Legenda Pedang Garuda

Legenda Pedang Garuda
20. Hukuman


__ADS_3

Masih di tempat yang remang-remang dan dikelilingi batu yang menjulang tinggi. Isuke mendapatkan kembali kesadarannya setelah satu bulan penuh dia pingsan.


Awalnya Isuke menyangkal pernyataan gurunya bahwa dia pingsan selama sebulan. Tapi pada faktanya pernyataan gurunya itu memang benar.


Kini mereka duduk di depan api unggun yang di buat Kang Dong.


Isukepun menanyakan mengapa gurunya meninggalkannya sendirian di hutan yang menyeramkan. Dia hampir mati karena sikap gurunya itu. Isuke terlihat sangat marah tapi tak berani menyerang. Dia mengetahui batas kemampuannya sendiri.


" Apa kau belum juga menyadarinya? " Gurunya malah balik bertanya dengan wajah yang tak bersalah.


Isuke hanya diam dengan mata berapi dan dengan tinju yang keras. Dia sangat marah dan sesak dengan kata-kata Kang Dong, gurunya itu.


Kang Dong hanya tersenyum dan menggeleng-geleng kepalanya mendapati tingkah laku muridnya itu. Dia pun menjelaskan alasan semua hal yang dilakukannya kepada Isuke beberapa bulan kemarin.


Saat Isuke di hutan yang penuh dengan siluman tanpa di sadari Isuke sudah memperkuat mental bertarung dan fisiknya karena dapat mengalahkan siluman tingkat rendah dan tingkat tinggi. Insting Isuke juga menjadi tajam karena dia selalu waspada di hutan itu. Sedikit saja hal yang mencurigakan dia langsung waspada.


Gunung Halilintar. Gunung itu sebenarnya dapat membantu peredaran tenaga dalam menjadi lebih lancar. Halilintar di gunung tersebut juga membantu seseorang untuk menembus tingkatan pendekar dengan sangat cepat. Tapi tentunya harus melalui ribuan sengatan seoerti yang dilakukan Iauke.


Samudera. Dengan melewati samudera yang amat mustahil dilakukan, Isuke mendapatkan ilmu meringankan tubuh yang sangat hebat. Dia juga mendapatkan sedikit kontrol terhadap emosinya.


Saat gurunya menyerang dengan daun talas. Saat itu gurunya mengajari Isuke untuk memprediksi dan memperkirakan kekuatan serangan. Isuke juga harus menghindari atau menahannya dengan kekuatan yang dapat menghancurkan serangan itu. Kini Isuke mulai memyadari bahwa dia merasakan hal berbeda saat itu. Dia seolah menjadi seorang yang mahir dalam menghadapi setiap serangan.


Tahap akhir dari latihan pengontrolan kekuatan adalah saat Isuke memecahkan batu besar. Secara mengejutkan kekuatan Isuke memang hebat jika diiringi emosi.


" Dan satu yang belum berhasil ku latih darimu Isuke" Gurunya bernafas sesaat setelah menjelaskan panjang lebar.


Terlihat amarah Isuke menghilang. Digantikan dengan wajah yang memerah karena malu. Dia telah salah faham terhadap gurunya.


"Apa itu guru? " Karena Isuke penasaran akhirnya dia bertanya dan mengesampingkan rasa malunya.


"Itu adalah sesuatu yang muncul dari hatimu dan mempengaruhi otak serta perilakumu" Gurunya berkata dengan penuh penghayatan.

__ADS_1


Terlihat kebingungan menghampiri Isuke. Sebenarnya Isuke ingin membahas ini lebih lanjut, tetapi gurunya memberi isyarat untuk diam dan berkata "nanti kau akan memahaminya! ".


Mereka akhirnya duduk di depan api unggun sambil memakan buah-buahan di alam ini.


Kang Dong menjelaskan bahwa setiap buah yang ada di sini sangat bermanfaat bagi para pendekar. Salah satunya adalah apel yang pernah di makan Isuke. Buah-buahan di sini memiliki fungsi yang sama, yaitu meningkatkan tenaga dalam dan kualitas otot.


Semakin bagus kualitas buah yang di makan Isuke, maka semakin bermanfaat bagi tubuhnya. Apel yang berwarna keunguan adalah buah paling rendah di tempat ini. Masih banyak jenis buah yang tersedia di alam ini, namun Isuke belum mengetahuinya.


***


Lima bulan kemudian...


"Guru, apa sebaiknya aku tidak boleh pulang dan menemanimu disini?" Isuke merasakan sedih yang teramat sangat karena dia harus kembali kedunianya dan meninggalkan guru yang sudah merawatnya kurang lebih satu tahun.


"Berhenti bertingkah! Jika kau tak kembali, maka saudaramu akan menganggapmu mati. Jangan hiraukan aku yang bukan keluargamu. Lagi pula aku terbiasa hidup seorang diri. " Kang Dong berkata dengan nada datar sambil melipat tangannya di dada.


" Bawalah ini!, anggap saja sebagai hadiah dariku" Kang Dong menyerahkan sehelai kain berwarna ungu dan cincin berwarna emas dengan ukiran tulisan kuno.


"Apa ini guru? " Isuke menerima hadiah itu dan bertanya sambil melihatnya.


Isuke tampak bingung dengan benda yang ada di tangannya. Hanya sehelai kain seperti ikat kepala para pendekar dan sebuah cincin.


Kang Dong yang menyadari Isuke belum faham dengan benda tersebut akhirnya menjelaskan


" Aiiih, benda itu adalah incaran setiap pendekar. Bagaimana seorang pendekar sepertimu belum juga mengetahuinya. Perban seribu pedih adalah...


Kain yang mendapat berkat dari orang-orang yang cacat di jaman dahulu. Orang-orang itu merupakan orang yang mengalami kepedihan begitu dalam, karena mereka dihina, diasingkan bahkan di tindas. Karena mereka tak tahan dengan keadaan itu, akhirnya mereka berkumpul dan memohon kepada surga untuk menurunkan keadilan. Lalu turunlah ribuan kain dan menghampiri orang-orang cacat tersebut. Kain itu digunakan untuk membungkus cacat mereka. Awalnya ada orang yang tak bisa melihat, setelah di perban kain itu dia bisa melihat. Begitu pula yang kakinya lumpuh, yang tidak bisa mendengar dan masih banyak lagi.


Seiring berjalannya waktu, benda itu semakin sedikit karena jadi bahan rebutan. Tak sedikit kain itu hancur karena diperebutkan. Dan yang di pegang Isuke merupakan salah satu benda yang masih bertahan dari sekian banyaknya.


Cincin surgawi merupakan tempat menyimpan benda pemegangnya. Dengan pusaka ini seseorang hanya perlu memikirkan benda yang ingin dia simpan masuk ke dalam cincin tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika ingin mengeluarkannya maka hanya perlu memikirkannya. Untuk kapasitasnya tergantung tenaga dalam pemiliknya. Lebih banyak tenaga dalam maka semakin luar pula tempat penyimpanannya.

__ADS_1


Isuke kini memahami fungsi benda pusaka yang ada di tangannya. Dia mencoba menyimpan pedangnya ke dalam cincin surgawi. Sringggg..... Pedangnya menghilang bak di telan udara. Ternyata dia berhasil. 'Cukup mudah'fikirnya.


"Bawalah semua ini mungkin akan berguna bagimu! " Kang Dong mengeluarkan segunung buah di sebelah kanannya dari udara kosong.


" Guru, kau memiliki cincin yang sama dengan ini? " Isuke kagum sekaligus bangga dengan gurunya yang baik ini.


" Tentu saja, cepat bawa saja! Jangan sungkan. Dan ini adalah tulisanku sendiri mengenai fungsi buah-buahan di tempat ini" Kang Dong tersenyum lembut.


Isuke sangat tersentuh dengan kebaikan ini dan dia berjanji untuk memanfaatkan kebaikan gurunya sebaik mungkin.


Isukepun memasukan segunung buah dan kitab dari Kang Dong ke dalam cincin surgawi. Sringgggg.....


Sringggg..… Isuke mencoba mengeluarkan pedangnya kembali dan langsung muncul di tangan kanannya.


Sekarang dia faham dengan fungsi cincin itu.


" Guru aku siap pulang! " Isuke memejamkan mata.


" Baiklah, berdiri saja di depanku, tetap pejamkan mata dan lapisi seluruh tubuhmu dengan tenaga dalam yang kau miliki" Kang Dong berkata dengan cengar-cengir dan mengambil jarak beberapa meter.


Lalu dia berlari lagi ke arah Isuke sambil berteriak " Akhirnya aku bisa menghukummu karena kesalah fahaman lima bulan lalu….."


Jbuaaaaak.......


" Aaaaaaaaaa......... "


Isuke di tendang kelangit dengan kekuatan penuh. Dia melesat bak meteor yang melesat cepat.


Setelah lima menit, Isuke mulai menyadari tenaga dalamnya hampir habis. Kesadarannya pun mulai menipis.


Hantaman udara yang begitu keras dapat di atasi oleh Isuke dengan mengandalkan tenaga dalam. Tapi Isuke hanya mampu bertahan selama tujuh menit.

__ADS_1


Dia merasakan badannya sudah tidak dihuni roh. Seakan kematian menghampirinya.


Isuke mengumpat kesal dengan tindakan gurunya yang ternyata membuatnya sekarat dan benar-benar mengantarnya pulang untuk selamanya. Pulang ke alam baka bukan ke dunianya.


__ADS_2