
Isuke langsung berdiri dari tempatnya tertidur dan menjatuhkan wanita yang menimpa badannya.
" Apa yang kau lakukan nona? "
Si wanita itu tak kalah terkejut karena dia jatuh di badan seseorang. Dia merasa malu dan sangat kesal terhadap dirinya sendiri karena sempat menyentuh sesuatu yang terlarang.
'Sial, apa yang kulakukan' dia mengutuki dirinya sendiri sambil menggigit bibir tipisnya yang berwarna merah, wajahnya juga terlihat memerah dan itu terlihat jelas karena wajahnya yang putih.
Isuke yang melihat gadis tersebut hanya mengigit bibirnya sendiri dan melamun ia pun bergegas memakai pakaiannya yang sudah cukup kering.
Dia pun bertanya kembali " Nona apa yang kau lakukan di hutan seperti ini? " Isuke tampak bertanya lembut walau dia merasa sangat marah dan kesal karena telah dilecehkan, tapi dia tidak berani memarahi gadis. Alasannya karena mata gadis itu memiliki lapisan putih di bagian luar yang menutupi seluruh mata yang terlihat. Warna pupilnya juga menjadi hitam keputihan. Gadis itu juga hanya menatap dengan kosong tanpa berkedip.
'Apa dia buta?' fikir Isuke.
" Maaf tuan, ku kira dihutan seperti ini tidak akan ada orang. Aku benar-benar minta maaf! Aku hanya ingin mengambil air karena haus" Ucap gadis itu yang merasa bersalah dan menahan malu.
Isuke memperhatikan seluruh tubuh gadis itu. Bibir merah tipis, hidung yang mungil dan mancung dengan pipi yang indah dan imut serta rambut hitam panjang sepinggang dengan poni tebal serta badan yang ideal dengan kulit putih hingga tertinggal sebuah kesan dalam benak Isuke 'Cantiknya'.
" Apa kau tak bisa melihat? " Isuke mengeluarkan pemikirannya yang tadi.
Gadis itu hanya mengangguk sambil menundukan kepalanya.
__ADS_1
'Imutnya' fikir Isuke saat melihat tingkah gadis tersebut. " Maaf bila aku menyinggungmu " Isuke merasa bersalah karena telah bertanya hal yang sangat menonjol dan merendahkan.
Gadis itu hanya diam sambil berusaha tegar. Dia sangat tidak menyangka akan terjadi hal yang memalukan seperti ini. Hingga pada akhirnya Isuke memecah keheningan dengan menanyakan mengapa gadis itu bisa ada di sini.
Gadis itu berkata bahwa dia bersama kakaknya dikejar-kejar penjahat yang ingin mengambil benda pusaka yang dititipkan ibu gadis tersebut. Ibunya telah di bunuh oleh pemimpin penjahat tersebut karena tidak mengakui bahwa dia memiliki pusaka yang mereka cari beberapa hari lalu.
Mereka terus mengincar gadis tersebut hingga akhirnya dia berlari ke hutan bersama kakaknya. Dia pun menceritakan kejadian setelah kakaknya yang meninggalkannya sendiri di semak-semak hingga bertemu dengan Isuke.
Isuke mengangguk tanda dia mengerti alasan gadis ini berada di sini. Dia sangat antusias kali ini karena dia teringat seorang pemuda yang di bunuh oleh segerombolan orang.
Dia akhirnya menceritakan bahwa beberapa saat lalu dia menguburkan jasad seorang pria berusia 20an tahun yang mati di tangan orang berjubah hitam dengan tanda laba-laba di bagian punggung jubah tersebut.
Sontak saja cerita dari Isuke membuat gadis itu histeris dan seketika ia pingsan karena dia yakin itu adalah kakaknya yang tadi di kejar oleh orang jahat. Dan di hutan seperti ini mana mungkin ada orang lagi selain mereka dan kakaknya, fikir gadis itu. Dia sangat berduka, baru beberapa hari dia ditinggalkan ibunya, kini dia harus ditinggal lagi oleh kakaknya.
Setelah beberapa menit dia berjalan akhirnya sampai di gua tersebut. Dia langsung membaringkan badan gadis itu di batu yang datar yang tingginya sekitar 30 sentimeter dari tanah dengan luas 2m᙮60cm tempat dia tadi berlatih.
Dia pun kembali ke hutan untuk mencari buah-buahan, air dan kayu bakar untuk malam ini.
Beberapa jam kemudian dia sudah berhasil mengumpulkan banyak buah-buahan dan kayu bakar.
Senja pun tiba, dan beberapa saat kemudian sang surya sudah tidak terlihat lagi. Hari menjadi gelap dan suara jangkrik serta burung hantu sudah mengiang mengisi heningnya malam di hutan. Isuke kini sedang duduk di depan gua sambil memperhatikan api unggun buatannya. Sesekali dia mengatur kayunya agar api tersebut tetap menyala.
__ADS_1
Saat ini dia sedang berfikir bagaimana keadaan ayahnya? Dia berharap ayahnya baik-baik saja. Dia juga bingung sekarang dia sedang berada di mana?.
Lalu suara seorang gadis dari dalam gua menyadarkannya. Ternyata itu adalah suara gadis yang ia temukan tadi sedang menangis.
Isuke menghampirinya. Lalu dia menyentuh pundaknya dan berkata " Jangan bersedih! ".
Saat menyentuh pundaknya, Isuke merasakan tubuh gadis itu dingin sehingga dia pun mengajaknya ke depan kedekat api unggun buatannya. Gadis itu hanya menurut saja dengan perasaan yang teramat sedih.
Kini mereka berdua duduk berdekatan di dekat api unggun. Gadis itu tetap saja menangis sambil merapatkan wajah ke lututnya. Tangannya memeluk lutut tersebut. Isuke merasa kasihan dan iba. Dia menyesal tidak sempat menolong pria tadi dan menyesali betapa lemah dirinya yang tidak bisa membantu.
" Nona siapa namamu? " Isuke memecah keheningan di antara keduanya. Isuke sadar bahwa dia harus rajin lagi berlatih agar bisa menolong orang yang membutuhkan dan tidak boleh larut dalam kesedihan dan keterpurukan.
Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap polos ke depan. " Apa kau orang baik? " Gadis itu takut bahwa orang yang dia temukan di hutan ini dengan cara memalukan adalah orang jahat.
Tentu saja Isuke memjawab bahwa dia orang baik. Tapi tetap saja gadis itu belum sepenuhnya percaya.
Akhirnya mereka berdua saling mengenalkan satu sama lain. Ternyata gadis itu bernama Akumi Tsuruna dan kakaknya bernama Akumi Satousi. Mereka berdua berasal dari keluarga kecil di kota Roztint. Gadis yang bernama Tsuruna itu hanya menjelaskan tentang keluarganya secara singkat, mungkin karena dia masih belum percaya sepenuhnya bahwa Isuke adalah orang baik.
Isuke menceritakan tentang dirinya secara detail. Mulai dari terjadinya kehancuran di kota Danzheng, melihat kematian Ibu dan Qiao Yu hingga terdampar di pantai dekat hutan ini. Tapi dia tidak menceritakan tentang kitab Triwindra karena Guru Lin melarangnya.
Gadis itu atau bisa disebut Tsuruna di buat heran dengan cerita Isuke. Dia bingung tentang kehancuran dunia dan bangkitnya dunia saat Isuke menceritakan hal itu. Tapi setelah lama, dia berfikir dan mendapatkan titik jelas, dia dulu juga heran karena setelah terlempar kedalam hutan karena sebuah ledakan dia menemukan kotanya yang tidak terdengar suara kendaraan canggih. Melainkan suara orang memotong kayu dan seperti membangun sebuah rumah.
__ADS_1
Sekarang Tsuruna sudah yakin bahwa Isuke orang baik. Lalu dia pun bertanya dengan begitu antusias karena hal yang dia temukan yaitu menghilangnya teknologi dan dia ingin tahu mengapa dunia berubah "Apa kau merasa ada yang aneh dengan dunia ini? "