
"Sedikit pun, kalau kau gerakkan tubuhmu. Dalam sekejap pedang ini akan memutus lehermu."
Ye Biu mengacungkan pedangnya ke leher Yuo Lin. Tak ingin membiarkan wanita itu bergerak, dan berusaha mengantisipasi agar serangannya yang datang tiba-tiba seperti tadi tidak terulang lagi. Setelahnya, dirinya kemudian mengalihkan matanya memandang pertarungan antara Li Fang dan Gu Feng yang berimbang, ia membuka tutup mulutnya melihat kemampuan anak itu dalam berpedang lumayan lihai bagi anak seumurannya, bahkan ia yakin cucunya tak memiliki bakat kemampuan sepertinya.
Kekaguman bercampur keheranan seketika menyelimutinya saat semakin lama memperhatikan dengan teliti Li Fang. Ye Biu merasakan sama sekali tak ada tenaga dalam yang anak itu alirkan ke Pedang Langit Bumi. Sedang ketika ia dahulu, kala menggunakannya tenaga dalam yang harus ia keluarkan lumayan banyak. Bukan karena dia sengaja mengalirkannya, melainkan sang pedang lah sendiri yang menyerap. Melihat Li Fang tidak sedikitpun menggunakan tenaga dalam, membuatnya mengerutkan dahi heran.
Suara tapak kaki terdengar dari belakang Ye Biu yang masih dalam posisi mengacungkan pedang ke Yuo Lin. Ye Fai beserta beberapa pengawal yang di tugaskan oleh ayahnya untuk menjaganya berlari ke arah Kakeknya.
"Mengapa kamu kesini, tidak aman bagimu dalam keadaan luka yang masih begitu parah ke area pertarungan ini!"
"Aku tidak bisa membiarkan Kakek dan Saudara Fang bertarung sendirian melawan mereka..."
Tanpa di sadari oleh mereka berdua, Yuo Lin terlihat menyunggingkan senyum licik. Seluruh anggotanya yang terus menatap Penatuanya menunggu perintah untuk membantu akhirnya bergerak menyerang Ye Biu.
"Cepat serang Kakek dan cucu ini!" seru Yuo Lin menerka anak muda ini adalah cucu dari Ye Biu.
Semua anggotanya maju bersamaan berusaha membebaskan Yuo Lin dari ancaman Ye Biu. Dan melakukan perintah penatuanya. Namun, sebelum mereka melangkah terlalu jauh. Tiba-tiba mereka semua serempak terdiam terpaku tak beranjak melanjutkan langkahnya menyerang. Masing-masing dari mereka merasakan ketakutan yang amat luar biasa. Kaki bergetar hebat, keringat dingin keluar melalui pori-pori, dan yang paling membuat Yuo Lin ngeri adalah darah yang keluar di seluruh lubang tubuh masing-masing anggotanya.
Hal itu terjadi karena Ye Biu meledakkan aura Pendekar Langit-nya yang telah berada di tahap menengah menekan semuanya.
"Beraninya kau memerintahkan seluruh anggotamu untuk menyerang cucuku..."
Meskipun pelan, akan tetapi tekanannya membuat suaranya terdengar dingin. Yuo Lin merasa semua bulu-bulunya berdiri, ia pernah merasakan aura seperti ini, tetapi waktu itu telah berlalu lama. Dan untuk kedua kalinya ia kembali merasakan aura ini, yang pertama kala itu ia rasakan saat bertarung melawan salah satu Penatua Siluman Ras Buaya yang menguasai seluruh lautan dan muara di Benua Tengah. Keduanya ia dapat saat sedang berlatih tanding bersama Ketuanya sendiri.
Ye Fai segera di bawa menjauh oleh pengawalnya dari tempat kakeknya itu. Dari jauh ia melihat, hatinya tersentuh melihat Kakeknya marah karena dirinya ingin di serang, menandakan bahwa ia masih di sayang olehnya.
__ADS_1
**
Walaupun masih kalah pengalaman bertarung. Namun, ia masih bisa membuat pertarungan ini berimbang. Li Fang berani meladeni beradu pedang sama Pria ini, karena dia percaya dalam seni berpedangnya setelah selama ini berlatih memakai pedang kayu bersama Wu San.
Li Fang juga merasa terkejut, karena Pedang Langit Bumi sama sekali tak menghambat pergerakannya. Justru, ia rasa serangannya menjadi lebih mematikan menggunakan pedang ini.
"Kakek Biu sebelumnya berkata kalau Pedang Langit Bumi masih belum bisa di sandingkan oleh Pedang Surgawi. Bagaimana jika aku menggunakan Pedangku ini...," batin Li Fang antusias ketika mengetahui pedang pusaka ini tak menyerap energi kehidupannya, ia juga berharap Pedang Surgawi melakukan hal yang sama.
Setelah pertarungan ini, dan sebelum ia meninggalkan Desa. Li Fang berniat memberikan Pedang Langit Bumi untuk Ye Fai. Dia merasa sangat serakah sekali ketika memiliki dua pusaka tingkat tinggi.
Li Fang menghembuskan nafas pelan mengusir kelelahannya, setelahnya kembali melayangkan serangannya.
Awalnya, Gu Feng di buat terkejut setelah beberapa lama bertarung. Anak muda ini ternyata mampu mengimbanginya dan bahkan sekali-kali dapat menekannya.
Trang...
Trang...
Nafas Li Fang masih terlihat stabil, begitu pun juga dengan serangannya. Beberapa kali kala pedangnya saling berbenturan, berhasil membuat sang lawan mundur selangkah.
Sedang Gu Feng terlihat nafasnya sudah tak teratur, "fisik anak ini sangat kuat...Tapi, aku tak akan kalah dengan bocah yang masih bau kencur sepertinya," katanya dalam hati.
"Entah mengapa aku merasakan saat ini kau sedang dilema berfikir ingin melanjutkan pertarungan ini," ujar Li Fang sembari tersenyum mengejek.
"Cuih!" Gu Feng merespons dengan meludah ke tanah.
__ADS_1
Dan demikian, sebelum ludah itu jatuh ke tanah. Li Fang telah berada di hadapannya, "Kaget?" ucapnya pelan dengan Pedang Langit Bumi yang sudah mengambil ancang-ancang.
Singg...
Namun, Gu Feng masih bisa menghindar meskipun dengan sedikit susah payah. Pasalnya, serangan yang datang itu sangat tiba-tiba tak di duga olehnya.
"Huh, hampir saja," keluh Gu Feng sambil menghela nafas dengan kernyitan di dahinya.
Li Fang yang berniat memberi serangan lanjutan, tiba-tiba merasakan tubuhnya susah bergerak. Seperti sedang di tekan oleh sesuatu yang tak kasar mata. Hal tidak berbeda terjadi kepada Gu Feng.
"A-aura a-apa ini?" ujar Gu Feng sesaat sebelum pandangannya jatuh ke pemilik aura itu.
Pandangan dari kedua orang yang terpaksa menghentikan pertarungannya ini segera mengalihkan pandangannya ke seluruh siluman yang terjatuh di bawah sambil meneriakkan erangan kesakitan.
Li Fang melebarkan kedua matanya, kala mendapati Ye Biu tanpa alasan yang tak di ketahuinya menekan semua orang di sekitarnya menggunakan aura yang sama persis pernah ia rasakan saat bertemu dengan penguasa Ras Ular bersisik hitam tersebut. Sensasi dari kengeriannya tak jauh berbeda.
"Kali ini aku masih berbaik hati kepadamu. Kau boleh pergi dari sini, tetapi dengan satu syarat. Kalau di keesokan nanti Ras kalian sekali lagi berani menganggu warga-warga Desaku. Gua yang menjadi tempat tinggalmu bersama semua anggotamu tidak segan lagi akan ku runtuhkan!"
Ye Biu kembali menarik auranya, seketika membuat semua anggota Yuo Lin kembali normal, memberhentikan erangan kesakitan yang mereka serukan saat aura itu menekan.
Namun demikian, itu tak membuat Yuo Lin tenang. Dia menelan ludah saat mendengar kalimat terkahir Ye Biu.
Tak lama kemudian. Yuo Lin, Gu Feng, dan kesemua anggota nya beranjak pergi dari sini. Selama beberap detik Yuo Lin dan Li Fang saling bertatapan sebelum dirinya berubah wujud menjadi macan.
Andai saja Ye Biu tak memberikan Pedang Langit Bumi ke dirinya, kemungkinan saat ini ia sudah terluka parah kala selesai bertarung melawan Gu Feng, tetapi kemungkinan itu tidak jadi terlaksana karena pedang ini membantunya.
__ADS_1
Tidak lama juga setelah Siluman-siluman itu tak lagi terlihat. Ye Biu, Li Fang, dan Ye Fai kembali masuk ke dalam Desa.