Legenda Pedang Garuda

Legenda Pedang Garuda
18. Melewati Gunung Halilintar


__ADS_3

Isuke kaget karena dia melihat laba-laba raksasa. Ternyata dia terjebak di jaring siluman laba-laba.


Rupanya gua itu adalah tempat tinggal laba-laba. Penerangan di gua ini sangat minim dan membuat Isuke kesulitan melihat celah untuk melarikan diri.


Tubuhnya menempel di jaring dan dililit jaring. Dia seperti kepompong dengan kepala di bawah. Dia berada di ketinggian tiga meter. Lalu laba-laba raksasa yang melilitnya mendekat. Isuke sangat ketakutan melihat mulut laba-laba itu yang mengerikan.


Ketika mulut laba-laba itu hendak memakan Isuke. Isuke pasrah dengan keadaan. Dia memilih diam karena jaring itu terlalu lengket. Sulit bagi Isuke untuk lolos.


" Auuuuuuuu....... "


Terdengar Lolongan serigala dari luar gua dan membuat laba-laba yang hendak melahap Isuke berhenti.


Isuke melirik ke luar gua, ternyata serigala itu adalah siluman serigala yang kemarin mengejarnya.


Laba-laba itu langsung menghampiri si serigala. Keduanya sepertinya akan bertarung.


Benar saja, serigala dan laba-laba itu bertarung. Serigala itu menggeram seperti berkata 'Dia adalah mangsaku'. Akhirnya mereka saling menyerang satu sama lain.


Sepertinya Isuke jadi bahan rebutan bagi dua siluman tersebut. Mereka sama-sama ingin memakan Isuke.


Ini adalah kesempatan Isuke untuk meloloskan diri. Karena siluman-siluman itu sedang sibuk bertarung. Isuke menggigit jaring yang melilit lehernya hingga putus.


" Cuiiiih....., pahit" Isuke memejamkan matanya karena jaring itu begitu pahit. Tapi dia tidak menghiraukannya dan terus berusaha untuk lolos.


Sekitar ratusan jaring melilit tubuh Isuke yang mungil seperti kepompong. Setelah beberapa menit, Isuke berhasil meloloskan kedua tangannya dengan susah payah. Isuke langsung mencabut pedang dari selongsongnya. Untungnya pedang itu terikat bersama dirinya.


"Slassh….Slassh.....Slassh….brukkkk...." Isuke memotong jaring yang melilitnya dan terjatuh.


Akhirnya Isuke berhasil lolos dari ikatan jaring tersebut. Tapi dia meringis kesakitan


" Awwww.…awww.….awwww.… gigiku"


Gigi yang tadi dia gunakan untuk memotong jaring terasa akan copot.


Ternyata saking kuatnya niat ingin lolos dia lupa akan rasa sakit. Dan baru sekarang dia merasakan dampaknya.


Tapi dia mengesampingkan masalah ini dahulu karena dia dihadapkan dengan dua siluman yang sedang bertarung.


Lantas Isuke mengambil tindakan untuk menyerang siluman yang menang dalam pertarungan itu.


Sekitar setengah jam Isuke menunggu pertarungan sua siluman di hadapannya. Akhirnya siluman laba-laba dapat dikalahkan oleh siluman serigala. Tapi lukanya cukup parah. Tubuhnya banyak bercucuran darah. Banyak juga jaring yang menempel di tubuhnya.


Sepertinya laba-laba yang dia kalahkan berusaha mengikatnya dengan jaring. Untungnya serigala itu memiliki cakar tajam sehingga mudah baginya untuk memutuskan jaring tersebut.

__ADS_1


Dan lebih untung bagi Isuke karena siluman serigala tersebut sedang terluka. Isuke dapat menyerangnya dengan mudah.


Isuke pun melesatkan tebasan yang membuat siluman serigala itu kaget"Slassh..... Cthingg.... " karena siluman serigala memiliki insting uang tajam, dia mampu menahan tebasan Isuke.


Isuke langsung mengambil jarak dan langsung melesat ke samping kanan.


" Slassh..... " dia mengincar leher serigala itu.


" Cthingg..... " Lagi-lagi cakar serigala itu berhasil menangkis serangan Isuke. "Sial! " Isuke geram.


Lalu dia mengeluarkan teknik tebasan dewa kematian. Yaitu dia berlari kedepan dan melompat dengan ilmu meringankan tubuh. Lalu "Slaaassshhh..... Cruat..." Isuke menebas, karena gerakan Isuke cepat sehingga tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh serigala yang terluka itu.


" Auuuuuuuw...... " Serigala itu berteriak kesakitan karena mata kirinya terluka karena pedang milik Isuke.


" Clebbbbbb..... " Isuke menusuk mata satunya lagi dan membuat serigala itu ambruk karena kedua tangannya yang bercakar tajam memegang matanya yang terluka.


"Bruuuk..... "


Isuke yang kini berdiri di hidung srigala itu kehilangan keseimbangan dan jatuh.


" Whoaaaaaaa..... Buuuuuuk.... " Di balik aksi heroik Isuke ada kejadian memalukan memalukan seperti ini. 'Sungguh mengecewakan dan memalukan' fikir Isuke.


Dia pun melirik ke segala arah memastikan tidak ada yang melihat kejadian memalukan ini. Tentunya tidak akan ada yang melihat, serigala di depannya saja sudah tidak bisa melihat. Konyol sekali.


Kini Isuke melamun dan senyum-senyum sendiri mengingat aksinya tadi. Dia berharap kejadian seperti tadi tidak terjadi saat di depan banyak orang.


Isuke juga berfikir mulai sekarang dia tidak akan berdiam di satu tempat. Karena hal ini akan mengancam keselamatannya.


Isuke berniat nomaden di hutan ini dan menghadapi siluman yang mengganggu dia dan menurutnya dapat dikalahkan. Jika ada siluman kuat maka dia memutuskan untuk kabur.


***


Tiga bulan Isuke berpindah-pindah tempat di hutan ini untuk bisa mempertahankan hidupnya. Isuke juga jarang sekali tidur sehingga tampak kantung matanya yang menghitam.


Kini Isuke dapat mengalahkan siluman rendah dengan mudah seperti siluman belalang. Begitu juga dengan siluman menengah di tempat ini dapat dia kalahkan.


Isuke kini juga bisa mengalahkan raja siluman seperti siluman kera dan siluman ular berkepala lima yang bisa mengendalikan dan menciptakan elemen meski sedikit kesusahan. Bisa di bilang sekarang Isuke menjadi kuat.


Sudah tak terhitung jumlah siluman yang Isuke kalahkan di hari-hari yang ia jalani. Siluman di tempat seperti tak ada habisnya saja.


Kini Isuke berjalan tak tentu arah. Sepertinya dia semakin masuk ke dalam hutan yang lebih rindang.


Nafasnya tak beraturan " Hah... Hah... Hah... ". Dia baru saja mengalahkan raja siluman kera yang ke sekian kali. Begitu banyak jenis siluman jadi entah raja siluman keberapa yang baru saja Isuke kalahkan.

__ADS_1


Saat dia berjalan dia melihat gunung yang tinggi. Awan hitam menghiasi puncak gunung tersebut. Terlihat pula sambaran-sambaran halilintar yang tiada henti.


Pemandangan ini membuat Isuke bergidik ngeri karena halilintar terus menyambar tanpa ada hentinya.


Saat sedang asyik memandangi pemandangan yang mengerikan. Dia melihat gurunya berdiri di depannya sambil memandang gunung tersebut.


Isuke memanggil gurunya tersebut dengan sedikit berteriak karena jaraknya agak jauh "Guru!". Tapi gurunya malah pergi melesat ke arah gunung halilintar tersebut.


Isukepun mengejarnya. Tapi usahanya tidak berhasil karena kecepatan gurunya seperti cahaya.


Isuke mulai kebingungan, dia sekarang di hutan yang di penuhi dengan suara halilintar. Dia ketakutan dan jantungnya berdetak dengan kencang.


" Duar... Duar... Duar... "


Tiga sambaran halilintar mengenai tubuh Isuke.


" Aaarrrrggggh..... " Isuke berteriak karena tersengat halilintar. Hampir saja dia pingsan karena tidak kuat dengan sengatan tersebut. Untungnya fisik dia sudah terlatih karena tiga bulan kemarin dia terus bertarung melawan siluman dan jarang sekali beristirahat.


Akibat sengatan halilintar itu dia merasakan aliran energi di dalam tubuhnya semakin terasa dan sensitif.


Kini dia mulai menguasai dirinya lagi. Diapun memejamkan matanya beberapa saat. Saat membuka matanya kembali dia melihat punggung gurunya lagi di tempat yang lebih tinggi dari tempatnya. Isuke pun mengejarnya lagi, kali ini dia sangat marah dan ingin memukul gurunya yang sedang mempermainkannya.


'Tega sekali guru sialan itu. Meninggalkan aku seorang diri di tempat yang seperti neraka ini. Awas saja kau akan ku hajar Sialan....!' Isuke berkata dalam hati. Dia sangat ingin menangkap gurunya dan menghajarnya dengan sekuat tenaga.


Sehingga diapun terus mengejar punggung gurunya yang selalu terlihat di tempat yang jauh lebih tinggi darinya. Saat Isuke berlari dengan sekuat tenaga, dia selalu berteriak "Arrrrghhhh" karena sambaran halilintar tiada henti terus mengenai tubuhnya.


Semakin tinggi Isuke mendaki gunung itu. Tapi Isuke tidak kunjung menangkap gurunya itu. Dan dia malah merasakan sengatan halilintar yang dia terima semakin keras. Tapi karena berniat menghajar gurunya dia tak menghiraukannya.


Dia terus berlari sekuat tenaga dan terus menerima sengatan halilintar. Hingga dia mencapai puncak gunung dan mulai menuruni gunung tersebut.


Sekarang Isuke begitu kuat. Bahkan dia bisa bertahan dari ribuan sengatan halilintar di gunung tersebut.


Sekitar empat minggu Isuke mendaki dan menuruni gunung besar tersebut. Kini akhirnya dia keluar dari gunung tersebut.


Saat sampai di dasar gunung, dia melihat gurunya berlari ke arah depan. Dia mengejarnya lagi tanpa menghiraukan penampilannya yang sekarang sedikit menghitam dan rambutnya rontok.


Dia bertemu dengan sebuah samudera dan terlihat gurunya berlari di atas air dengan sangat cepat. Bahkan dalam beberapa detik saja dia sudah tidak terlihat. Meski penerangan di alam ini selalu remang-remang, Isuke sekarang memiliki mata yang tajam karena terbiasa dan bisa melihat gurunya dengan jelas.


Ombak yang selalu besar dengan jarak tiga sampai sepuluh detik terus beririrngan. Tingginya mencapai satu hingga dua meter. Tapi ombak itu tak membuat gurunya terhenti. Dia malah semakin cepat seperti berpijak di sebuah tanah terasering.


Isuke yang ingin mengejarnya merasa kikuk karena tak mungkin dia bisa melakukan hal seperti itu.


"Sialaaaaan!...... " Isuke berteriak. Dia sangat geram, kesal dan marah karena merasa dipermainkan.

__ADS_1


__ADS_2