
Dalam kurun waktu selama 1 bulan lebih yang diberikan oleh Tang woo dan Fenti untuk melakukan latihan yang ekstra keras, mereka benar-benar bersungguh-sungguh untuk menyelesaikannya. Latihan fisik yang sangat keras yaitu mengangkat gelondongan sisa pohon sudah sepenuhnya diselesaikan oleh mereka dengan mudah. Magic yang ada pada diri mereka benar-benar diasah dengan sangat baik.
Seorang pengguna martial arts ditambah dengan bakat magic yang dia miliki membuat membuat kemampuan mereka jauh lebih kuat lagi. Pengguna martial arts yang adalah petarung jarak dekat ditambah dengan magician yang dapat bertarung jarak jauh membuat diri mereka akan sulit untuk dikalahkan. Namun meski begitu kemampuan bertarung mereka belum terasah secara maksimal. Potensi untuk menjadi martial magic hebat tidak dapat diraih hanya dengan bermodalkan bakat dan latihan saja. Mereka perlu merasakan pertarungan secara nyata. Pertarungan dimana mereka harus benar-benar mengerahkan semua yang mereka miliki untuk bertahan hidup dan memutar otak mereka untuk memberikan kondisi yang menguntungkan mereka.
Dibunuh dan membunuh adalah hal yang biasa di dunia ini, mereka belum terlatih untuk situasi semacam itu. Namun hal itu harus tetap dilakukan untuk menunjang keberhasilan mereka menjadi martial magic. Mereka harus membuang rasa lemah dihati untuk berkembang menjadi lebih kuat. Karena perasaan lemah dihati akan membuat musuh menusuk mereka dengan mudah. Namun saat ini mereka masih dalam kondisi perkembangan, seiring berjalannya waktu kemampuan mereka pasti akan semakin berkembang.
Yeonhee dan Alvitar terus menerus melakukan latihan magic lebih dari satu bulan. Menghabiskan waktu hanya untuk latihan dan latihan. Perkembangan Alvitar terlalu cepat untuk diikuti oleh Yeonhee, dia langsung dapat menciptakan element yang ingin dia buat. Memanifestasikannya dengan mudah dan maju lebih cepat ke tahap pembelajaran element seed. Element seed angin yang Alvitar miliki cara kerjanya lebih kompleks daripada element seed air yang Yeonhee punya. Mereka memiliki perbedaan cara pembelajaran Yeonhee langsung ke element seed air dalam belajar dan selanjutnya baru ke pembelajaran element seed dasar.
Sementara Alvitar dia mempelajari element dasar dulu untuk memperkuat pemahamannya dan setelah itu baru ke pembelajaran seed element. Mereka seperti itu bukan tanpa sebab karena memiliki caranya masing-masing dalam belajar meskipun Fenti bilang harus dilakukan dengan pembelajaran element dasar terlebih dahulu namun itu bukan sebuah patokan untuk mempercepat proses pembelajaran.
Tingkat pemahaman Alvitar memang sangat cepat dibandingkan anak-anak yang lain namun bukan berarti yang lain tidak cepat juga. Mereka memiliki pemahaman yang cepat juga namun tidak secepat Alvitar yang dengan mudah memahami sesuatu. Yeonhee yang memiliki sifat ambisius dalam mengejar sesuatu membuat Alvitar seperti pelopor semangat nya. Dia selalu bekerja keras untuk melampaui Alvitar namun sampai latihan magic selesai tidak sama sekali pun dia dapat mengalahkan Alvitar. Meskipun Alvitar baru naik berumur 6 tahun namun dia sudah memiliki rival yaitu seseorang dengan usia yang lebih tua 6 tahun dengannya.
Berbeda dengan pemikiran Yeonhee. Ru tsung, Hao ma dan Liey Gong menganggap mereka sebagai orang jenius berbakat yang tidak dapat dilampaui hanya dengan usaha keras saja. Mereka menganggap jika Yeonhee dan Alvitar adalah orang spesial yang dikarunia kekuatan yang besar. Mereka bertiga tidak menganggap Alvitar dan Yeonhee sebagai rival namun lebih ke lawan jinak, yang sewaktu-waktu bisa menjadi musuh. Namun meskipun memiliki pemikiran yang berbeda dari Yeonhee mereka bertiga tetap melakukan latihannya sendiri. Melatih fisik dan daya pukulan ke tahap yang lebih tinggi lagi. Meskipun tidak berpikir untuk dapat melampaui orang berbakat mereka tetap melakukan latihan dengan sangat keras karena mereka juga berkeinginan untuk menjadi kuat seperti Tang woo.
Semuanya melakukan latihan dengan sangat baik dan hingga tiba saatnya ujian terakhir dari latihan yang akan diberikan pada Tang woo dan Fenti.
Di pagi hari yang cerah semua anak sudah berkumpul di halaman depan rumah. Semuanya benar-benar tegang dengan ujian terakhir yang akan diberikan. Dan saat Tang woo dan Fenti keluar dari rumah mereka sedikit terkejut dengan pakaian yang dikenakan.
"Seishou, kenapa kau sangat rapi sekali ujian jenis apa yang akan kau berikan? hingga berpakaian rapi seperti itu?" Ru tsung langsung bertanya tanpa ragu. Namun Tang woo membalas dengan teriakan keras.
"Bicarakan itu nanti, sekarang serang aku dan Fenti dengan semua kekuatan yang kalian miliki. Keluarkan semua hasil latihan kalian semua disini dan sekarang juga. Ini adalah ujian yang kuberikan!"
Semua anak memasang wajah tegang mendengar jawaban Tang woo. Tanpa ragu semua langsung menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang dan melesat cepat ke arah Fenti dan Tang woo.
Ru tsung maju dengan tendangan atas nya ke arah Tang woo, Namun serangannya berhasil ditangkap dengan mudah, tidak berhenti sampai situ Hao ma melancarkan serangannya ke arah perut Tang woo lalu di barengi oleh Liey Gong yang menyerang tangan kanan Tang woo untuk memaksanya melepaskan untuk cengkraman pada kaki Ru tsung. Namun dengan gerakan cepat Tang woo dapat mengatasi situasi itu dengan sangat mudah. Dia melemparkan tubuh Ru tsung ke arah Liey Gong, dan berhasil dihindari oleh Liey Gong sementara pukulan Hao ma berhasil ditangkap oleh tangan kiri Tang woo.
Serangan tidak berhenti sampai situ Yeonhee dengan gerakan yang sangat cepat dan lincah menyerang kepala Tang woo dengan sapuan tendangan. Namun serangan itu lagi lagi ditangkis dengan mudah dengan tangan kanannya. Dan Tang woo menendang Hao ma ke perut hingga membuatnya terpental menabrak 3 anak yang ada dibelakangnya.
__ADS_1
Setelah melawan 3 anak itu Tang woo lalu fokus melawan Alvitar dan Yeonhee. Tendangan sapuan atas nya berhasil ditangkap oleh Tang woo namun saat dia menangkapnya Yeonhee seketika berubah menjadi air dan menghilang. Itu adalah magic hasil latihan dia selama ini. Yeonhee yang menghilang sudah berada tepat di belakang Tang woo dan sudah bersiap melancarkan tinju nya. Namun Tang woo membaca pergerakan itu dan langsung memberikan tendangan menusuk belakang ke arah Yeonhee.
Gerakan Yeonhee yang lincah membuat dirinya menghindari tendangan itu kesamping dan langsung memberikan serangan balik dengan melakukan tendangan kembali ke wajah Tang woo.
Karena ukuran tubuh Yeonhee yang lebih kecil dari Tang woo satu-satunya cara untuk mendaratkan serangannya adalah dengan tendangannya. Karena tinju tidak bisa menggapai Tang woo yang memiliki ukuran tubuh tinggi.
Saat Yeonhee sedang melayangkan tendangannya ke Tang woo, Angin tiba-tiba saja berhembus dengan kencang dan angin itu membuat Alvitar terlempar dan menghantam Yeonhee dari samping.
"Argh ... maaf." ucap Alvitar sambil memegangi tangan kanannya yang terluka.
"Kenapa kamu terlempar kesini, bukankah kamu bertugas melawan seishou Fenti?" tanya Yeonhee sambil menopang Alvitar.
"Seishou bukan hanya terampil dalam magic tapi juga martial arts, kecepatan seisho Fenti tidak bisa ku ikuti."
Beberapa menit sebelumnya.
"Baik."
Mereka berdua mengusung strategi dan mulai menjalankan rencana. Fenti berhadapan dengan Alvitar sementara sisanya bertarung dengan Tang woo.
Yeonhee berpikir jika Fenti tidak terlalu mahir bertarung jarak dekat seperti Tang woo karena basisnya adalah magician. Sementara Alvitar meskipun pemula dia dapat melakukan beladiri dan ditambah bakat magic yang luar biasa. Yeonhee berpikir Alvitar akan dapat bertahan cukup lama melawan Fenti.
Namun dia tidak tau apa-apa mengenai Fenti. Cara yang diambil Yeonhee sangat salah dan berakibat fatal pada Alvitar.
Sesaat setelah rencana itu dijalankan Alvitar langsung bergerak ke arah Fenti dan langsung mempersempit jarak diantara mereka berdua.
Fenti menggunakan magic anginnya untuk menyerang Alvitar dari jauh. Namun serangan itu berhasil ditiru oleh Alvitar dengan menyerang balik dengan magic angin yang serupa.
__ADS_1
Angin berbentuk seperti pedang saling bertabrakan satu sama lain. Hasil dari magic Fenti dan Alvitar yang bentrok membuat area sekitar dilanda kekacauan. Area itu tertutupi oleh hujan debu yang menutupi jarak pandang mereka.
Lokasi dari pertempuran itu cukup jauh dari pertempuran Tang woo jadi mereka tidak terlalu terganggu.
Setelah kedua magic angin mereka berbenturan Fenti lalu menggunakan magic lagi dengan membuat dirinya melayang di udara.
"Fly."
Element seed angin Fenti seakan-akan seperti membentuk sebuah sayap yang membuatnya dapat melayang di udara dengan leluasa. Dia lalu memanifestasikan magic angin miliknya dengan membentuk sebuah jarum-jarum kecil yang sangat banyak.
Semua jarum itu menyerang Alvitar yang ada di bawah. Tanah seketika berlubang terkena jarum itu. Fenti menciptakan banyak jarum angin untuk menyerang Alvitar hingga Alvitar sama sekali tidak memiliki waktu untuk memikirkan tentang persempitan jarak.
Karena jarum yang sangat banyak itu, Alvitar menggunakan magic anginnya untuk melindungi diri dari serangan Fenti. Alvitar memanifestasikan magic anginnya untuk membentuk kubah angin disekitarnya. kubah berputar dan bersifat seperti magnet. Semua jarum angin milik Fenti terhisap oleh kubah angin milik Alvitar. Itu seperti pusaran air yang menghisap semua hal Yang ada disekitarnya. Namun Alvitar tidak bisa terlalu lama mempertahankan itu, dia lalu mengganti magicnya kembali dan menggunakan magicnya untuk berjalan di udara.
"Sky walk!"
Alvitar berjalan cepat di udara dan kembali menyerang Fenti dari jarak dekat. Alvitar dapat dengan mudah mengendalikan itu seperti dirinya berjalan di daratan.
"Aku sangat ingin tahu kenapa kamu sangat ingin bertarung jarak dekat dengan ku."
Pertarungan udara terjadi diantara mereka berdua Alvitar menendang bahu Fenti namun serangan Alvitar tidak berefek. Angin membungkus tubuh Fenti dan serangan fisik selemah itu tidak berpengaruh pada Fenti.
Alvitar lalu menggunakan energi Qi nya dan membungkus serangannya dengan wind cutter tendangan Alvitar tidak lagi lemah. Serangan itu bersifat seperti benda tajam yang dapat memotong target.
Fenti menghindari serangan itu dan melepaskan tendangan memutar ke arah tangan Alvitar.
'Ini berat, aku tidak dapat menahannya. keseimbangan sky walk ku mulai terpecah.' pikir Alvitar yang berusaha sekuat tenaga menahan serangan Fenti.
__ADS_1
Namun dengan mudah Fenti menghempaskan tubuh Alvitar ke bawah dan tepat mengenai Yeonhee.