
Setelah berita gemparnya penyerangan ke salah satu cabang markas aliansi aliran hitam yang di lakukan oleh ketiga penyusup, lantas membuat kedua aliran di dunia persilatan menjadi penasaran ingin mengetahui identitas dari ketiganya.
Mengetahui belasan anggotanya di bunuh dalam satu malam. Membuat pemimpin tinggi dari Kelompok Taring Serigala, Gong Xui geram dan menaruh amarah dendam terhadap pelakunya, ia dengan perasaannya saat ini telah membulatkan niatnya untuk menangkap tiga orang itu untuk dia penggal kepalanya menggunakan tangannya sendiri.
Semua pendekar dari kelompok-kelompok yang tergabung dalam aliansi aliran hitam di beritahu langsung oleh anggota-anggota Mo Xing untuk datang dan bersama-sama berembuk membahas apa yang sebelumnya terjadi kepada aliansi mereka.
Di dalam sebuah ruangan yang di keempat sudutnya terdapat patung-patung aneh berdiri. Telah duduk lima individu pemimpin-pemimpin dari kelompok-kelompok yang tergabung dalam aliansi.
Sebenarnya, jumlah dari jumlah pemimpin yang datang hari ini tak sepenuhnya hadir semua. Sebagiannya memberitahu bahwa masing-masing dari mereka sedang sibuk dengan urusannya dan itu menghalangi untuk datang memenuhi panggilan Mo Xing.
"Ku pikir dirimu tidak akan datang setelah apa yang terjadi kepada anggotamu," ucap Ming Ling dengan senyum mengejek terhadap Gong Xui yang baru saja hadir setelah keempat orang ini telah menunggu bosan kedatangannya. Tak menunggu protes darinya Ming Ling kembali memotong. "Aku turut prihatin kepadamu, tapi itu sebenarnya patut di dapatkan oleh seseorang yang telah dengan terang-terangan menjiplak nama dari kelompokku!"
Nada dari suku kata ambigu terakhir Ming Ling terdengar sangat menusuk sekali. Di sini lain, Gong Xui sudah tahu setiap ia bertemu dengan wanita cantik namun berhati setan itu akan terjadi pertukaran kata seperti ini di antara mereka berdua.
Namun demikian, sebelum berangkat kesini ia telah berjanji akan tidak mengambil hati dan tak terpancing terhadap hinaan itu. Akan tetapi, tetap saja membuatnya merasa tak bisa mengontrol emosinya setelah mendengarkan kata demi kata yang di dalamnya terdapat hinaan itu.
"Menjiplak?! Mungkin itu hanya sebuah pembelaan dirimu saja, karena kaulah yang meniru nama kelompokku. Dan sebab itulah kau selalu memojokkanku terlebih dahulu, agar dirimu bisa berasa berada di atas angin dan menjadikan itu sebagai peralihan semata!"
Ming Ling tak merespons membalas dengan perkataan juga. Dia hanya menyunggingkan senyum sinis dan dengan mata memandang acuh tak acuh.
__ADS_1
"Tentang pembunuhan itu," lanjut Gong Xui, "aku sudah memerintahkan separuh dari seluruh jumlah anggotaku untuk menyisir seluruh area yang kemungkinan di lalui ketiga penyusup itu lewati. Dan hanya tinggal menunggu waktu saja pedangku ini akan menarik nyawanya."
Tidak mau topik dari pembicaraan yang telah ia susun sebelumnya keluar dari alurnya. Dengan helaan nafas panjang Mo Xing mengambil alih pembicaraan dan kemudian seluruh pasang mata dari ke empat orang itu memusatkan pandangannya ke dirinya.
"Memanggil kalian berdua kesini bukan untuk menbuat keributan sepele seperti itu. Aku sedikit kecewa mendengar yang lainnya tak bisa hadir, tetapi karena menurutku ini masalah yang serius maka kita akan membahas dan mencari solusi."
Kedua lelaki yang sedari tadi memandang datar Ming Ling dan Gong Xui yang sedang beradu mulut kembali memasang wajah serius sedetik setelah Mo Xing berucap.
"Setuju dan sangat setuju dengan ucapan ketua Xing. Jujur aku sangat bosan melihat kalian berdua selalu berperilaku seperti itu, setiap kalinya pertemuan di adakan," ucap Yang Shu sambil memandang tajam keduanya. Respons anggukan di berikan oleh Lin Baizi ketua dari Kelompok Kalajengking Beracun yang sedari tadi diam.
Sebelumnya, Lin Baizi adalah tangan kanan dari Guo Heng yang dengan di depan matanya sendiri mati di tangan Wang Yuan. Dia melihat kejadian itu, karena dirinya juga pada saat itu ikut melakukan penyerangan.
Ming Ling dan Gong Xui tanpa aba-aba secara serempak seketika menyelimuti ruangan ini dengan aura pembunuh pekat, pandangan keduanya tak beralih dari Yang Shu.
Ming Ling dan Gong Xui seketika menelan ludah. Setelah suasana dan keheningan terjadi selama beberapa detik, Mo Xing kembali menghilangkan aura pembunuhnya.
Beberapa jam terlewati, mereka berlima telah mengeluarkan pendapat-pendapat. Masing-masing pendapat itu mempunyai arti tak jauh berbeda. Intinya mereka sepakat untuk menambah ketetatan dari penjagaan markas, dan yang paling penting dari apa yang telah mereka lalui untuk berdiskusi. Penyerangan besar-besaran dari aliansi aliran hitam harus di lakukan secepatnya.
**
__ADS_1
Dua hari ini Li Fang tidur di dalam hutan. Ia berniat kembali melanjutkan petualangannya esok hari. Yang menjadi tempat dirinya ketika ingin terlelap dalan ketiduran hanyalah sebuah dahan pohon.
Pada saat dirinya lapar ia akan masuk ke dalam hutan untuk berburu hewan. Dan kebetulan siang ini ia mendengar perutnya berbunyi. Li Fang lantas melompat turun dari atas dahan pohon.
"Meski aku yakin bisa membunuh hewan-hewan buas, tetapi itu tak akan kulakukan. Aku tidak mau membuat kehidupan ekosistem seluruh hewan di dalam hutan ini terganggu."
Li Fang berniat menangkap ayam-ayam atau hewan yang jumlah dari kembang biaknya banyak di bandingkan hewan-hewan seperti serigala, macan, yang jika di lihat semakin tahun jumlahnya semakin menurun di sebabkan oleh pendekar-pendekar tamak yang hanya memetingkan diri sendiri.
Hewan yang kemungkinan bisa bertahan selama beberapa ratus tahun memiliki daging yang berakhasiat menambah tenaga dalam dan stamina salah satunya adalah serigala.
Kendati demikian itu adalah hal yang menguntungkan terhadap pendekar berkemampuan tinggi, tetapi menurut Li Fang itu adalah seseorang yang egois, hanya mementingkan diri sendiri. Dia memposisikan dirinya sebagai hewan yang di buru oleh pendekar, karenanya ia memiliki pemikiran seperti itu.
Li Fang dengan langkah sedang melangkah masuk ke dalam hutan. Namun selama beberapa saat, ia merasakan ada sepasang mata yang sedang menatapnya, tapi ia tak ketahui dimana tepat letak keberadaan orang itu.
Li Fang mengalihkan pandangannya keseluruh penjuru. "Aku tak akan menyinggung orang ini. Namun, jika dia membuatku merasa terganggu terpaksa aku harus melawannya," katanya dalam hati kagum dengan cara orang itu menyamarkan aura keberadaannya.
Li Fang jelas berusaha tak mau mencari masalah dengan orang yang kemampuannya berada jauh di atasnya, akan tetapi jika orang itu yang terlebih dahulu 'mengganggu' senantiasa ia akan meladeninya walaupun itu dengan susah payah.
Setelah mendapat hewan buruannya, ia berasumsi orang misterius yang sedang menatap pergerakannya dengan sembunyi-sembunyi sedari tadi. Sepertinya tak memiliki niat buruk kepadanya, yang lantas membuatnya bingung tidak mengerti dengan tujuannya.
__ADS_1
"Grrhhh!"
Geraman dari hewan buas menarik pendangan Li Fang untuk mengetahui jenis dari sumber geraman hewan itu apa.