LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Tawanan


__ADS_3

Kabar mengenai paviliun merpati akan melelang sebuah pill tingkat 9 segera tersebar luas ke seluruh kota perak, semua perwakilan dari klan bangsawan, baik dari sekte pedang suci, sekte aliran hitam, semua yang mengetahui kabar mendadak tersebut kini menyesal karena tidak membawa uang yang banyak.


Di kediaman penguasa kota perak kini tengah melakukan rapat mengenai pelelangan yang akan diadakan besok tersebut.


"Patriak, pokoknya klan kita harus mendapatkan pill tersebut, walaupun kita tidak tau kebenarannya, tetapi paviliun merpati tidak pernah berani berbohong masalah pelelangan" ucap tetua pertama yang di dukung oleh tetua lainnya.


"Yaah, demi memperlancar tujuan besar kita, kita harus memiliki pill tersebut agar leluhur klan kita dapat mencapai tingkat pendekar suci bintang 1, karena leluhur sekarang sudah berada di pendekar legenda tingkat 3, jangan pernah beritahu masalah ini kepada dunia luar, kalau ada yang membocorkannya, aku akan membunuhnya!" ucap Zhou Zun mengancam para tetua yang hadir di rapat tersebut. "Baik patriak!" ucap mereka serentak.


"Apakah ada dari kalian yang tau mengenai Fei'er dan Jenderal Lu?, kenapa mereka belum pulang?, apakah semua ini ada kaitannya dengan Feng Cu" tanya Zhou Zun kepada semua tetua yang ada di aula tersebut


"Patriak, menurutku lebih baik kita fokus mendapatkan pill tingkat 9 tersebut terlebih dahulu, jika kita sudah mendapatkannya pasti memperlancar tujuan besar kita" ucap tetua pertama kepada Zhou Zun.


"Yahh urusan Feng Cu, aku sendiri yang akan mengurusnya nanti setelah acara di kota telah selesai" ucap Zhou Zun yang menganggap remeh Feng Cu.


*


Di penginapan Bangau Putih, tepatnya di kamar Lin Fan, kini terlihat Lin Fan dan Yun Xue makan bersama.


"Apakah kakak Fan suka makanan buatanku?" ucap Yun Xue malu malu. "Ya, makanan buatanmu sangat enak Xue'er" ucap Lin Fan yang makan dengan lahap. Yun Xue yang melihat Lin Fan makan dengan lahap pun sangat senang dan bahagia.


Tidak lama kemudian mereka pun akhirnya selesai makan malam, kini terlihat Yun Xue masih menemani Lin Fan duduk di dalam kamar tersebut.

__ADS_1


"Xue'er kamu kelihatan kelelahan, lebih baik kamu tidur di kasur itu, aku akan tidur di kursi ini" ucap Lin Fan yang melihat Yun Xue kelelahan karena seharian tidak pernah beristirahat.


"Aha tidak masalah kakak Fan, lebih baik kakak Fan yang tidur di kasur, dan aku akan tidur disini pasti kakak Fan juga kelelahan" ucap Yun Xue yang mengalihkan perhatian yang sebenarnya sangat ingin tidur bersama Lin Fan.


"Tidak, Xue'er kamu harus beristirahat, begini saja aku akan menemanimu di kasur, setelah kamu tidur aku akan pergi ke kursi itu" ucap Lin Fan kepada Yun Xue karena tidak tega melihat seorang wanita yang kelelahan.


"Em kalau kakak Fan mau temani aku sampai tertidur baiklah" ucap Yun Xue yang kini berjalan bersama Lin Fan menuju ke kasur tersebut.


"Silahkan tidur duluan Xue'er, aku akan menjagamu tenang saja" ucap Lin Fan yang menyuruh Yun Xue untuk tidur.


Saat Yun Xue memejamkan matanya, tiba tiba dia memeluk erat Lin Fan dengan mata berkaca kaca. Lin Fan yang menyadari dirinya dipeluk oleh Yun Xue pun hanya bisa diam dan membeku karena berada di atas kasur berduaan.


"Kakak Fan, aku tidak mau kakak Fan pergi, aku..aku tidak mau sendirian lagi" ucap Yun Xue yang kini menangis memeluk Lin Fan.


"em baiklah kakak Fan, kalau begitu selamat malam" ucap Yun Xue melepaskan pelukannya dan kemudian tertidur.


Lin Fan yang menyadari Yun Xue sudah tertidur kemudian bangun dan berdiri untuk beranjak pergi ke suatu tempat.


"Hmm Xue'er sudah tertidur, lebih baik aku pergi menyelidiki kediaman Zhou dan melihat rencana apa yang mereka rencanakan sehingga berani beraninya menggunakan anak gadis sebagai tumbal untuk meningkatkan kekuatannya" gumam Lin Fan yang kemudian keluar melalui jendela dan berjalan di jalan kota mencari restoran yang masih mempunyai pengunjung yang ramai.


"Hmm aku harus mencari informasi di restoran itu" gumam Lin Fan yang melihat restoran yang masih ramai pengunjung.

__ADS_1


Setelah Lin Fan memasuki tempat tersebut sambil menggunakan jubah hitam, dia pun duduk di kursi yang masih kosong. Pelayan yang melihatnya duduk disana pun menghampirinya.


"Tuan anda mau memesan apa?" ucap pelayan tersebut. "Aku butuh informasi" sambil menyerahkan 5 buah pill tingkat 7 di hadapan pelayan tersebut. Pelayan yang memperhatikan dan mengetahui pill tersebut akhirnya dengan cepat memasukkan pill tersebut ke dalam cincin penyimpanannya.


"Ahh tuan, informasi apa yang anda inginkan?" ucap pelayan tersebut pelan ke Lin Fan. "Aku ingin mengetahui tempat kediaman Zhou" tanya Lin Fan.


"Tuan apakah berasal dari luar?, kediaman Zhou itu berada tidak jauh dari sini" ucap pelayan tersebut sambil menunjukkan arah tempat kediaman Zhou.


"Terima kasih" ucap Lin Fan yang kemudian menghilang bagaikan debu yang membuat semua orang disana kaget bukan main. Apakah dia manusia? ataukah dia monster?, ucap semua orang disana yang bertanya tanya tentang pria misterius tersebut.


Di atas langit, Lin Fan terbang menggunakan pedangnya dengan cepat menuju ke kediaman Zhou. Saat Lin Fan telah sampai di kediaman Zhou, dia melihat dari jauh tepatnya di belakang kediaman terdapat seorang pria yang sedang membawa beberapa anak gadis kecil maupun gadis yang berumur 15 tahunan ke atas sedang dibawa ke sebuah tempat. Lin Fan yang menyadari situasi yang aneh tersebut langsung mendekat ke arah pria tersebut menggunakan teknik menghilangkan diri.


Lin Fan kini turun tidak jauh dari tempat tersebut, dan kemudian mendekat menggunakan teknik menyembunyikan diri dari penglihatan orang bahkan aura pun tidak terdeteksi sama sekali, kecuali tingkat kultivasi seseorang yang lebih tinggi dari si pengguna tersebut dapat mengetahui posisinya walau menggunakan teknik tersebut, tetapi sayangnya di dunia Zhanshi hanya Lin Fan yang mempunyai kultivasi yang tinggi jadi Lin Fan leluasa menggunakan teknik menghilangkan diri tersebut.


"Sepertinya mereka akan dibawa ke suatu tempat, aku akan mengikuti dan memastikan tindakan dari Zhou ini" bathin Lin Fan yang kini mengikuti anak anak serta gadis tersebut dibawa ke suatu tempat.


Semua anak dan gadis disana tangannya diikat serta mulutnya ditutup kain sehingga tidak dapat teriak dan kabur melarikan diri.


"Apakah aku akan berakhir disini?, apakah hidupku hanya sesingkat ini tanpa membalaskan dendam kedua orang tuaku?" bathin salah seorang gadis berumur 15 tahun tersebut dengan mata yang mengeluarkan air mata berharap sebuah keajaiban seseorang yang datang menyelamatkan nyawanya.


-------

__ADS_1


Hay teman teman, siapakah gadis tersebut? apakah gadis itu heroine nya? atau Yun Xue?.


jawab di kolom komentar spesikulasi anda😊


__ADS_2