
Gadis itu menangis, dan semua gadis lain pun menangis mendengar perkataan Lin Fan, mereka mengerti maksud Lin Fan, dan kini semua tekanan yang mereka rasakan perlahan memudar karena kehadiran Lin Fan bagaikan cinta mereka.
"Jangan menangis lagi oke?, baiklah apakah kalian mau menjadi muridku?, aku berencana membuat sebuah sekte karena aku berjanji kepada istriku untuk membuatkannya" ucap Lin Fan kepada mereka semua.
Mereka yang merasa kini kegelapan memunculkan cahaya yang begitu terangnya pun bahagia.
"Kami bersedia menjadi muridmu!, kami bersumpah setia mengabdi kepadamu" ucap mereka serentak dan berlutut dihadapan Lin Fan.
"Baiklah hari ini kalian semua telah resmi menjadi muridku, dan aku akan membuat kalian semua menjadi kuat!" ucap Lin Fan. "Terimakasih guru, murid ini mengerti!" ucap mereka serentak begitu bahagianya menjadi murid Lin Fan.
"Baiklah sekarang kumpulkan semua harta mereka dan bagi rata hasilnya, gunakan uangnya untuk membeli perlengkapan sehari hari kalian" ucap Lin Fan. "Siap guru" ucap merek serentak, karena begitu bahagianya mendapatkan sebuah cahaya harapan.
Semua gadis tersebut jumlahnya ada 10 orang. Mereka tampak membagi rata harta tersebut dan memasukkannya kedalam cincin ruang yang mereka dapatkan di tumpukan harta tersebut.
"Baiklah, sekarang kita keluar, aku akan menunjukkan kalian tumpukan mayat, dan kalian harus membiasakan diri melihatnya, apa kalian mengerti?!" ucap Lin Fan.
"Kami mengerti guru!" ucap mereka tanpa ada rasa takut sama sekali. Mereka pun keluar bersama Lin Fan, kini wajah semua murid tersebut berubah menjadi masam, tetapi lama kelamamaan mereka membiasakan diri menahan pemandangang mengerikan tersebut, mereka yakin suatu saat nanti, akan terjadi seperti ini, maka dari itu mereka tetap semangat menguatkan mental mereka.
Lin Fan hanya tersenyum melihat muridnya begitu semangat dan tanpa mengeluh. "Bagus, pemandangan ini hanya latihan kecil untuk menguatkan mental kalian dan kekuatan jiwa kalian, jika suatu hari kalian menghadapi seseorang yang lebih kuat, dan mereka mengeluarkan aura yang kuat, mentalmu otomatis akan terjaga , begitu pula aura membunuh, pendeteksianmu terhadap aura jadj jauh lebih meningkat, tetapi.. latihan ini hanya bagian kecil saja" ucap Lin Fan menjelaskan kepada muridnya.
Murid itu tampak begitu bersemangat mendengar perkataan Lin Fan, karena kekuatan jiwa yang kuat pastinya dapat melawan seseorang yang lebih kuat dan membuat kita menjadi tenang.
"Baiklah, kalian semua bereskan mayat mayat ini, dan bakar mereka semua, karena kalian belum berlatih tentang tenaga dalam sekalipun ini sangat bagus untuk melatih fisik luar dan mental jiwa kalian mengangkat tubuh tubuh yang berserakan ini" ucap Lin Fan kepada mereka semua.
Awalnya mereka takut, tapi ketakutannya dihilangkan dengan rasa semangat membara karena mana mungkin gurunya memberikan latihan tersebut tanpa memikirkannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Mereka bersepuluh tampak mengangkat mayat tersebut dan mengumpulkannya menjadi tumpukan sebuah gunung. Mereka pun akhirnya kelelahan karena tugas mereka pun akhirnya telah selesai.
"Apakah kalian kelelahan?, kalau begitu beristirahalah, guru akan membakar mayat ini, ucap Lin Fan kemudian...
Bush...
Api keluar dari tangannya kemudian merambat dengan cepat ke arah tumpukan mayat tersebut.
Semua murid kagum melihat gurunya begitu hebatnya mengeluarkan api dari tangannya.
"Waahh gurus sangat hebat!" ucap semua murid tersebut kagum.
Tampak mayat tersebut pun seketika menjadi debu. Lin Fan kemudian menghampiri muridnya dan berkata "Muridku, tempat ini kita gunakan sementara, disini aku akan melatih kalian, apakah kalian mengerti?" ucap Lin Fan. "Kami mengerti guru!" ucap mereka serentak.
Malam pun tiba, kini Lin Fan membakar beberapa hewan buas dan memakannya bersama muridnya.
"Baiklah jika kalian semua sudah makan, kalian langsung berisirahat, tenang saja, sekte ini sudah aku pasang array pelindung, dan tidak akan ada orang yang bisa mengetahui lokasi ini" ucap Lin Fan kepada muridnya agar tidak perlu khawatir.
"Baik guru, murid mengerti" mereka semua pun menurut dan kemudian pergi beristirahat ke kamarnya masing masing yang mereka sukai.
Keesokan harinya Lin Fan pun menunggu semua muridnya tersebut di aula ketua sekte. Tidak butuh waktu lama mereka semua datang dan memberi hormat kepada gurunya.
"Hormat kepada guru" ucap mereka serentak. "Baiklah hari ini aku akan melatih kalian berkultivasi.." Lin Fan kemudian mengajarkan tentang cara berkultivasi kepada muridnya. Mereka semua pun mengerti dan mulai berkultivasi sesuai ajaran Lin Fan sambil menggunakan pill tingkat dewa. Kini mereka semua duduk membentuk lingkaran dan ditengah lingkaran itu adalah Lin Fan, yang menyalurkan energi dewa gioknya agar membantu muridnya menyerap pill kultivasi tersebut.
"Ugh.." tampak mereka semua berkeringat, tetapi semangat mereka selalu membara dan akhirnya...
__ADS_1
1 bulan kemudian...
"Fiuh...." mereka semua pun selesai dan kemudian menbuka matanya..
"Ahhhh..." mereka semua berteriak karena tubuhnya mengeluarkan cairan kental hitam yang bau.
Wajah murid itu merah malu dan kemudian mereka berlari menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.
Lin Fan kini kelelahan karena energinya terkuras sangat banyak, dan akhirnya Lin Fan pun menutup diri selama beberapa hari untuk beristirahat.
Beberala hari kemudian Lin Fan kini telah memulihkan energi dewanya yang telah hilang karena menyalurkannya ke semua muridnya tersebut hanya demi membantu muridnya agar tidak kesulitan dan mengalami kecelakaan.
Semu muridnya begiru terpukul dan bersedih karena gurunya tersebut mengasingkan diri selama beberapa hari. Mereka semua tampak berlutut siang dan malam sampai gurunya keluar dari pengasingannya.
Lin Fan terkejut melihat muridnya tersebut yang belutut dan terlihat wajah mereka begitu kelelahan.
"Berdirilah, siapa yang menyuruh kalian berlutu seperti ini?" ucap Lin Fan mengerutkan keningnya. "Guru maafkan kami, karena kami, guru menjadi kelelahan dan energi guru terkuras hampir sepenuhnya hanya untuk kami, kam..kami pantas mendapatkan hukuman" ucap murid tersebut.
Lin Fan hanya tersenyum melihat tingkah laju muridnya itu. "Haha sudah sudah, aku tidak pernah marah kepada kalian semua, gurumu ini hanya kelelahan, sudah sewajarnya seorang guru untuk melihat muridnya menjadi kuat".
"Guru, terima kasih atas kebaikanmu kepada kami, kami bersumpah akan terus mengikutimu guru" ucap murid itu serempak.
"Hahahaha kalian ini, selamat kalian berada di tingkat pendekar langit bintang 9. Kalian harus tetap berlatih meningkatkan kekuatan kalian. Tapi sebelum itu aku akan menberikan kalian beberapa teknik agar kalian dapat bertarung diluar sana" ucap Lin Fan kepada mereka semua.
Mereka tampak senang karena tingkat mereka meningkat pesat, dan kali ini mereka juga akan diajarkan sebuah teknik kepada Lin Fan.
__ADS_1
Lin Fan kini telah mengetahui senjata kesukaan muridnya tersebut, ada yang suka tombak, ada yang suka pedang ganda, ada yang suka belati, dan ada yang suka pedang panjang. Kini Lin Fan memberikan teknik yang mereka sukai dan cocok untuk mereka latih.