LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Berlatih Bersama


__ADS_3

Di kediaman Lin Fan dan istrinya, mereka berdua pun kembali menutup diri, Lin Fan memasang array pelindung di kamarnya.


"Yun'er, aku akan menunjukkan sesuatu yang indah, sekarang kamu lemaskan kesadaran jiwamu, jika ada sesuatu yang menarikmu makan jangan ditahan, biarkan dia menarikmu, apakah kamu mengerti?" ucap Lin Fan kepada istrinya.


"Em aku mengerti" ucap Wang Yun, kemudian Lin Fan membawa Wang Yun ke dalam dunia jiwanya...


Swosh...


Wang Yun begitu terkejut melihat dirinya berada di semuah tempat yang begitu indah, dan dia melihat ada sebuah rumah kecil disana, dan terlihat seorang pria yang tak lain adalah Lin Fan tersenyum lembut kepadanya. Wang Yun pun datang dan menghampiri suaminya tersebut.


"Sayang.. kita ada dimana?, tempat ini sangat indah" ucap Wang Yun yang begitu takjub akan pemandangan tersebut. "Ini adalah dunia jiwa.." Lin Fan menjelaskan apa itu dunia jiwa, dan tubuh aslinya berada di dunia luar, tubuh jiwanya berada di dunia jiwa yang ada di tubuhnya. Wang Yun pun mengerti bahwa dunia jiwa seseorang muncul harus berada di tingkat kultivasi lebih tinggi.


"Tetapi tingkat kultivasiku hampir mendekat tingkat kultivasimu?, apakah aku juga bisa mempunyai dunia seperti ini?" tanya Wang Yun kepada Lin Fan.


"Tidak semua orang mempunya dunia jiwa, berbeda kasusnya denganku, aku memiliki tubuh dewa giok, tentu saja sangat mudah mendapatkan dunia jiwa ini" ucap Lin Fan berbohong kepada istrinya.


"Ohh begitu yah, jadi kita akan berlatih disini?" tanya istrinya tersebut. "Kamu mau berjalan jalan dulu melihat lihat atau langsung berlatih?" tanya Lin Fan.


"Aku mau jalan jalan melihat keindahan dunia ini heheh, boleh?" ucap istrinya manja kepada Lin Fan. "Tentu saja, jika istriku menginginkannya mana mungkin aku menolaknya" ucap Lin Fan mengecup kening istrinya.


Mereka pun berjalan jalan di dunia jiwa tersebut, Lin Fan juga memperlihatkan buah buahan yang baru dia tanam kembali, tanaman herbal langka yang dikembangbiakkan, dan lain lain. Lin Fan juga memperlihatkan sebuah danau yang sangat indah dimana di dekat danau tersebut ada sebuah gazebo yang megah.


Mereka berdua pun menikmati waktu kebersamaan, Lin Fan juga menjelaskan semua yang dimilikinya sekarang, tetapi dia tidak memberitahu hartanya sekarang tidak seperti dulu lagi karena sebagian besar diberikan kepada Ling Mei.


Setelah mereka menikmati waktu yang indah, Lin Fan dan istrinya pun bersiap untuk berlatih.

__ADS_1


"Yun'er sekarang kamu berada di tingkat pendekar dewa, aku akan memberikanmu sebuah jurus pedang yang sesuai untukmu" ucap Lin Fan kemudian menyentuh kening Wang Yun menggunakan jaru telunjuknya kemudian cahaya keemasan masuk ke dalam kepalanya.


"Ini...", " Yah itu adalah teknik pedang dewi angin, beserta jurus jurus nya, itu adalah teknik yang sangat cocok untukmu sekarang cobalah melatihnya" ucap Lin Fan menjelaskan kepada istrinya.


Wang Yun pun menggunakan teknik tersebut, tampak gerakannya seperti sebuah angin, yang gerakannya susah di tebak, bahkan udara pun menerima kehadirannya. Wang Yun memang jenius klan Wang, tentu saja dapat dengan mudah memahami teknik tersebut.


Lin Fan kagum melihat gerakan gerakan istrinya, tentu saja kagum karena istrinya dapat dengan mudah mempelajari teknik tersebut.


"Yun'er kamu memang jenius, hanya beberapa jam kamu bisa menguasai teknik tersebut, sekarang kamu lanjutkan menguasai jurus jurusnya" ucap Lin Fan kepada istrinya.


Wang Yun kemudian mempelajari beberapa jurus dari teknik tersebut, tampak gerakannya masih kaku namun selalu di bantu oleh Lin Fan.


"Yun'er jurus Angin Pembelah Langit itu membutuhkan konsentrasi yang lebih, jika kamu hanya fokus ke gerakannya saja itu percuma, coba kamu rasakan seluruh elemen angin dan udara di sekitarmu, maka semua dapat menerimamu jika kamu berkonsentrasi memahaminya" ucap Lin Fan yang kemudian membuat pencerahan bagi Wang Yun.


"Yahh begitu, sangat bagus, akhirnya kamu bisa menguasainya, kita akan berlatih selama 1 minggu, jadi kita tidak boleh menyia nyiakan waktu" ucap Lin Fan kepada istrinya "Terima kasih sayang" ucap Wang Yun tersenyum kepada suaminya.


Berhari hari telah berlalu, Wang Yun kini twlah menguasai teknik tersebut dan beberapa jurus jurus dalam waktu seminggu. Lin Fan juga mengajari Wang Yun cara terbang menggunakan sebuah pedang dan dengan mudahnya Wang Yun pun mengerti teknik terbang tersebut.


1 minggu telah berlalu, Lin Fan dan Wang Yun kini telah keluar dari dunia jiwanya dan bersiap siap untuk mendaftar untuk pertandingan besok.


"Yun'er aku sangat bangga memiliki istri seperti kamu" ucap Lin Fan mengecup kening istrinya tersebut. "Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu, terima kasih sayang telah membantuku selama ini" ucap Wang Yun memeluk suaminya tersebut.


"Kalau begitu ayo kita pergi mendaftar untuk mengikuti turnamen klan besar besok" ucap Wang Yun mengajak suaminya pergi mendaftar. "Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat" ucap Lin Fan.


Mereka berdua pun kini berjalan menggunakan pakaian berwarna biru, Lin Fan menggunakan topeng, dan Wang Yun menggunakan Cadar, tampak pakaian pasangan tersebut begitu serasi.

__ADS_1


Di kediaman klan Lin, Lin Fan dan istrinya menuju ke pintu keluar, tetapi mereka di hadang oleh Lin Zhao.


"Hey Lin Fan si sampah!, kenapa kau baru muncul setelah sekian lama aku menunggumu!" ucap Lin Zhao tetapi perkataannya di acuhkan oleh pasangan tersebut. Tampak wajah Lin Zhao memerah karena begitu marah dan bencinya dia di acuhkan.


"Kau!!!, Hey Wang Yun, apakah suamimu itu pantas kamu miliki, bahkan dia tidak bisa berkultivasi, lebih baik kamu bersamaku saja, aku sekarang pemuda berbakat klan Lin dan mewakili klan Lin mengikuti Turnamen Klan besar besok!" ucap Lin Zhao yang membuat Wang Yun berhenti dan diikuti oleh Lin Fan.


"Apa kau bilang?, pantas?, cih kamu tidak usah bermimpi, suamiku adalah yang terbaik, dan ingat satu hal, bahkan kau jangan selalu berada di dalam sumur, dasar katak yang tidak melihat luasnya langit dan bumi!" ucap Wang Yun yang membuat Lin Zhao terdiam.


"Apa yang dia katakan?, bahkan ucapannya hampir mirip dengan patriak, ada apa sebenarnya!" bathin Lin Zhao.


"Cih cepat atau lambat, aku akan membuktikan kepada semua orang bahwa yang lebih pantas menjadi suamimu adalah aku pemuda berbakat dibandingkan dengan si sampah itu !" ucap Lin Zhao kepada Wang Yun.


"Hahaha sayang, anjing itu selalu menggonggong terus, tidak usah diladeni lebih baik kita berangkat sekarang keburus masih ada waktu" ucap Lin Fan menatap tajam Lin Zhao.


"Apa?!, kenapa matanya begitu tajam?!, perasaan apa ini!" bathin Lin Zhao yang berkeringat dingin.


"Cih tunggu saja kau!" ucap Lin Zhao kemudian pergi dari tempat tersebut.


"Hahaha sayang, dia tampak ketakutan, apa yang kamu lakukan kepadanya?" ucap Wang Yun tertawa melihat ekspresi ketakutan Lin Zhao.


"Hahaha aku hanya menatapnya saja, malah dia langsung ketar ketir, dasar pecundang, ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Lin Fan.


"Em baiklah, tempatnya juga tidak terlalu jaug dari sini, jadi kita tidak perlu terlalu terburu buru" jawab Wang Yun kepada suaminya.


Mereka berdua pun keluar dari kediaman klan Lin, tampak semua orang menatapnya dan bertanya tanya, siapa pasangan itu?, kenapa tidak terasa asing?, banyak yang bertanya tanya di sepanjang jalan melihat keharmonisan Lin Fan dan Wang Yun.

__ADS_1


__ADS_2