dari pasangan Pak Hyuko Zola dan Ibu Myuki Furura. Pak Zola atau sering disebut komandan Zola adalah seorang Alva yang turut menjaga perdamaian benua Alvacard. Sedangkan Myuki merupakan anak dari Ryuhan Furura dan Ling An.
Ryuhan adalah seorang pengembara benua Artazard yang menikah dengan wanita asal benua Angeliword, yaitu Ling An. Myuki adalah anak tunggal dari keluarga sederhana Ryuhan.
Meskipun sudah berkeluarga, Ryuhan mempunyai jiwa Petualangan yang tinggi, sehingga dia mengajak istri dan anaknya berkelana melewati benua Aletral menuju benua Alvacard.
Ketika beberapa tahun diam di Alvacard, Myuki menikah dengan Komandan Zola. Setelah anaknya mendapat pendamping, Ryuhan kembali lagi ke benua asalnya, meninggalkan Myuki dengan pendampingnya. Dan hingga sekarang lahirlah Hyuko Isuke. Sorang anak dengan Kulit yang putih seputih salju, pupil matanya Biru dan bibirnya yang tipis berwarna merah. Jika dipandang dia memiliki rupa yang aneh, karena dibenua Alvacard tidak ada orang yang berambut putih dan bermata biru. Tapi dengan keanehan ini dia terlalu tampan, hingga tiada kata selain kata sempurna saat melihat wajahnya.
Isuke berjalan menuju tempat makan, ternyata Ibu dan Ayahnya sudah menunggu
"...Isuke, cepat duduk nak! Ibu udah siapin sarapan..." Ibu Isuke menyambutnya dengan hangat. Sementara Ayahnya hanya mengangguk-ngangguk tanda menyetujui ucapan istrinya.
Sebenarnya Isuke sangat tidak suka dengan perlakuan manja, tapi dia tak bisa membantah.
Isukepun duduk. Suasana hening saat mereka sarapan.
Setelah beberapa menit, merekapun beres sarapan.
__ADS_1
"...Isuke, kamu sekolah dengan baik. Ayah hari ini dan beberapa hari kedepan akan menjalankan tugas dari kaisar, kamu baik-baik ya dirumah bersama Ibu..." Ayah Isuke memecah keheningan.
Isuke mengerti bahwa ayahnya akan pergi untuk menjalankan tugas dari atasannya. Dia faham betul bahwa seorang Alva harus selalu siap menjalankan tugas.
Isuke hanya diam dan mengangguk tanda dia faham.
Ayahnyapun berangkat bekerja karena rekannya sudah menunggu. Sedangkan Isuke berjalan kaki menuju sekolahnya setelah berpamitan kepada orang tuanya. Kini tinggal ibunya seorang diri dirumah. Myuki sebenarnya sudah terbiasa dengan kehidupan ini, tapi perasaannya tak tenang seperti biasanya. Dia merasakan bahaya untuk keluarganya.
"...Semoga mereka baik-baik saja..." Gumam Myuki sambil meratapi kepergian suami dan anaknya.
Isuke tidak tertarik dengan kendaraan mewah, dia lebih memilih berjalan kaki. Sebab, dia ingin selalu sehat. Isuke masih berusia 16 tahun. Hari ini dia masuk sekolah dan memasuki kelas baru. Yaitu kelas 2 SMA.
Dia berjalan dengan santainya, meskipun banyak tatapan tak bersahabat dari orang-orang yang dilaluinya. Orang Alvacard merasa bahwa Isuke itu anak yang buruk, mereka menganggap Isuke mempunyai keanehan dan itu sangat mempengaruhi kenyamanan orang-orang. Tapi Isuke mananggapinya dengan santai, dia terus berjalan hingga beberapa menit diapun sampai disekolahnya. Meski sekolah ini tidak terlalu terkenal, tapi menurut pengalaman satu tahun belajar, Isuke merasa lebih baik belajar disini sampai tuntas.
Jarak dari rumahnya ke sekolah ditempuh selama 15 menit berjalan kaki. Dia santai karena sekarang masuk sekolah pukul delapan.
Isuke pun masuk ke kelasnya. Nampak beberapa orang sudah berada di kelas. Isuke langsung memilih meja paling belakang. Dia pun duduk, dan menurutnya bangku ini paling strategis. Di sebelah kanannya ada jendela yang menampilkan sebuah pohon yang rindang. Bangku ini sangat sesuai dengan seleranya, santai dan nyaman.
Saat Isuke duduk santai di bangku paling belakang, yaitu tempat favoritnya. Karena dia merasa di belakang itu nyaman dan bisa selamat dari pertanyaan guru yang membingungkan. (Pasti man teman faham) . Seorang gadis berambut hitam panjang, sampai kepinggang, bermata hitam pekat dan bibir merah menyapa dengan keanggunannya
"...Hmmm..." Isuke hanya bedengung sambil menatapi ke luar jendela karena dia lagi tak ingin diganggu, dia hanya menikmati suasananya. Diapun hanya terus melamun memandangi alam dari jendela kaca.
Akhirnya si wanita cantik itu merasa sakit hati dan merasa diacuhkan, iapun menggebrak meja Isuke dengan cemberut
"...Isukeee!!..."
Sontak saja, Isuke mengakhiri lamunannya. Ia pun melirik ke arah wnita tersebut.
Beberapa sorot mata melihat si wanita itu. Tapi, tak berlangsung lama. Karena mereka sudah terbiasa dengan kelakuan keduanya.
"...Oh, Qiao Yu, apa tadi?..." Dengan wajah polos dia malah bertanya.
"...Apa kabar Isuke? Berkesankah hari liburmu?..." Siwanita yang bernama Qiao Yu itu langsung menunjukkan sikap ramahnya.
__ADS_1
"...Oh baik, enggak..." Jawab Isuke singkat
Meski jawaban Isuke begitu singkat, tapi Qiao Yu sudah terbiasa dengan sikap temannya itu. Mereka pun saling mengobrol satu sama lain, meski isuke sangat terganggu tapi lama kelamaan dia pun merasa luluh.
Qiao Yu adalah teman Isuke dari kecil, parasnya yang cantik membuatnya disekolah menjadi incaran pria. Qiao Yu adalah anak dari keluarga benua Angeliword. Keluarganya pindah ke Alvacard saat Qiao Yu berusia lima tahun.
Tapi Qiao Yu berbeda dari orang di benua Angeliword, dia memiliki mata hitam pekat, sedangkan orang di benua Angeliword mereka memiliki mata biru.
Beberapa menit kemudian, gurupun masuk. Awalnya guru tidak akan mengajar hari ini. Tapi disaat guru mereka mau keluar kelas, kepala sekolah memerintahkan guru tersebut untuk mengajar hari ini.
Reaksi wajah semua murid langsung berubah drastis, yang awalnya senang menjadi masam. Tapi hal itu tidak berguna untuk Isuke. Sikapnya yang dingin, cuek sangat tak berpengaruh oleh hal seperti itu.
"...Isuke, besok sibuk gak?..." Qiao Yu bicara disaat semua murid ribut dan protes dengan keputusan kepala sekolah.
"...Memang ada apa?..."
"...Besok ada pameran di pusat kota, aku mau ngajak kamu kesana. Apa kamu sibuk?..." Qiao Yu yang duduk di sebelah kiri Isuke mengutarakan maksudnya.
"...Oh, aku ikut. Mungkin saja berkesan..." Jawab Isuke dengan sedikit antusias.
Akhirnya, setelah enam jam, proses belajar pun selesai. Isuke pulang kerumahnya setelah berpamitan dengan Qiao Yu. Dan besok mereka akan jalan-jalan.
Isuke menjalani waktu setelah pulang sekolah dengan bersandar di batang pohon beralaskan rumput hijau di belakang rumahnya sambil memandangi awan, seorang diri. Pohon ini merupakan pohon ayahnya yang sangat dijaga. Katanya ini pohon kenangan. Karena pohon ini ditanam waktu komandan Zola berusia tujuh tahun.
Hari sudah mulai gelap, Isuke masih melamun. Hobi Isuke adalah melamun. Dia selalu teringat akan adiknya yang mati mengenaskan karena penyakit saat berkunjung ke rumah kakeknya. Waktu itu, Isuke berusia lima tahun sedangkan adiknya berusia tiga tahun. Namanya Hyuko Isune. Isune demam tinggi saat sampai di rumah kakeknya. Dan sehari setelah itu, keluarga itu menjadi histeris karena saat bangun, Isune sudah mati dengan keadaan kulit keriput dan badan kering. Dari kejadian itu, Isuke jadi anak tunggal dan kesepian.
Sejak saat itu Isuke, sangat terpukul. Adik tercintanya sudah pergi disaat masih kecil dan tak mungkin kembali lagi. Dan hingga saat ini dia memiliki sikap dingin dan cuek.
Saat pulang dari rumah kakeknya. Isuke bertemu keluarga Qiao Yu yang akan pindah ke Alvacard. Mereka pun berjalan bersama. Sejak saat itu hingga sekarang Qiao Yu dan Isuke menjadi teman.
Saat asik melamun, terdengar suara ibunya memanggil Isuke dari dalam rumah
"...Isuke, mari makan malam nak. Jangan lupa mandi dulu. Cepat ini sudah mau malam..."
__ADS_1
"...Iya Bu..." Isuke pun beranjak dari zona nyamannya.
Setelah selesai, ia langsung tidur dikamarnya yang sangat nyaman.