
Keesokan harinya, di kediaman Lin Fan dan istrinya, databg seseorang mengetuk pintu kamarnya, dia tidak lain adalah ibu dan ayahnya. Mereka berdua tampak khawatir karena anak dan menantunya tidak pernah muncul selama 2 minggu ini.
Tok..tok..tok..
"Siapa?" tanya Lin Fan mendengar suara ketukan pintu, array pelindung yang Lin Fan pasang sebelumnya juga sengaja dihilangkan karena Lin Fan berpikiran Ibu dan ayahnya pasti datang kemari untuk memanggilnya menonton pertandingan pemuda berbakat tersebut.
"Ini aku nak, ibu dan ayahmu datang kemari" ucap Lin Meng yang suaranya sudah diketahui oleh Lin Fan.
"Ah ibu ayah silahkan masuk" ucap Lin Fan mempersilahkan orang tuanya masuk. Lin Fan dan istrinya pun memberi hormat kepada orang tuanya.
"Nak kemana saja kamu selama ini?, bahkan para pelayan yang datang kesini mengatakan bahwa kamu dan istrimu tidak ada di kediamanmu?" tanya Lin Hao kepada Lin Fan.
"Ayah ibu, aku dan suamiku hanya ada di kediaman ini terus, mungkin para pelayan itu yang tidak mau mengurus di kediaman ini jadi beralasan seperti itu" ucap Wang Yun berbohong kepada mertuanya. Lin Fan pun juga ikut mengiyakan ucapan istrinya.
"Huf, sudahlah, hari ini adalah pertandingan pemuda berbakat klan Lin, apakah kalian mau pergi menonton?" tentu saja Lin Hao tidak mau mengatakan apakah anaknya mau ikut bertanding juga?, pastinya untuk menjaga perasaan Lin Fan.
"Nak kalau kamu tidak pergi, tidak apa apa, yang penting kalian berdua bahagia membuat ibu dan ayahmu ini senang" ucap Lin Meng tersenyum lembut menbelai wajah anaknya dan menantunya.
"Ibu tenang saja, aku bersumpah akan setia mencintai suamiku, dan tidak akan membuatnya kecewa" ucap Wang Yun memeluk tangan Lin Fan.
"Hohoho anak muda, syukurlah kalau hubungan kalian baik baik saja, dan satu hal yang kalian ketahui, turnament 4 klan besar akan diadakan 1 minggu setelah acara di klan kita selesai" ucap Lin Hao kepada mereka berdua.
"Ibu ayah, tenang saja aku dan istriku akan ikut bertanding melalui jalur independen turnament itu" ucap Lin Fan kepada orang tuanya.
__ADS_1
"Apaa?, nak kau bercanda yah?, ayah memang selalu mendukungmu tetapi..." ucap Lin Hao tiba tiba di selip oleh Wang Yun. "Ayah, tenang saja, suamiku sekarang orang yang terkuat di benua barat ini, tidak akan ada yang berani membuat macam macam terhadapnya" ucap Wang Yun bangga kepada suaminya.
"Terkuat?, apa maksud dari perkataanmu, aku tidak mengerti bahkan ibumu tidak mengerti" ucap Lin Hao tidak mengerti ucapan tersebut.
"Ayah ibu, sekarang aku bisa berkultivasi, bahkan tingkatanku sekarang setara dengan istriku" ucap Lin Fan kemudian membuka tingkat kultivasinya hingga ke tingka pendekar bumi bintang 1 sama seperti Wang Yun. Sebelum mereka bertemu orang tuanya, Lin Fan mengajari Wang Yun teknik menyembunyikan tingkat kultivasi, jadi mereka sekarang menyembunyikannya di tingkat pendekar bumi bintang 1.
"Apaaa?!, Fan'er kamu benar benar bisa berkultivasi nak?" ucap Lin Meng yang matanya berkaca kaca melihat Lin Fan, bahkan sampai menangis melihat tingkat kultivasi anaknya tersebut.
"Hahahaha ternyata anakku memang berbakat, hahaha jenius!, jenius kalian berdua memang jenius!" ucap Lin Hao bangga melihat anaknya tersebut, bahkan matanya berkaca kaca karena betapa sedihnya melihat anaknya yang dulu tidak bisa berkultivasi hingga menjadi bahan pembicaraan orang orang.
"Nak kenapa kamu memakai topeng?, bahkan Yun'er juga memakai cadar?, kenapa wajah kalian?" tanya Lin Meng bingung melihat anak dan menantunya tersebut menyembunyikan wajahnya.
"Iya tampaknya kalian mengalami perubahan, aku melihat Yun'er lebih memancarkan kecantikannya dari sebelumnya dan Lin Fan pun juga seperti itu, apa jangan jangan kalian berdua merahasiakan teknik awet muda kepada ayah dan ibumu ini?" tanya Lin Hak penuh selidik kepada anaknya
"Huff ayah dan ibu percaya padamu nak, kalian berdua memang begitu serasi, ayah dan ibumu sangat bahagia melihatmu, terima kasih Yun'er selalu membantu Fan'er disaat kesusahan, aku bersyukur memiliki menantu yang begitu baik seperti dirimu nak" ucap Lin Hao yang diberi anggukan kepada Lin Meng.
"Ayah ibu, seharusnya aku yang sangat bersyukur menjadi istri dari Lin Fan" ucap Wang Yun kepada mertuanya.
"Ibu ayah, mohon rahasiakan ini dulu kepada klan Lin kita, biarkan mereka melihat si sampah ini memenangkan juara di turnamet klan besar nanti" ucap Lin Fan kepada orang tuanya.
"Fan'er tenang saja nak, ibu dan ayahmu selalu mendukung keputusanmu, lakukanlah sesuai keinginanmu yang menurutmu itu baik" ucap Lin Meng kepada Lin Fan.
"Terima kasih ibu ayah" ucap Lin Fan memberi hormat kepada orang tuanya.
__ADS_1
Di lapangan pertandingan klan Lin, kini Lin Zhao melihat semua anggota klan Lin dan mencari sosok yang paling dia benci, yang tidak lain ada Lin Fan.
"Cih memang sampah!, seharusnya kamu datang dan aku akan mengajarmu!" bathin Lin Zhao yang begitu bencinya terhadap Lin Fan.
"Nak bagaimana persiapanmu?, acaranya akan dimulai kalau patriak telah hadir, jadi sekarang kita menunggu kedatangan patriak" ucap Lin Zhu tetua pertama yang tidak lain adalah ayah Lin Zhao.
"Ayah semua persiapanku telah matang, aku akan memenangkan pertandingan ini dan mewakili klan Lin kita ke pertandingan turnamen klan besar nanti" ucap Lin Zhao membanggakan dirinya.
"Baguslah kalau begitu, ayah bangga kepadamu nak" ucap Lin Zhu yang melihat kedatangan patriak. "Ah.. Patriak klan sudah datang" ucap Lin Zhu.
Tidak lama kemudian datanglah Lin Hao bersama istrinya kemudian dihampiri oleh Lin Zhao. "Salam patriak, aku mau bertanya, apakah saudara Lin Fan tidak ikut bertanding?" ucap Lin Zhao dengan maksud menghina Lin Fan.
"Ah, Lin Fan dan istrinya sedang mempunyai kesibukan" ucap Lin Hao yang beralasan. "Ahaha ternyata Lin Fan tidak ikut, mungkin dia dimarahi oleh istrinya karena membuat malu klan Lin kita" ucap Lin Zhao yang kurang ajar kepada Patriak klan.
"Zhao'er! jaga ucapanmu kepada patriak, patriak maafkan anakku yang ucapannya kurang ajar" ucap Lin Zhu marah terhadal sikap anaknya. "Ayah kenapa harus meminta maaf?, kan memang benar anak Patriak itu adalah sampah" ucap Lin Zhao membuat Lin Zhu marah. "Kau.. cepat minta maaf kepada Patriak!" ucap Lin Zhu mengancam anaknya tersebut.
"Patriak aku meminta maaf, walaupun aku tidak tau letak kesalahanku dimana, mohon dimaafkan" ucap Lin Zhao yang masih kruang ajar tetapi Lin Hao tidak memperdulikannya.
"Hahaha tidak apa apa, ucapanmu memang benar, jadi tidak ada yang salah, tetua Zhu jangan dimarahi, suatu saat dia pasti melihat luasnya langit dan bumi" ucap Lin Hao tersirat mengandung arti dari ucapannya.
"Patriak terimakasih atas kebaikannya" ucap Lin Zhu yang kini bisa menghela nafas karena tidak menghukum anaknya.
"Kalau begitu kita akan memulai pertandingan klan Lin kita, juara pertama akan mewakili klan Lin kita ke pertandingan Turnamen klan besar 1 minggu kedepan" ucap Lin Hao kepada tetua pertama. "Baiklah patriak" ucap Lin Zhu kepada patriak.
__ADS_1
"Aku pasti memenangkan pertandingan ini, tunggu saja, aku pasti akan memiliki istrimu itu, kamu hanya sampah yang beruntung memiliki istri yang begitu cantik, hehhe kalau banyak yang mengakui kekuatanku pasti banyak yang mendukungku untuk memiliki istri si sampah itu" bathin Lin Zhao yang berada di atas awan.