
Di sore hari seperti yang Tang woo katakan, dia akan mengajari anak-anak itu martial arts. Kelima anak sudah berkumpul di depan rumah dan hanya tinggal menunggu instruksi dari Tang woo.
"Baik, seperti yang ku katakan, aku akan mulai mengajari kalian mulai sekarang. Jadi tidak usah basa-basi lagi sekarang serang aku dengan semua kekuatan yang kalian punya."
Semua terdiam mendengar ucapan Tang woo, mereka tidak mengerti kenapa harus melakukan itu.
"Kenapa diam saja? cepat serang!"
"Tapi seishou jika kita menyerang secara bersamaan dengan energi Qi kau akan--"
"Aku tidak akan terluka oleh serangan lemah kalian."
Tang woo memprofokasi anak-anak dengan ucapannya yang seakan meremehkan mereka. Kelimanya mulai menggunakan energi Qi dan menyerang perut Tang woo secara bersamaan. Gelombang angin tercipta dari serangan kelimanya dan angin itu menerbangkan pasir tanah bawah. Banyak debu berhamburan ke udara.
Namun Serangan itu sama sekali tidak berpengaruh pada Tang woo, anak-anak cukup terkejut dengan itu karena meskipun mereka sangat lemah dibanding Tang woo namun mereka tidak menyangka jika melukainya saja bahkan tidak bisa.
"Kenapa ini, aku seperti memukul sebuah logam." ucap Ru tsung sambil memegangi tangan kanannya begitu juga anak-anak yang lain, mereka merasakan dampak dari serangan yang mereka buat.
"Kenapa tangan ku yang sakit, apa yang kau lakukan seishou?" tanya Hao ma.
Energi Qi padat membungkus tubuh Tang woo. Alvitar merasa familiar dengan energi Qi yang dia liat.
'Itu sama seperti yang pernah kulihat pada malam itu.' pikir Alvitar.
'Itu memang sama tapi dibandingkan dengan waktu itu aku merasa energi Qi nya menjadi jauh lebih kuat.'
Berbeda dari Alvitar, anak-anak yang lain belum tau mengenai itu karena mereka belum pernah melihat Tang woo berlatih sebelumnya.
"Itu seishou bagaimana energi Qi bisa sepadat ini." ucap Yeonhee sambil memperhatikan Tang woo, dia berpikir bagaimana caranya melakukan itu.
"Ini adalah tahap kedua dalam martial arts, pelatihan dasar Energi Qi dan teknik ini disebut Arts body teknik ini adalah teknik yang menggunakan energi Qi selayaknya zirah yang dipakai ke badan, dan ini berfungsi sebagai pelindung dari serangan luar. Walaupun ini tidak sepenuhnya absolut karena masih dapat ditembus apalagi serangan melebihi energi Qi itu sendiri."
"Jadi bagaimana membuat energi Qi menjadi seperti zirah seperti itu seishou?" tanya Alvitar yang sudah bersiap dengan Energi Qi ditubuhnya.
"Gunakan energi Qi lebih banyak dan buat dirimu terbiasa dengan itu lalu anggaplah energi Qi sebagai bagian dari tubuh mu sendiri. Dengan itu kau bisa melakukan apapun yang bisa energi Qi lakukan. Jadi sekarang buatlah Arts body seperti ku barusan. Fokuslah dan lakukan seperti yang ku katakan sebelumnya."
"Baik seishou!"
Anak-anak menjawab serentak, dan berikutnya mereka mulai berlatih dengan sangat fokus untuk dapat mengendalikan energi Qi seperti menggunakan bagian tubuh sendiri.
Liey Gong mulai menggerakkan Energi Qi miliknya, dia perlahan membuat energi Qi itu bergerak dan berkumpul pada satu titik. Energi Qi yang sebelumnya berantakan mulai terarah dengan baik. Namun saat Liey Gong ingin membuat Energi Qi membungkus tubuhnya tatanan Energi Qi seketika berubah dan berantakan kembali. Wajah Liey Gong dipenuhi dengan keringat dia tidak menyerah dan melakukan hal yang sama kembali.
Berbeda dengan anak-anak yang lain dimana langsung berkonsentrasi untuk membuat energi seimbang dan bisa digunakan dengan efektif.
Alvitar menggunakan imajinernya untuk mengendalikan energi Qi. Saat ini Alvitar sudah lebih mahir menggunakan kemampuan konsentrasi pikirannya dan dapat dengan mudah masuk ke dalam alam bawah sadarnya sendiri sehingga bisa merealisasikan apapun yang dia lihat. Di dalam pikirannya Alvitar seperti memutar kembali rekaman yang dia lihat. Dia mengingat dengan persis bagaimana cara Tang woo menggunakan Arts body nya.
Berbeda dari cara yang Liey Gong gunakan, Alvitar tidak menerapkan konsep itu untuk mengendalikan energi Qi pada satu titik. Dia hanya membiarkan Energi Qi masuk dan terserap ke tubuh dan tidak membiarkannya terbuka dan kacau. Mengumpulkan energi Qi pada satu titik adalah cara sulit karena mengumpulkan semua energi pada satu titik harus membutuhkan pemahaman yang kuat terhadap energi Qi itu sendiri.
__ADS_1
Tepat setelah menyerap energi Qi yang sebelumnya berantakan, Alvitar lalu menggunakan konsep penyebaran dimana dia menyebarkan semua Energi Qi yang terserap dan membuat Energi Qi itu menyebar ke seluruh tubuh. Dan dengan pemahaman itu Alvitar berhasil membuat Arts body seperti yang Tang woo ajarkan.
Tang woo dan Fenti cukup terkejut dengan apa dia lihat.
"Apa ini, dia menggunakan mana juga untuk melapisi tubuhnya. Mengkombinasikan Arts body dan pelapisan mana magic, bagaimana bisa seorang pengguna martial arts melakukan hal ini."
Tang woo benar-benar dibuat bingung oleh tindakan Alvitar.
"Itu bisa saja. Mengkombinasikan mana magic dan energi Qi martial arts secara bersamaan, dia benar-benar memiliki kecocokan yang tinggi terhadap martial arts dan magic element. Ini mungkin tidak adil bagi yang lain tapi anak ini benar berbakat."
Fenti dia tertarik dengan bakat alami yang dimiliki oleh Alvitar.
"Jadi tentang bakat ya, kalau begitu silsilah keluarga aslinya mungkin adalah sisa-sisa dari para bangsawan Kekaisaran barat. Apa kau menemukan sesuatu pada saat menyelamatkan dia Fenti?"
"Seperti yang kau sudah tau aku hanya menemukan kalung itu dilehernya dan nama dirinya saat bayi selain itu aku tidak menemukan barang lain lagi."
"Begitu ya, aku tidak pernah melihat bangsawan barat menggunakan kalung seperti itu jadi dari silsilah keluarga bangsawan mana anak ini."
Saat berpikir tentang itu, Alvitar mulai membuka matanya dan dia langsung menyadari jika usaha yang sebelumnya dia lakukan berhasil. Alvitar melihat seluruh tubuhnya yang seperti dilapisi sesuatu seperti aliran energi spiritual.
"Seishou Arts body yang kau maksud seperti ini kan?" tanya Alvitar dengan wajah antuasias.
"Ya, kau melakukannya dengan sangat baik dengan mengkombinasikan dua element yang berbeda untuk melapisi tubuh mu."
Alvitar tidak mengerti apa yang Tang woo katakan tentang dua element yang dimaksud itu.
Fenti tiba-tiba masuk ke dalam pembicaraan.
"Apa ada yang salah Seishou?"
"Tidak, aku hanya memastikan saja jadi bisakah kau jelaskan bagaimana caranya melakukan itu?"
"Baik seishou, seperti yang paman seishou katakan sebelumnya. Energi Qi digunakan seperti hal nya anggota tubuh lain, anggota tubuh lain bekerja atas pengaruh dari otak yang merangsang perintah pada anggota badan untuk bergerak sesuai keinginan. Jadi aku membuat diriku menyerap semua energi Qi yang ada, dan menyebarkannya pada seluruh tubuh."
Tang woo dan Fenti terdiam mendengarkan penjelasan Alvitar, mereka tidak menyangka anak kecil sepertinya sudah mampu berpikir seperti ini. Karena konsep yang sebelumnya dijelaskan oleh Tang woo adalah menganggap jika energi Qi adalah salah satu anggota badan, maka Alvitar memberikan perintah dari otak untuk membuat energi Qi terserap ke dalam tubuh dan menyebar namun bukan saja hanya energi Qi yang ikut terangsang. Aliran mana yang ada di dalam tubuh Alvitar juga ikut merasakan perintah itu dari otak dan secara langsung keluar lalu membuat mana ikut membungkus diri Alvitar.
Dia tidak tau jika tindakannya ini adalah mengkombinasikan sekaligus menggabungkan dua energi yang berlawanan untuk tunduk pada perintah pikiran, hal itu akan membuat pertahanan berlapis dan dapat lebih kuat daripada Arts body.
Energi Qi sebelumnya adalah energi yang masih tak beraturan yang dikeluarkan oleh pengguna martial arts, namun hanya sebatas itu. Pengguna martial arts hanya menggunakan energi Qi dan belum secara keseluruhan menyerapnya ke dalam tubuh dan jika Arts body digunakan itu akan membuat energi Qi bekerja secara maksimal.
"Dengan pikiran seperti itu kamu mungkin akan cocok menjadi sarjana muda martial arts. Bisa langsung memahami apa yang aku katakan, kau benar-benar berbakat untuk ini."
Tang woo memuji penuh kejeniusan Alvitar, mereka lalu melihat anak-anak lain yang masih belum dapat menggunakan arts body.
"Kamu adalah yang pertama menyelesaikan ini, aku akan mengajarkan metode selanjutnya. Untuk sekarang biarkan kakak mu untuk berkonsentrasi aku akan mengajarkan secara langsung teknik ini padamu."
Tak lama berselang Fenti datang membawa tumpukan gelondongan sisa pohon pada Tang woo dan Alvitar.
__ADS_1
"Alvitar tinjulah batang pohon itu menggunakan energi Qi yang kamu buat dan gunakan arts body untuk melapisi tangan mu."
"Baik seishou."
Alvitar mulai menjalankan perintah itu dan meninju gelondongan batang pohon yang ada di bawahnya. Namun serangannya tidak membuat batang pohon itu hancur dan hanya memberikan sedikit kerusakan. Alvitar tidak menyerah dia terus melakukannya secara berulang-ulang namun tetap tidak menorehkan hasil yang sesuai.
"Cukup."
Tang woo memerintahkan Alvitar untuk berhenti meninju itu.
"Apa kau tau kenapa batang pohon ini tidak hancur saat terkena tinjuan mu?"
"Karena keras dan tidak seperti kayu pada umumnya."
"Tidak jawaban mu salah, tapi memang benar kayu ini tiga kali lipat lebih kuat daripada kayu pada umumnya karena ini sisa pohon dari yang ada di magical forest. Tapi bukan berarti ini tidak bisa dihancurkan. Lihat teknik ini baik-baik."
"Combat arts."
"Flower fist."
Tepat setelah itu Tang woo langsung meninju sisa pohon dengan tangan kanannya. Dan seketika itu juga pohon hancur menjadi potongan kecil. Tang woo menahan sekecil mungkin kekuatannya agar tidak menimbulkan efek besar. Karena dia sudah sampai pada ranah ke tiga dan Awakening kelima di dapat menghancurkan area itu jika tidak menahan kekuatannya.
"Teknik apalagi itu seishou? menghancurkan pohon itu seperti tahu."
"Ini adalah teknik dasar bertarung pengguna martial arts Combat arts, jika kamu sebelumnya menyebarkan Arts body ke seluruh tubuh sekarang buatlah energi yang menyebar itu untuk berkumpul di satu titik yaitu tangan yang ingin kamu pakai untuk melakukan tinjuan."
Alvitar memejamkan matanya dan fokus mengumpulkan semua energi Qi itu untuk berkumpul pada satu titik. Ini mungkin teknik yang sulit bagi Liey Gong namun pemahaman Alvitar lebih tinggi dari pada dia. dan tak lama kemudian Alvitar membuka matanya kembali dan bersiap meninju pohon itu dengan tangan yang berlapis energi Qi.
"Combat arts."
"Flower Fist!"
Alvitar menirukan apa yang Tang woo ajarkan berhasil menghancurkan pohon itu dengan mudah, meski tidak hancur total seperti yang Tang woo perlihatkan.
"Lagi-lagi kau menggunakan mana dan energi Qi sekaligus, cobalah untuk menggunakan energi Qi saja, untuk mengurangi beban tubuh mu."
"Baik seishou akan ku coba."
Alvitar mencoba hanya menggunakan satu element namun sama sekali tidak bisa, mana seakan-akan seperti menempel dengan energi Qi yang dia miliki.
"Maaf seishou, aku tidak dapat melepaskan mana nya seakan seperti terikat oleh energi Qi milikku."
Alvitar belum dapat mengendalikan mana karena belum pernah di ajarkan sebelumnya.
"Huh... lupakan soal itu biarkan saja terus seperti itu tapi kuatkan tekad mu menggabungkan mana dan energi Qi akan membuat stamina mu cepat terkuras jadi lawan batasan mu sendiri."
"Baik seishou!"
__ADS_1
Mereka semua pada akhirnya menjalankan pelatihan itu selama dua minggu menggunakan tubuh mereka tanpa henti dan melewati batasan pada diri sendiri.