
30 hari berjalan.
Waktu yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak akhirnya tiba. Mereka menunggu kepulangan dua seishou mereka sambil menikmati sesi latihan yang selama satu bulan ini terapkan. Kelima anak itu sudah terbiasa dengan latihan yang ada sehingga menganggap latihan sebagai hobi dan kepentingan terpenting yang harus di utamakan.
"Huh ... rasanya sangat segar setelah latihan." setiap kali selesai latihan." ucap Yeonhee sambil merilekskan semua otot-otot tangannya.
Tubuhnya benar-benar berbeda dibandingkan sebulan yang lalu. Karena mereka menggunakan energi Qi dalam melakukan latihan proses kinerja tubuh mereka menjadi dipercepat sehingga otot-otot ditubuhnya yang sebelumnya lemah menjadi berisi dan kuat. Meskipun Yeonhee adalah satu-satunya perempuan yang ada diantara keempat anak-anak itu dia sama sekali tidak ada bedanya dengan semua pria yang disana dalam masalah beladiri. Karena faktanya meskipun Yeonhee perempuan dia dapat bertarung seimbang dengan Ru tsung yang adalah seorang pria.
Dalam ranah beladiri martial arts gender bukanlah masalah bagi seseorang maupun itu perempuan ataupun laki-laki mereka memiliki kedudukan yang setara dalam hal beladiri. Semuanya tergantung dari individu masing-masing tentang bagaimana kesanggupan mereka untuk menjadi seorang master martial arts.
"Apa kau sudah selesai dengan latihan mu?"
Hao ma yang sudah selesai dengan latihannya langsung bergerak mendekati Yeonhee.
"Yah benar, sudah cukup banyak bagiku mengangkat bongkahan pohon itu. Dan waktu yang diberikan oleh seishou untuk latihan hanya sebulan kan mungkin sebentar lagi seishou akan datang."
"Aku setuju dengan itu, tapi latihan yang sebenarnya baru akan di mulai saat seishou datang kan? apa kau lupa tentang itu?"
"Ah, tentu saja tidak, aku juga menunggu saat-saat itu. Jadi ... Kau mau bertanding?"
Keduanya sama-sama melirik dengan tajam satu sama lain. Tujuan dari Hao ma mendekati Yeonhee adalah dia ingin melihat sejauh mana perkembangan dirinya dibandingkan sebulan yang lalu. Begitu juga Yeonhee dia ingin mengetahui perbedaan dirinya yang sekarang dan yang dulu.
"Tapi perlu ku ingatkan. Aku dapat dengan mudah menghancurkan pohon itu dengan tinjuku jadi sekarang akan berbeda dibandingkan yang sebelumnya."
Yeonhee tersenyum masam ke arah Hao ma, sementara Hao ma hanya menjawab singkat perkataan Yeonhee.
"Itu tidak akan berbeda."
Keduanya sama-sama menggunakan energi Qi nya, benturan tak terhindarkan, Yeonhee memutar tubuhnya dan melesatkan tendangan kaki kanannya ke arah kepala Hao ma, namun Hao ma dengan mudah menghindarinya dengan membungkukkan tubuhnya. Karena posisi satu kaki yang menjadi penopang tubuh Yeonhee Hao ma memanfaatkan celah dengan mengincar kaki kirinya untuk menjatuhkan Yeonhee. Namun tidak semudah itu. Gerakan sapuan kaki Hao ma dihindari oleh Yeonhee dengan melompat tinggi ke atas lalu memutar tubuhnya dan melakukan serangan dengan kaki kanannya.
Dirasa berbahaya Hao ma memilih menghindari serangan itu daripada harus menahannya dengan tangannya. Tanah seketika berlubang terkena tendangan Yeonhee sementara Hao ma melakukan serangan balasan dengan serangan tendangan kembali yang mengarah pada perut Yeonhee. Namun dapat ditangkap dengan mudah, Yeonhee lalu menarik kaki Hao ma dan melakukan tinjuan pipinya. Namun tak Yeonhee sadari tinju Hao ma jauh lebih cepat. Yeonhee terlebih dahulu terkena pukulan itu dan terhempas kebelakang.
Tidak berhenti sampai disitu dia sama sekali tidak memberikan Yeonhee ruang, Hao ma mendekati Yeonhee kembali dan berniat melakukan serangan terakhir. Akan tetapi karena Hao ma yang terlalu terburu-buru Yeonhee berhasil menemukan celah, dia menendang tepat di bawah dagu.
__ADS_1
Hao ma yang terkena serangan itu berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh namun lubang yang sebelumnya diciptakan dibuat oleh Yeonhee berhasil membuat Hao ma kehilangan keseimbangan dan tinju Yeonhee terhenti tepat di depan wajah Hao ma.
"Dengan ini skor adalah 05-03 kan?" ucap Yeonhee dengan senang.
"Huh ... ya benar aku lima dan kau tiga, secara garis besar aku masih menang."
"Itu tidak ada bedanya dan sekarang aku yang memenangkan ini."
Yeonhee menjulurkan lidahnya meledek Hao ma yang tidak terima kekalahannya.
Saat mereka sedang berdebat tentang itu, orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba. Tang woo yang membawa banyak daging beast pulang dengan penuh sisa darah monster ditubuhnya. Bau tak sedap juga tercium sangat tajam dari kedatangan mereka. Namun anak-anak itu tidak memperdulikannya mereka tetap memberikan salam hormat pada Tang woo.
"Selamat datang! Seishou!"
Semua anak terlihat sangat antusias melihat kedatangan Tang woo dan Fenti. Namun di kondisi itu Alvitar bertanya dengan jelas.
"Seishou kau menjadi sangat berbeda apa yang kau lakukan selama disana?"
Fenti menggaruk kepala mendengar pertanyaan itu. Dia benar-benar bingung harus mengatakan apa di kondisinya yang baru datang seperti ini, Namun Tang woo tidak pikir panjang soal itu.
"Apa jika aku berlatih seperti yang seishou ajarkan aku akan sekuat mu?" tanya Alvitar dengan wajah yang penuh harapan.
"Itu sulit dikatakan tapi, kekuatan yang membutuhkan pengorbanan yang besar, kekuatan yang besar timbul dari situasi yang tidak memungkinkan. Kamu harus benar-benar melawan takdir itu sendiri untuk mendapatkan kekuatan yang kamu inginkan."
"Baik seishou!"
Semua anak menjawab dengan suara lantang.
"Tapi perubahan yang kalian alami benar-benar luar biasa, tubuh kalian berbeda jauh dibandingkan yang kemarin."
Tang woo melihat semua anak satu persatu, melihat bagaimana perubahan yang terjadi begitu cepat membuat Tang woo tidak khawatir lagi untuk meninggalkan mereka semua nantinya.
'Aku sudah mengira akan jadi seperti ini saat pulang, tapi aku benar-benar tidak berpikir jika Alvitar akan menjadi sebesar ini, dia terlihat seperti seumuran dengan mereka semua.' Pikir Tang woo sambil terus melihat ke arah Alvitar.
__ADS_1
"Kamu tidak berpikir untuk langsung memulai latihan sekarang kan? kita harus makan terlebih dulu bukan?"
Fenti berbisik kecil ditelinga Tang woo.
"Kita akan memulai sesi latihan lanjutan sore ini, sekarang kita istirahat dan makan terlebih dahulu." Tang woo menuruti apa yang dikatakan Fenti karena dia ingin bercerita lebih banyak tentang perjalanannya.
Di dalam rumah, Fenti, Tang woo dan anak-anak yang lain terlihat sedang menyantap hidangan daging beast. Lonjakan mana mengalir di dalam tubuh mereka, daging magical beast memiliki mana alam yang sangat banyak dan jika diolah dengan benar maka dapat meningkatkan kapasitas mana meskipun itu seorang pengguna martial arts sekalipun mana sudah pasti ada di dalam tubuh manusia.
Berbeda dengan martial arts yang harus berlatih terlebih dahulu untuk menggunakan energi Qi nya, mana magic tidak perlu melakukan itu karena semua orang langsung dapat menggunakan mana magic, Namun diperlukan latihan untuk menggunakan mana itu sendiri.
Yeonhee dan Alvitar merasa seperti ada yang mengalir di dalam tubuh setelah menyantap daging beast itu. Mereka adalah orang yang pertama menyadari itu dibanding tiga anak yang lain.
"Seishou apakah menambahkan semacam bumbu rahasia di dalam makanan ini?" Yeonhee tanpa pikir panjang bertanya soal itu. Dan dilanjutkan dengan pertanyaan dari Alvitar.
"Seishou aku merasa ada sesuatu di dalam tubuh ku tapi aku tidak menggunakan energi Qi."
"Tepat sekali, ini adalah mana."
Fenti menjawab sambil tersenyum.
"Mana adalah keahlian dari seishou kan?"
"Benar, Yeonhee mana adalah perwujudan energi dari magic, sama halnya dengan Energi Qi yang dimiliki oleh seorang martial arts. Mage juga memiliki energi yaitu yang di sebut mana dan dengan mana itu dapat membuat, memanifestasikan, sekaligus mengendalikan energi alam ataupun memanifestasikan kekuatan element. Dengan menggunakan ruang imajiner yang ada di dalam jiwa spiritual kita."
Fenti langsung mencontohkan langsung maksud dari penjelasan yang dia katakan. Api kecil keluar dari tangan Fenti. Dia menunjukkan apa itu magic pada mereka.
"Lihat, ini adalah magic yang ku maksud, kita dapat mengendalikan ataupun membuat elemen dengan menggunakan ruang imajiner yang ada pada dalam diri. Jadi singkatnya kalian hanya perlu membayangkan suatu hal untuk membuat sesuatu dengan magic. Namun sebelum itu kalian harus terlebih dahulu berlatih menggunakan mana agar terbiasa."
"Aku akan mengajarkan tentang magic nanti setelah kalian selesai mempelajari martial arts, karena kamu Yeonhee, dan Alvitar menyadari ini untuk pertama kali, kalian pasti memiliki kecocokan terhadap magic. Ditambah kalian juga bisa menggunakan martial arts mungkin kalian dapat menjadi martial magical."
"Apa itu seishou?" tanya Alvitar.
"Martial magical adalah julukan bagi seseorang yang mampu menggunakan magic dan martial arts sekaligus."
__ADS_1
"Baik sudahi bicaranya setelah ini kita akan memulai latihan!"
Tang woo bersemangat untuk mulai melatih anak-anak secara langsung.