LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Bing Wei


__ADS_3

Keesokan paginya Lin Fan berkumpul bersama Wang Yun dan Lin Long, tampak Lin Fan yang sudah bersiap berpamitan kepada Wang Yun.


"Yun'er jaga dirimu baik baik, aku akan melanjutkan perjalananlu mejuju ke benua selatan" ucap Lin Fan memeluk dan mengecup hangat kening Wang Yun.


"Em aku menunggumu disini, kamu pokoknya harus menemukan reinkarnasi dewi phoenix es itu dengan cepat" ucap Wang Yun yang pengertian kepada Lin Fan.


"Iya Yun'er tenang saja, kita semua akan berkumpul bersama sama termasuk dewi phoenix api juga" ucap Lin Fan. "Em baiklah, kamu boleh pergi, dan ingat kamu harus hati hati dan jangan sekali kali buka topeng itu kepada orang lain, tetapi kalau untuk dewi phoenix es tidak masalah, apa kamu mengerti?" ucap Wang Yun serius kepada Lin Fan.


"Haha aku berjanji akan mempertemukan kalian" ucap Lin Fan mengecup lembut kening istrinya. "Baiklah aku akan berangkat sekarang, Lin Long jaga istriku dengan baik" ucap Lin Fan melesat terbang menggunakan pedangnya.


Di atas langit Lin Fan melesat dengan sangat cepat menuju ke arah benua bagian selatan. Tak lupa Lin Fan membuat sebuah portal dimensi dan jika Lin Fan sampai di benua selatan Lin Fan memasang penghubung dari portal tersebut, jadi jika Lin Fan mau ke benua barat lagi tidak perlu terbang dengan waktu yang lama.


Lin Fan terbang selama 1 bulan penuh tanpa henti, akhirnya dia sampai ke benua selatan. Benua selatan tidak terlalu besar dan lebih kecil dari benua barat, tetapi kekuatan dari benua selatan ini sama dengan kekuatan dari benua barat.


Lin Fan kemudian berhenti di salah satu kota kecil dan memesan penginapan, tampak Lin Fan begitu lelah dan berbaring di atas kasur.


"Huff akhirnya sampai juga ke benua selatan ini, aku harus mencari informasi yang lebih banyak untuk mencari reinkarnasi dewi phoenix es" gumam Lin Fan yang kini telah tertidur lelap.


Keesokan harinya Lin Fan berkeliling di setiap sudut kota tersebut demi merasakan keberadaan dewi tersebut. Berjam jam Lin Fan melakukan pendeteksian tetapi hasilnya tetap tidak ada. Sesaat Lin Fan yang mau kembali ke penginapan tersebut tiba tiba databg seorang gadis menberanikan diri menghampiri Lin Fan.


"Tu..tuan, kelihatannya tuan sedang mencari seseorang, kalau boleh tau tuan sedang mencari siapa?" tanya gadis tersebut. "Ah maaf, sebenarnya aku mencari gadis yang umurnya 17 tahunan" ucap Lin Fan.


"Tuan perkenalkan namaku Bing Wei. Pasti tuan adalah pengembara yang mencari seseorang yang hilang, kebetulan aku juga mencari seseorang yang hilang dan umurnya persis yang tuan sebutkan tadi" ucap gadis tersebut.

__ADS_1


"Ah perkenalkan namaku Fan Lin, kalau begitu kita pergi ke tempat yang cocok untuk berbicara" ucap Lin Fan kemudian mereka berdua mencari sebuah tempat yang cocok untuk berbicara.


"Baiklah, tuan bolehkah aku tau ciri ciri gadis yang tuan sebutkan tadi?" tanya Bing Wei. "Aku tidak pernah melihatnya, tetapi umurnya sekitar 17 tahunan, dan mungkin seumuran denganku" ucap Lin Fan menjelaskan.


"Tuan jika tuan belum pernah melihatnya kenapa tuan mencarinya?" ucap Bing Wei keheranan. "Huff aku susah menjelaskannya, aku mempunyai cara khusus untuk menemukannya tetapi harus dalam jangkauan indral spiritualku" ucap Lin Fan menjelaskan.


"Sekarang aku mau bertanya, siapa seseorang yang kamu cari siapa tau aku bisa membantu?" tanya Lin Fan penasaran. "Tuan sebenarnya aku berasal dari benua utara dan diberi tugas oleh ketua sekte kami untuk menemukan pewaris sekte kami yang melarikan diri entah kemana, menurut kata guru yang melatihnya terakhir dia melihatnya menyebut nama seseorang pria dan menangis saat latihan yang aku lupa namanya, huh otakku ini" ucap Bing Wei menjelaskan kepada Lin Fan.


"Bagaimana jika aku membantumu untuk mencarinya?, siapa tau disaat perjalanan aku juga menemukan orang yang aku cari selama ini" ucap Lin Fan membuat keputusan kepada Bing Wei.


"Sebenarnya aku juga bosan berkelana sendirian, aku rela berpencar dengan kekasihku hanya untuk mencari keberadaan orang yang kami cari itu" ucap Bing Wei merindukan kekasihnya. "Jadi maksud dari perkataanmu, kamu setuju?" ucap Lin Fan. "Yah akj setuju maaf merepotkan" ucap Bing Wei.


"Baiklah, besok kita akan melanjutkan perjalanan ke kota kota lain, dan mencari keberadaannya" ucap Lin Fan. "Baiklah besok kita bertemu disini" ucap Bing Wei kemudian mereka berpisah kembali ke penginapan masing masing.


Keesokan harinya, Lin Fan bergegas ke tempat sebelumnya mereka janjikan, tampak Bing Wei berdiri menunggu kehadiran Lin Fan.


"Haaa.. haaa... tuan bolehkah kita bersitirahat sebentar, aku kelelahan" ucap Bing Wei kelelahan berlari dan tenaga dalamnya banyak terkuras. Lin Fan pun mengerti dan berhenti, kemudian mereka berdua beristirahat.


Langit sudah mulai gelap kini Lin Fan membangun sebuah tenda untuk Bing Wei. Bing Wei yang melihat hal itu merasa tidak enak.


"Saudari Wei, kamu harus beristirahat, aku akan menjaga di luar" ucap Lin Fan. "Tii..tidak tuan" ucap Bing Wei takut kalau Lin Fan bermacam macam. "Huff kamu takut aku akan melakukan hal yang buruk?, tenang saja jika memang itu keinginanku dari awal, sudah pasti aku melirik tubuhmu itu" ucap Lin Fan.


Bing Wei terkejut mendengar ucapan Lin Fan yang tidak peduli terhadal dirinya, padahal Bing Wei yakin semua pria akan tergoda dengan kecantikannya, tetapi Lin Fan seakan akan tidak tertarik dengan tubuhnya. Bing Wei hanya tersenyum kagum melihat Lin Fan, "Sungguh beruntung wanita yang menjadi kekasihnya, bahkan kekasihku tidak seperti ini" bathin Bing Wei.

__ADS_1


"Kaa..kalau begitu, aku akan merepotkan" ucap Bing Wei yang masuk dan tidur di dalam tenda tersebut. "Baiklah aku akan menjaga di luar" ucap Lin Fan.


Malam pun mulai begitu gelap gulita, Lin Fan yang daritadi sudah merasakan keberadaan sekelompok orang pun mulai membuka suara ketika Bing Wei tertidur.


"Kapan kalian keluar? apakah besok?" ucap Lin Fan membuat mereja terkejut. "Kenapa dia bisa menemukan kita?, padahal aku yakin 100% menyembunyikan aura keberadaanku" ucap salah satu orang tersebut.


Suuushh...


Mereka semua melesat muncul di depan Lin Fan. "Untuk apa kalian mengawasi ku dan gadis itu seharian ini?" ucap Lin Fan. "Hahaha walaupun kau tau keberadaan kami, tetapi kamu tidak pantas mengetahuinya" ucap pemimpin kelompok itu dengan nada sombong berada di atas awan.


"Aku katakan sekali lagi, jika tidak ada yang jujur, maka kalian semua akan mati malam ini juga" ucap Lin Fan mengeluarkan suaranya menggunakan tenaga dalam, dan membuat mereka terkejut.


"Cih jangan takut!, dia hanya sekedar mengancam kita, semuanya! dengarkan perintahku!, serang bajingan ini!" ucap pemimpin kelompok tersebut dan mereka semua melesat dengan cepat ke arah Lin Fan.


"Cih dasar sampah!" bathin Lin Fan mengeluarkan aura membunuhnya membuat semua tubuh kelompok tersebut diam membeku dan mengeluarkan keringat dingin.


Mereka mau mengaku salah, tetapi mulut mereka susah bergerak bahkan mengeluarkan suara pun susah.


"Hahaha, apa kalian begitu ketakutan?, katanya cuma 1 orang, ayo serang aku sekarang. Padahal aku cuma bertanya tetapi kalian membalasku dengan hal seperti ini?, cih dasar sampah!" ucap Lin Fan melesat dengan cepat.


Swosh...


Swish....

__ADS_1


Swizhhh...


Semua tubuh mereka terpotong dan terbelah dan menyisakan 1 orang yang hidup, yaitu pemimpin kelompok tersebut.


__ADS_2