Legenda Pedang Garuda

Legenda Pedang Garuda
19. Samudera dan Gunung Batu


__ADS_3

Isuke berdiri dengan wajah hitam yang terlihat sedang marah dekat sebuah samudera. Dia sangat ingin menghajar guru yang menurutnya menyiksanya bukan melatihnya.


Diapun mencoba berlari di atas air dengan sekuat tenaga. Tapi baru lima langkah dia sudah tenggelam dan terdorong lagi ke tepian. Anehnya ombak disini bukan menarik Isuke ke tengah tapi malah mendorongnya ketepian. Sehingga membuat Isuke sulit untuk berenang melewati air yang luas ini.


Isuke terus mencoba berlari dan berlari di atas air. Sayangnya dia selalu tenggelam setelah beberapa langkah saja.


Sudah kesekian kali dia mencoba berlari di atas air tapi dia tetap tidak berhasil. Bahkan dia sudah mencoba menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dengan sangat maksimal, tapi dia selalu saja tenggelam dan terdorong ke tepian.


***


Akibat emosinya yang menggebu-gebu. Yaitu ingin menghajar Kang Dong, guru barunya yang meninggalkannya di hutan siluman tanpa pamit dan selalu mempermainkan Isuke karena saat Isuke ingin menemuinya, dia selalu kabur begitu saja dan hanya terlihat punggungnya. Isuke terus mencoba berlari di atas air selama dua bulan. Tapi dia tidak bisa melakukan hal seperti gurunya itu yang berlari di atas air dengan sangat cepat.


Isuke hanya bisa berlari sekitar dua ratus meteran tapi ini sungguh pencapaian yang luar biasa. Kini Isuke mulai menyerah dan memilih diam di pinggiran samudera tersebut. Selain banyak air, di hutan dekat tepian samudera tersebut juga banyak sekali buah-buahan.


Lokasi strategis seperti inilah yang membuat Isuke mampu bertahan selama sebulan kemarin.


Isuke sedang berbaring di pasir dekat samudera sambil memakan buah apel berwarna ungu. Kini giginya semakin kuat setelah menggigit jaring laba-laba yang beberapa waktu llu melilitnya.


Isuke juga mampu memakan buah yang lebih keras dari apel di tempat ini. Isuke tak sadar bahwa dia semakin kuat karena terhalang oleh emosinya yaitu ingin menghajar gurunya.


" Slassssh..... Duaar" Sebuah bola api melesat dan hampir mengenai Isuke yang sedang berbaring memakan apel. Untungnya dia sekarang memiliki insting yang tajam. Jadi dapat menghindari bola api tersebut.


Isuke menatap ke arah samudera luas seperti tanpa ujung yang kemarin di lewati gurunya. Karena arah serangan itu dari samudera itu.


Terlihat punggung gurunya lagi dengan jarak sekitar seratus meter dan membuat Isuke berdiri. Isuke melahap apel yang tersisa dan mengunyahnya dengan sangat cepat. Dia langsung berlari lagi karena emosinya kambuh lagi.


Sekarang gurunya seperti tak akan berlari lagi. Tapi saat Isuke sudah cukup dekat dengannya, dia segera menjauh dua ratus meter. Isuke mengejarnya lagi tapi dia selalu tenggelam saat jarak dua ratus meter dari tepi samudera tersebut. Sehingga membuat Isuke terdorong lagi ke darat oleh ombak yang tiada henti.


Tapi dia tidak akan menyerah karena nafsunya begitu membara. Dia malh semakin ingin menghajar gurunya itu. Dia terus mencoba berlari lagi dan terus mencoba. Ratusan bahkan ribuan kali kegagalan menghampiri Isuke, tapi tak membuat Isuke menyerah.

__ADS_1


Setelah satu hari Isuke berusaha menggapai gurunya kini dia mampu berlari di atas air dengan jarak tiga ratus meter. Tapi gurunya selalu mengambil jarak seratus meter dan membuat Isuke semakin geram dan marah. Gurunya itu terus saja membelakangi Isuke tanpa menoleh ke kiri atau ke kanan sedikitpun.


Sebulan berlalu dan Isuke kini sudah bisa menyebrangi samudera itu sungguh pencapaian yang luar biasa. Ini berkat emosinya yang meluap-luap.


Kini dia sampai di tempat yang agak gelap. Benyak sekali batu besar dan tampak keras. Tapi di sini tidak ada pohon yang tumbuh, karena tanahnya berlapis bebatuan.


Gurunya berdiri di depannya cukup jauh sambil memegangi beberapa daun talas. Terlihat juga di belakangnya daun talas yang sudah menumpuk banyak sekali. Entah buat apa daun talas sebanyak itu. Wajah gurunya itu terlihat polos dan tatapannya merendahkan Isuke. Dia juga tidak berkata apa-apa seperti mengabaikan Isuke.


Isuke merasa puas, akhirnya Kang Dong berhenti di depannya. Terlihat kedua tangannya memegang daun talah sebesar roda.


Isuke melesat ke depan berniat menebas gurunya itu. Meski dia tahu bahwa gurunya itu adalah orang sakti, tapi dia terlalu termakan emoainya sendiri sehingga tidak tahu seberapa batas kekuatannya.


" Slassh... Slassh... "


Baru saja Isuke melesat beberapa langkah, gurunya langsung melesatkan dua daun talas yang tentunya dialiri tenaga dalam.


Isuke menganggap enteng daun talas itu sehingga menebasnya dengan santai. Tapi prediksinya salah. Daun talas itu begitu keras. Saat sati daun talas mengenai pedangnya, Isuke terdorong. Dan satunya lagi mengenai tubuhnya.


"Bruuuukkkk.…" Isuke terjatuh dan menahan sakit. Badannya seolah tertimbun batu besar. Tapi karena emosinya yang besar, dia sepertinya ingin bertarung melawan gurunya sekuat tenaga.


Dia bangkit lagi "Sialan...!" Isuke berkata seolah menghadapi musuh. Rasa hormat yang dulu ia punya, sekarang dia lenyapkan karena merasa muak dengan sikap gurunya.


Baru saja Isuke berdiri, dua daun talas melesat lagi ke arahnya dengan sangat cepat. Untung saja insting Isuke sekarang menjadi tajam, jadi dia sigap menghadapinya. Isuke kini sudah mengetahui kekuatan daun talas itu. Kali ini dia tidak menganggap remeh daun tersebut.


"Hiaaaaa.... " Isuke menebas dua daun sekaligus dengan mengeluarkan tenaganya. Dua daun talas itu seketiga menjadi empat dan jatuh didepan Isuke.


Gurunya terus menerus melemparkan daun talas itu dengan tempo kekuatan yang berbeda-beda dan juga dengan kecepatan yang berbeda. Kadang dia melesatkannya dengan kekuatan yang tertingginya. Terkadang dia melesatkannya dengan kekuatan menengah atau rendah.


Hal ini membuat Isuke kesulitan. Terkadang dia menebas dengan sekuat tenaga, tapi daun talas itu tidak cukup keras. Membuat Isuke sedikit jengkel.

__ADS_1


Terkadang Isuke juga menebas dengan pelan, tapi daun talas yang seperti lemah memiliki kekuatan yang keras. Membuat Isuke semakin berhati-hati.


Beberapa kali dia terjatuh, tapi dia terus bangkit lagi. Dia kini Isuke berfikir untuk menggunakan Insting dan perasaan. Lama kelamaan Isuke manpu menghalau serangan daun talas. Kini dia semakin lihai dan terlihat fokus sekali.


Sekitar tiga jam Isuke terus di serang dengan daun talas. Kini daun talas yang menggunung di belakang gurunya sudah habis. Berpindah tempat menjadi ke belakang Isuke. Tapi menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.


Menyadari daun talasnya sudah habis, Isuke langsung melesat kedepan berniat ingin menebas guru sialan itu. "Slassssh.... " semakin hari ilmu meringankan tubuhnya semakin baik. Apalagi setelah menyebrangi samudera. Tapi Isuke tidak menyadarinya.


Tapi gurunya mengambil jarak dan berdiri di depan batu sebesar gunung. Sepertinya dia tidak berniat menyerang balik Isuke.


Kesempatan bagi Isuke karena langkah gurunya terhenti karena terhalang oleh batu besar.


Isuke mengeluarkan seluruh kekuatan yang dia miliki untuk tebasan yang ia lesatkan sekarang.


"Hiaaaaaaa......... "


"Slaaassshhh....... Duuuaaaaarrrr……"


Gurunya menghindari serangan Isuke dengan gerakan memutar. Gerakannya sangat cepat dan gesit. Dia langsung berdiri di belakang Isuke yang sedang melongo.


Isuke sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Batu sebesar gunung dapat ia hancurkan hanya dengan sekali tebas.


Isuke mengedip-ngedipkan mata beberapa kali melihat batu kecil berserakan di depannya. Lalu terdengar suara gurunya di telinga sebelah kanan"Apa kau sudah menyadari kekuatanmu? Berterima kasihlah kepada gurumu yang hebat ini" gurunya berkata dari belakang Isuke sambil terkekeh.


Tubuh Isuke melemas seketika karena seluruh tenaga yang dia miliki sudah dikeluarkan melalui tebasan tadi. Kesadaran Isuke mulai menipis. Pandangannya mulai memburam.


"Brukkkkk...... " Isuke pingsan di depan gurunya.


Kurang lebih tujuh bulan Isuke mengalami latihan seperti neraka. Dan kini badannya sudah mencapai batas. Di hari-hari yang ia jalani ia selalu memaksakan tubuhnya. Dia selalu ingin melampaui batasan. Sehingga akhirnya kini dia pingsan karena terlalu capek.

__ADS_1


Author mohon maaf gak up beberapa hari kemarin, karena author baru di kasih uang jajan jadi bisa beli kuota. hehehe maaf ya kakak readers....


__ADS_2