
"...Krubuk krubuk krubuk. ..." Ups. Ternyata suara misterius itu berasal dari perutnya. Yahahaha... Maklum sudah hampir dua hari dia belum makan. Makanan terakhir yang ia santap adalah ice cream. Jadi dia sekarang merasa sangat lapar.
Sekarang niat bertahan hidup Isuke sangat tinggi karena memiliki ambisi untuk menemukan masalah kematian Qiao Yu dan Ibunya.
Dia pun berjalan menuju hutan untuk mencari buah-buahan. Setelah beberapa saat, dia makin masuk kedalam hutan dan beruntung sinar bulan malam ini begitu terang sehingga masih bisa melihat meskipun remang-remang.
Ternyata hutan ini tidak dimasuki manusia diera sekarang, mungkin karena kaisar tidak berkehendak menempatkan warganya disini saat dunia dilahirkan.
Belum sempat dia menemukan apa yang dia cari, dia melihat cahaya merah di semak-semak. Cahaya itu seperti sepasang mata. Isuke pun merasa bahwa cahaya merah yang seperti sepasang mata itu menatapnya dengan aura membunuh yang tinggi.
Saat Isuke mau menjauh dari sepasang cahaya merah itu, sebuah lolongan serigala terdengar nyaring
"...Auuuuuuuuuuu "
Ternyata itu adalah serigala, sontak saja Isuke terkejut dan langsung berlari. Ukuran serigala itu lebih besar dari badannya.
Isuke terus berlari, kini rasa laparnya sirna karena bahaya yang mengancam nyawanya. Dia berlari sekencang mungkin melewati semak-semak dan gelapnya hutan di malam hari. Bahkan ia terlihat terluka akibat duri yang dilaluinya. Ia terus berlari tanpa merasa luka yang ia derita , tapi sekuat apapun dia berlari tetap saja serigala mampu mengejarnya.
Kira-kira lima belas menit dia berlari akhirnya dia menemukan sebuah gua yang gelap. Tanpa pikir panjang ia langsung masuk ke gua itu dan bersembunyi didinding paling dalam. Kira-kira lima meter dalamnya gua tersebut.
Lalu beberapa saat terdengar suara dengusan serigala yang mengendus bau mangsanya. Isuke masih terdiam di dalam gua tersebut. Jantungnya bedegup kencang sampai-sampai terdengar oleh telinganya sendiri. Tangannya ia gunakan untuk menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.
Beberapa saat kemudian terdengar suara nyaring di gua itu "...Tuuuutz ". Betapa sialnya disaat genting seperti ini, bokong Isuke malah kentut.
"...Sial! Bokong, kenapa gak bisa diajak kompromi? " Gumamnya atas kelakuan bokongnya sendiri.
Serigala tersebut mendengar suara kentut tersebut dan langsung mengendus-ngendus sambil menghampiri Isuke. Serigala itu tampak bersin beberapa kali, mungkin karena bau menyengat. Isuke yang mendengar serigala itu bersin sedikit tersenyum dan bergumam "...Boleh juga ni kentut "
Meskipun keadaan gua tersebut gelap tapi tetap saja serigala itu menemukan keberadaan Isuke. Isuke melihat sepasang mata merah menghampirinya. Isuke kini bergetar hebat dan merasa putus asa.
__ADS_1
Perlahan ia merapatkan badannya kedinding gua tersebut dan serigala itu siap menerkamnya. Ketika serigala itu hendak menerkamnya, Isuke tak sengaja menginjak batu gua yang menonjol keatas dan terpeleset. Ia pun terjatuh dan segera serigala itu melompat karena merasa mangsanya sudah tak berdaya lagi.
Tapi, akibat injakan yang tak sengaja itu suara gemuruh batu terdengar. Sepertinya gua itu akan runtuh. Sejengkal lagi serigala itu menerkam Isuke, sebuah batu yang sangat besar jatuh dari atas gua dan mengakibatkan getaran yang hebat.
"...Bukkk, Arrgggh "
Serigala itu mati seketika karena tertimbun batu yang besar, dan menutupi lubang gua itu. Besar mulut gua itu kira-kira sebesar gubuk petani.
Isuke kaget dengan apa yang terjadi barusan
' Nyaria saja ' Gumamnya.
Beberapa saat kemudian dia kebingungan, 'bagaimana cara keluar dari sini?' Fikirnya.
Disaat Isuke bingung, terdengar suara retakan dinding gua di belakangnya. Ia pun segera menoleh ke belakang. Dan ternyata benar, dinding gua tersebut retak.
"... Kraaak...krrak...kraakkk "
'Apa itu?' fikir Isuke.
Karena penasaran, ia pun langsung menyentuhnya dengan jari telunjuknya. Tepat kulit jari telunjuknya mengenai berlian, Isuke seperti tersedot masuk ke dalam berlian tersebut.
"...Whooaaaa, apa ini? "
"...Sriiinggg "
Kini Isuke berada di dalam berlian tersebut. Tempat ini seluas karpet. Alasnya seperti gumpalan awan, tapi sangat keras saat diinjak, lebih keras dari keramik.
Ditengah-tengah terdapat batu besar setinggi pinggang dengan bagian atas yang datar. Di atas batu tersebut ada seekor garuda dengan bulu yang putih indah. Kaki, paruh dan cakar nya tampak seperti terbuat dari emas.
__ADS_1
'Whoaaaa cantiknya' gumam Isuke saat melihat Garuda tersebut. Ia pun menghampirinya dengan perlahan-lahan supaya garuda tersebut tidak kabur. Sementara burung garuda tersebut hanya memperhatikan kelakuan dan gerak gerik Isuke.
" Mengapa kau ke sini anak muda? " Isuke sangat terkejut mendengar suara seperti wanita dewasa sekitar 30an tahun.
" Jangan terkejut seperti itu " timpal garuda tersebut yang melihat keterkejutan Isuke
" Ba-bagai...mana mu...mungkin?, Garuda bisa bicara ".
' Apa ini mimipi ' fikir Isuke.
"...Plaaak plakk " Isuke menampar pipinya sendiri.
" Awww sakit, ini bukan mimpi, ini nyata " ucapnya seperti kekanak-kanakan.
" Anak muda, apa kau tuli? Aku tanya, mengapa kau ke sini? " Garuda tersebut terlihat mulai kesal dengan tingkah Isuke.
" Sebenarnya aku juga bingung mengapa bisa ada disini...... " Dia pun menjelaskan kejadian yang menimpanya dengan wajah polos sebelum ke tempat ini secara jelas dan detail. Garuda tersebut hanya mengangguk-ngangguk tanda faham.
" Apa kau tidak berniat mengambil kitab Triwindra? " Garuda itu langsung bertanya setelah selesai mendengarkan cerita Isuke.
" Kitab Triwindra? Kitab apa itu? " Isuke malah balik bertanya.
" Kitab Triwindra adalah kitab yang berisi ilmu beladiri tinggi, dahulu orang yang membuat kitab ini sangat kuat dan tak tertandingi. Dia sangat di segani di dunia, namanya sangat terkenal karena kebaikan dan ketulusan hatinya dalam menolong. Sebelumnya ada sekitar ratusan orang yang menginginkan kitab ini. Dan yang ku ingat sekitar 100 tahun yang lalu ada yang mengunjungi tempat ini sebelum kau. Mereka bertapa di gua ini berbulan-bulan agar aku memberikan kitab ini kepada mereka. Tapi aku tetap tidak mempedulikan mereka. Beberapa orang ada yang melawan tapi dapat ku kalahkan. Lalu, kau masuk kesini dengan cara yang beda dari orang-orang terdahulu. Apa niatmu anak muda? "
" Aku tak berniat apapun, sekarang bagaimana caranya agar aku bisa pulang? " Isuke berkata dengan datar dan polos setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari garuda itu.
Garuda itu menatap mata pemuda yang memiliki tanda petir dikeningnya dengan tajam 'sepertinya anak ini tidak berbohong'.
" Baiklah, kau hanya perlu memejamkan mata dan berfikir ketempat mana kau akan kembali. Lalu bukalah matamu, maka secara ajaib kau akan berada di tempat yang kau fikirkan "
__ADS_1
Isuke mengangguk dan langsung memejamkan mata. Tapi sebelum isuke berhasil berfikir ke tempat mana ia akan kembali, batu tempat garuda bertengger bergetar hebat dan membuat mata Isuke kembali terbuka karena kehilangan kefokusan.
'Apa yang terjadi?' gumam Isuke yang terkejut.