
Setelah kepergian Alvitar dan yang paling lain, Yanzhong dan Beipan mulai berbicara satu sama lain. Tidak seperti sebelumnya yang berada di dalam ruang utama saat menyambut kedatangan mereka tadi. Saat ini, Yanzhong dan Beipan berpindah posisi dan berada di ruang pribadi Yanzhong yang mana tidak ada satupun orang yang boleh masuk ke dalamnya kecuali atas izin dari Yanzhong sendiri.
Sambil menghisap cerutu di mulutnya, Yanzhong akhirnya buka mulut soal niat aslinya.
"Hahaha ..., ini benar-benar menarik. Kau membawa anak berkualitas ke tempat ini."
"Jangan membuat lelucon seperti itu Kakak ... kau sendiri yang menyuruhku membawa mereka kesini." jawab Beipan.
2 jam sebelumnya.
Ini adalah saat di mana Alvitar sedang berusaha menggunakan magic besarnya untuk mengalahkan Beipan.
'Bocah ini melebihi ekspektasi ku, dia mampu membuat magic angin sekuat ini. Tapi ... ini tidak akan lama, setelah mana miliknya mencapai tahap maksimal. Dia tidak akan bisa menggunakan magic lagi.' pikir Beipan.
Pada kondisi itu, Alvitar sudah berada di dalam jangkauan area anti magic, yang mana syarat dari pengaktifan Artefak anti magic ini adalah masuk ke dalam jangkauan dan memaksa pengguna magic untuk menggunakan seluruh kemampuan magicnya. Pada tahapan ini Alvitar mengeluarkan magic terkuatnya yang mana seperti menggunakan semua kemampuan yang dimiliki oleh seorang magician. Artefak magic merespon reaksi magic itu dan langsung memblokir dan menyegel magic magic kuat yang datang.
Menggunakan magic terkuat bagi seorang magician sama seperti mengeluarkan seluruh kekuatannya, karena menggunakan magic terkuat akan lebih banyak menggunakan mana power. Untuk melawan Artefak anti magic seorang magician tidak boleh menggunakan seluruh kekuatannya. Namun itu sangat sulit karena di dalam area anti magic semua kemampuan terkuat akan dibatasi dan jika terus berada di dalam area itu semakin lama. Akan membuat magician tidak mempunyai kendali atas sihirnya sendiri dan tidak bisa menggunakan satupun magic dasar.
Disaat sebelum magic besar Alvitar tersegel. Yanzhong menghubungi Beipan lewat transmisi pikiran miliknya.
"Aku sudah menerima laporan dari Da shialang. Seorang budak memasuki kawasan hutan kita ya. Aku merasakan lonjakan energi spiritual (energi Qi) yang cukup besar darinya, ditambah lagi ada bakat magic yang mengalir di dalam tubuhnya--"
Beipan menyela perkataan Yonzhong.
"Langsung intinya saja Kak, apa yang kau inginkan dari bocah budak sepertinya?"
"Jangan membunuhnya dan bawa dia untuk bergabung kesini. Aku melihat potensi yang besar pada anak-anak itu. Jika dimanfaatkan mereka akan menjadi barang yang berharga untuk kita."
"Khh ... tidak biasanya kau tertarik dengan seseorang. Baiklah akan kuusahakan membawa dua anak ini."
"Tidak, bukan hanya dua orang itu saja, masih ada seseorang yang belum muncul. Tunggu saja saat mereka muncul dan buatlah mereka bergabung kesini apapun caranya tanpa membuat kekerasan sedikitpun."
Setelah memberikan perintah itu, Yonzhong mematikan transimisi pikiran miliknya.
"Sial, jika tidak menggunakan kekerasan akan sulit. Huh ... ini merepotkan, tapi aku tidak bisa membantah perintahnya." keluh Beipan, dia mulai menjalankan tugasnya setelah itu.
Situasi berpindah bertempat pada Alvitar dan yang lain sedang memilih perlengkapan persenjataan mereka. Terdapat bermacam-macam senjata yang tersedia di dalam situ. Berkilauan dan terasah dengan baik, tipe senjata yang kuat dan memiliki ketajaman yang sudah tidak usah dipertanyakan lagi.
Senjata yang ada di dalam situ, tertata dengan rapi dan bersih seolah-olah memantulkan cahaya saat diberikan sinar. Di situasi itu semua orang pasti akan bingung untuk memilih senjata di sana, karena semua senjata itu terlihat sangat bagus dan berkualitas.
__ADS_1
"Yap, ini sangat cocok dengan ku. Ukiran kapak tumpul yang benar-benar cantik dan ukuran senjata yang benar-benar cocok untuk kugunakan. Dan rantai besi yang mengikat pada ujung pegangan ini juga sangat kuat. Ini benar-benar pas." ucap Yeonhee sambil tersenyum.
"Wah ..., wah ..., wah ..., sungguh mata yang sangat mengagumkan. Kalian bisa mengetahui tingkat keberkualitasan suatu senjata ya ... aku turut senang dengan pilihan kalian."
Yeonhee dan yang lain memasang wajah bingung atas ucapan orang itu. Karena mereka hanya memilih apa yang menurut mereka cocok saja tidak lebih dan tidak kurang. Tidak ada alasan lain yang lebih spesifik selain itu.
Orang itu lalu melirik ke arah Alvitar yang sedang memegang sebuah pedang besar yang bahkan lebih sebesar tubuhnya sendiri.
"Hofund Buster ini adalah pedang yang sangat berat dan terlalu besar untuk mu apa kau yakin memilih ini?"
Tidak ada alasan lain untuk mempertanyakan itu, pedang yang Alvitar bawa sangatlah besar dan berat tentu itu akan membebani tubuhnya sendiri.
Namun, Alvitar memiliki pemikiran berbeda untuk itu.
"Aku memilih ini walaupun tidak cocok sekalipun, senjata yang lebih besar dan berat akan membuat tubuh menyesuaikan diri dengan tekanan yang ada. Aku suka ini."
Alvitar sudah yakin dengan pilihannya.
"Ya, aku tidak bisa protes untuk itu. Tapi meski senjata mu terlalu besar dari tubuh mu sendiri. Harus ku akui pilihan mu juga tidak buruk. Karena yang kau pilih adalah senjata kelas Unique."
Alvitar dan yang lain lagi-lagi tidak mengerti maksud dari ucapan orang itu. mereka tidak paham kelas senjata yang orang itu maksudkan.
"Huh? maaf jadi kalian belum tau ya mengenai tingkatan senjata. Jadi tingkatan senjata dibagi menjadi 8 jenis. Normal, Special, Unique, Immortal, Mythical,
Divine Star, Ultimate Divine dan Supreme Divine. Tingkatan senjata berpengaruh pada hasil dari pertarungan antar senjata lain."
"Maksudku, misal dalam pertarungan antar dua orang dengan tingkatan senjata yang berbeda yaitu tingkatan normal dan tingkatan special sudah pasti yang menjadi pemenang adalah tingkatan special karena kualitas dari senjata special lebih baik dari tingkatan normal."
Alvitar dan yang lain memahami maksud dari penjelasan orang itu.
"Jadi bagaimana cara membuat senjata yang dipegang agar naik level? apakah itu bisa?" tanya Yeonhee.
"Tentu saja bisa, senjata akan lebih kuat dan naik tingkat jika pengguna itu sendiri bertambah kuat. Senjata akan berevolusi ke tingkat selanjutnya jika penggunanya juga mengalami evolusi perubahan. Kalian juga pasti sudah tau kan tingkatan dari evolusi manusia? tingkatan evolusi manusia sama halnya dengan tingkatan para pengguna martial arts."
Ranah martial foundation.
- Ranah martial body.
- Ranah Evolusionary.
__ADS_1
- Ranah Soul formation.
- Ranah spiritual body.
- Ranah Nascent soul spirit.
- Ranah Immortal.
- Ranah Martial God.
- Ranah Body Fusion.
- Ranah Heavenly Immortal.
- Ranah martial Earth God.
- Ranah Transcendence.
"Itulah tingkatan evolusi manusia, jika tingkatan evolusi manusia lebih tinggi dari tingkatan senjata yang dipakainya, maka senjata itu akan berevolusi ke tahap Supreme Divine kelas senjata yang tidak dapat dihancurkan. Aku seperti mengajari kalian tentang pemahaman ini." ucap pria itu sambil tersenyum ramah.
"Kalau begitu apa kau bisa mengukur ada di tingkatan mana diriku?" tanya Alvitar.
"Tingkatan tidak bisa diukur oleh orang lain tapi itu bisa dirasakan oleh diri sendiri. Tapi tidak diukur pun sudah jelas kau ada di tingkatan martial body. perlu latihan dan perjuangan ekstra untuk dapat berevolusi melampaui ranah manusia."
Alvitar mengeratkan genggamannya saat itu.
"Oke selanjutnya, kalian sudah memutuskan dengan baik kan, senjata yang cocok dengan pilihan kalian. Kalau begitu mari mulai kontrak senjatanya."
Pria itu mengeluarkan belati kecil dari sakunya.
"Lukai lah tangan kalian sedikit dengan belati itu dan cucurkan darahnya ke atas senjata yang kalian pilih."
Yeonhee mulai mengikatkan kontrak senjatanya. Dia mengiris tangannya tanpa berpikir dan mengucurkan darah miliknya ke atas senjata itu.
Tanda seperti kelopak bunga berwarna merah muncul dan menjadi tanda pada senjata milik Yeonhee.
"Kontrak berhasil, selanjutnya. Lakukan hal yang serupa." ucap pria itu.
Selanjutnya lalu giliran Alvitar dan yang lain. Mereka menyelesaikan ritual kontrak itu tanpa hambatan.
__ADS_1