
Saat paginya harinya Tang woo dan Fenti terlihat sudah membaik dengan luka yang hampir kering. Mereka menyiapkan peralatan kembali dan berpikir untuk menemukan cara mengalahkan beast itu.
"Martial arts yang ku gunakan tidak efektif karena kulitnya yang sangat keras, kita harus mengalahkannya dengan cara lain."
"Jadi menurut mu, panah ku dapat melukainya begitu?"
"Aku tidak berpikir seperti itu, tapi melihat serangan terakhir yang kau gunakan kemarin, aku cukup yakin itu akan berpengaruh jika terkena tubuh beast itu, tapi aku tidak seratus persen percaya jika itu akan berhasil."
Fenti menghela napas mendengar ucapan Tang woo yang terlalu berharap pada serangan magicnya.
"Aku tidak pernah berpikir untuk mengandalkan otak seperti mu, bagaimana jika ini gagal? apa kau punya rencana lain?"
Fenti bertanya soal rencana kedua yang Tang woo miliki namun Tang woo diam saja karena dia sama sekali tidak mempunyai rencana kedua.
"Dengar, aku menganalisa kemampuan beast itu kemarin pada saat kau menyerangnya dengan kemampuan penuh mu, dia sama sekali tidak terluka kan? dan juga panah yang sudah ku lapisi mana tidak berpengaruh padanya aku berasumsi jika serangan luar tidak akan berpengaruh terhadap nya dilevel kita yang sekarang."
"Jadi maksud mu kita tidak bisa mengalahkan monster itu? lalu apa kau ingin melarikan diri--"
"Tidak, aku tidak berpikir untuk lari sekarang, aku memang mengatakan jika kita tidak bisa mengalahkannya dari luar, tapi kita masih tetap bisa membunuhnya dari dalam. Makhluk itu cukup cukup percaya diri dapat menang melawan kita karena bulu-bulu yang menyelimuti tubuhnya sangat keras dan tajam. Itu seperti armor yang berduri. Tapi ada satu tempat yang tidak ada armor bulu itu yaitu mulutnya. Kita hanya perlu bertarung dengan mengincar bagian mulutnya saja, kau akan bertarung dalam jarak dekat dan menahannya selama mungkin, lalu menciptakan celah dengan membuka paksa mulutnya, lalu aku akan menembakan panah api yang sebelumnya kupakai dan meledakkannya dari dalam."
"Bagaimana jika itu gagal?"
Tang woo mengikuti ucapan Fenti yang sebelumnya, sementara Fenti hanya tersenyum mendengar ucapan itu.
"Ini pasti berhasil tidak akan gagal."
Dan dengan ini rencana yang Fenti buat akan dijalankan sekarang, mereka keluar dari Goa persembunyian dan mempersiapkan diri dengan matang untuk memburu Tao yu beast. Masuk ke dalam hutan yang lebih dalam sekali lagi dan mulai mencari keberadaan monster itu lewat beberapa jejak kaki yang ditinggalkan.
"Kemungkinannya kecil kalau makhluk itu ada ditempat yang sama. Habitatnya tidak bisa kita prediksi tapi dia akan datang jika mencium bau darah monster lain."
"Kalau begitu kita harus memancing nya dengan membunuh beast lain yang lemah sampai monster yang kemarin datang. Untuk berjaga-jaga, aku akan ke atas pohon dan menyerangnya dari kejauhan."
Fenti dan Tang woo bertindak lebih terencana hari ini. Agar tidak memancing monster yang lebih kuat datang mereka mulai mencari monster-monster yang lebih lemah dan membunuhnya tanpa menghancurkan area sekitar. Fokus utama mereka adalah memancing keberadaan monster yang kemarin, jika mereka ikut menghancurkan area sekitar ada kemungkinan monster yang jauh lebih berbahaya akan datang.
Tepat setelah mereka memasuki kawasan hutan yang lebih dalam. Kawanan Lizard beast terlihat sedang menyantap bangkai wolf beast yang kemarin mereka bunuh.
Fenti menembakan anak panahnya dari pohon dan serangan itu tepat mengenai 5 kepala Lizard beast, sementara Tang woo dia menggunakan martial arts nya tahap keduanya untuk menyerang membunuh mereka dalam satu serangan. Tang woo menerjang ke arah berkumpulnya kawanan beast itu dan langsung meninju salah satu Lizard beast yang sedang makan. Pukulan dari Tang woo terlalu kiat bagi beast lemah sepertinya, kepala Lizard beast itu langsung terlepas dan terlempar ke arah pohon hingga pohon tersebut berlubang. Meskipun Tang woo sudah menahan diri namun bagi monster lemah yang tidak memiliki pertahanan, serangan Tang woo masih sangat berbahaya.
Kawanan Lizard beast itu langsung menyemburkan Cairan racun dari mulutnya, Tang woo menghindari serangan itu dengan mudah sementara Fenti masih belum diketahui, karena dia menghilangkan aura keberadaannya. Cairan yang keluar dari mulut Lizard beast bersifat asam, dan dapat meleburkan apapun yang dikenainya. Namun serangan itu tidak berguna jika tidak mengenai targetnya. Tang woo masih dapat dengan mudah membunuh mereka. Satu persatu kepala Lizard beast itu terlempar menghancurkan pohon-pohon yang dilaluinya. Rencana yang Fenti buat agar tidak menimbulkan kegaduhan hancur seketika dihadapannya. Saat Tang woo bertarung dia tidak bisa memberikan batasan pada dirinya sendiri sehingga banyak pohon yang tumbang karena serangannya.
Apa yang Fenti katakan akhirnya terjadi. Pertarungan itu memancing beast-beast lain datang menghampiri mereka. Spider beast dan Basilik beast menghampiri mereka dan langsung menyerang. Spider beast yang berada di atas pohon mendeteksi keberadaan Fenti dan langsung melemparkan jaring dari mulutnya, dan Basilik beast yang terkenal akan kulitnya yang keras menyerang Tang woo menggunakan ekornya. Tang woo menangkap ekor Basilik beast namun mereka berdua menyadari keberadaan makhluk yang lebih berbahaya. Tang woo dan Fenti pergi menjauh dari monster itu dan tepat setelah mereka menjauh. Tao yu beast menerjang dan membunuh kedua beast itu dalam sekali serangan.
"Hahahah ... jackpot aku tidak perlu menahan diri lagi kan."
Tang woo menghindari terjangan, berpijak pada pohon yang ada dibelakangnya dan meninju kepala beast itu dengan sekuat tenaga.
"Combat arts."
"Uppercut Fist!"
Tang woo meninju atas kepala Tao yu beast dengan kuat. Serangan itu sama sekali tidak menimbulkan kerusakan pada monster itu. Hanya ada Gelombang angin yang berhembus karena benturan itu. Namun Tang tidak berhenti sampai situ, dia menghindari serangan balasan dari Tao yu beast dan menuju ke bawah dagu nya.
"Combat arts."
"Flower Fist!"
Serangan itu juga masih tidak berpengaruh, Tao yu adalah monster yang memiliki pertahanan sangat kuat, namun bukan berarti itu tidak bisa dikalahkan, seorang master martial arts dapat mengalahkan monster itu namun kemampuan Tang woo saat ini masih belum cukup untuk menembus pertahanan beast itu.
Tang woo tidak menyerah hanya dengan itu, dia melakukan serangan kembali ke arah fital yaitu dua bola telur yang ada di bagian belakang bawah monster itu.
Namun Tao yu beast bertindak cepat, dia meruncingkan bulu-bulu tajam yang ada disekitar bawahnya. Tang tetap tidak peduli, dia tetap meninju dua telur itu meskipun tangannya tertusuk.
"Mega punch fist!"
Monster langsung mundur dan diam sesaat setelah terkena serangan, diam membatu namun beberapa saat kemudian menyerang secara membabi buta ke segala arah.
Fenti yang ada di atas pohon tidak bisa menganalisis kejadian yang terjadi, monster itu seperti kehilangan akal setelah Tang woo meninju dua bola telur nya. Dia menyemburkan bola api dari mulutnya hingga membuat kawah besar tepat di tempat mereka bertarung. Pohon-pohon juga ikut runtuh terkena cakarannya yang sangat brutal.
__ADS_1
"Kenapa monster ini mengamuk hanya karena aku menyerang dua bola nya."
"Itu pasti sangat menyakitkan, kenapa kau pria tidak memahami itu."
Rencananya sepenuhnya berantakan dan fokus mereka saat ini adalah menghindari serangannya. Itulah yang mereka pikirkan namun kerusuhan yang terjadi membawa mereka ke tempat kawasan beast lain. Yaitu tempat tinggal Hydra beast ular berkepala 7 yang masing-masing kepala dapat dapat menyemburkan napas beracun.
"Sialan kita dibawa ke tempat monster lain!"
Teriak Tang woo dengan kesal. Hydra yang merasa terancam mengeluarkan napas racun mulutnya tumbuhan yang ada di sekitarnya seketika layu. Indera pendengaran dan penglihatan mereka menjadi sangat buram. Perlahan-lahan napas mereka menjadi sangat dan sulit untuk bergerak.
Fenti yang berada di atas pohon terjatuh tidak bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya.
"Khk ... aku tidak bisa bernapas dengan benar, paru-paru ku sangat sesak."
Tao yu beast yang masih menggila menyerang Fenti dengan kaki depannya mengakibatkan dirinya terpental ke ke arah Hydra yang sedang menyemburkan racunnya. Karena tubuh Fenti yang terlempar ke arahnya Hydra menghentikan penyebaran racun itu dan berniat memangsa Fenti. Namun Fenti yang terpental langsung bangkit kembali tepat sebelum Hydra memangsanya.
"Aku benar-benar mencapai batas, tangan kiri ku mati rasa."
Fenti menghindarinya dengan menaiki pohon yang ada di sampingnya, sambil memegang lengan kiri yang penuh dengan darah. Karena efek yang diterima Fenti terlalu berat. Perlahan-lahan kesadarannya mulai hilang dan pandangannya sangat tidak jelas. Dia tidaklah menyadari Tao you beast yang menyemburkan bola api ke arahnya. Namun Tang woo bergerak cepat dan menyelamatkan Fenti dengan menggendong nya.
"Hei sadarlah, kalau tidak paksakan dirimu untuk sadar."
Tang woo menepuk kepala Fenti sambil menjauh dari situasi itu.
"Mulai sekarang serahkan padaku dan cepatlah pergi dari sini, ini adalah keputusan ku membawa mu kesini dan kau tidak bisa mati sekarang."
"Kubilang jangan tidur sekarang brengsek! paksakan dirimu sadarlah, hentikan pendarahan yang ada ditangan mu kalau tidak kau mati kehabisan darah."
Fenti langsung bangun setelah Tang woo menggetok kepalanya.
"Aku masih bisa--"
"Jangan gegabah, serahkan ini padaku dan pergilah sebelum ku lempar kau dari sini!"
Alhasil Tang woo pergi setelah mengatakan itu dan fokus mengerahkan semua yang dia miliki untuk mengatasi situasinya.
"Aku tidak pernah melihat monster yang sekompak ini. Kenapa kalian tidak saling bunuh saja?" monster itu tidak mengerti apa yang Tang woo katakan dan langsung menyerang secara bersamaan.
Hydra kembali menggunakan napas beracunnya untuk membuat Tang woo lumpuh, dan Tao yu beast menyerang Tang woo dengan terjangannya. Tidak ada pohon yang tersisa ditempat mereka bertarung. Semua pohon tumbang dan hancur.
Tang woo sibuk menghindari terjangan Tao yu beast dia membaca situasi untuk menciptakan sebuah celah.
'Apa-apaan kenapa monster ini tidak terpengaruh oleh gas beracun ini.' Pikir tang woo, namun dia langsung pemikiran itu dan fokus mengatasi Tao yu beast terlebih dahulu.
'Monster itu bereaksi setelah aku menyerang 2 bola nya, mungkin itu titik lemahnya.'
Tang woo langsung berlari dengan cepat menuju ke arah bawah Tao yu beast, namun monster itu seperti sudah mempersiapkan diri, dia menendang Tang woo dengan kaki belakangnya.
Tang woo terpental ke kubangan air tempat habitat Hydra dan tepat setelah itu efek dari udara beracun yang dia hirup mulai bereaksi pada tubuhnya.
"Khh ... kepala ku pusing dan pandangan ku buyar."
Hydra berhenti menggunakan nafas beracunnya setelah dia melihat racunnya sudah bekerja pada Tang woo. Dia menyerang Tang woo menggunakan taring yang ada di mulutnya. Tang woo menghindari itu dengan lompat ke udara namun Tao yu beast menerjang kembali dan menghantam tubuh Tang woo dengan sangat keras.
Tang woo tidak sempat melindungi dirinya dan terkena secara langsung serangan itu. Jantung Tang woo berhenti sesaat sebelum akhirnya berdetak kembali karena energi Qi yang Tang woo gunakan membuat tubuhnya menyesuaikan diri dengan tekanan yang ada.
"Tulang rusuk dan tulang iga ku retak, tapi aku tidak berpikir untuk mati disini."
Tang woo bangkit kembali dengan semua energi yang masih tersisa.
"Bagaimanapun caranya dan apapun yang terjadi aku akan membunuh kalian berdua."
Tang woo menggunakan energi Qi besar itu untuk melapisi tubuhnya, adrenalin dan kecepatan jantung Tang woo berdegup sangat cepat. Tang woo membebani tubuhnya dengan mengencangkan semua otot yang dia punya menggunakan semua kekuatan yang telah ada untuk naik ke level yang berbeda dari sebelumnya.
Di situasi yang membuat seorang pengguna martial arts melebihi batas-batasnya adalah situasi yang dimana hampir atau bahkan pernah mencapai atau mengalami ranah kematian itu sendiri. Tahap yang diperlukan untuk mencapai level tertinggi dari dari pengguna martial arts adalah tahap melalui gerbang kematian.
Yaitu tahap dimana seseorang mengalami kematian atau sekarat dalam pertarungan namun masih memiliki semangat bertempur yang kuat, dengan tekad sekeras baja. Seorang yang berhasil melewati tahapan itu dan berhasil hidup maka sebagai hadiah dari tahapan kematian yang telah berhasil dilalui, tubuh seorang martial arts itu akan mengalami evolusi ke tahap berikutnya yaitu ranah Evolusionary martial.
__ADS_1
Tahap dimana seorang pengguna martial arts berhasil melewati ranah ketiga dalam pembatasan diri. dan merekonstruksi ulang tatanan tubuh menjadi lebih baik dan kuat dari sebelumnya.
Energi Qi yang dipakai jauh lebih besar dari sebelumnya, karena ketika seorang pengguna martial arts berhasil melewati ranah kemanusiaannya yaitu ranah ketiga mereka akan memiliki tubuh yang setara dengan monster.
Ranah kultivasi dibagi menjadi 12 tingkatan yaitu.
- Ranah martial foundation.
- Ranah martial body.
- Ranah Evolusionary.
- Ranah Soul formation.
- Ranah spiritual body.
- Ranah Nascent soul spirit.
- Ranah Immortal.
- Ranah Martial God.
- Ranah Body Fusion.
- Ranah Heavenly Immortal.
- Ranah martial Earth God.
- Ranah Transcendence.
Dari masing-masing tingkatan hanya tingkatan satu dan dua yang tidak memerlukan pengorbanan yang besar untuk menggapainya karena tergantung tekad yang dimiliki oleh setiap pengguna martial arts. Sedangkan Ranah yang baru di capai Tang woo yaitu Ranah Evolusionary membutuhkan pengorbanan yang besar yaitu diperlukannya tekad kuat untuk bertahan hidup dari segala macam kondisi, kekuatan fisik yang mumpuni untuk maju ke level yang berbeda dan selanjutnya yaitu jiwa. Untuk naik ke tahap Evolusionary dibutuhkan jiwa yang benar-benar kuat karena jika seorang yang berjiwa lemah naik ke tahap ini akan menghancurkan tubuhnya sendiri atau menjadi gila. Karena tahap Evolusionary adalah tahap dimana membuka batasan-batasan pada tubuh manusia, jika jiwa tidak sanggup menanggung batasan itu maka pikirannya akan kacau.
'Aku merasa sangat segar entah kenapa tubuh ku menjadi lebih ringan dari sebelumnya. Rasa sakit ku pun hilang."
Saat Tang woo sedang merasakan perubahan dari tubuhnya. Tao yu beast langsung menerjang kembali ke arah Tang woo Tang woo yang sedang bingung terkena telak serangan itu sekali lagi.
Tubuh Tang woo yang baru saja Awakening langsung terpental kembali ke belakang hingga menciptakan lubang besar di tanah tempat Tang woo terpental.
Namun serangan itu tidak berakibat fatal, bagi Tang woo yang sekarang. Karena fisiknya setara dengan monster itu sendiri begitu juga dengan daya tahannya.
"Ini tidak terasa terlalu sakit. Aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi sekarang aku merasa bisa membunuh monster itu sekaligus."
Tang woo bangkit kembali dan bergerak cepat ke arah wajah Tao yu beast.
"Combat arts."
"Flower Fist!"
Pertama kalinya serangan Tang woo membuat damage yang besar pada monster itu. Dua taring besar yang ada di mulutnya patah karena serangan Tang woo.
Hydra menggunakan napas pelumpuhnya lagi namun Tang woo bergerak cepat ke tengah wajah monster itu.
"Combat arts."
"Cutter Fist."
Kelima kepala Hydra potong seperti kertas saat terkena serangan Tang woo. Tao yu beast yang sebelumnya terluka menyerang kembali dengan menyemburkan bola api ke arah Tang woo.
Namun Tang woo dapat dengan mudah menghindarinya dengan lompat dan berpijak pada dua kepala Hydra yang masih tersisa.
Alhasil serangan itu mengenai Hydra dan langsung membakarnya. Tao yu beast sengaja melakukan itu untuk menciptakan sebuah kesempatan. dan di saat Tang berhasil menghindari itu tepat di hadapannya Tao yu beast sudah menunggu dengan terjangannya.
"Tidak waktu menghindar."
"Combat arts."
"Puncture Fist!"
__ADS_1
Tang woo menggunakan seluruh kekuatannya yang ada dan beradu dengan serangan terjangan Tao yu beast. Namun perbedaan kekuatan diantara mereka sudah sepenuhnya berbeda. Tubuh Tao yu beast seketika hancur dengan semua sisa tubuh berhamburan di sekitarnya. Tang woo mengalami Evolusi Evolusionary dan sudah mencapai tahap Awakening kelima dan seharusnya dia bisa saja membunuh Tao yu beast dengan serangan normal. Kawah besar tercipta dari hasil pukulan Tang woo.