
Seorang pengintai yang melihat lebih dari seratus pendekar sedang berlari dan meneriakan suara 'serang' seperti kesetanan segera melaporkannya kepada ketua Min Tan.
" Ketua ada lebih dari seratus orang memakai baju bermotif merak sedang menuju kesini mereka meneriakan perang. " Kata si pengintai itu penuh hormat.
" Cepat hadang mereka! ". Ketua Min Tan yang kebetulan sedang berkumpul dengan lima tetua lainnya memberi perintah.
Sekte ini merupakan sekte kecil jadi hanya memiliki lima tetua di tingkat pendekar bumi. Sementara ketua Min Tan memiliki kekuatan tahap menengah pendekar dewa sama seperti ketua Cua Mei.
***
Sudah berhari-hari Isuke dan Tsuruna diam di dalam jeruji besi. Mereka bertahan dari serangan lapar karena di beri makanan oleh seorang gadis yang bernama Min Yue.
Min Yue adalah anak sulung ketua Min Tan. Dia sangat benci terhadap sisi jahat ayahnya. Jadi dia berbuat baik kepada Isuke dan Tsuruna. Dia juga tak tega melihat anak yang sebaya dengan nya sudah disakiti.
Ketiganya sudah saling mengenal dari hari kemarin. Min Yue mengetahui keberadaan Isuke saat dia berjalan-jalan dan tidak sengaja mengintip ayahnya yang sedang menyiksa Tsuruna dan Isuke. Keduanya terus di pukul sambil diberi pertanyaan 'bagaimana cara membuka benda ini? ' oleh Min Tan. Min Yue tak tega melihat kejadian itu, akhirnya dia menghampiri Isuke dan Tsuruna setelah ayahnya pergi. Dan merekapun saling mengenal.
Min Yue berlari sambil membawa beberapa makanan. Dia ingin menemui Isuke dan Tsuruna.
Setelah beberapa saat, dia pun melihat orang yang ingin dia temui. Dia pun menyalakan obor dan terlihatlah dua orang yang memiliki memar di pipi dan tampak lemas. Ternyata Isuke dan Tsuruna mendapat siksaan dari ketua Min Tan karena tak kunjung memberikan informasi yang jelas bagaimana cara membuka benda pusaka tersebut.
Dia pun menyuapi mereka dengan tulus, karena keduanya diikat rantai.
" Ada lebih seratus orang, sepuluh pendekar bumi, tiga pendekar langit dan satu wanita di tingkat pendekar dewa. Mereka akan menyerang sekte ayahku, apa mereka akan menyelamatkan kalian? " Tampak kekhawatiran dari raut wajah Min Yue.
" Kami tidak memiliki kerabat atau teman, kurasa mereka akan menyerang sekte ini bukan menyelamatkan kami. " Isuke menjawab Min Yue yang Khawatir dengan suara sedikit bergetar. Dia pun teringat sesuatu
" Apa mereka memakai baju bermotif merak? " Isuke balik bertanya.
Min Yue mengangguk tanda membenarkan pertanyaan Isuke.
Isuke pun langsung terkejut, dia mengira akan terjadi pertarungan lagi. Dia pun meminta Min Yue segera menjauh dari sekte ini agar selamat karena memiliki firasat buruk. Tapi Min Yue memilih membebaskan keduanya dahulu dan menyarankan untuk tetap tinggal di sel tahanan dahulu sebelum keluar.
__ADS_1
Isuke merasa heran dengan tingkah Min Yue yang berbanding balik dengan ayahnya, dia pun menanyakannya. Min Yue menjawab dia hanya ingin menolong dan ingin memiliki teman, sudah bertahun-tahun dia hidup tanpa teman katanya.
Tsuruna hanya diam dan mendengarkan pembicaraan mereka, sementara Isuke kini faham sisi baik Min Yue
***
Seluruh anggota sekte Rawa Laba-laba yang jumlahnya sekitar dua ratus orang lebih menyambut kedatangan sekte Merak Hitam. Rata-rata mereka adalah pendekar pemula dan kuasa. Mereka berdiri di luar benteng dengan siaga dan memakai senjata andalan mereka yaitu pisau yang diikat dengan tali baja. Kecuali satu orang yang tidak ikut yaitu Min Yue. Min Tan tidak sempat memikirkan putrinya karena keadaan begitu mendesak.
" Dengan maksud apa kalian kemari? " Ketua Min Tan bicara pelan dengan dialiri tenaga dalam sehingga terdengar oleh seluruh pasukan Merak Hitam.
Seorang wanita berjalan ke depan dan menjawab pertanyaan ketua Min Tan
" Kami akan mengambil benda pusaka yang kau curi dari tetua Ji Me. Serahkan benda itu selagi kami bersikap baik. " Jawab ketua Cua Mei.
" Sayangnya benda ini akan tetap menjadi milikku " Sahut Ketua Min Tan.
'Tak ada cara lain lagi' gumam ketua Cua Mei.
Akhirnya anggota kedua sekte saling menyerang. Sekte Merak Hitam kalah jumlah tapi soal kekuatan, mereka unggul. Karena sepuluh anggota yang merupakan pengajar ikut perang dengan tingkat kekuatan pendekar bumi. Setara dengan San Zang, tapi usia San Zang masih 17 tahun sedangkan mereka terlihat seperti 25 tahunan. Ditambah tiga tetua berada di tingkat pendekar langit.
Sementara di pasukan Rawa Laba-laba, lima tetua berada di tingkat puncak pendekar bumi. Termasuk tetua Jiun Huk. Dan ketua Min Tan tak akan banyak membantu anggotanya karena akan melawan ketua Cua Mei.
Para pengajar dari sekte Merak Hitam tampak menyerang dan menghabiskan pasukan musuh yang mereka temui dengan brutal. Sementara para tetua masih mencari lawan yang seimbang.
Tetua Ji Mo maju kedepan diikuti tetua lainnya mereka menyerang musuh di tingkat pendekar pemula dan kuasa dengan mudah. Lalu lima orang menghadang mereka yang ternyata tetua dari Rawa Laba-laba.
" Akhirnya kalian muncul! Hahahahaha... Aku akan membunuh orang yang telah menghilangkan lengan kiri kakakku" dia menekankan suara di kata 'kakakku' dengan wajah penuh amarah.
" Akulah orangnya" Tetua Jiun Huk tak gentar meski musuh memiliki kekuatan yang lebih hebat tapi dia percaya diri karena menang jumlah dan percaya diri dengan kehebatan teknik jaring laba-laba.
Para tetua Rawa Laba-laba melayang-layangkan pisau. Dan inilah teknik yang dikuasai Rawa Laba-laba. Sangat merepotkan untuk tiga tetua Merak Hitam.
__ADS_1
Para tetua Merak Hitam menghindar dan menahan dengan pedang mereka dengan sangat mudah. Tentunya karena kekuatan mereka jauh lebih unggul. Tapi mereka sulit untuk menyerang karena teknik yang mereka kuasai adalah teknik jarak dekat. Mereka mencoba memperpendek jarak tapi selalu saja ada pisau yang menghalangi mereka.
Lima pisau dari masing-masing tetua Rawa Laba-laba terus melayang-layang seperti hidup sendiri. Bahkan ada yang mengenai pasukan Merak Hitam hingga tak bernafas karena mengenai bagian vital.
***
Ketua Cua Mei menghampiri ketua Min Tan.
" Cepat serahkan benda itu! " Kata Cua Mei.
" Teruslah berkhayal! " Min Tan malah memprovokasi musuhnya. Dia pun berlari menjauh ke sebelah barat dan dikejar Cua Mei. Dia tidak bodoh jika mereka bertarung di dekat sektenya, pasti sektenya akan hancur terkena imbas pertarungan.
Kebetulan sekali sisi sebelah adalah tempat dimana Isuke di tahan. Mereka kini mendengar suara pertarungan.
Tujuh pisau yang dialiri tenaga dalam melayang-layang mengikuti arahan jari-jari Min Tan dan menyerang Cua Mei. Cua Mei menahannya dengan pedang tipisnya seperti katana. Sesekali dia menghindar.
Beberapa teknik Cua Mei gunakan untuk bertahan. Dia berniat memperpendek jarak tapi tetap saja pisau Min Tan sangat merepotkan "sial!... " gumamnya.
Cua Mei pun melayangkan serangan tapak tapi berhasil dihindari oleh Min Tan. Tak berhenti di situ, Min Tan pun mengeluarkan serangan tapak dan di sambut dengan serangan tapak juga oleh Cua Mei hingga terjadi ledakan hebat dan kepulan asap menghiasi wilayah itu.
Setelah asap menghilang Cua Mei berlari ke depan dan langsung menebas 'Cthingg...' tebasannya mampu di tahan dengan pisau Min Tan. Keduanya langsung memundurkan langkah.
Min Tan tak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia langsung mengeluarkan teknik jaring laba-laba. Namun tetap saja masih bisa di tahan oleh Cua Mei. Dia pun menarik pisaunya kembali.
Cua Mei langsung menyerang dengan tapak karena melihat pisau Min Tan tak lagi menyerangnya.
Min Tan membalas serangan Cua Mei dengan tapak juga. Hingga terjadi lagi ledakan, kali ini mementalkan keduanya dan ledakannya membuat cekungan di tanah.
" Kabooooommn..... " suara menggelegar dari ledakan energi tersebut menggema kemana-mana memekakan telinga orang yang dekat dengan area pertarungan.
Pertarungan masih belum berakhir mereka tampak berdiri lagi dan 'Slassh...' Cua Mei melesat dan menebas. Dan 'Cthinggs….'
__ADS_1
Author langsung mengakhiri chapter ini. Dan nantikan chapter berikutnya ya man teman.