
"...Kraaak...kraakk...kraaaak..." setelah beberapa menit bergetar, batu itu perlahan pecah dan muculah sebuah kitab yang tebal dengan warna cokelat tua yang mengeluarkan cahaya silau. Membuat garuda dan Isuke menutupi mata mereka masing-masing. Kitab itu nampak tua dan lusuh, tapi aura dari kitab itu sangat berwibawa dan hangat.
Kitab itu terbang kearah Isuke. Isuke pun langsung menangkapnya.
Si burung Garuda terkejut dan langsung berkata " Kitab itu ingin kau menjadi pemiliknya dan mempelajari isinya "
" Apa maksudmu? " Tanya Isuke sambil membolak-balik kitab tua itu.
" Kau harus mempelajari kitab itu karena kitab itu yang memilihmu. Kau akan ku bimbing karena akulah yang mengetahuinya. Sebenarnya aku tidak menyangka bahwa kitab itu akan memilihmu. Tapi ini kenyataannya, sekarang ayo bawa aku keluar dari sini! " Jawab garuda yang terlihat berwajah tak menyangka bahwa pemuda di depannya terpilih oleh kitab Triwindra.
" Whoaa, hebat, ini seperti jaman dulu saja " mata Isuke berbinar-binar dan membayangkan bahwa dia akan sakti dan memiliki kekuatan hebat. " Sebentar, bagaimana caranya aku membawamu dan dunia apa ini?, aku bingung dengan semua ini "
" Ini hanya dunia roh tempat disegel kitab ini oleh pemiliknya, dan aku adalah penjaganya. Sekarang bawa aku keluar dari sini dengan mengijinkan aku tinggal di ruang kesunyianmu!. Biar lebih cepat, lakukan saja cara yang tadi ku katakan! "
Isuke pun memejamkan mata dan memikirkan tempat yang akan dia tuju. Sriiinggg...... Isuke langsung membuka matanya dan kini dia berada di luar gua yang sudah tertutup batu besar.
Kali ini tempat tersebut masih sangat gelap, tapi dengan bantuan cahaya bulan Isuke dapat melihat meski remang-remang.
" Garuda, dimana kamu? " Isuke kebingungan karena tak melihat keberadaan Garuda tadi. Dia takut tak bisa belajar kitab yang saat ini dipegangnya.
'Aku disini, kau tenanglah! dan jangan panggil aku garuda, panggil aku Lin Yiran!' Terdengar suara wanita berusia tiga puluh tahunan mengiang di kepala Isuke dengan nada kesal.
" Huuhhh... Ku kira aku tak bisa membawamu " Isuke bernafas lega. " Eehh, suaramu terdengar tapi dimana wujudmu garuda? " Isuke bingung.
__ADS_1
" Namaku Lin Yiran anak muda, jangan panggil aku garuda! " bentak garuda yang bernama Lin Yiran itu.
" Maaf Guru Lin, aku hilaf. Sekarang Guru Lin dimana? " Isuke berkata seperti memelas. Ia sadar bahwa hanya garuda tersebutlah yang memahami seluruh isi kitab itu dan ia pun langsung memanggilnya guru.
" Terserah kau saja anak muda. Aku di ruang kesunyianmu. Jika aku keluar, aku akan termakan habis oleh alam. Aku tak mau berakhir menyedihkan seperti itu " Guru Lin menjawab dengan keangkuhannya.
Setelah demikian. Isuke diperintahkan untuk mengenalkan dirinya. Ia pun mengenalkan dirinya dengan antusias.
Isuke masih terlalu dini untuk memahami dunia pendekar, sekarang dia bingung dengan apa yang dimaksud dengan ruang kesunyian.
Tapi sebelum Isuke bertanya lebih lanjut, ia merasakan lapar yang sempat tertunda.
Ia pun mencari buah-buahan terlebih dahulu dan mengumpulkan kayu bakar untuk dibuat api unggun. Meskipun dia lahir di dunia modern, tapi dia pernah berkemah karena kecintaannya terhadap pramuka. Bagaimana tak cinta? Dia kan anak seorang militer, jadi pantaslah cinta terhadap pramuka. Dia merasa sangat berguna pengalaman kemahnya dulu di hari ini.
" Guru Lin, apa itu ruang kesunyian? " Sekarang Isuke tak bisa menahan rasa penasarannya lagi.
" Ruang kesunyian ialah...... " Guru Lin menjelaskan bahwa ruang kesunyian adalah ruang yang dimiliki setiap orang, ruang ini terdapat di dalam tubuh manusia tepatnya di bagian hati setiap manusia. Ruang ini dapat digunakan seorang pendekar untuk berlatih karena 1 menit di dunia nyata sama dengan 2 menit di ruang kesunyian.
Ruang kesunyian bisa dimasuki oleh pemiliknya setiap saat dengan cara mengosongkan fikiran dan mematikan semua indra. Lalu disaat semua indra sudah tidak terasa, maka orang tersebut akan berada di ruang kesunyiannya. Cara keluarnya ialah dengan memejamkan mata dan berfikir untuk keluar dari ruang itu.
Saat berada di ruang kesunyian, tubuh seseorang seperti mati dan apabila diserang atau di sentuh, maka roh orang tersebut akan terluka dan bisa mengakibatkan kematian.
Isuke mengangguk tanda faham dengan penjelasan yang detail itu. " Guru Lin, jika kau penjaga kitab ini, pasti kau mengetahui pemiliknya, apakah dia sangat kuat? "
__ADS_1
" Sepertinya kau cerdas. Aku adalah Garuda peliharaan penulis kitab ini, namanya ialah Lin Jihai......... "
Guru Lin pun menceritakan tentang penulis kitab Triwindra tersebut. Lima ribu tahun lalu ada seorang pendekar pria tingkat tinggi yang tak tertandingi. Dia menjadi panutan setiap manusia dan selalu menjaga ketenteraman dunia bersama teman-temannya. Dia adalah Lin Jihai. Lin Jihai adalah pria yang baik dan tegas, ia sangat bijaksana dalam mengatur ketentraman dunia.
Pada eranya ia dapat menyatukan tiga benua, yaitu Alvacard, Artazard dan Angeliword serta memimpin ketiga benua tersebut. Tapi, Lin jihai melarang seluruh pengikutnya untuk tinggal di Aletral, karena benua itu memiliki kekuatan magis yang sulit di pecahkan dan di lawan. Ia berkata kepada pengikutnya bahwa kekuatan magis itu dapat membunuh dengan cara menyerap energi kehidupan manusia. Itulah alasan sebenarnya benua ini tidak ditinggali oleh makhluk hidup.
Suatu hari Lin Jihai dan garudanya, Lin Yiran (Lin Yiran adalah nama pemberian dari Lin Jihai) sedang duduk di hutan dekat samudera Whirlpool. Lin Jihai sedang berlatih di Alam bawah sadarnya, sedangkan Lin Yiran menjaga Lin Jihai agar tidak diganggu hewan buas.
Setelah beberapa menit berlatih, datang seorang pria yang bernama Chao Ji bersama tiga muridnya, yaitu Yin Luijie, Ming Rui dan Lien Shiyu yang sekarang menjadi kaisar di tiga benua.
Ketiganya merupakan murid kebanggaan Chao Ji, karena mereka sangat cerdas. Lin Jihai berbeda dengan Chao Ji, dia belum pernah mengangkat satu murid pun, jadi bisa di bilang dia tidak memiliki penerus.
Lin Yiran merasakan firasat buruk saat melihat kedatangan Chao Ji dan muridnya. Dia yakin bahwa mereka akan melakukan kejahatan terhadap tuannya yang sedang berlatih di alam bawah sadarnya.
Akhirnya Chao Ji dan muridnya sampai ke tempat Lin Jihai, Chao Ji tersenyum menyeringai yang membuat Lin Yiran bergidik ngeri.
Ternyata firasat Lin Yiran benar, kini Chao Ji menangkapnya lalu menghempaskannya ke tanah dan menginjak-injaknya. "Mati kau Garuda sialan " Lin Yiran pun merasa diambang kematian akibat injakan yang disertai tenaga dalam dari Chao Ji. Ia pun menutup matanya menahan sakit. Chao Ji menghentikan injakannya dan menatap tajam Lin Jihai.
Lin Yiran tak menyangka dia akan mati oleh teman tuannya sendiri dan tanpa perlawanan terhadap pembunuh yang sudah menginjak-injaknya. Tapi semuanya terlambat untuk disesali.
Chao Ji langsung menghancurkan tubuh Lin Jihai tanpa tersisa dan mengakibatkan luka pada roh Lin Jihai karena diganggu saat berada di alam bawah sadar.
Malangnya seseorang yang hebat dikhianati temannya sendiri .........
__ADS_1