LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Suku Duyung


__ADS_3

Di benua HunHewu tepatnya di wilayah bangsa iblis hitam, Semua pasukan yang tadinya ingin bergegas untuk menyerang negeri laut karena menggagalkan rencananya kita dihebohkan dengan kejadian yang begitu aneh.


Mereka semua melihat awan yang gelap di langit, dan melihat arah tempat wilayah negeri laut, terdapat petir yang begitu dahsyat.


Kini raja iblis hitam begitu heran dengan kejadian tersebut, dia berpendapat bahwa kejadian ini merupakan kejadian dimana seseorang naik ke tingkat alam dewa surgawi, tetapi petirnya tidak bisa dibandingkan dengan petir yang terlihat pada umunya.


"Ada apa dengan ini?, bahkan jika seseorang naik tingkat tidak akan semengerikan ini, siapapun kamu aku harus mengajakmu bergabung ke wilayahku, kalau kau tidak mau aku akan membunuhmu sebelum kau berada di alam mahadewa sepertiku!" bathin raja iblis hitam memikirkan kejadian tersebut.


Disisi lain tempat Lin Fan berada, kini petir terakhir telah menyambar Lin Fan, walaupun kekuatan petir tersebut sudah terbilang kuat, tetapi bagi Lin Fan itu biasa saja, dia hanya mengalami luka goresan kecil di tubuhnya.


"Hahahaha, akhirnya aku berada di alam dewa surgawi puncak!" Lin Fan tidak menyangka bahwa dia langsung naik 2 tingkat dari alam dewa surgawi awal menuju ke puncak.


Dug.....


Jantung Lin Fan berdetuk kencang, seluruh meridian dan dantiannya serasa ingin meledak, Lin Fan merasakan tubuhnya akan naik tingkat lagi menujur ke alam mahadewa.


"Arghk, apa?, aku naik tingkat lagi?!, apa apaan ini!" ucap Lin Fan yang tidak menyangka dia mengalami hal tersebut.


Kini awan hitam yang tadinya mulai memudar kembali berkumpul ditempatnya semula, bahkan awannya lebih tebal daripada sebelumnya.


Awannya yang hitam, menjadi hitam keemasan, petir yang bergemuruh berwarna hitam dan keemasan.


Lin Fan melihat, bahwa petir kesengsaraan yang akan dia hadapi akan lebih besar daripada sebelumnya.


"Padahal dengan kekuatanku di alam dewa surgawi puncak bisa menghapus habis bangsa iblis hitam" Lin Fan yakin dengan alam dewa surgawi puncak miliknya dapat membasmi habis bangsa iblis, tetapi dia tidak menyangka bahwa akan langsung menerobos ke alam Mahadewa.


"Tunggu beberapa menit, aku mau memulihkan diriku dulu dari petir sebelumnya" serasa ucapan Lin Fan dimengerti pun, Dao Surgawi tidak meluncurkan petir kesengsaraannya.


Setelah memulihkan keadaannya dengan pill penyembuhan, Lin Fan kemudian bersiap siap untuk menghadapi petir kesengsaraan tersebut.


"Hei, aku sudah siap!" Lin Fan lantang kearah langit, serasa ucapannya dimengerti tiba tiba petir pertama berwarna hitam keemasan menyambar kearah Lin Fan.


Trisszzz Boomm.....

__ADS_1


"Ugh" Lin Fan hanya mendesuh dan mengingat bahwa petir yang pertama ini kekuatannya seperti di dunia dewa di kehidupan sebelumnya.


"Cih ternyata kekuatannya hampir menyamai di dunia dewa dikehidupanku sebelumnya!" Lin Fan kini menambah tingkat pertahanannya agar tubuhnya tidak terluka seperti di kehidupan sebelumnya.


Lin Fan kini mengeluarkan zirah emasnya yang telah dia modifikasi menjadi sepenuhnya menutupi tubuhnya.


Sebelumnya zirah tersebut hanya menutupi bagian tubuhnya, tetapi sekarang semuanya tertutupi zirah bagaikan kulitnya berubah menjadi emas.


Tampak zirah emas ini lebih kuat daripada sebelumnya, berkat manfaat dari omelan gurunya, Lin Fan memanfaatkan kecerdasan dan kejeniusan yang diberikan kepadanya.


Seluruh tubuh, mulai dari leher, tangan, sampai kaki sepenuhnya tertutupi zirah itu. Hanya bagian kepalanya saja yang terdapat mahkota diatasnya.


"Hei, aku sudah siap!" Lin Fan sudah mempersiapkan semuanya dan tiba tiba petir kedua menyambar ke arah Lin Fan.


Trzzzz Boommm.....


"Hahahahah, hanya segitu?" Lin Fan tidak terluka sama sekali di petir kedua ini, dia tidak menyangka bahwa pertahanan dari zirahnya begitu kuat.


Merasa diremehkan, petir ketiga pun langsung menyerbu tubuh Lin Fan.


Boom...


Booomm..


Boonm...


Booomm..


Sampai petir ketujuh, zirah Lin Fan mulai meemudar karena energinya sudah terkuras banyak.


"Arrgkk, uhukk.. Cih seandainya aku memiliki energk yang banyak, mungkin saja aku bisa melewati petirmu dengan sempurna!" Lin Fan hanya mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengeluarkan semua sisa kekuatanku untuk menghadapi petir terakhirmu!" Lin Fan kemudian mengeluarkan semua sisa energi miliknya untuk memperkuar zirah emasnya.

__ADS_1


"Ahhhhhhhhh aku siapp!" Lin Fan berteriak begitu kencang dan tiba tiha langit membentuk pusaran, ditengah pusaran awan itu terdapat petir yang begitu besar akan menyambar ke arah Lin Fan.


TrrrrZzzzzzz BooooOooOMm...


"Aarrrgghh!!" semua zirahnya hancur, nafasnya terengah engah, untung saja dia bisa menahan petir terakhir tersebut, Lin Fan hanya tersenyum karena dapat menahan petir terakhir, dia tidak menyangka bahwa pertahanan dari zirahnya begitu kuat..


"Huff haaa huff haa, semua energiku sudah ha..bis..." Lin Fan menutup matanya dan pingsan kemudian tenggelam menuju ke dasar laut.


Didalam kegelapan Lin Fan melihat sebuah anak kecil yang terlihat berumur 2 tahun sedang berlarian kesana kemari.


Lin Fan melihat anak kecil tersebut kemudian mendekatinya, tetapi saat dia mendekatinya tiba tiba anak kecil itu berlari menjauhi Lin Fan.


"Lin...Lin Tian?, anakku?" Lin Fan baru sadar bahwa anak kecil itu adalah Lin Tian anak laki lakinya.


"Tian'er jangan lari nak!!" Lin Fan kemudian mengejar anak kecil itu tetapi tiba tiba cahaya terang mendekat kearahnya.


Swosh...


"Tiaaan'err jangan lari nakkk!!" Lin Fan teriak tetapi tiba tiba saat dia melihay disekitarnya, dia sudah berada di kasurnya di kediaman Gui Chen.


"Tuann!, tuan!!, tuan baik baik saja?!" Lin Bai dan Lin Long setia menjaga Lin Fan disinya dia khawatir melihat Lin Fan yang tiba tiba teriak memanggil Lin Tian.


Melihat disisinya terdapat Lin Bai dan Lin Long, Lin Fan mengingat bahwa itu hanyalah mimpi, tetapi mimpi itu begitu nyata.


"Ah, kenapa aku tiba tiba ada disini?" Lin Fan bertanya karena sebelumnya dia berada di atas permukaan laut.


"Ah tuan, kami tidak menyangka anda menembus tingkat alam mahadewa, saat anda menghadapi petir terakhir, anda pingsan larena kehilangan energi anda, untung saja ada suku duyung yang menolong anda tuan" ucap Lin Bai menjelaskan


"Terus dimana dia?, aku harus menemuinya" Lin Fan ingin berterima kasih seandainya dia tidak ditolong mungkin saja dia tidak akan selamat.


"Itu.. tuan menurut kata Gui Chen suku duyung merupakan suku paling tertutup di negeri laut, suku duyung merupakan suku terkuat tetapi tidak pernah mencampuri urusan politik, bisa dibilang suku duyung adalah suku netral" ucap Lin Long menjelaskan kepada Lin Fan.


"Padahal aku hanya ingin berterima kasih, aku harus bertanya kepada Gui Chen dimana tempat suku itu!" ucap Lin Fan kemudiam bergegas menuju ke tempat Gui Chen berada.

__ADS_1


Saat Lin Fan keluar dari kamarnya, Lin Fan mendengar bahwa istri Gui Chen sedang sakit parah, Lin Fan kemudian bergegas bersama Lin Bai dan Lin Long ke tempat itu siapa tau Lin Fan bisa menyembuhkannya.


__ADS_2