Legenda Pedang Surgawi

Legenda Pedang Surgawi
Pil Bunga Matahari


__ADS_3

Keadaan Desa para penempa telah membaik seperti sedia kala. Warga bergotong royong untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Dan, pagi ini Li Fang berniat meninggalkan Desa. Pasalnya, ia merasa telah terlalu lama dirinya di sini. Bisa-bisa tujuan utamanya berpetualang terlupakan.


"Nak. Bisakah kau tinggal sedikit lebih lama lagi ini di sini? Aku akan membantumu mencari cara untuk membuka meridianmu."


Li Fang tersenyum lembut. "Junior ini suatu saat nanti akan menjadi kuat, Kek. Dan ketika saat itu telah tiba kita akan bertemu kembali."


Dia berniat menjalin relasi, karena untuk kedepannya menurut dirinya sendiri, kedepannya Desa para penempa ini akan memiliki peran besar bagi Kekaisaran dan juga bagi dirinya. Sebab, suatu saat nanti Li Fang berniat membangun sebuah Sekte, dan yang menjadi pemasok pedang beserta senjata-senjata yang lain adalah penempa di desa ini.


Ye Biu merasa sangat amat berat melepaskan kepergian cucu dari sahabatnya ini, tapi ia juga tak berhak menahannya. Sedangkan Ye Fai yang di tangannya sudah memegang Pedang Langit Bumi terlihat dari matanya tergenang air ingin menangis.


Sebelumnya, Ye Biu sempat marah karena tidak menyetujui pemberian Pedang Langit Bumi Li Fang berikan ke Ye Fai. Namun, setelah alasan atas mengapa Li Fang memberikannya ia sampaikan, sang Kakek kemudian jadi mengerti. Padahal ia telah berniat memberikan sesuatu ke cucunya.


Li Fang memberitahu bahwa ia sudah membawa banyak barang berharga yang telah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaganya. Bila, dia membawa Pedang Langit Bumi bersamanya, kemungkinan akan menambah bebannya saja. 'Barang berharga' yang di maksudnya Kalung Liontin dan Pedang Surgawi.


Semalam penuh di jadikan waktu untuk bercakap Li Fang dan sang Kakek. Ye Biu terkejut kala bertanya mengapa ia bisa menggunakan Pedang Langit Bumi tanpa mengalirkan tenaga dalam. Jawaban yang di dapatnya dari Li Fang adalah 'meridianku tidak bisa terbuka, Kek' yang lantas membuat sang Kakek terkejut. Semalam terlihat ada yang ingin di sampaikan olehnya, tapi tak jadi ia keluarkan.

__ADS_1


"Kalau itu keputusanmu, Kakek tidak akan menahanmu, Nak. Namun, sebelum kamu meninggal Desa ini, sesuatu ingin ku berikan kepadamu..."


Selang beberapa saat, Ye Biu memberikan sebuah Pil berwarna emas ke kemerah-merahan. Lantas memaksa Li Fang merajutkan alisnya. "Ini apa, Kek?" tanyanya seraya menerima pemberian Ye Biu.


Li Fang bertanya demikian, karena petualangannya ini baru saja di mulai beberapa waktu lalu. Dia masih belum mengetahui banyak hal tentang dunia persilatan. Ye Biu mengangkat sudut bibirnya tersenyum. "Yang ada di tanganmu adalah Pil Bunga Matahari. Pil tersebut bisa langsung menambah seratus lima puluh lingkaran tenaga dalam seorang Pendekar setelah meminumnya."


Di dalam hatinya, Li Fang terkejut. Untung saja ia menahan dirinya untuk tidak tersentak kaget. Dia tak mengambil Pedang Langit Bumi karena ia tak mau menaruh tanggung jawab lagi, tetapi ia tak akan menyia-menyiakan Pil ini.


"Akan tetapi...," Ye Biu kembali membuka suara, "Kakek sarankan kepadamu agar menelan Pil ini setelah kamu telah mendapat cara membuka meridian di dalam tubuhmu. Supaya hasil dari peleburan Pil menjadi lingkaran tenaga dalam di dalam tubuhmu menjadi maksimal."


"Makasih banyak, Kek." ucapnya seraya memasukkan Pil tersebut di dalam saku bajunya. Tetapi, entah mengapa, ia merasa rasa tanggung jawabnya semakin menambah. Karenanya, ia menaruh janji untuk membalas semua kebaikan orang-orang yang sudah membantunya selama ini suatu saat nanti.


"Namun, kalau meridianmu telah terbuka dan tubuhmu juga sudah bisa memproduksi tenaga dalam. Mohon kembali lah lagi kesini, akan ku ajarkan jurus tingkat tertinggi dari sang Dewa Pedang ini." Ye Biu berkata dengan tertawa kecil.


Setelah beberapa saat, Ye Biu dan Ye Fai kemudian mengantar Li Fang ke gerbang desa.

__ADS_1


Tanpa di ketahui oleh Li Fang. Di gerbang sudah banyak penempa yang berkumpul untuk melepas kepergiannya, ia di buat sedikit terharu. Semua penempa tak akan melupakan bantuan Li Fang kala membantu menyelamatkan keutuhan desa ini.


"Aku pamit... Semoga Kakek dan Saudara Fang beserta semua penempa desa ini di berikan kesehatan." Volume dari suaranya sedikit ia naikkan supaya dapat di dengar oleh penempa yang lain.


Ye Biu menganggukkan kepala pelan dengan senyuman tipis merekah di bibirnya. Sorak sorai dari para penempa mengiringi langkah Li Fang meninggalkan Desa sampai ia tak terlihat lagi.


Setelah Li Fang tak terlihat lagi dari pandangan matanya, Ye Biu terlihat tersenyum. "Jelas, dia kelak akan menjadi yang terkuat di seluruh dunia persilatan ini...," gumamnya. Ia sangat yakin dengan perkataannya setelah mengetahui tubuh Li Fang. Sebab, ciri-cirinya menurutnya sama persis dengan salah satu kisah dari legenda seorang Pendekar hebat itu.


**


Li Fang berniat ke Sekte Jia Song dan Jia Bingbu berada yang sebelumnya di beritahukan letaknya di sebuah kota bernama Lu'an. Informasi yang di berikan sepenuhnya tidak salah, untuk pergi kesana harus melewati beberapa kota lebih dahulu, dan harus melewati salah satu kota besar, yaitu Fezhou.


Namun, hal-hal kecil sepertinya tak di katakan oleh Kakak beradik itu. Pasalnya, setelah ia bertanya ke Ye Biu. Sang Kakek memberitahu bahwa dirinya juga harus menyebrangi sebuah Danau untuk sampai ke kota Lu'an.


Beberapa jam berjalan mengikuti arah petunjuk yang sudah di berikan oleh Ye Biu. Tidak jauh di depannya terdapat sebuah kedai (rumah makan) yang tak terlalu besar. Jam-jam segini teriknya panas matahari sudah mencapai puncaknya, karenanya Li Fang berniat untuk beristirahat sebentar di kedai tersebut...

__ADS_1


__ADS_2