LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Kehilangan Lin Tian


__ADS_3

Di sebuah taman yang indah tepatnya di istana, Wang Yun dan Yun Xue kini sedang dudung menemani Lin Tian di taman tersebut.


"Saudari Yun, kenapa kamu tiba tiba meninggalkan acara?, apa yang terjadi denganmu?" tanya Yun Xue melihat Wang Yun yang merasa khawatir.


"Aku hanya merasa ada sesuatu yang terjadi, tetapi perasaanku sekarang begitu tidak enak, aku tidak tau apa itu" perasaan Wang Yun daritadi merasakan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.


"Mungkin kamu kelelahan, bagaimana kalau kita masuk kedalam saja, kamu pasti lelah dan butuh istirahat" ucap Yun Xue mengajak Wang Yun masuk kedalam istana.


"Baiklah" mereka berdua kemudian berjalan menuju ke arah istana tersebut.


Tiba tiba kejadian yang tidak terduga tiba tiba muncul, awan begitu gelap dilangit, warnanya hitam pekat menutupi cerahnya langit.


Petir bergemuruh diatas langit tempat Wang Yun berada, langkah kakinya terhenti melihat awan dan petir tersebut.


"Saudari Xue, apakah kamu tau itu?" ucap Wang Yun melihat ke atas langit sebuah awan dan petir bergemuruh.


Yun Xue menoleh ke atas dan mengerutkan keningnya karena mengetahui awan tersebut merupakan perbuatan dari Dao Surgawi.


"Kenapa Dao Surgawi tiba tiba muncul?, apa yang terjadi?" Yun Xie heran melihat kejadian tersebut.


Tiba tiba sebuah petir menyambar dan merobek sebuah celah dimensi tepat di depan Wang Yun berada.


Bommm....


Celah dimensi terbuka, tiba tiba Lin Tian terlepas dari pelukan ibunya dan secara cepat terhisap di celah dimensi tersebut.


"Tidak!! anakku!!!!!" Wang Yun tidak sempat menolongnya karena begitu cepatnya tanpa dia sadari anaknya tiba tiba terserap di celah dimensi itu dan kemudian tertutup.


"Tian'er!!!, argkkkk" teriak Yun Xue melihat Lin Tian terserah celah dimensi tersebut yang kemudian tertutup kembali.

__ADS_1


"Lin Fan!!!!!, jika kau benar benar mencintaiku, kembali secepatnya kesini!" teriak Wang Yun begitu keras terdengar di seluruh wilayah sekte dewa pedang.


"Lin Fan cepat kemari!!!!" Yun Xue juga berteriak kencang dan menggemparkan seluruh wilayah sekte dewa pedang.


Didalam perjalanan Lin Fan melihat Dao Surgawi muncul sebentar dan hilang, saat dia sudah sampai di istana tiba tiba suara teriakan terdengar di sebuah taman dekat istana, Lin Fan secara refleks melesat kearah teriakan Wang Yun dan Yun Xue.


"Huuuuu, anakku...jangan tinggalkan ibu nak" teriak Wang Yun sambil dipeluk oleh Yun Xue.


Lin Fan pun datang melihat Wang Yun menangis histeris seperti kehilangan sesuatu yang berharga.


"Yun'er kenapa kamu menangis?, apa yang terjadi?, tadi aku melihat Dao Surgawi yang tiba tiba muncul tapi langsung menghilang?, jelaskan kepadaku" tanya Lin Fan.


"Lin Fan, Tian'er anakku, anakku menghilang" ucap Wang Yun menangis histeris kehilangan Lin Tian anak yang baru saja dia lahirkan kemarin.


"Apaaa?! bagaimana bisa?!" Lin Fan terkejut mendengar kehilangan Lin Tian anak bungsu laki lakinya satu satunya.


"Ceritanya begini...." Yun Xue menjelaskan bahwa saat Wang Yun merasa tidak enak badan, dia mengajaknya masuk kedalam istana tetapi tiba tiba Dao surgawi muncul dan menyambar petir tepat didepan Wang Yun dan tiba tiba celah dimensi terbuka menghisap Lin Tian dengab cepat memasuki celah dimensi tersebut, Yun Xue dan Wang Yun tidak sempat menyelamatkan Lin Tian karena celah dimensi tersebut tiba tiba langsung tertutup.


"Cari... cari anakku, aku tidak mau, Lin Tian cari anakku Lin Tian!!!!!!" ucap Wang Yun yang lemah karena kehilangan anaknya, dia kemudian digendong masuk kedalam kamar oleh Lin Fan.


Pandangan matanya kosong, dan meneteskan air mata, dia begitu sedih karena kehilangan anak laki laki satu satunya.


Kabar mengenai hilangnya Lin Tian pun tersebar di wilayah sekte dewa pedang, seluruh penduduk sete dewa pedang diberikan tugas untuk menjelajahi seluruh dunia ini demi mencari anaknya tersebut.


Lin Bai dan Lin Long begitu terkejut karena hilangnya Lin Tian anak bungsu Lin Fan. Dia kini bersama Lin Fan mencari bersama diseuluruh benua Tianyun dan Zhanshi untuk mencari anaknya. Lin Bai juga mengajak Lin Fan pergi ke benua terkecil siapa tau Lin Tian ada disana.


Kegemparan terjadi membuat sekte dewa pedang menutup diri dari dunia luar, karena semuanya diberikan tugas mencari Lin Tian.


Didalam kamar, kini terdapat Wang Yun yang selaly memanggil anaknya dengan tatapan kosong seakan akan tidak percaya akan kehilangan anaknya.

__ADS_1


"Lin Tian, anakku..." hanya kata kata itu terus keluar dari mulut Wang Yun, dia begitu syok karena anaknya tiba tiba menghilang tepat di depan matanya.


"Ibu Yun, lebih baik ibu Yun makan dulu, sedikit juga tidak apa apa" ucap Lin Jia kasihan melihat ibu Wang Yun yang sedih karena kehilangan Lin Tian.


Lin Jia dan Lin You juga sedih karena kehilangan adik kecilnya, dia mau membantu tetapi masih belum mempunyai kekuatan, mereka bersua bertekad untuk menjadi kuat agar dapat menemukan adik kesayangannya tersebut.


Wang Yun tidak menjawab perkataannya, tatapan matanya hanya kosong memikirkan Lin Tian anak satu satunya.


Yun Xue dan Ling Mei berusaha menghiburnya tetapi tidak ada hasilnya, mereka seakan akan tidak dipedulikan.


Mereka berdua hanya bisa berharap suatu saat nanti Lin Tian masih hidup di luar sana dan kembali ke asalnya.


"Anakku..., ibu merindukanmu nak" ucap Wang Yun yang tidak rela kehilangan anaknya.


Semua orang tua Lin Fan dan Wang Yun tidak ada yang berhasil menghiburnya, mereka semua tidak dipedulikan oleh Wang Yun.


Setiap perkataannya hanya Lin Tian dan Lin Tian yang dia katakan. Betapa sedihnya seorang ibu kandung yang kehilangan sosok jagoan kecilnya.


Di dunia rendah, kini seorang bayi kecil melayang di udara dan jatuh di sebuah hutan yang lebat.


"Eakk eakkk" suara tangisan bayi terdengar di hutan tersebut, tiba tiba datang seorang wanita cantik ke arah bayi tersebut dan terkejut melihatnya.


"Ini benar benar bayi?, kenapa bisa ada di hutan yang penuh dengan beast seperti ini?, apakah orang tuanya sengaja membuangnya?".


Wanita tersebut merupakan binatang suci rubah ekor sembilan yang merubah bentuknya menjadi wanita cantik yang terlihat berumur 20 tahunan, padahal umurnya sudah ratusan tahun.


Dia terkejut melihat bayi manusia yang berada di tengah hutan, dia bepikir untuk tidak memperdulikannya tetapi hatinya tersentuh untuk merawatnya dan membawanya pulang ke tempatnya.


"Nama kamu Lin Tian?, bayi yang manis aku akan merawatmu mulai sekarang" ucap wanita tersebut, seakan akan omongannya dimengerti oleh Lin Tian, Lin Tian tersenyum manis kepada wanita tersebut.

__ADS_1


Hati wanita itu kembali tersentuh karena bayi yang dia gendong seakan akan mengerti ucapannya. Dia kemudian bergegas membawanya ke tempat dia tinggal di dalam hutan tersebut.


__ADS_2