
Tubuhnya bergetar hebat, dan rasa ketakutan mencucur di seluruh tubuhnya, kini pemimpin kelompok tersebut tidak berdaya, seakan akan kematian sebentar lagi akan menghampirinya.
"Biar aku bertanya siapa yang menyuruh kalian, pasti kau tidak akan menjawabnya, kalau begitu aku akan membunuhmu!" ucap Lin Fan yang melesat cepat tetapi pemimpin kelompok itu bersujud dan mengakui kesalahannya.
"Tu..tuan pendekar, aku.. aku disuruh oleh anak ketua sekte Taring Serigala, Kami dibayar hanya untuk menculik nona yang ada disana, kami.. kami tidak tau kalau anda pendekar yang begitu hebat" ucap pemimpin kelompok tersebut begitu ketakutan.
"Hmm.. Informasi yang bagus, tetapi apakah kau pernah berpikir jika di situasi tersebut aku tidak memiliki ilmu beladiri apakah kau yakin aku bisa hidup sampai sekarang?" ucap Lin Fan. "Itu.." belum sempat pemimpin kelompok itu mengucapkan sesuatu malah ditebas oleh Lin Fan.
Swishh....
Semua mayat bergeletak di tanah, kini Lin Fan tidak mau membuat Bing Wei terkejut kemudian membakar tubuh mayat tersebut hingga tanpa tersisa satu bukti pun, bahkan cincin ruang mayat tersebut di pungut oleh Lin Fan.
Keesokan paginya, Bing Wei terbangun dan melihat di luar tenda terdapat seseorang pria yang sedang memanggang hewan buas, dia tidak lain adalah Lin Fan.
"Hm?, kamu sudah bangun?, kalau begitu ayo kesini kita makan daging bakar ini" ucap Lin Fan. Bing Wei pun mengerti dan mendekat kearah Lin Fan lalu mengambil potongan daging yang telah Lin Fan panggang untuknya.
Mereka pun makan dengan lahap, kini Bing Wei mengerutkan keningnya melihat Lin Fan memakai topeng terus.
"Tuan kenapa anda memakai topeng terus?" ucap Bing Wei penasaran. "Jangan panggil aku tuan, panggil saja aku saudara Lin, dan kenapa aku memakai topeng, ini karena keinginan istriku" ucap Lin Fan menjelaskan kepada Bing Wei.
"Ah.. saudara Lin pasti sangat tampan, dan karena itulah istri anda menyuruh untuk memakai topeng itu karena cemburu kalau ketampanan saudara Lin dinikmati oleh wanita lain" ucap Bing Wei cengingik menggoda Lin Fan.
__ADS_1
"Uhuk..." . "Perkataanmu itu bisa jadi" ucap Lin Fan tersedak makanannya mendengar perkataan Bing Wei. "Wah benarkah?, Saudara Lin, jika memang anda setampan itu, pasti anda akan serasi dengan saudariku yang sedang kita cari sekarang ini hehe" ucap Bing Wei menggoda.
"Uhuk.." Lin Fan tersedak lagi. "Kamu pintar menggoda juga yah, kemarin kamu bilang seseorang, dan sekarang kamu bilang saudarimu, jadi siapa sebenarnya dia?" ucap Lin Fan yang agak kesal.
"Hmm nanti jika saudara Lin bertemu sama saudariku yang hilang itu, pasti saudara Lin akan tau aslinya, yang hanya bisa aku katakan, dia cantik, dingin, cuek, kulitnya seputih salju" ucap Bing Wei menjelaskan.
Lin Fan yang ingin bertanya karena ada hal mengganjal dihatinya karena ciri ciri yang disebutkan Bing Wei tersebut. Tetapi Lin Fan mengurungkan niatnya dan berpikir biarkan takdir yang berjalan.
Mereka berdua pun sudah selesai makan, mereka sekarang sedang bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan.
Mereka pun berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh, beberapa hari kamudian mereka sampai ke sebuah kota kecil untuk menginap di sebuah penginapan sambil mencari informasi di kota tersebut.
"Pelayan, aku mau memesan dua kamar terbaik di penginapan ini, selama 3 hari" ucap Lin Fan. "Biaya perhari 100 koin emas 2 kamar, dan dalam 3 hari 300 koin emas 2 kamar" ucap pelayan tersebut menjelaskan.
Kini Lin Fan berada di dalam kamarnya, begitupun Bing Wei berada di dalam kamarnya.
"Huff pantas saja benua ini walaupun kecil tetapi kekuatannya setara dengan benua barat, ternyata segala kebutuhan disini begitu mahal, walau bagiku itu tidak terlalu sih" bathin Lin Fan membandingkan kedua benua tersebut.
"Huff kemana lagi aku harus mencari reinkarnasi dari dewi phoenix es, tetapi kenapa saat saudari Wei menyebut seseorang itu rasanya ada yang ganjjal?, apakah itu hanya perasaanku saja?" gumam Lin Fan.
Tidak lama kemudian Lin Fan ingin menanyakan sesuatu mengenai sekte Taring Serigala kepada Bing Wei.
__ADS_1
Tok..tok..tok..
"Siapa?" ucap Bing Wei dari dalam kamarnya. "Ini aku Fan Lin, aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu" ucap Lin Fan. "Masuklah" Lin Fan pun dipersilahkan masuk oleh Bing Wei.
"Saudara Lin apa yang membuat anda datang kemari?, pasti anda mau mengatakan hal yang serius kan?" ucap Bing Wei kepada Lin Fan.
"Baiklah, intinya apa masalahmu dengan sekte Taring Serigala" ucap Lin Fan yang membuat Bing Wei terkejut. "Itu.., saudara Lin kenapa anda bi..bisa tau sekte itu?" ucap Bing Wei gugup.
"Yang mereka datang untuk mengincarmu dan untung saja aku telah membunuh mereka semua sewaktu pertama kali kita singgah beristirahat di tengah jalan" ucap Lin Fan menjelaskan kepada Bing Wei.
"Itu.., sebenarnya" air mata Bing Wei keluar dari matanya. "Sebenarnya kekasihku ditahan oleh sekte itu, padahal kami hanya singgah untuk bekerja sama tetapi kami di cap sebagai mata mata sekte aliran hitam, untung saja waktu itu aku berhasil meloloskan diri, tetapi kekasihku yang mengorbankan dirinya agar aku bisa lolos dari kejaran sekte tersebut. Aku... aku tidak tau apakah dia masih hidup tetapi aku.. aku butuh kekuatan untuk menyelamatkannya" ucap Bing Wei dengan mata yang tersendu sendu mengeluarkan air mata kehilangan seorang yang dia sayangi.
Lin Fan yang melihat betapa kuatnya hubungan mereka pun merasa iba dan berencana untuk membantunya.
"Saudari Wei, tenang saja jika kekasihmu itu masih hidup aku akan menyelamatkannya, jika kekasihmu sudah dibunuh aku tetap akan mengambil jazadnya, dan aku akan menghancurkan sekte itu" ucap Lin Fan meyakinkan Bing Wei.
"Tapi.. kamu hanya seorang diri, dan aku takut kamu tidak sanggup melawan sekte alira netral terkuat di benua selatan ini" ucap Bing Wei merasa tidak yakin.
"Sudahlah, apakah kamu percaya denganku?" ucap Lin Fan menatap Bing Wei serius,terdapat di mata Lin Fan begitu keseriusan mendalam membuat Bing We percaya. "Em aku percaya sama saudara Lin" ucap Bing Wei yang tidak ada keraguan lagi kepada Lin Fan.
"Baiklah besok setelah kita mencari orang yang kita cari di kota ini, kita akan bergegas kesana secara diam diam" ucap Lin Fan. "Tetapi saudara Lin bagaimana caranya kita menyelinap kesana?" ucap Bing Wei bingung.
__ADS_1
"Sekarang kamu berada di tingkat pendekar raja puncak, aku akan mengajarimu teknik menyembunyikan keberadaan hawa malam ini, tetapi kamu tetap ketahuan oleh orang yang tingkatannya lebih tinggi daripada kamu, tetapu kamu tenang saja aku sudah merencanakan semuanya dengan baik" ucap Lin Fan kepada Bing Wei.
Lin Fan sebenarnya mau menunjukkan kekuatannya tetapi Lin Fan lebih baik terlihat seperti orang pada umumnya agar dirinya tidak mencolok. Lin Fan juga mau menikmati perjalanannya karena sesuatu yang bisa dirasakan lebih nikmat jika sesuatu yang mudah dilakukan, Maksudnya akan lebih bersemangat jiwa jika merasakan perjuangan tanpa melibatkan kekuatan besar, dibandingkan menyelesaikan sesuatu denga kekuatan besar tanpa ada rasa perjuangan.