Legenda Pedang Kebebasan

Legenda Pedang Kebebasan
magical beast forest


__ADS_3

Dua Minggu berlalu. Setelah Tang woo dan Fenti meninggalkan anak-anak, mereka mulai pelatihannya tersendiri. Kedua orang itu pergi ke tempat para magical beast berada, berbeda dari semua hutan yang pernah mereka masuki magical beast forest sangat penuh akan monster dan makhluk yang sangat berbahaya. Dan meskipun Tang woo dan Fenti kuat mereka tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan makhluk penghuni kawasan magical forest itu.


"Huh ... di depan ada Goa untuk bersembunyi, sebaiknya kita menetap disitu terlebih dahulu."


Tang woo berbicara sambil memegang perut sebelah kirinya yang terluka. begitu juga dengan Fenti, dia tampak berantakan dengan tubuh yang penuh dengan luka. Mereka terlihat sangat kesulitan saat sedang berlari.


"Apa makhluk itu masih mengejar?"


"Tidak, sepertinya makhluk itu tidak melihat kita."


Tang woo bernapas lega mendengar ucapan Fenti. Mereka berdua langsung mengeluarkan kain yang ada di tas mereka dan mengikatnya pada luka untuk menghentikan pendarahan yang terjadi.


"Kita sangat tidak beruntung bertemu makhluk itu, tapi untungnya kita menemukan Goa yang tidak berpenghuni ini." ucap Fenti sambil mengelap noda darah pada tangan kirinya.


"Tao yu beast monster pembawa bencana tingkat 5 bahkan ahli martial arts kesulitan jika melawan makhluk itu seorang diri. Tapi jika kita berhasil mengalahkan makhluk itu kita akan dapat menjadi lebih kuat dari sekarang. Kita akan pergi melawan makhluk itu esok hari."


Tang woo telah membulatkan tekadnya dan akan menantang makhluk itu besok, meskipun pada saat tadi dia bertarung sama sekali tidak memberikan damage yang berarti pada Tao you beast.


Beberapa menit sebelumnya.


"Sudah dua minggu semenjak kita memasuki hutan ini dan sekarang tersisa 2 minggu lagi sampai kita kembali. Jangan menyia-nyiakan waktu lagi ayo kita cari beast yang lebih kuat lagi dari ini."


Tang woo sangat percaya diri dapat membunuh semua beast yang ada disini, meskipun pada saat pertamakali mereka sampai mereka hampir sekarat karena bertarung dengan beast kuat untuk pertama kalinya, namun ini sudah dua minggu lamanya seiring dengan monster kuat yang ada, mereka jadi beradaptasi dengan lingkungan dan berkembang lebih baik dari sebelumnya.


"Jangan terlalu bersemangat, kita perlu mengambil daging beast ini untuk dijadikan makan malam. Hari juga sudah mulai gelap jadi bagaimana jika istirahat dulu?"


"Fenti tujuan kita kesini adalah untuk berlatih, waktu juga sudah tidak banyak kita akan istirahat setelah menghabisi dua beast lagi."


Keputusan Tang woo tidak bisa di ganggu gugat, dan Fenti tidak dapat mencegahnya karena Tang woo sangat keras kepala. Mereka lalu melanjutkan perjalanan kembali sambil membawa sedikit daging untuk persediaan makan.


Ditengah perjalanan mereka terhenti dan memperhatikan sekelilingnya. Monster beast sudah mengepung mereka dari segala arah, monster itu tidak langsung menyerang namun terus mengitari mereka berdua.


Fenti sudah bersiap dengan serangan, dia menyiapkan anak panah sambil membidik ke arah depannya, sementara Tang woo dia menjaga bagian belakang Fenti. Mereka saling memback-up depan dan belakang. Monster yang mengepung mereka adalah Wolf beast monster yang mengandalkan kecepatan saat bertarung, mereka menggunakan cakar nya untuk merobek mangsa dan mengoyaknya menggunakan taring yang sekuat pisau. Wolf beast adalah karakteristik makhluk yang berburu dengan kelompoknya dan betina mempunyai bentuk tubuh yang jauh lebih besar daripada pejantan. Sebelum mereka mulai berburu Wolf beast memiliki kebiasaan untuk untuk mengitari buruannya hingga semua kelompok dan pemimpin mereka berkumpul sepenuhnya.

__ADS_1


"Semuanya ada sekitar 50 wolf beast dan yang ditengah dan baru datang itu pasti pemimpinnya. Fenti ku percayakan bagian belakang ku padamu, aku akan langsung menerjang."


Tepat setelah mengatakan itu Tang woo langsung melesat dengan sangat cepat ke arah pemimpin dari para wolf beast. Namun bagi makhluk yang mengandalkan kecepatan saat berburu serangan Tang woo dapat dengan mudah dihindari oleh kawanan itu. Dan setelah berpijak ke pada salah satu cabang pohon, wolf beast mulai menyerbu Tang woo. Mereka menjadi marah karena Tang woo menyerang pemimpin mereka.


Sebelum cakar wolf beast mengenai leher Tang woo, dia terlebih dahulu mencengkram dua kepala wolf beast yang ada di depannya membanting lalu melemparnya ke arah pemimpinnya.


Mata semua wolf beast berubah menjadi merah saat dua dari mereka terbunuh. Para wolf beast tidak memperdulikan keberadaan Fenti dan menyerang Tang woo secara bersamaan. Namun 5 anak panah yang dilapisi mana melesat dengan sangat cepat dan menusuk tepat di jantung wolf beast. Para wolf beast semakin marah saat satu persatu kawanan mereka mati mengenaskan. Akhirnya setengah dari para wolf beast berhadapan dengan Fenti dan setengah wolf beast yang lain beserta pemimpinnya melawan Tang woo.


Kawanan beast itu menyerang secara membabi buta ke segala arah untuk membunuh mereka berdua. Namun itu masih dapat diatasi, Fenti yang adalah seorang petarung jarak jauh menyesuaikan jaraknya untuk menyerang beast yang mengepung nya. Kecepatan menembak Fenti masih lebih cepat dari pada serangan itu sehingga dia masih bisa memberi jarak meski dalam keadaan terkepung.


"Aku tadinya berpikir untuk terus menjaga jarak karena aku seorang pemanah, tapi bukan berarti aku tidak bisa bertarung jarak dekat!"


Fenti menjatuhkan panahnya dan mengambil belati dari balik rambutnya yang terikat lalu menusukkannya ke jantung wolf beast.


Rambut panjang yang sebelumnya terikat akhirnya menjuntai kebawah dan terlihat sangat elegan setiap kali dia membunuh wolf beast. Dia bergerak seperti sedang menari, gerakan serta kelihaiannya dalam menghindari serangan membuat dirinya sangat sulit digapai oleh para wolf beast. Dan setelah 15 menit bertarung dia akhirnya membunuh semua wolf beast yang mengepungnya.


"Disini sudah selesai, apa kau butuh bantuan? Ah sepertinya tidak."


Dia langsung menarik tawarannya setelah melihat Tang woo yang menyiksa habis para wolf beast.


Tubuh seorang martial arts seperti Tang woo tidak dapat dilukai cakar dan taring milik wolf beast karena tubuhnya sangat keras dan terlebih lagi Tang woo menggunakan energi Qi tahap kedua yaitu arts body dia menjadi sulit dilukai oleh serangan beast seperti itu.


Namun meski begitu mereka tidak berpengalaman berada di hutan


magical forest, karena setelah mereka membantai para wolf beast aroma darah yang menyengat itu akan mengundang beast lain untuk datang, salah satunya adalah makhluk yang sangat sulit ditangani bahkan oleh ahli martial arts sekalipun. Tao yu beast monster dengan predikat paling berbahaya di magical forest yang menempati urutan kelima. Monster itu memiliki tinggi 6 meter, berbulu lebat, serta memiliki 4 gigi taring dan gigi taring yang paling menonjol adalah


di bagian bawahnya.



Saat ini makhluk itu tepat berada di depan Tang woo dan langsung menerjang hingga Tang woo terpental menghancurkan 2 pohon yang ada dibelakangnya. Tang tidak sempat menghindari itu karena kelengahan dirinya.


"Urgh... rasanya seperti ditabrak bongkahan batu besar, aku tidak menyangka ini terjadi, beast yang sangat tidak ingin aku temui berada disini." ucap Tang woo sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Fenti menembakan anak panahnya pada makhluk itu namun bulu-bulu yang menyelimutinya dapat dengan mudah menghancurkan anak panah Fenti.


"Cepat sembunyi kita tidak akan bisa mengalahkan beast itu!"


"Jangan bodoh Fenti, aku tidak akan lari. Kau di atas pohon saja, aku yang akan menghadapinya."


Tepat setelah mengatakan itu beast itu kembali menerjang Tang woo, namun kali ini dia berhasil menghindari serangan itu.


'Arts body masih bisa ditembus oleh serangan makhluk itu aku tidak boleh sampai terkena serangan itu lagi.' pikir Tang woo, dia beruntung masih bisa selamat terkena serangan itu. Karena di saat-saat terakhir dia sempat menyilangkan tangannya untuk menahan serangan. Meskipun begitu dia masih menerima efek sebesar ini meski sudah menahannya.


Tang woo melompat dari satu pohon ke pohon lainnya untuk menghindari terjangan beast itu. Walaupun kekuatannya kuat namun kecepatannya masih lebih rendah dibanding wolf beast.


Fenti mencoba mengalihkan perhatian dengan menyerang kembali monster itu dengan panah api dari magic yang dia miliki. Namun lagi-lagi itu tidak berguna 5 panah yang dia tembakan hancur saat beast itu menyemburkan bola api ke arah Fenti.


"Instingnya benar-benar tajam, aku tidak bisa menyerangnya dari belakang."


Fenti menghindari serangan bola api dengan berpindah ke pohon yang ada di sebelah kanannya.


Beast itu mengalihkan pandangannya pada Fenti dan melihat ke arah Tang woo yang ada di belakangnya.


'Kecepatan beast ini rendah, aku hanya perlu selangkah lebih cepat darinya lalu meninjunya dengan seluruh kekuatan yang ku punya.' pikir Tang woo


"Combat arts."


Tang woo mengumpulkan energi Qi di kedua kakinya, dan bergerak sangat cepat melewati serangan dari cakaran kaki depan beast.


"Puncture fist!"


Serangan Tang woo tepat mengarah pada jantung, namun serangan itu hanya membuat beast itu mundur selangkah dan tidak memberikan cidera yang berarti.


Beast itu langsung menyerang Tang woo kembali dengan mencakar menggunakan kaki depannya. Karena jarak yang tidak memungkinkan untuk menghindari serangan itu, Tang woo menahan serangan itu dengan semua kekuatannya, dia menyilangkan tangan dan menerima secara langsung serangan itu. Meskipun sudah menahan dengan tangannya, perut kiri Tang tetap sobek dan mengeluarkan banyak darah.


Fenti tidak tinggal diam, dia mengumpulkan sisa mana yang tersisa dan menembakan panah api yang jauh lebih besar dari sebelumnya, dia mengarahkan panah itu ke tanah tempat beast itu berpijak. Beast itu bereaksi dengan pada serangan itu dan menyerang Fenti dengan ekornya.

__ADS_1


Fenti terpental terkena sabetan ekor itu Namun Tang woo datang tepat waktu, dia menangkap tubuh Fenti dan menggendongnya untuk melarikan diri.


__ADS_2