
Disela pertarungan yang intens itu, Alvitar berusaha untuk tetap tenang sambil menghindari semua serangan brutal Doggy beast.
'Setiap serangannya tidak berpola tapi menciptakan kombinasi serangan dengan sendirinya, satu menyerang dan satu lagi mengambil jarak untuk melakukan serangan yang sama setiap detiknya. Mereka terus melakukan itu agar membuatku terus tersudut. Ini bukanlah strategi tapi insting agar tidak memberikan musuh kesempatan untuk melakukan serangan balasan.'
Alvitar berpikir tenang dan membaca pola pergerakan mereka yang sama setiap detiknya. Dan pada saat cakaran dari salah satu beast itu mendekat, Alvitar membaca pola serangannya dan menghindari serangan berikutnya dengan menundukkan kepalanya lalu menerjang ke depan tepat saat beast yang sebelumnya menyerang sedang mengambil napas.
*Buaghh ...,
Satu beast terpental terkena tinju yang dilapisi energi. Beast itu mati tertancap ranting pohon setelah terkena serangan Alvitar. Karena dia terhempas tepat ke arah pohon yang sebelumnya terpotong terkena serangan anak panah angin Alvitar.
Doggy beast menjadi sangat panik saat temannya terbunuh kembali. Alvitar melakukan serangan balasan dengan menyerang mereka dengan sangat brutal.
Alvitar menggunakan teknik bertarung Tang woo yang sebelumnya dia tiru waktu itu. Dia merealisasikan itu di otaknya dan membuat pertarungan itu seperti sebuah latihan.
Alvitar mengingat semua gerakan yang Tang woo pakai saat itu. Dengan tingkat kecepatan stabil dan bergerak tanpa membuat banyak gerakan percuma. Alvitar merealisasikan itu dengan sempurna dan menggunakan pukulan tepat setelah menghindari serangan Doggy beast.
"Combat arts!"
"Flower Fist!"
*Bommm ...,
Pukulan Alvitar tepat mengenai leher beast itu dan membuat kepalanya terlempar ke pohon.
Ketiga beast yang ada di belakang semakin merasa terancam dengan keberadaan Alvitar. Beast itu seakan-akan seperti melihat bayangan kematian pada diri mereka sendiri.
'Rasanya tubuh ku lebih cepat dari sebelumnya. Apa ini efek dari meniru teknik gerakan seisho?' pikir Alvitar sambil melihat kedua telapak tangannya.
'Tapi tubuh ku belum terbiasa, untuk menyesuaikan gerakan yang sudah ku tiru, melakukannya secara berulang-ulang adalah pilihan yang tepat agar terbiasa.' pikirnya.
__ADS_1
Alvitar lalu melihat kebelakang kembali dan bersiap menghadapi 3 beast lagi.
Beast yang Alvitar hadapi terlihat sangat waspada kali ini. Mangsa yang seharusnya menjadi makanan predato kini berbalik. Beast itu terlihat tidak seperti pemangsa kali ini, dia bahkan tidak bertindak agresif seperti sebelumnya. Ketiga beast itu mengitari Alvitar dan menganggap Alvitar bukan sebagai buruan namun sebagai ancaman yang harus dimusnahkan.
Sementara itu di sisi lain. Pertarungan antara Ru tsung, Yeonhee, dan Liey Gong terlihat seimbang melawan masing-masing 2 beast. Meskipun pada awalnya mereka sedikit terdesak karena kebrutalan dari beast itu, namun mereka bisa menyesuaikan diri dan berbalik menyerang dengan sangat ganas seperti yang beast itu lakukan.
"Kecepatan, kelincahan, dan gerakan yang dibuat berkali-kali. Aku sudah mengerti konsep kalian dalam bertarung." ucap Liey Gong, sambil menghindari semua serangan beast itu dengan sempurna.
Doggy beast bertarung menggunakan insting dan bertindak berdasarkan naluri bertarung saja. Mereka tidak memiliki teknik dalam bertarung dan hanya mengulangi gerakan yang sama setiap menyerang, gerakan yang sama akan membuat lawan dapat membaca alur serangan dengan mudah dan mengantisipasinya dengan pertahanan ataupun serangan balik yang tidak terprediksi sebelumnya.
Meskipun bagi petarung pemula seperti mereka menghadapi Doggy beast tidak lah sulit jika setidaknya bisa bertarung. Karena pemahaman mereka sudah ada, sekarang hanya perlu mengasah pengalaman mereka.
"Ah, aku benar-benar tidak paham kenapa Hao ma bisa dibuat sekarat hanya karena beast seperti ini?" ucap Yeonhee yang sudah menghabisi satu Doggy beast dengan mudah.
Dia bertarung menggunakan martial arts dan sama sekali tidak menggunakan magic. Karena melawan beast petarung jarak dekat seperti Doggy beast sulit bagi Yeonhee untuk mempertahankan jarak, karena dia perlu memanifestasikan terlebih dahulu dan itu memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.
1 beast tersisa dari pertempuran Yeonhee. Beast itu menerjang kembali dengan cepat, menyerang menggunakan cakarnya yang tajam. Namun, serangannya berhasil dengan mudah Yeonhee hindari. Dia sudah hapal bagaimana pergerakan dari Doggy beast itu hingga di titik dimana dia sudah mengetahui pergerakan selanjutnya.
"Huh ... aku bahkan sudah bosan dengan pertarungan ini."
Yeonhee yang sebelumnya sudah menggunakan Energi Qi. Mengepalkan tangannya, lalu menarik kaki depan beast itu dan menghantamkan pukulan cross attack yang mengarah tepat pada wajah Doggy beast.
Pukulan Yeonhee cukup kuat hingga membuat kepala Doggy itu terlepas dan menancap di salah satu pohon. Serangan Yeonhee cukup gila dengan itu, ditambah teknik bertarungnya yang sudah terasah dengan baik dan membuatnya semakin kuat dari sebelumnya.
Namun, ada yang lebih gila daripada itu. Pertarungan antara Liey gong dan 2 beast itu seperti pertarungan yang berat sebelah. Dia menyiksa beast itu dan membuatnya menjadi samsak latihannya.
*Drackk ...
Dua beast dilempar oleh Liey gong seperti hal nya melempar karung goni.
__ADS_1
"Beast apapun itu marilah hadapi aku lagi! keluarkan semua yang kalian punya dan buat aku kuat dengan latihan ini." ucap Liey gong sambil mengepalkan tinjunya.
Dia menganggap melawan Doggy beast seperti latihan biasa baginya, pemikiran tentang bakat yang tidak bisa dilampaui seakan-akan sirna dipikiran Liey gong. Yang dia dia pikirkan saat ini adalah menjadikan beast yang ada di dalam hutan menjadi samsak untuk menjadikan dirinya lebih kuat.
2 Beast yang dihadapi Liey gong sampai bergetar hebat karenanya. Dalam pandangan beast itu, Liey gong terlihat seperti monster yang siap menerkam mereka. Tidak ada alasan lain bagi para beast itu untuk tetap bertarung. Karena naluri seorang beast sangatlah kuat, dua beast itu memilih melarikan diri dari tempat itu.
Liey gong ingin mengejarnya namun dihentikan oleh Yeonhee menggunakan magic air nya.
"Hei sadarlah. Biarkan beast itu pergi kita harus mengurus Hao ma terlebih dahulu."
*Ckc ...
Liey gong mendeccakan lidahnya dengan kesal, namun dia mengikuti perkataan Yeonhee dan membantu menyelamatkan Hao ma yang terluka.
Situasi di sana terlihat sangat berantakan sekarang, semak-semak belukar terpotong-potong dan hancur setelah pertarungan itu.
"Aghh ... hei ikatlah dengan pelan! kau membuat luka ku bertambah parah!" teriak Hao ma yang sedang dibalut kain lukanya.
"Jangan lemah, kau yang bertindak sebagai pemimpin sebelumnya tapi bahkan kau hampir mati oleh makhluk itu."
"Dasar sialan, aku yang menjaga kalian tadi kalau tidak ada aku kalian akan mat--"
*Kreet ...
Yeonhee mengeratkan ikatannya.
"Akkhh ... perempuan sialan! kau ingin membunuh ku hah?!"
"Diamlah jika sedang diobati!"
__ADS_1
Teriakan keras Hao ma terdengar keras dimalam hari yang gelap di dalam hutan.