Legenda Pedang Kebebasan

Legenda Pedang Kebebasan
Latihan keras


__ADS_3

5 tahun berjalan.


Setelah dikuasainya kekaisaran barat oleh wilayah timur. sistem pemerintahan barat sepenuhnya berubah, otoritas kekuasaan barat yang dipimpin oleh wilayah timur sangat menjunjung tinggi gelar kebangsawanan.


Di mana manusia diperlakukan layaknya barang yang diperjualbelikan apabila tidak dapat memenuhi biaya pajak yang di keluarkan oleh pemerintah pusat, terutama itu berlaku pada sisa-sisa rakyat barat yang sebelumnya kalah berperang. Banyak dari mereka yang menjadi budak akibat tidak terbayarnya pajak yang melambung naik.


Sistem pemerintahan di wilayah barat menjadi sangat kacau, karena penduduk yang dibeli dan menjadi budak maka harus mengikuti semua perintah majikannya, bahkan ada aturan hukum yang tertera jika budak melukai pemiliknya maka hukuman paling berat yaitu hukuman mati dengan cara digantung di alun-alun kota.


Sejak ada aturan hukum itu tidak ada satupun budak yang berani melawan majikannya, dan berakhir menjadi seperti hewan peliharaan.


Wilayah barat juga saat ini telah dibagi menjadi 4 wilayah.


Wilayah atas.


Wilayah menengah atas.


Wilayah menengah.


Wilayah bawah.


Wilayah bawah, adalah wilayah yang terpencil dan letaknya jauh dari kekaisaran yang ada di wilayah atas pusat kota. Wilayah bawah adalah wilayah dengan strata paling rendah dan dianggap sampah oleh para kaum bangsawan karena pemerintah tidak pernah memperhatikan kawasan itu sehingga tidak heran aksi kriminal sering dijumpai disana.


Banyak aksi kekerasan yang dilakukan di hadapan publik tanpa mengungkiri kondisi sekitar dan pembunuhan adalah hal yang wajar, seseorang yang memiliki uang adalah seseorang yang dapat melakukan apapun sesuai keinginan mereka.


"Kita tidak diberikan banyak waktu, ayo cepat ambil semua buruan kita, jangan sampai tertinggal satupun."


"Aku akan memeriksa jebakan."


Dua orang budak sedang mengambil hasil buruan mereka di hutan, dengan hanya bermodalkan sebilah pisau dan perangkap, mereka berhasil mendapatkan hewan magical beast. Mereka adalah pasangan yang sama-sama seorang budak yang menghabiskan segala sesuatu dengan menuruti perintah majikan.


"Kita sudah mendapatkan 7 hewan magical beast, seperti yang master perintahkan, perangkap yang kita buat sudah rusak sepertinya magical beast kuat merusaknya."


"Tak apa itu sudah cukup, karena kita sudah mendapatkan 7 magical beast perangkap yang rusak tidak menjadi masalah."


Setelah percakapan singkat itu keduanya pergi sambil menggotong magical beast di pundak, itu tampak ringan karena mereka sudah terbiasa.


Sesaat setelah masuk ke dalam desa, banyak wajah iri dan dengki yang memandang keduanya bukan hanya sekedar melihat namun beberapa dari orang itu bersikap frontal dengan langsung menunjukan ketidaksenangannya pada hasil usaha orang lain.


"Padahal dia hanyalah budak seperti kita tapi kenapa dia bisa memburu seperti itu."


"Aku benar-benar tidak percaya sebelum melihatnya langsung, bagaimana seorang budak bisa melakukan itu."


"Dia pasti menggunakan pil iblis atau obat-obatan tertentu."


"Hei budak sialan! apa yang kau lakukan, berhenti memandangnya brengsek cepat ambil barang yang sudah ku lempar!"


"Baik tuan."


Kedua pasangan itu tidak menghiraukan perkataan orang lain dan tetap berjalan tegap menuju kediaman master mereka. Tak lama setelah itu dalam keadaan yang tidak disengaja mereka berpapasan dengan master yang mereka cari.


"Master, kami datang."


Kedua orang itu langsung membungkukkan badan memberi salam hormat pada master mereka.


"Hoho ... kalian sudah selesai rupanya."


"Master, kami--"


"Lebih baik berbicara setelah sampai di rumah saja, aku juga mempunyai kabar bagus untuk kalian berdua."


Mendengar ucapan master, keduanya memasang tanda tanya di wajah mereka, setelah berjalan dan sampai pada kediaman.


"Kalian berdua memang sangat hebat, membawa 7 magical beast seperti yang aku perintahkan tanpa kegagalan sama sekali."


"Tidak master, bagaimanapun juga ini semua berkat anda, kami tidak dapat hidup tanpa bantuan anda ini semua tidak ada apa-apanya dibandingkan semua yang anda lakukan pada kami."


Keduanya memuji kebaikan master mereka yang tidak melakukan tindakan kejam seperti para master budak lainnya. Sambil mendengar ucapan itu master mereka menjawab dengan suara lembut dan halus.


"Kalian memang sangat rendah hati. tak heran jika ada bangsawan baik yang akan merekrut."


Dengan wajah terkejut keduanya bertanya kembali perihal apa yang masternya katakan.


"Perekrutan? apa maksudnya itu master."


"Tenang jangan khawatir, aku tahu apa yang kalian pikirkan, bangsawan yang akan merekrut kalian adalah bangsawan yang memiliki reputasi baik dan memiliki hubungan baik dengan kekaisaran pusat, jika kalian mampu menunjukkan kekuatan kalian, maka bukan tidak mungkin jika mereka akan memberikan gelar Royal Guard nantinya."


Royal Guard adalah penjaga sekaligus pedang milik para bangsawan yang senantiasa melindungi bangsawan itu sendiri, dan dapat dikatakan jika jabatan itu hampir setingkat dengan gelar kebangsawanan dan dapat menggerakkan orang lain yang gelarnya di bawah mereka.


"Apa itu memungkinkan master? bukankah itu mustahil bagi seorang budak seperti kami."


"Tidak ada yang tidak mungkin, selama kalian menjalankan apa yang mereka perintahkan, perlahan mereka akan mengakui dirimu tenang saja. Oh ya dalam kurun waktu 3 bulan dari sekarang kalian akan dipanggil menuju kawasan menengah, kalian berdua akan dibebas tugaskan mulai sekarang, jadi persiapkan dirimu baik-baik."


"Baik master."


Kedua orang itu lalu kembali ke tempat kediaman mereka dengan wajah senang, mereka sangat mempercayai master mereka lebih dari siapapun karena master itu adalah yang penyelamat mereka 5 tahun silam. Sesaat setelah mereka berdua pergi master memasuki ruangan pribadi miliknya yang ada di bawah tanah. Hanya sedikit orang yang mengetahuinya dan itu terdapat tepat di bawah kamar.


Ruangan itu sangat kotor dan berdebu ditambah dengan adanya bau yang menyengat di dalam. Master menyentuh artefak sihir komunikasi dan seketika itu bersinar dan memperlihatkan wajah seseorang yang tampaknya sudah sangat master kenal.


"Salam hormat saya tuan."


"Tidak usah seformal itu, jadi kau pasti sudah menjalankan tugas dengan baik kan Royal Guard Lianzi?"


"Seperti yang anda perintahkan, saya telah membawa budak yang menarik seperti yang anda inginkan, budak ini sangat cocok dengan anda saya yakin anda pasti puas. Dalam kurun waktu 3 bulan dari sekarang saya telah memerintahkan 2 budak itu untuk mempersiapkan diri bertemu dengan anda."

__ADS_1


Seringai jahat terukir di wajahnya, itu sangat jelas terlihat di dalam bola artefak sihir.


"Ini akan benar-benar akan menjadi pertunjukan yang menarik aku sudah tidak sabar untuk itu."


Dengan menyelamatkan 2 budak yang berharga itu Lianzi berhasil mendapatkan kepercayaan dan dapat memanipulasi mereka, untuk menyelesaikan rencana yang telah dia buat.


Selama 5 tahun ini, dia sengaja memperlakukan dua budaknya dengan sangat baik untuk membuat skema baru bagi para budaknya.


Bagaimanapun juga tidak ada orang kalangan atas yang bersifat baik di sini, semua pasti menginginkan suatu hal dan memanfaatkan seseorang untuk meraihnya. Pasangan itu tidak tau sifat asli dan kelicikan sang master karena Lianzi benar-benar memasang banyak topeng untuk menyembunyikan kebusukannya.


Memanfaatkan orang lain demi keinginan pribadi adalah ciri khas kalangan atas, mereka akan bersikap baik terhadap orang lain jika orang lain itu berguna bagi mereka dan memanfaatkan hal itu untuk meraup keuntungan.


Kembali ke tempat para budak itu berada. Setelah pergi dari kediaman master, mereka langsung bergegas pulang. Sepanjang perjalanan detak jantung mereka berdegup dengan sangat kencang, mereka masih sangat mengingat ucapan master Lianzi.


"Tang Woo menurut mu, apa itu mungkin bagi seorang budak seperti kita meraih kedudukan atas, setara dengan para bangsawan?"


Fenti bertanya dengan dengan wajah penuh harapan, mengharapkan suatu hal yang mustahil namun benar-benar ingin terwujud. Pasangannya tentu tau akan hal itu, dia juga tidak ingin mematahkan semangat Fenti dan berharap keajaiban akan terjadi.


"Hmm ... mungkin kita bisa saja meraih kedudukan atas tapi tidak mungkin meraih kedudukan yang sama seperti para bangsawan tapi aku tidak yakin sepenuhnya akan terwujud tapi karena master sudah berbicara aku percaya padanya."


Saat keduanya sedang berbicara satu sama lain mereka merasakan aliran energi kultivasi mengalir di udara, sangat tipis, lembut dan hangat. Itu adalah energi murni yang digunakan dalam pelatihan Martial Arts dasar.


"Wah ... sepertinya kau sedang berlatih ya."


Tang woo berjalan memasuki rumah bersama dengan istrinya Fenti, sesaat setelah mereka masuk anak-anak kecil yang ada di dalam langsung bersiap berdiri dengan sangat rapih dan memberi salam hormat pada mereka berdua.


"Selamat datang seishou."


(seishou \= master)


Semua anak serempak memberikan salam hormat dengan mengepalkan tangan kanan lalu membuka semua jari di tangan kiri dan membenturkannya dengan pelan. Itu menimbulkan nada suara yang bagus karena dilakukan secara bersamaan.


Total semua anak yang tinggal adalah 5 orang mereka semua dirawat oleh mereka berdua karena sejak perang 5 tahun yang lalu, mereka semua sekarat, Fenti tidak sekejam itu melihat anak kecil mati di depannya dan oleh karena itu hasilnya menjadi seperti ini, mereka mempunyai sebuah keluarga kecil.


Keempat anak berumur 12 tahun dan yang paling kecil adalah Alvitar Shunzhi Huang, dia adalah anak yang ditemukan tepat pada saat tragedi 5 tahun terjadi, dan satu-satunya anak di sana yang terlahir dengan bakat martial arts di tubuhnya.


"Jadi kalian sedang berlatih energi Qi ya, aku merasakannya itu bagus untuk membuat pondasi baru agar tubuh mu kokoh dan naik ke tahap berikutnya."


"Ma-maaf seishou, kami memang sedang berlatih tapi kami berlatih mempelajari teknik martial arts, energi Qi yang dari tadi seishou maksudkan mungkin milik Alvitar."


Semua mata mengarah pada Alvitar, yang dari tadi sedang duduk di pojok ruangan. Dia sama sekali tidak menyadari kedatangan orang lain. Tang woo mulai mendekatinya dan melihat wajah Alvitar dari dekat.


"Hmm ... sepertinya dia sedang sangat fokus mempertahankan energi Qi nya, aku akan membangunkannya sebentar lagi."


'Bagaimanapun dia masih seorang anak berumur 5 tahun, tapi aku benar-benar tidak percaya seorang anak berumur 5 tahun dapat melakukan semacam ini, tapi itu memungkinkan karena aliran kultivasi nya masihlah murni dan belum tersumbat, otot serta pembuluh darah juga masih dalam kondisi sangat baik, itu memang memungkinkan.


Tapi dia belum mendapatkan pemahaman tentang itu, jadi dimana dia mempelajari nya aku tidak berpikir jika dia mengerti cara berkultivasi dari buku karena untuk anak seumurannya tidak mungkin dia dapat mengerti itu.'


"Yeonhee apa kau yang mengajarkan itu?"


Tang woo bertanya pada anak di sampingnya. Yeonhee terdiam dan keringat kecil mengalir dari dahinya. Karena sebelumnya Tang woo melarang untuk mengajarkan Alvitar energi Qi sampai berumur 6 tahun, karena jika gagal mengaktifkan energi Qi maka akan merusak organ tubuh.


"Maaf seishou, saya hanya menjelaskannya sesuai dengan apa yang saya tahu, dan Alvitar langsung mempraktikkannya."


Mendengar suara dari dekat, Alvitar bangun dari duduknya dan seketika langsung berdiri memberikan salam hormat pada tang woo.


"Selamat datang seishou!"


Tubuh Alvitar sedikit goyah karena langsung menghentikan energi Qi secara paksa. Tang woo menopang pundak Alvitar agar tidak terjatuh.


"Maaf seishou aku terlambat salam hormat."


"Tidak apa-apa, tak masalah. Yang lebih penting kamu berhasil mempertahankannya."


Tang woo tersenyum tulus pada Alvitar, sementara itu Yeonhee terlihat bersalah karena melanggar perintah Tang woo. Fenti yang sudah selesai menyiapkan makanan lalu menghampiri mereka dan mengelus kepala Yeonhee.


"Jangan khawatir, tidak terjadi apa-apa pada Alvitar dan justru kamu membuatnya lebih berkembang, itu bagus. Lupakan soal itu dahulu. Makanan sudah siap ayo makan."


Semua makan dengan sangat lahap, makanan yang telah di siapkan oleh Fenti, dan orang pertama yang menghabiskan makanannya sangat cepat adalah Tang woo.


"Dalam waktu waktu 3 bulan mulai dari sekarang aku memiliki banyak waktu luang karena master memerintahkan aku dan fenti untuk ke kawasan menengah, jadi mulai besok aku akan melatih kalian secara langsung, persiapkan diri dengan baik."


Setelah selesai makan Tang woo keluar sambil membawa tongkat yang biasa dia pakai latihan.


Bagi orang-orang di kawasan bawah, Tang woo adalah seorang monster, karena dia benar-benar seperti tidak ada rasa lelah, dia terus berlatih sepanjang harinya.


15 menit setelah semua selesai makan, Yeonhee beserta empat orang lagi pergi tidur, disaat keadaan sangat hening dan penerangan hanya sebatas dari nyala api kecil. Alvitar Shunzhi bangun dan berjalan mengambil sebuah buku milik Tang woo. Mata Alvitar masih sangat jelas dia dapat dengan mudah melihat buku itu dalam keadaan gelap sekalipun.


Setiap malam, diam-diam dia membaca semua isi buku itu dan yang mengajarkannya membaca adalah Yeonhee dia sudah seperti kakak bagi Alvitar.


Biasanya Alvitar membaca buku dasar-dasar martial arts saja, namun kemarin dia membaca buku baru tentang teknik energi Qi dasar karena dia sudah mengerti cara kerja pengaktifan energi, jadi dia dapat dengan mudah mengaplikasikannya secara langsung.


Karena latihan kultivasi mana telah dia lakukan, Alvitar memutuskan untuk mempelajari dasar-dasar gerakan martial arts kembali untuk memperkuat pemahamannya.


'Semua teknik martial arts ini, sudah ku hafal semua gerakan dasar nya, kuda-kuda, teknik dasar penyerangan dan pola pertahanan, dan pada halaman terakhir buku ini mengajarkan untuk melapisi serangan dengan energi murni agar memperkuat daya serang, aku masih belum dapat melakukan itu, menyeimbangkan energi kultivasi adalah hal yang berbeda, aku masih dalam tahap pertama pembukaan energi Qi.' Alvitar berpikir tentang itu sambil membaca.


Buku itu hanya mengajarkan dasar-dasar martial arts saja, dan tidak efektif jika dilakukan untuk melakukan pertarungan.


Saat Alvitar sedang membaca buku sesuatu yang sangat halus menyentuh kulitnya.


"Angin? tapi ini tidak terasa seperti angin."


Alvitar mengikuti arah datangnya udara itu berada, dan secara tidak sadar dia membuka pintu rumah karena penasaran dengan sesuatu itu. Namun apa yang dia lakukan lihat adalah diluar ekspektasinya, dia melihat dengan jelas bagaimana Tang woo dan Fenti berlatih tanding satu sama lain. Karena Indra Alvitar sudah diperkuat dengan pembukaan energi Qi, dia jadi dapat merasakan pancaran energi itu dari dalam.

__ADS_1


Alvitar benar-benar takjub dengan gerakan beladiri Tang woo, dia juga melihat energi Qi yang terpancar dari tingkat yang Tang woo gunakan.


"Seishou melapisinya dengan energi murni, itu benar-benar sama seperti yang ada di dalam buku."


Serangan yang sangat halus tanpa adanya gerakan yang sia-sia itu adalah sesuatu yang sangat menakjubkan bagi Alvitar, dia sangat serius memperhatikan pertarungan itu. Dia membayangkan jika dirinya ada di posisi Fenti yang. sedang melawan Tang woo.


Tingkat konsentrasi Alvitar benar-benar sangat baik, dia langsung dapat merealisasikan pertempuran itu di dalam imajinasinya. Di dalam ruang imajinasinya itu, Alvitar mencoba maju untuk menyerang Tang woo namun dapat dengan mudah memblokir dan menyerang balik Alvitar, dia sudah benar-benar menyerang Tang woo seperti yang ada di dalam buku namun semua itu tidak berguna, semua serangan diblokir dengan mudah oleh Tang woo. Alvitar berpikir untuk menemukan celah dalam pertarungan, karena ingatannya benar-benar tajam, dia dapat mengingat semua apa yang dia lihat, lalu meniru gerakan yang Fenti gunakan untuk menyerang. Dalam pertarungan di bawah imajinasi Alvitar keduanya tidak menggunakan senjata dan hanya bertarung dengan tangan kosong.


Meski sudah bertarung dengan meniru teknik dan gerakan Fenti, Alvitar masih tidak dapat mengimbanginya. disaat dia sedang berpikir cara menemukan celah. Ruang Imajiner yang telah Alvitar buat perlahan mengalami keretakan dan hancur. Alvitar langsung sadar dengan hal itu kepalanya sangat pusing dan dia memutuskan untuk tidur.


Alvitar adalah anak yang sangat jenius, kemampuan pemrosesan pikirannya melebihi kemampuan orang normal, dia mampu membuat ruang Imajinasinya sendiri di dalam pikirannya, dan dia mampu mengingat semua kejadian yang pernah dia lihat. Namun itu memiliki efek samping, karena ini adalah kali pertamanya menggunakan kemampuan ini, dia masih harus banyak berlatih agar terbiasa dengan efek samping itu.


Setelah malam berlalu dan pagi datang, Yeonhee, Liey Gong, Ru tsung dan Hao ma langsung bersiap siap keluar untuk melakukan latihan seperti apa yang Tang woo perintahkan kemarin malam. keempatnya sudah berkumpul di halaman depan rumah namun, hanya satu yang terlambat datang yaitu Alvitar dia terlihat masih sangat berantakan dan sama sekali belum mempersiapkan sesuatu.


Tang woo dan Fenti tidak mempertanyakan hal itu sebab mereka sudah mengetahui alasan Alvitar terlambat adalah karena dirinya yang melihat latih tanding antara Tang woo dan Fenti.


Sebenarnya dari semalam mereka sudah tau akan hal itu namun tetap membiarkan Alvitar melihatnya secara langsung bagaimana cara seseorang bertarung secara nyata. Karena selama ini Alvitar hanya latihan seorang diri dan belum pernah melihat pertarungan yang sangat intens, Fenti dan Tang woo sengaja memperlihatkannya dan alhasil ini yang di dapat Alvitar kurang tidur.


"Baik sepertinya semua berkumpul ya, kalau begitu sebagai latihan dasar, untuk menjadi seorang ahli martial arts harus memiliki tubuh yang sangat bagus bukan? berlarilah memutari rumah ini sebanyak 20 kali, setelah itu akan ku beri arahan selanjutnya."


"Baik seishou!."


Semua anak menjawab dengan serentak, lalu dilanjutkan berlari seperti yang diperintahkan oleh Tang woo. Latihan yang diberikan oleh tang woo benar-benar sangat efektif karena seperti yang dia katakan seorang ahli martial arts harus memiliki tubuh yang lebih baik dan ketahanan tubuh yang bagus dari pada orang normal.


4 anak itu sebelumnya belum pernah melakukan latihan fisik semacam ini dan hanya mempelajari teori-teori martial arts yang ada di dalam buku ataupun yang secara langsung di ajarkan oleh Tang woo, itu sangat berbahaya kedepannya karena mereka tidak akan dapat menampung kekuatan energi Qi jika fisik mereka terlalu lemah, oleh karena itu latihan fisik diperlukan untuk menjadi ahli martial arts.


Namun ini adalah kali pertama dalam seorang anak berumur 5 tahun melakukan latihan fisik seperti ini, jika tidak karena memiliki tekad yang kuat pasti akan langsung menyerah dengan latihan ini. Tang woo dan Fenti percaya dengan tekad Alvitar dan tidak ragu memberikan latihan seperti ini padanya.


Setelah sepuluh putaran berlalu wajah anak-anak terlihat sangat lelah dan berkeringat meskipun lelah tidak ada satupun dari mereka yang mengeluh terhadap Tang woo, mereka mengerjakan latihan yang diberikan dan benar-benar serius untuk menyelesaikannya tidak ada waktu untuk mengeluh bagi mereka dan keinginan bersaing satu sama lain sebagai landasan kekuatan yang mereka miliki.


Mereka sama sekali tidak berbicara dan melihat lurus ke arah depan seolah-olah sedang menggapai garis finish. Semua berlari dengan sejajar dan tidak ada yang paling belakang ataupun paling depan.


"Mereka sudah paham ya, itu bagus aku jadi tidak usah repot-repot mengajarkan dasar dari pemakaian energi Qi."


"Itu benar, bukankah kamu pikir mereka cukup berbakat? menggunakan pernapasan Qi agar mempercepat kinerja tubuh dan memperlancar aliran darah. Tidak ada yang mengerjakan itu pada mereka tapi mereka tau dengan sendirinya."


Fenti berbicara pada Tang woo dengan sangat antusias melihat perkembangan anak-anak yang telah mereka rawat.


Sebelumnya tidak ada sama sekali yang mengajarkan mereka tentang kegunaan dari energi Qi, karena apa yang Tang woo katakan adalah energi Qi untuk memperkuat tubuh saja dan tidak memberikan informasi yang sangat detail. Namun hanya dengan kata-kata itu mereka mampu menyimpulkan apa yang Tang maksud dan menggunakan energi Qi di waktu yang diperlukan.


"Tinggal tiga putaran sampai mereka menyelesaikannya dan selanjutnya aku akan memberikan latihan yang lebih berat lagi."


3 putaran berlalu, semua anak terbaring sambil menatap langit. Keringat yang sangat banyak membasahi seluruh tubuh mereka.


"Huh ... aku benar-benar tidak menyangka kamu mampu melewati latihan ini Alvitar, padahal kamu 7 tahun dibawah ku."


Alvitar tetap diam menanggapi perkataan Ru tsung, dia melihat ke arah langit dengan sangat fokus. Itu adalah yang orang lihat, namun pada kenyataannya Alvitar sedang berpikir mengenai kejadian tadi malam, dia menyadari sesuatu pada saat latihan tadi.


Pada saat malam setelah dia mengimajinasikan apa yang dia lihat kepalanya menjadi pusing dan itu berlanjut sampai tadi pagi, namun rasa pusing itu perlahan-lahan mereda saat dia menggunakan energi Qi Alvitar berpikir apakah energi Qi juga juga bisa menyembuhkan rasa sakit, jika seperti itu Alvitar dapat menggunakan kemampuannya sambil menggunakan energi Qi untuk menghilangkan dampak dari pengaktifan aktifasinya.


Saat sedang berpikir, Fenti mendekat kepada mereka berempat dan menginstruksikan latihan selanjutnya.


"Waktu istirahat sudah selesai, ayo berdiri dan ikuti aku."


"Baik seishou!"


Semua langsung berdiri dan mengikuti arahan selanjutnya. Mereka saling mengobrol satu sama lain dan bertanya-tanya apa latihan selanjutnya yang diberikan oleh seishou. Namun mereka berhenti berpikir saat melihat apa yang di depan mata mereka.


"Angkat gelondongan sisa pohon itu dan pilih ukuran yang sesuai bagi kalian, setelah itu ambilah gelondongan sisa pohon itu dan ikatkan pada pundak kalian. Lakukan dengan segenap kekuatan yang kalian miliki."


"Baik seishou!"


Mereka menjawab secara serentak perintah Fenti dan setelah itu langsung berjalan mengambil gelondongan sisa pohon yang mereka dapat angkat. Latihan yang mereka lakukan adalah latihan yang benar-benar sangat ekstrim namun mereka tidak mengeluh dan langsung bergerak seperti yang diperintahkan. Tidak ada satupun dari mereka yang berbicara saat latihan sedang berlangsung, semuanya terlihat sibuk menyelesaikan latihan mereka sendiri.


Meskipun otot-otot tangan mereka berteriak kesakitan dan darah menjadi panas sekalipun mereka tetap teguh menjalankan latihan itu. Satu persatu tulang yang ada di tangan mereka berbunyi seperti akan patah, namun mereka menggunakan energi Qi untuk mempercepat proses kinerja tubuh dan meningkatkan efisiensi kemampuan mereka.


Ini adalah latihan neraka yang diberikan oleh Tang woo, meskipun dia sendiri tidak pernah melakukan hal semacam ini diwaktu seumuran mereka. Karena latihan yang tang woo terima saat dulu adalah memburu para beast dan hewan liar untuk dijadikan makanan.


Orang tua Tang woo adalah seorang pemburu bayaran dan dia sudah sering mengikuti ayahnya selagi berburu jadi dia sudah terlatih untuk itu. Bisa dikatakan latihan yang Tang woo terima saat dulu lebih berat dari pada ini karena dapat membahayakan nyawanya jika saja ada magical beast kuat disana.


Namun hasil dari latihan Tang woo yang berat itu dia menjadi orang yang memiliki kekuatan fisik di atas manusia normal. Namun masih ada jauh jika dibandingkan dengan master martial arts.


Sementara Fenti dia juga sama seperti Tang woo orang tuanya adalah seorang pemburu dan kenal dekat dengan orang tua Tang woo dan karena itu mereka dijodohkan dan akhirnya menikah sehingga menjadi pasangan suami istri seperti saat ini.


Berbeda dengan Tang woo yang adalah seorang petarung jarak dekat, Fenti adalah seorang pemanah yang berspesialis menyerang dari jarak jauh. Itu menjadi kombinasi yang sempurna dalam berburu karena hal itu juga kedua orang tua Fenti menyetujui pernikahan itu.


Setelah memberikan perintah pada anak-anak, Fenti lalu berjalan ke tempat Tang woo tak jauh dari tempat latihan itu berada terlihat tang woo yang sedang mengasah senjatanya.


"Apa rencana selanjutnya yang kau pikirkan?" Fenti bertanya sambil melipat tangannya, wajahnya tampak kesal akan sesuatu. Tang woo mengetahui itu dan sengaja memancingnya untuk berbicara.


"Ada sesuatu yang ingin kau katakan bukan? katakan yang ingin kau inginkan."


"Bukankah sudah jelas? apa kau pikir mereka mampu mengangkat gelondongan kayu sisa pohon itu? bahkan aku sendiri tidak kepikiran kau akan memberikan latihan gila semacam itu."


"Yah, aku punya semacam pemikiran yang berbeda darimu."


"Apa maksudnya itu?"


"Kau tau, di masa ini kekuatan adalah segalanya yang kuat akan mendominasi dunia dan yang kalah akan menjadi pecundang dan mati. Keadilan? kesetaraan? omong kosong semacam itu tidak berlaku sekarang, seseorang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan adalah orang yang paling berkuasa, dan mampu membeli atau mengatur keadilan itu sendiri."


"Jadi bagaimanapun juga, jika mereka gagal menyelesaikan latihan itu mereka akan tidak akan dapat menjadi yang teratas, dan pada akhirnya mereka akan mati dimangsa oleh predator lain."


Fenti hanya diam mendengar jawaban itu dari Tang woo, karena pada kenyataannya itu adalah kebenaran kekuatan dan kekuasaan adalah hal yang menopang dunia ini agar tetap berjalan dengan semestinya. Yang lemah akan menjadi yang dimangsa dan yang kuat akan menjadi pemangsa. Ini adalah hukum dunia yang berjalan. Bagi Tang woo, ini adalah awal dari latihan keras yang baru saja anak-anak itu mulai karena pada kehidupan sebenarnya tidak ada kata menyerah sebelum menyelesaikan ujian yang diberikan.

__ADS_1


__ADS_2