Legenda Pedang Kebebasan

Legenda Pedang Kebebasan
Pelatihan magic


__ADS_3

Setelah sampai di rumah dan mengetahui apa element nya, Alvitar dan Yeonhee akhirnya memulai latihannya bersama Fenti.


Pertama-tama Fenti mulai menjelaskan apa itu magic, magic adalah manifestasi dari pemikiran kita sendiri dengan mengandalkan otak untuk membuat suatu Element dan merealisasikannya di dalam kenyataan bukan sekedar alam bawah sadar saja.


Dengan menggunakan imajinasi yang kita milikki dan memanifestasikan element yang ingin kita buat. Magic adalah sesuatu yang tidak semua orang milikki berbeda dengan martial arts dimana semua orang bisa mendapatkannya dari usaha dan kerja keras. Namun magic berbeda konsep, Dimana diperlukannya bakat sejak lahir untuk dapat mempelajari magic.


Bakat sejak lahir itu adalah seed element yang berupa element alam yang ada di dalam tubuh kita.


Seed element tidak dapat dirubah sampai kapanpun karena itu adalah bawaan sejak lahir, dan jika seorang magician tidak melatih element seed element nya maka dapat dipastikan dirinya akan mati karena magic element seed pada diri akan selalu berkembang dan jika element seed tidak pernah digunakan maka lambat laun tubuh akan mengalami kerusakan ekstrem. Hingga tidak akan bisa diperbaiki dan mengalami kelumpuhan.


Karena itu menjadi magician walaupun istimewa namun memiliki resiko tersendiri jika seorang budak memiliki seed element namun tidak melatih seed nya akan mengalami hal serupa. Alvitar dan Yeonhee cukup beruntung karena diadopsi, jika tidak di adopsi mungkin mereka tidak akan dapat bertahan.


"Jadi ... seperti yang dijelaskan sebelumnya, kalian hanya perlu mengimajinasikan di kepala kalian element apa yang kalian gunakan."


"Tapi Seishou bukannya kita sudah mengetahui seed element kita sendiri? jadi kenapa tidak langsung menggunakan seed element itu saja?" tanya Yeonhee.


"Sebaiknya kalian berlatih element dasar dulu sebelum memasuki tahap pelatihan seed magic, jika seed magic tidak bisa dikendalikan itu akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar."


Yeonhee memasang wajah kecewa mendengar hal itu. Namun beda halnya dengan Alvitar, dia hanya menuruti saja apa yang Fenti katakan dan langsung memperhatikan apa yang sudah dijelaskan oleh Fenti.


Disaat Yeonhee berbicara dengan Fenti, Alvitar sedang fokus dan memejamkan matanya. Saat ini dia memasuki alam bawah sadarnya dan masuk ke ruang imajiner yang dia milikki, setelah itu dia merealisasikan penjelasan yang Fenti barusan.

__ADS_1


'Magic adalah sesuatu yang berasal dari imajinasi, kita hanya perlu berpikir untuk membuat suatu element pikirkan dan pikirkan terus element yang kalian ingin buat lalu manifestasikan element itu dalam kenyataan. Sebisa mungkin kontrol element yang kalian ingin gunakan, buatlah agar element itu mengikuti apa yang kamu inginkan gunakan otak mu untuk membuat itu menjadi kenyataan. Dan yang terakhir adalah manifestasikan element yang kamu ingin gunakan. lakukan pengontrolan seperti yang kukatakan sebelumnya dan lakukan.'


Penjelasan Fenti terdengar jelas di dalam alam bawah sadar Alvitar. Dia terus mengulangi dan mengulangi lagi memori yang tersimpan hingga dia mencapai suatu titik kesimpulan.


'Seed element ku adalah angin, sama seperti seisho, gunakan seminimal mungkin dan buat itu menjadi kenyataan.' pikir Alvitar di dalam bawah sadarnya.


Tepat setelah Alvitar mengatakan itu di dalam pikirannya. Suasana di sekitar Alvitar mulai mengeluarkan hembusan udara, mana seketika membungkus tubuh Alvitar, dan angin yang berhembus seolah-seolah tertarik akan sesuatu. Dan di detik berikutnya, magic angin yang Alvitar pikirkan berhasil dimanifestasikan. Angin yang berhasil Alvitar gunakan membuat area disekitar mengalami hempasan oleh angin yang berhembus.


Fenti bertindak cepat dan menyuruh Yeonhee untuk menjauh dari Alvitar. Banyak debu yang berkumpul disekitar area membuat penglihatan terganggu.


Meskipun Alvitar sudah menekan magic nya dan tidak membahayakan orang dia masih memberikan efek yang besar pada area sekitar.


"Iya, itu memang dia. Tapi seperti dia masih kesulitan mengontrolnya." balas Fenti.


Melihat bagaimana Alvitar terus tumbuh dan berkembang lebih jauh dibanding dirinya Yeonhee cukup kesal dengan itu. Dia menggigit bibir bawahnya untuk melampiaskan kekesalannya dan melanjutkan latihannya kembali.


'Kenapa harus ada bakat seperti itu, bukankah itu tidak adil? aku juga sudah berjuang keras untuk menjadi kuat tapi kenapa Alvitar yang baru berumur 6 tahun kemarin sudah lebih pandai dari pada ku. Aku tidak kesal padanya tapi aku kesal terhadap diriku sendiri yang tidak mempunyai bakat dan lama dalam mempelajari sesuatu.' pikir Yeonhee.


Dia benar-benar kesal dengan ketidakberdayaan dirinya. Fenti mengerti apa yang Yeonhee rasakan dan dia membiarkan nya meluapkan rasa kesalnya dengan latihan.


'Apa yang Alvitar lakukan selalu menimbulkan keterkejutan bagi yang lain, saat dia mempelajari martial arts, magic ataupun melakukan sesuatu dia selalu lebih cepat dari yang lain, aku sudah berpikir hal itu akan menimbulkan rasa iri terhadap anak yang lain tapi itu juga akan menimbulkan rasa semangat dan dorongan pada yang lain agar terus berusaha dan tidak kalah dari Alvitar.' pikir Fenti sambil melihat ke arah Yeonhee yang berlatih.

__ADS_1


Dia lalu berbalik dan pergi ke arah Alvitar yang sudah sadar yang telah menggunakan seed element nya.


"Huh ... maaf seishou, aku mengacaukan semuanya. Apa aku melukai yang lain?" tanya Alvitar yang menghawatirkan sodaranya atas tindakannya.


"Tidak ada yang terluka, tidak masalah tapi. Jika kamu tidak menekan penggunaan magic mu itu yang akan menimbulkan masalah."


Alvitar merenung atas tindakannya.


"Jangan gunakan seed element dulu sebelum menguasai dasar-dasar element yang lain pikirkan element lain yang ingin kamu gunakan dan jangan pakai seed itu."


"Baik seishou." jawab Alvitar.


Semua mata anak-anak jadi tertuju padanya karena hal itu, terutama 3 anak yang lain yang tidak memiliki seed element. Mereka penasaran bagaimana Alvitar bisa menggunakan element angin sebesar itu.


"Hei, apa yang adik kecil kita perbuat? barusan dia menggunakan magic angin kan?" tanya Hao ma sambil meninju sisa gelondongan pohon dari hutan magical forest.


"Itu bukan pertama kali kan dia membuat hal yang gila seperti itu. Aku bahkan tidak membayangkan akan sekuat apa dia dimasa mendatang."


"Jangan berkecil hati begitu Liey Gong, kita juga sama dengannya, kita sama-sama berlatih untuk menjadi kuat. Dan kita pasti akan jauh lebih kuat daripada ini." jawab Ru tsung sambil tersenyum pahit pada Liey Gong.


Selang beberapa menit, Tang woo yang baru saja keluar akhirnya datang kembali dan melihat bagaimana 3 anak ini berlatih. Namun dia mulai bosan jika tidak ikut berlatih juga dan langsung memberikan pengajaran langsung pada ketiga anak itu dengan cara melakukan sparing. Karena Tang woo yang sangat kuat dia langsung meladeni ketiga anak sekaligus untuk melawan dirinya. Tang woo tidak memberikan sama sekali keringanan pada mereka dan membuat semuanya babak belur dalam pelatihannya.

__ADS_1


__ADS_2