
Setelah mereka semua mendapatkan ingatannya kembali, Lin Fan dan ketiga istrinya serta Lin Bai dan Lin Long kembali ke benua timur untuk menjemput orang tuanya.
Mereka terbang dengan cara masing masing, Xiao Lang terbang tetapi auranya memancarkan sinar berwarna hijau keemasan, Wang Yun terbang menggunakan pedang yang terbuat dari energi angin yang berwarna putih terang, Yun Xue terbang menggunakan pedang yang terbuat dari energi esnya berwarna biru terang, Ling Mei terbang menggunakan pedang yang terbuat dari energi apinya berwarna merah terang.
Mereka tampak seperti dewa yang begitu agung terbang menuju ke arah benua timur. Lin Bai dan Lin Ling begitu kagum melihat mereka berempat, karena setelah ingatan masa lalu mereka kembali, mereja sudah dapat menggunakan energi sejatu mereka masing masing walau belum sepenuhnya sempurna.
Mereka pun sampai di desa daun, tampak mereka menyembunyika keberadaannya agar tidak membuat keributan dan menarik perhatian banyak orang.
"Ibu ayah, kami pulang" ucap Lin Fan memberitahu orang tuanya bahwa mereka sudah selesai mengurus hal di benua tengah.
"Kalian sudah pulang?, bagaimana? apakah tidak ada masalah saat didalam perjalanan?" tanya Feng Ying yang khawatir jika terjadi sesuatu kepada mereka.
"Ibu, kami baik baik saja, dan besok kita akan berangkat ke benua Tianyun dan tinggal bersama sama di sekte dewaa pedang" ucap Lin Fan yang ingin membawa orang tuanya.
"Baiklah nak, ayah dan ibumu akan mengikuti keinginanmu itu, bagaimana kalau malam ini kita membuat pesta makan makan?" ucap Feng Cu yang berencana berpesta sebelum meninggalkan kediaman yang mereka tinggali.
"Baiklah, kami bertiga akan membantu ibu menyiapkan makanannya" ucap ketiga istri Lin Fan kemudian mereka menuju ke dapur untuk menyiapkan makananan untuk pesta makan malam.
Malam pun tiba, mereka semua tampak berkumpul dan berbahagia bersama, Lin Long dan Lin Bai juga ikut hadir mengisi kemeriahan makan malan tersebut.
"Fan'er apakah kamu tidak berencana memberikan ibu cucu?" ucap Feng Ying menggoda anaknya untuk memberikan orang tuanya cucu.
Lin Fan terkejut mendengar perkataan ibunya tersebut, ketiga wajah istri Lin Fan memerah merona mendengarkan ucapan mertuanya tersebut.
"Hahahahah" Feng Cu tertawa melihat ekspresi istri Lin Fan, "Nak pasti kamu sudah memikirkannya matang matang kan?" tanya Feng Cu yang melihat bahwa anaknya sudah memiliki rencana sebelum berpikir memiliki seorang anak.
"Sebenarnya aku harus melaksanakan tugas dari guruku, jika tugas itu selesai, aku akan memberikan kalian cucu" ucap Lin Fan yang sudah memikirkannya dengan baik.
__ADS_1
"Apa? guru? kenapa km tidak pernah memberitahukan kepada kami?" ketiga istri Lin Fan mengerutkan keningnya karena tidak mengetahui bahwa suaminya mempunyai guru.
"Yah saat di makam itu..." Lin Fan menceritakan kejadian yang dia alami saat menerima ingatan,warisan serta jiwa dari dewa pedang, dan dia juga menganggapnya sebagai gurunya.
Semua yang mendengarkan penjelasan Lin Fan hanya terdiam, bahlan Lin Bai dan Lin Long juga tidak bisa berkata apa apa, sesuai dengan dugaan mereka berdua bahwa Lin Fan akan mengetahui semuanya.
"Tidak, aku tidak mengizinkanmu untuk pergi jauh menjelajahi dunia ini!" ucap Ling Mei tidak mau ditinggalkan terus menerus oleh Lin Fan.
"Pokoknya kami tidak mau tau, jangan pernah tinggalkan kami lagi!" ucap mereka serentak membuat Lin Fan tidak bisa berkata kata lagi dan menuruti keinginan istrinya.
"Guru, mungkin aku akan menjalankan tugasmu beberapa tahun yang akan datang, untuk saat ini aku mau menikmati hidup bahagia bersama keluarga dan istriku" bathin Lin Fan yang tidak mau meninggalkan momen yang penuh dengan kebahagiaan ini.
"Baiklah aku berjanji tidak akan meninggalkan kalian lagi, aku akan menikmati hidup bahagia bersama kalian" ucap Lin Fan meyakinkan ketiga istrinya.
"Janji? memberikan kami seorang anak?" ucap Yun Xue yang membuat Wang Yun dan Ling Mei malu karena perkataannya.
Mereka semua pun tertawa bahagia dan menikmati pesta pada malam itu.
Keesokan harinya, mereka semua berangkat ke benua barat di gerbang teleportasi untuk menuju ke benua Tianyun.
Mereka semua melewati gerbang tersebut tanpa hambatan tidak seperti saat pertama kali digunakan.
Kini mereka telah berada di dalam aula istana, bahkan orang tua kandung Lin Fan serta orang tuan Wang Yun hadir di aula istana tersebut.
"Ibu ayah, aku akan memperkenalkan kepada kalian istri ketigaku serta ayah dan ibu angkatku" ucap Lin Fan membuat mereka semua kaget.
"Apa? istri lagi? benarkah itu? apakah tidak masalah bagimu Yun'er dan Xue'er?" ucap Lin Hao dan Lin Meng serta Wang Cong dan Wang Qian yang terkejut.
__ADS_1
"Ibu ayah, kita semua sudah saling mengenal dan tidak keberatan" ucap Wang Yun yang memperlihatkan ke akuran mereka bertiga.
Mereka semua juga menyambut hangat orang tua angkat Lin Fan, Lin Fan menjelaskan kepada mereka semua awal cerita dia bertemu dengannya sampai dia bisa berinkarnasi.
Mendengar cerita Lin Fan, mereka begitu tersentuh dan begitu menerima kehadiran orang tua angkat Lin Fan.
"Saudari Feng Ying tinggal di kediaman Lin bersama kami" ucap Lin Meng mengajak mereka berdua tinggal di kediaman Lin.
"Fan'er ibu dan ayahmu akan tinggal di kediaman orang tuan kandungmu nak, nikmatilah waktumu disini bersama istrimu" ucap Feng Ying tidak mau mengganggu keahagiaan anak angkat dan menantu yang dia sayangi.
"Baiklah, tapi sering seringlah datang kesini, karena lokasinya juga tidak jauh" ucap Lin Fan. "Iya nak, kalau begitu kami pergi dulu" ucap Feng Ying kemudian beranjak pergi bersama Lin Meng.
"Nak kami pergi dulu, nikamatilah waktumu bersama istrimu, dan ingat satu hal, berikan kami Cucu!" ucap Lin Meng menatap tajam Lin Fan. Lin Hao hanya diam dan tidak tau harus berbuat apa apa.
Ketiga istri Lin Fan terdiam dan berkeringat dingin karena memikirkan giliran siapa yang akan pertama kali ditanam benih oleh suaminya.
Wang Yun dan Yun Xue sepakat bahwa Ling Mei akan pertama kali, karena belum pernah merasakannya.
"Baiklah ibu, tidak perlu khawatir hehe" ucap Lin Fan, kemudian mereka semua pun kembali ke kediaman mereka masing masing.
Kini tersisa Lin Fan dan ketiga istrinya serta Lin Bai dan Lin Long berada di aula istana tersebut.
"Bai putih dan Long biru, kirim surat di kota Weifan bahwa sekte Dewa Pedang akan mengadakan pemilihan murid, kami akan memilih 5 murid terbaik dan berpotensi dalam kompetisi tersebut" ucap Lin Fan berencana mengadakan kompetisi pencarian pemuda berbakat dan memilih 5 terbaik menjadi murid sekte dewa pedang.
"Baiklah tuan kami akan melaksanakannya" ucap Lin Bai. "Dan jumlah seluruh murid di sekte sekarang ada berapa?" tanya Lin Fan penasaran.
"Tuan sekrang jumlah murid inti ada 10, murid dalam ada 500 dan murid luar ada 3000 itu adalah murid yang baru dari klan Lin dan Wang serta ada tambahan anak penguasa kota Weifan dan penghibur restoran yang mendapatkan surat rekomendas. 10 murid inti murid generasi pertama, dan 500 murid dalam merupakan murid yang diselamatkan di sekte aliran hitam" ucap Lin Long menjelaskan keseluruhannya.
__ADS_1
"Bagus, aku tidak mau terlalu banyak, biarkan kita mempunyai sedikit tetapi berkualitas daripada banyak tetapi tidak berkualitas" ucap Lin Fan menjelaskan kepada mereka berdua.