
Matahari menyinari dunia pagi ini dengan kehangatan yang meresap ke dalam tulang, disambut dengan kicauan burung yang merdu. Seakan alam sedang tenteram tanpa ada aura negatif yang merusak keseimbangan alam itu sendiri.
Isuke berhasil mencapai tahap pendekar pemula. Ia juga merasakan fisiknya menjadi lebih kuat dan bertenaga.
Itulah yang dia peroleh dari latihan satu bulan kemarin. Kini Isuke sedang membaca teknik Sayap Garuda. Dia berniat mempelajarinya sekarang juga. Dia tidak sabar ingin berpetualang dan mencari keberadaan ayahnya.
Isuke diperintahkan berlatih di ruang kesunyiannya bersama Guru Lin. Selain mendapatkan bimbingan langsung dari Guru Lin, di ruang kesunyian juga akan lebih cepat dalam belajar ilmu beladiri. Satu menit di dunia nyata sama dengan dua menit di ruang kesunyian.
Setelah Isuke mencari tempat yang aman agar tidak ada yang mengganggunya saat latihan, dia pun duduk di sebuah gua batu yang dalamnya dua meter. Gua itu seperti bekas tempat harimau, tapi sudah tidak dipakai karena banyak sarang laba-laba. Dia pun memejamkan mata dan masuk ke ruang kesunyiannya.
*****
Sementara di tempat lain,
Tempat ini bernama kota Roztint. Kini letak setiap kota di benua terpaut jauh, terhalang oleh hutan. Manusia yang ingin pergi ke kota lain tentunya menghabiskan waktu berhari-hari. Berhubung sekarang tidak ada kendaraan modern, manusia hanya berjalan kaki atau menaiki kuda jika mereka punya. Biasanya orang yang memiliki kekayaan yang memiliki kuda.
Kota ini sedang genting karena ada segerombolan orang yang mengacau. Membuat walikota yang bijaksana dan sangat menyayangi rakyatnya khawatir.
" Walikota Hin, tadi pagi para penjahat mengacau di pasar barat " ucap asistennya melaporkan kejadian yang ganjal.
" Hong Li, sebenarnya apa yang mereka inginkan? Aku sangat khawatir terhadap rakyatku. Jika mereka menginginkan harta maka akan ku kasih " Walikota yang di panggil Hin itu sangat cemas dan gundah sambil memandangi kota yang ia pimpin dari balik jendela ruang kerjanya. Walikota Hin terlihat masih muda, padahal usianya sudah 45 tahun.
" Menurut informasi, mereka mengincar benda pusaka " Pria berusia 50an tahun bernama Hong Li menjawab pertanyaan Walikota.
Walikota Wu Hin sangat bingung, ia tidak tahu dimana letak pusaka yang orang jahat cari. Sebenarnya dia sudah tahu alasan mereka mengacau tapi yang jadi masalah, sampai sekarang dia tidak tahu pasti benda seperti apa yang mereka cari dan dimana keberadaannya.
" Hong Li, tolong cari informasi dimana letak benda pusaka itu! Jika kau menemukannya maka bawalah, aku sendiri yang akan memberikannya kepada mereka! " Walikota Wu Hin tampak pusing dengan keadaan. Dia yakin pasti beberapa rakyatnya akan mati dibunuh penjahat itu. Dia tidak suka rakyatnya disakiti.
" Baik walikota Hin, saya akan usahakan " terlihat keraguan dalam wajah Hong Li. Hong Li sudah beberapa kali mencari informasi benda pusaka itu tapi, hasilnya tetap nihil.
Siang hari di pasar Barat kota Roztint
Seorang Pria berusia 20 tahun dan wanita berusia 15 tahun sedang berlari sekencang mungkin menuju hutan. Mereka di kejar segerombolan orang yang memakai jubah hitam dengan tanda laba-laba di bagian punggungnya.
Dua orang tadi berlari melewati kerumunan orang, tapi tetap saja orang berjubah mengejar mereka. Hingga saat masuk ke hutan, sang wanita merasa lelah.
__ADS_1
" Kak, aku lelah kak! " Sambil berusaha lari si wanita itu merengek kepada kakaknya.
Mereka berdua pun berhenti di semak-semak. Penjahat yang mengejar mereka sudah semakin dekat. Akhirnya pria yang dikejar tadi memutuskan untuk berlari sambil mengalihkan perhatian yang mengejar mereka. " Tsuruna, kamu tetap sembunyi di sini dan jaga benda itu baik-baik!, kakak akan alihkan mereka. Kamu jangan keluar sebelum kakak berhasil mengalahkan mereka dan kakak janji akan kembali ke sini ".
Si wanita yang ternyata adiknya ingin bertanya tentang keselamatan kakaknya nanti, tapi kakaknya sudah melesat pergi dan keberadaannya sudah tidak bisa dirasakan lagi olehnya.
Sang adik hanya memegang erat katananya sambil berharap kakaknya akan selamat.
Awalnya si adik akan melawan mereka, tapi kakaknya melarang, karena jumlah mereka terlalu banyak. Akhirnya mereka memutuskan untuk kabur ke dalam hutan.
*****
Sang kakak terus berlari ke dalam hutan dengan sangat cepat. Hingga pada akhirnya dia terkepung karena sudah kelelahan.
'Gawat, aku terkepung tidak ada cara lagi selain bertarung' Gumamnya.
" Anak muda berikan pusaka itu atau kau kami bunuh! " Salah seorang pemimpin dari penjahat yang mengepung sang kakak mengancam, tapi ancaman itu tidak berpengaruh terhadap si kakak.
" Tidak akan ku berikan kepada kalian! " Ucapnya dengan siaga dan mengepalkan tinjunya. Seolah dia siap untuk bertarung melawan kelompok penjahat sebanyak lima puluh orang yang tadi mengejar.
Akhirnya pertarungan pun tak terhentikan. Si kakak yang ternyata sudah kelelahan dapat dengan mudah dikalahkan. Hanya bertukar belasan jurus dengan beberapa orang, dia sudah terbaring lemah di tanah.
Penjahat yang mengejarnya sempat menanyakan benda yang ia cari tapi si kakak tidak menjawabnya. Beberapa kali penjahat itu bertanya tapi tidak mendapatkan jawaban yang sesuai keinginannya, si kakak hanya menjawab bahwa ia tak tahu menahu tentang benda yang mereka cari. Dia terpaksa berbohong demi melindungi adiknya yang sedang bersembunyi. Si penjahat pun merasa jengkel karena pria tangkapannya sangat keras kepala. Akhirnya si kakak di bunuh dengan kepala terpisah dari badannya.
Penjahat itu kembali ke tempat asalnya karena mereka kelelahan akibat lari-larian hampir enam jam dan mengacau di pasar barat kota Roztint. Mereka meninggalkan mayat pemuda tersebut tanpa menguburkannya dengan layak.
*****
Isuke yang sedang berlatih di ruang kesunyian segera keluar dari tempat itu karena mendengar suara perkelahian. Guru Lin juga memerintahkan Isuke untuk memeriksa apa yang terjadi di keributan itu.
Saat Isuke keluar dari gua batu tempatnya berlatih dan melihat ke arah pertarungan dari atas pohon, dia melihat seorang pemuda yang melawan orang dewasa puluhan orang.
Saat itu Isuke ingin menolong pemuda tersebut tapi guru Lin melarangnya karena Isuke belum cukup kuat. Apalagi diantara mereka yang mengepung pemuda tersebut ada pendekar tingkat bumi.
Akhirnya Isuke hanya memperhatikan pertarungan itu dan melihat pemimpin tersebut memenggal kepala pemuda tersebut tanpa wajah berdosa lalu meninggalkannya.
__ADS_1
Isuke yang baru pertama kali melihat pembunuhan secara sadis itu merasa mual dan tak bernafsu untuk makan. Dia sangat jijik dan ngeri dengan kejadian itu. Tapi guru Lin memperingatkan bahwa dalam dunia pendekar, pembunuhan itu adalah hal yang biasa.
Isuke pun memakankan mayat pemuda itu dengan layak setelah para pengepung tadi meninggalkan lokasi tersebut.
Setelah selesai, Isuke berniat menghentikan latihannya dan ingin mandi di sungai. Awalnya Isuke akan mandi di pantai, tapi dia tidak suka karena sinar matahari di pantai sangat panas.
Guru Lin memahami tingkah muridnya yang aneh. Mungkin karena Isuke masih terlalu awam dengan pembunuhan fikirnya.
Setelah beberapa menit mencari sungai, Isuke menemukan sungai dan langsung mencuci baju yang ia kenakan. Ia lalu menjemur bajunya di atas batu. Berhubung ini masih siang jadi dia sangat santai karena cuacanya panas.
Kini dia berendam di sisi sungai dengan kepala di tepi sungai dan badannya melayang di air. Dia merendam badannya yang tanpa sehelai kain. Dia merasa aman karena ini hutan, jadi tidak akan ada orang yang mengintip atau lewat ke sana. Dia menikmati keadaan ini sampai terlelap tidur.
***
Sementara di tempat wanita tadi bersembunyi
'Kakak, kenapa lama sekali? Apa kamu baik-baik saja' Sang adik merasa khawatir terhadap kakaknya.
' Aduh, haus lagi, aku harus mencari air nih sebelum kakak kembali ke sini' Di samping kekhawatirannya, sang adik merasa haus dan berniat mencari air untuk menghilangkan dahaganya.
Dia pun mencari sungai terdekat. Hingga beberapa menit dia mencari, akhirnya dia mendengar suara gemuruh air sungai. Dia berjalan menuju asal suara tersebut dan ternyata benar itu adalah sungai.
Saat hendak mengambil air dari tepi sungai, ia menggunakan katananya untuk menuturnya berjalan agar tidak terjatuh ke dalam sungai tersebut. Tapi tanpa sengaja dia menginjak batu dan terpeleset jatuh.
" Buuuuk......"
" Aduuh..." Lirihnya saat jatuh.
'Kenapa tempat ini empuk sekali? dan apa ini?' dia merasa heran karena terjatuh di tempat yang empuk dan tangannya meraba sesuatu seperti tongkat kecil dan pendek.
*****
Isuke yang tertidur pulas di tepi sungai terjaga karena merasa ada yang jatuh dari langit menimpa badannya, dia juga merasa geli karena sepertinya junior yang dia miliki sedang di raba seseorang.
Akhirnya dia membuka mata dan langsung berteriak
__ADS_1
"KYYAAAAAAA............"