
Pada hari berikutnya mereka kembali melakukan latihan keras itu lagi. Namun kali ini mereka datang sebelum matahari terbit. Mereka sudah berkumpul di depan halaman seperti kemarin dan melakukan latihan fisik kembali dengan memutari lapangan sebanyak 20 kali putaran. Namun ada yang terlihat berbeda kali ini di pagi hari dimana matahari belum terbit itu. Fenti dan Tang woo terlihat akan pergi sambil membawa peralatan lengkap dan pakaian yang biasa dia gunakan saat pergi ke hutan.
Semua anak yang sebelumnya sedang berlari seketika terhenti melihat hal itu.
"Kenapa kalian berhenti? lakukan latihan kembali anggap saja aku seperti angin yang lewat."
Tang woo menjawab tatapan anak-anak itu dengan sangat ketus. Namun itu itu tidak berhenti sampai situ Yeonhee bertanya pada Tang woo dengan wajah khawatir.
"Seishou bukankah kau bilang diliburkan sementara dari perintah master?"
"Itu benar, tapi bukankah tidak adil jika kalian berlatih sementara Fenti dan aku tidak. Jadi sama seperti kalian aku ingin berlatih namun bukan di sini. Aku dan Fenti akan pergi ke gunung bagian dalam lebih tepatnya hutan magis. Aku akan berburu magic beast disana. Jadi selesaikan latihan kalian dalam waktu satu bulan dari sekarang. Setelah satu bulan aku akan kembali kesini dan memulai latihan yang baru. Oh ya dan satu lagi, jaga adik kecil kalian. Jika kalian ingin makan minta saja ke tempat makan terdekat, mereka akan memberikan makan gratis karena kalian dan aku adalah budak dengan pemilik terkenal. Kalau begitu sampai jumpa"
Tang woo mengatakan itu sambil berjalan membelakangi anak-anak, dia sama sekali tidak melihat mereka dan pergi dengan setelah melambaikan tangannya ke atas.
Setelah kepergian mereka berdua, anak-anak saling melihat satu sama lain sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk berlari kembali. Walaupun Fenti dan Tang woo telah pergi, mereka masih sangat bersemangat untuk berlatih karena mereka ingin secepat-cepatnya menunjukkan hasil daripada latihan ini nantinya.
Semangat mereka menggebu-gebu pada hari ini, mereka benar-benar melampiaskan semua keinginan mereka pada latihan dan mengeluarkan seluruh kekuatan fisik mereka dalam berlari. Jantung mereka bekerja sangat cepat ditambah dengan aliran energi Qi yang mereka gunakan membuat tubuh mereka semakin bertambah panas.
__ADS_1
Dalam waktu sepuluh menit mereka sudah menyelesaikan latihan lari dan berlanjut ke tahap angkat beban dengan menggunakan gelondongan sisa pohon seperti kemarin.
Yeonhee, Liey Gong, Ru tsung dan Hao ma terlihat tidak kesulitan mengangkat gelondongan pohon itu karena dia menyesuaikan porsinya sendiri dengan ukuran tubuhnya, sehingga antara berat badan yang dia miliki dan gelondongan kayu yang angkat sama sekali tidak ada masalah.
Namun berbeda dengan Alvitar, dia memaksakan tubuh nya sendiri dan mengangkat beban yang benar-benar sama seperti berat ukuran badannya sehingga hanya untuk satu kali angkatan Alvitar benar-benar mengerahkan seluruh tenaganya. Hal itu dapat merobek otot yang dia miliki jika diteruskan. Namun Alvitar terus melakukannya dia benar-benar ingin melampaui batasannya.
Alvitar berbeda dengan anak lainnya, dia benar-benar terobsesi dengan ilmu beladiri martial arts. Dan dia benar-benar berbakat untuk itu. Pertama kalinya dia tertarik dengan martial arts adalah pada saat dirinya baru pertama berumur 5 tahun, dia diajak jalan oleh Tang woo menuju sebuah bar. Dan dia untuk pertama kalinya dia melihat manusia yang diperlakukan layaknya seorang binatang. Tang woo tidak berusaha menutup mata Alvitar saat itu dan menyuruhnya untuk melihat kejadian itu di depan matanya langsung. Pada saat itu Alvitar bertanya pada Tang dengan wajah yang tidak mengerti akan sesuatu.
"Seishou kenapa orang itu menuruti perintah orang yang berada disampingnya?"
Tang woo diam saja dan tidak menjawab ucapan Alvitar. Dan Alvitar bertanya kembali setelah melihat orang lain yang ada di sampingnya dipukuli tanpa melawan.
"Seishou kenapa orang itu bertingkah layaknya binatang?"
"Seishou kenapa leher orang itu diikat oleh rantai?"
Pertanyaan Alvitar memenuhi kepala Tang woo saat itu, dia terus bertanya setiap kali dia melihat kejadian di sekelilingnya, Alvitar mencoba untuk mengerti kenapa orang-orang bersikap seperti itu, namun sebanyak apapun Alvitar berpikir dia sama sekali tidak menemukan jawabannya. Namun di saat Alvitar yang bertanya terus tanpa henti. Tang woo akhirnya menjawabnya.
__ADS_1
"Alvitar dengar, aku sama hal nya dengan mereka yaitu seorang budak, tapi aku memiliki master yang baik yang memperlakukan ku selayaknya manusia. Itu karena aku adalah yang terkuat disini. Disini dan ditempat ini akulah yang paling. Jadi jika kamu tidak mau diperlakukan seperti itu jawabannya hanya satu yaitu buatlah dirimu menjadi kuat hingga tak ada satu orang pun yang dapat menandingimu."
Tang woo berkata seperti sambil menunjukan ototnya pada Alvitar. Dan semenjak saat itu Alvitar memiliki pandangannya tersendiri untuk menjadi seorang yang kuat, agar tidak diperlakukan seperti sampah dan tidak diperlakukan seperti binatang ternak. Alvitar terus mengingat kata-kata Tang woo dan menjadikan itu sebagai pelopor hidupnya. Karena ingatan Alvitar yang sangat tajam itu juga dia masih sangat mengingat bagaimana orang diperlakukan sebegitu kejamnya oleh orang lain. Dia selalu terbayang-bayang akan hal itu dan membayangkan jika dirinya yang diposisi seperti itu apa yang harus dilakukan.
Dan obat dari bayangan kegelapan itu adalah kata-kata dari Tang woo.
Menjadi kuat hingga tak ada satu orang pun yang dapat menandingimu. Kata-kata itu juga yang menjadikannya motivasi dalam menjalankan latihan.
Mengingat semua itu membuat darah Alvitar semakin bergejolak. Dia semakin cepat mengangkat gelondongan kayu. Dan segera beralih ke latihan selanjutnya yaitu berjalan sambil mengikatkan gelondongan kayu di pundaknya. Namun karena tangannya seperti membengkak dan tidak bisa lagi memaksakan diri, Alvitar menggunakan kedua kakinya untuk menopang gelondongan kayu itu. Alvitar berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa 2 beban berat di kaki kanan dan kirinya. Dia melakukan itu sambil menggertakkan semua gigi depannya.
Saat kelima anak telah selesai dengan latihannya hanya Alvitar yang terlihat masih berjalan sendirian untuk menjangkau pohon di depannya yang berjarak 20 meter dari tempat berjalannya sekarang. Jarak sebenarnya adalah 200 meter namun karena dari tadi Alvitar berjalan hanya tersisa 20 meter lagi sebelum dia menyelesaikan latihan di hari keduanya.
Semua anak tidak memberikan dukungan apapun terhadap Alvitar namun mereka kagum pada usaha dan kegigihan Alvitar yang melakukan itu dengan sangat keras dan penuh akan keyakinan. Setelah menyelesaikan latihan itu Alvitar langsung terbaring dan tertidur seketika.
Saudara-saudaranya yang lain mengangkat tubuh Alvitar dan memasukkannya ke dalam rumah untuk beristirahat.
"Kau hebat, sudah pasti kelelahan kalau begini. Kamu benar-benar mengerahkan semua tenaga mu yah. Istirahatlah sejenak."
__ADS_1
Yeonhee tersenyum sambil mengatakan Itu. Begitu juga dengan saudara yang lain. mereka senang melihat Alvitar berjuang keras seperti ini.