
Di dalam kamar Lin Fan kini telah membuka topengnya yang membuat wajah Wang Yun memerah. Wang Yun memaksa dirinya untuk tenang karena takut dirinya berpura pura marah.
"Kamu pergi mandi, hari sudah mulai gelap" ucap Wang Yun singkat padat dan jelas. "Kamu saja yang duluan, kamu tadi yang habis bertarung pastinya kamu sangat kelelahan" ucap Lin Fan yang tersenyum lembut kepada istrinya.
"Ba..baiklah kalau begitu, jangan mengintip!" ucap Wang Yun singkat karena pura pura marah. "Baiklah" ucap Lin Fan lembut kepada istrinya. "Kenapa ucapannya membuatku luluh, hampir saja aku ketahuan berpura pura marah" bathin Wang Yun yang wajahnya memerah kemudian bergegas ke kamar mandi.
Tidak lama kemudian, Wang Yun sedang berendam di bak mandi membersihkan dirinya, tetapi saat itu juga Lin Fan masuk dan memasuki bak mandi tersebut dan duduk di belakang Wang Yun.
"Ka..kamu kenapa masuk! aku bilang jangan mengintip!" ucap Wang Yun yang kini wajahnya memerah melihat tubuh Lin Fan yang begitu sempurna, bahkan otot ototnya pun menggoda Wang Yun.
"Istriku tenanglah aku disini untuk membantumu membersihkan tubuhmu" ucap Lin Fan memeluk istrinya.
"Ka..kamu kenapa memelukku!" ucap Wang Yun yang sebenarnya sangat senang dipeluk tetapi berpura pura bersikap dingin. "Biarkan aku memelukmu, aku adalah suamimu jadi sepantasnya aku memelukmu" ucap Lin Fan lembut kepada istrinya.
Wang Yun kini terdiam seribu bahasa karena sangat merasa nyaman pelukan dari Lin Fan, dan tidak sadar dirinya menjadi lembut kepada Lin Fan.
"Maafkan aku, aku seharusnya tidak bersikap dingin kepadamu, sejujurnya aku tidak tega melakukan itu, tetapi apa boleh buat kalau kamu selalu bergantung kepada ayah dan ibumu, aku tidak masalah kamu tidak bisa berkultivasi atau bagaimanapun, aku... sangat nyaman berada di dekatmu, seandainya aku kuat pastinya tidak akan ada yang berani melukaimu lagi" ucap Wang Yun menatap lembut Lin Fan.
"Yun'er kamu tidak perlu meminta maaf, aku sudah tau alasan kamu bersikap seperti itu kepadaku, dan aku tidak pernah mempermasalahkannya. Kamu tidak perlu khawatir, aku yang akan melindungimu, apakah kamu percaya kalau aku kuat?" ucap Lin Fan lembut kepada istrinya.
"Em, waktu kamu berjanji kepadaku bahwa kamu pasti bisa berkultivasi, aku melihat tatapanmu penuh dengan keseriusan, dan aku percaya sama kamu kalau kamu pasti bisa menjadi kuat" ucap Wang Yun kemudian memeluk Lin Fan karena begitu nyamannya berada di dekatnya.
"Maafkan aku Yun'er, sebenarnya aku menyembunyikan kekuatanku, dari dulu sampai sekarang bahkan orang tuaku tidak mengetahuinya. Aku hanya suka ketenangan tanpa tidak terlibat dalam hal yang merepotkan" ucap Lin Fan yang berbohong kepada Wang Yun kalau dari dulu menyembunyikan kekuatannya.
__ADS_1
"Iya kamu memang menyembunyikan kekuatanmu, ap..apa?! benarkah?!, ternyata dugaanku selama ini 100% benar!, ternyata suamiku bukan seorang sampah, ternyata suamiku menyembunyikannya selama ini, dan kecurigaanku selama ini terbukti" ucap Wang Yun senang karena kejujuran Lin Fan.
"Apakah kamu percaya begitu saja dengan perkataanku bisa saja aku berbohong?, apakah kamu melihat tingkat kultivasiku sekarang?" ucap Lin Fan yang mau menjebak Wang Yun.
"Apakah kamu pikir istrimu ini bodoh?, kamu pasti memakai teknik menyembunyikan kultivasi tentu saja tidak ada orang yang tau selama ini" ucap Wang Yun mengembungkan pipinya cemberut.
"Hahaha istriku ternyata pintar, kalau begitu aku akan menunjukkan tingkat kultivasiku" ucap Lin Fan kemudian..
Swosh...
Aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Lin Fan yang membuat mata Wang Yun tidak berkedip merasakan aura dari Lin Fan tersebut.
"Apakah kamu sudah bisa menebak aku berada di tingkat apa?" ucap Lin Fan kepada istrinya sambil tersenyum. "Ini.. bahkan aura ini lebih murni dan lebih tinggi dari patriak klan Lin" ucap Wang Yun yang merasakan auranya tetapi tidak bisa melihat tingkat kultivasinya.
"Sudah, tidak perlu dipikirkan, aku sudah jujur kepadamu, aku tidak tega melihat kamu menderita lagi" ucap Lin Fan kemudian memeluk Wang Yun dengan lembut. "Aku percaya kalau kamu memang kuat, aku.. percaya dari dulu kalau kamu sebenarnya bukan sampah yang dibicarakan oleh orang lain, itulah mengapa aku setuju menikah denganmu agar aku dapat membuktikan kepada orang lain bahwa suamiku ini bukan sampah yang mereka tau" ucap Wang Yun menangis di pelukan Lin Fan.
Lin Fan pun kini percaya kepada istrinya tersebut melalui tatapannya penuh dengan kasih sayang, dan tanpa kebohongan.
"Sudah, kamu jangan menagis lagi oke?, aku akan menunjukkan kekuatanku 1 bulan lagi di pertandingan pemuda berbakat klan Lin " ucap Lin Fan kepada istrinya. "Em, aku mau melihat wajah orang orang yang telah menghina suamiku diam seperti semit" ucap Wang Yun tersenyum sambil memeluk Lin Fan.
"Baiklah kalau begitu ayo kita membersihkan diri dan beristirahat" ucap Lin Fan kepada istrinya. "Em, aku akan membantumu membersihkan diri" ucap Wang Yun yang sudah lembut kepada Lin Fan.
Setelah mereka mandi, akhirnya mereka kemudian melanjutkan beristirahat di kamar bersama di atas kasur.
__ADS_1
Keesokan paginya Lin Fan kemudian terbangun dan melihat istrinya yang masih tertidur dan membelai lembut wajahnya.
"Hmm sayang kamu sudah bangun?, kenapa tidak membangunkanku?" ucap Wang Yun terseyum lambut kepada Lin Fan yang membelai wajahnya. "Aku juga baru bangun, dan melihat istriku yang masih tertidur tetapi masih terlihat cantik, maka dari itu aku tidak membangunkanmu, ucap Lin Fan yang mengecup kening Wang Yun.
Wajah Wang Yun pun kini menerah merona karena dikecup oleh Lin Fan. "Sayang aku mau membersihkan diri kemudian membuatkanmu sarapan" ucap Wang Yun kemudian berdiri dan pergi ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Wang Yun pun. telah selesai mandi dan melihat suaminya duduk berkultivasi "Ternyata selama ini kamu menyembunyikan kekuatanmu" bathin Wang Yun tersenyum bangga kepada suaminya.
"Aku sudah selesai membersihkan diri, sekarang giliranmu, aku mau membuatkanmu sarapan yang enak hari ini" ucap Wang Yun yang kini bergegas pergi ke dapur membuatkan Lin Fan makanan.
"Baiklah aku akan pergi membersihkan diri juga kalau begitu" ucap Lin Fan kemudian nenghentikan kultivasinya bergegas ke kamar mandi.
Tidak lama setelah Lin Fan mandi dan berpakaian, di meja makan disuguhi banyak makanan yang begitu lezat buatan dari Wang Yun. Melihat betapa seriusnya Wang Yun membuatkannya makanan yang begitu banyak, Lin Fan kemudian tersenyun lembut kepada istrinya.
"Yun'er terima kasih telah membuat makanan yang begitu banyak ini, lain kali kamu tidak perlu memaksakan diri oke?," ucap Lin Fan lembut mengelus lembut wajah istrinya. "Em tidak masalah, aku memang sengaja membuat makanan yang banyak hari ini untuk suamiku" ucap Wang Yun tersenyum hangat kepada Lin Fan.
Lin Fan pun kemudian makan bersama Wang Yun, dan tiba tiba Lin Fan memakan makanaan itu dengan begitu lahap karena masakan dari istrinya begitu enak.
"Yun'er masakanmu begitu enak, aku bahkan tidak berhenti makan karena begitu enaknya" ucap Lin Fan memuji istrinya tersebut yabg membuat wajah istrinya memerah.
"Pelan pelan, jangan terburu buru, masih banyak kok makanannya" ucap Wang Yun melihat suaminya memakan dengan lahap masakannya.
Setelah mereka selesai makan, Lin Fan kemudian duduk karena begitu kekenyangan.
__ADS_1
"Yun'er terima kasih makanannya" ucap Lin Fan lembut kepada istrinya. "Tidak perlu berterima kasih, sudah sewajarnya seorang istri melayani suaminya dengan baik" ucap Wang Yun yang wajahnya memerah.