Legenda Pedang Kebebasan

Legenda Pedang Kebebasan
Kontrak kerjasama


__ADS_3

Mereka mengikuti kemana pria itu pergi. Rasa curiga dan was-was tertanam di dalam hati mereka. Semuanya bertanya tanya di dalam hati kenapa dan apa yang orang ini inginkan? kenapa tiba-tiba mengajak bekerjasama? untuk pertamakalinya pemikiran mereka sama tentang itu.


Namun, meski curiga dan tidak mempercayai pria itu. Semua tetap mengikutinya karena meskipun mereka lari dari situ ada kemungkinan mereka akan dikejar dan langsung dihabisi. Ini adalah jalan aman yang mereka pilih untuk mencegah kematian. Meskipun mengambil jalan aman pada situasi ini, Alvitar dan yang lain tidak melepaskan pengawasan mereka. Semuanya bersiap siaga jika saja ada serangan mendadak nantinya. Akan tetapi jika melihat dari gelagat pria itu, mereka sama sekali tidak berpikir jika ada serangan mendadak. Karena jika pria itu mau dia bisa saja membunuh mereka tadi. Meskipun hasilnya pasti tidak akan mudah.


"Sebentar lagi kita akan sampai menuju titik tujuan. Sebaiknya jangan berbuat masalah saat di sana." ucap pria itu sambil melirik ke arah Yeonhee yang ada di sampingnya.


Tidak lama berselang. Pria itu berhenti disebuah dataran kosong yang mana tidak ada satupun tumbuhan dan pohon-pohon yang tertanam. Itu hanya dataran kosong yang luas dan tidak berpenghuni. Setidaknya itu yang mereka lihat.


Namun, mereka tidak tau jika pandangan seringkali menyesatkan. Pria itu mengeluarkan semacam artefak berwarna ungu dengan batu cosmic di tengahnya. Dia lalu menempelkan benda itu di udara dan seketika kabut tebal seperti menghalangi pandangan mereka.


Alvitar curiga dengan kabut yang muncul secara tiba-tiba, dia menggunakan energi Qi nya dan melapisi tangannya dengan magic angin. Alvitar bersiap dengan serangan yang akan datang. Akan tetapi, tindakan itu langsung dia hentikan saat dia melihat pemandangan yang ada di depannya.


Terdapat banyak orang dan beberapa bangunan besar di sana. Pemandangan ini bahkan tidak mereka temukan saat di desa. Di tempat itu juga terdapat orang dengan perlengkapan khusus dan senjata yang tampak berkualitas.


Hao ma cukup terkejut dengan perubahan yang terjadi di area sekitar. Dia tidak mempercayai apa yang dia lihat sekarang.


"Bukankah sebelumnya ini hanya dataran kosong? bagaimana bisa tiba-tiba ada tempat seperti ini di dalam hutan?" ucapnya sambil melihat sekelilingnya.


"Sepertinya kalian tidak tau apa-apa mengenai artefak item ya. Ini berkat Artefak Ilusi yang dapat membutakan pandangan dan menghilangkan hawa keberadaan suatu tempat."


Pria itu angkat bicara untuk itu.


"Oh ya, maaf sebelumnya. Aku tidak memperkenalkan diri sejak tadi. Namaku Beipan Huangyan aku adalah bagian dari organisasi pemburu di sini."


Tepat saat Beipan sedang memperkenalkan diri, teman yang sebelumnya datang dan berbicara dengan mereka.


"Beipan, sebaiknya kau membawa mereka masuk markas. Kita akan memperkenalkan organisasi kita pada mereka di dalam nanti."


Beipan terlihat tidak cukup senang untuk itu.


"Kau mengganggu. Aku berniat melakukan itu nanti ... yah, apa boleh buat. Kalian ayo masuk dalam."


Semua mengikuti perintah Beipan. Mereka berjalan menuju bangunan besar dengan interior baru yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Bahan yang terbuat dari kayu yang sangat kokoh dan dipoles menggunakan energi magic di sekitarnya. Bangunan itu bukan bangunan sembarangan, karena banyak sekali mana yang melapisi bangunan. Serangan beast biasa tidak mungkin bisa menghancurkannya. Hal itu menunjukan seberapa kuat dan hebat seseorang yang dapat membuatnya.


Saat mereka masuk ke dalam bangunan itu, banyak anggota lain yang memperhatikan mereka. Orang-orang itu bukan memandang sombong ataupun menghina justru sebaliknya, mereka dengan ramah tersenyum dan merespon dengan baik kedatangan orang baru seperti Alvitar dan yang lain.


Alvitar benar-benar tidak bisa membaca situasi ini, kenapa mereka diterima dengan sangat baik di sini. Padahal mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Itulah setidaknya yang Alvitar pikirkan.

__ADS_1


"Hei, eegh ..., jadi kau ya orang yang dipilih oleh bos, eegh ..., wow itu menakjubkan ... seberapa berpotensi nya dirimu hingga dipilih langsung oleh bos."


Seorang pria merangkul Yeonhee dengan santainya. Pria itu terlihat seperti mabok dan bertindak tanpa berpikir.


Yeonhee tampak tidak senang untuk itu, namun dia juga tidak bisa bertindak kasar pada mereka.


"Nafas mu bau, bisakah kau menyingkir?" ucap Yeonhee dengan tatapan sinis pada pria itu.


"Hei ... bersikap sopanlah pada mereka. Bagaimanapun mereka ini adalah anggota baru kita. Dan juga bagaimana kau bisa terangsang oleh seorang anak perempuan sepertinya?" ucap pria yang berada di samping Beipan.


"Huh? eegh ..., dia seorang anak perempuan? eegh ..., dari penampilannya dia terlihat seperti perempuan dewasa." pria itu melihat Yeonhee dengan tatapan yang penuh dengan nafsu duniawi.


Meskipun begitu, orang mabok itu langsung melepaskan rangkulannya dan meminta maaf pada Yeonhee. Tindakannya tiba-tiba berubah seperti ada sesuatu yang membuat orang itu ketakutan.


"Ma-maaf bos, aku bertindak kelewatan. Ini salah ku karena meminum alkohol terlalu banyak. Maafkan aku orang baru." ucapnya. Dia lalu berbalik kebelakang dan pergi.


"Maaf soal gangguan itu. Sebelumnya aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Yanzhong canren. Aku adalah pendiri dari organisasi ini. Dan yang di samping ku adalah wakil sekaligus adikku sendiri, Beipan."


"Aku sudah mengetahui bagaimana kekuatan kalian. Anak-anak budak yang berbakat seperti kalian ini sangat sayang jika harus mati mengenaskan oleh para bangsawan. Oleh karena itu, aku ingin merekrut kalian untuk bergabung bersama kami di sini."


"Organisasi ini adalah organisasi yang bergerak di bidang perdagangan. Memburu beast hidup-hidup dan membawanya ke tempat penjualan beast adalah tujuan dari organisasi kami. Organisasi ini juga termasuk dalam organisasi besar yang diakui oleh para bangsawan kalangan atas. Jadi kami bisa melepaskan gelar budak. Dan membebaskan kalian dari perbudakkan"


Alvitar berhasil menangkap maksud dari penjelasan orang itu. Dia ingin merekrut Alvitar dan yang lain dengan iming-iming melepaskan mereka dari perbudakkan. Setidaknya itulah yang Alvitar tangkap dari maksud pria itu. Meskipun pada kenyataannya alasannya tidak sesimpel itu.


"Jadi bagaimana? apa kalian setuju dengan tawaran kami? tentu saja jika kalian menerima misi yang diberikan kalian juga akan mendapatkan kompensasi atas hal itu. Dan pengalaman juga diperlukan kan untuk menjadi lebih kuat?"


Alvitar langsung tersentak mendengar ucapan itu, orang di depannya seperti tau apa yang dia pikirkan. Menjadi kuat. Itu adalah tujuan Alvitar selama ini agar tidak diberlakukan semena-mena oleh orang lain.


'Mungkin pilihan ini tidak cocok dengan yang lain, tapi apa yang orang ini katakan benar. Aku harus menjadi lebih kuat lagi tanpa arahan dari seishou sekalipun. Jika tidak menjadi kuat aku akan bernasib sama seperti para budak yang lain.' pikir Alvitar. Dia akhirnya mengeluarkan jawabannya saat itu juga.


"Mempertimbangkan segala situasi yang ada kedepannya, aku memilih mempercayai orang ini meskipun orang asing." ucap Alvitar.


Yeonhee dan yang lain menghela napas nya sebentar dan memberikan jawabannya setelah itu.


"Huh ..."


"Apa boleh buat. Aku akan ikut dengan mu, kita akan bersama dan akan bersama-sama untuk menjadi lebih kuat. Jadi aku juga akan memilih jawaban yang sama dengan mu."

__ADS_1


Yeonhee setuju dengan jawaban Alvitar, begitu juga dengan yang lain yang akhirnya memberikan jawabannya juga.


"Setelah kepergian seishou, kita juga tidak bisa berlatih lagi jadi lebih baik mengikuti jalan yang baru saja." ucap Hao ma.


"Aku juga berpikir hal yang sama."


"Aku ikut."


Ru tsung dan Liey gong mengikuti jalan baru yang diambil. Kedua orang itu tampak seperti tersenyum masam melihat bagaimana kekompakan anak-anak ini.


"Begitu ... Jadi ini sudah diputuskan, kalau begitu untuk mengevaluasi diri kalian lagi. Aku akan memberikan kalian sebuah senjata artefak apa saja yang kalian inginkan." ucap Yanzhong sambil tersenyum dengan ramah.


"Aku tidak terlalu butuh dengan hal itu, tapi bisakah memberikan sebuah buku martial arts agar aku bisa lebih mempelajarinya lagi?"


tanya Alvitar.


"Maaf, sayangnya ... itu tidak bisa. Kau belum tau ya. Buku seperti itu tidak ada di dunia ini. Karena martial arts menggunakan teknik, yang mana teknik ini tidak dapat diaplikasikan ke dalam buku. Teknik martial arts hanya dapat diajarkan secara langsung dan dilatih secara khusus untuk bisa menciptakan sebuah teknik bertarung sendiri."


'Begitu ya, itu mungkin saja karena dari buku martial arts magic energi. Tidak lanjutannya mengenai buku yang lain.' pikir Alvitar.


"Kalau begitu, aku memilih senjata saja yang kau maksud saja, aku juga berpikir akan mulai mempelajari senjata mulai sekarang." ucap Alvitar.


"Pilihan yang tepat. Bagaimana dengan yang lain?" tanya Yanzhong.


"Apakah ada juga Artefak?"


Hao ma langsung menyambar setelah diberikan pertanyaan itu. Dan selanjutnya dilanjutkan oleh Yeonhee dan yang lain.


"Buku magic, ada?


"Yah, aku hanya menginginkan sebuah senjata itu saja."


"Aku berpikir hal yang sama seperti Liey Gong barusan."


"Jangan khawatir, semua itu ada di dalam gudang persenjataan, untuk kompensasi awalan silakan mengunjungi tempat itu sekarang dan berlatihlah menggunakan senjata. Setelah lima hari aku akan memberikan kalian misi memburu beast." ucap Yanzhong.


Semua anak pergi dari tempat itu dan menuju lokasi persenjataan dengan ditemani oleh salah satu orang kepercayaan dari Yanzhong.

__ADS_1


__ADS_2