
1 minggu kemudian Lin Fan keluar dari penginapan tersebut, kemudian bergegas pergi menuju ke pelelangan, Lin Fan sengaja tidak hadir karena buang buang waktu mengikuti acara pelelangan tersebut. Lin Fan datang ke tempat itu setelah acaranya selesai.
Kini Lin Fan berada di paviliun Bulan Sabit, penjaga juga sudah mengenal Lin Fan jadi Lin Fan dengan mudah masuk kesana.
"Ah tuan Lin, aku kira tuan Lin tidak datang hari ini, hari ini kita mendapatkan keuntungan yang sangat besar, dan ini adalah hasil dari pill anda tuan. Didalam cincin itu terdapat 300 juta koin emas, kami sudah memotong 5% hasilnya" ucap Yu Lian kepada Lin Fan.
"Wah lumayan juga, terima kasih nona" ucap Lin Fan. "Tidak perlu sungkan tuan Lin, kami yang seharusnya berterima kasih karena telah membantu usaha kami" ucap Yu Lian kepada Lin Fan.
"Ahh baiklah, urusanku telah selesai, jika ada waktu kita pasti bertemu kembali" ucap Lin Fan kemudian bergegas pergi. Yu Lian tidak bisa berkata kata lagi, dan mengantar Lin Fan keluar.
Kini Lin Fan sudah keluar dari kota tersebut, Lin Fan kini berencana mencari sebuah tempat yang cocok untuk membangun sebuah sekte.
Lin Fan terbang menggunakan pedangnya, menyusuri pegunungan dan hutan, sudah 1 bulan Lin Fan mengelilingi benua barat, tetapi saat Lin Fan melihat sesuatu yang aneh di hutan dia langsung turun dan mengeceknya.
"Ini.. array pelindung?" ucap Lin Fan. "Ini array pelindung dewa!, kenapa bisa ada array di tempat terpencil seperti ini?" ucap Lin Fan kemudian mengecek array tersebut.
Lin Fan berusaha membuka array tersebut dengan segenap kemampuannya. berhari hari telah berlalu.. Lin Fan kini telah berhasil mempelajari array tersebut dan Lin Fan bisa dengan mudah menonaktifkan array tersebut.
Swosh...
Saat array pelindung itu di nonaktifkan, Lin Fan melihat sebuah istana yang begitu megah serta energi alam yang lebih banyak. Lin Fan masuk kesana dan mengaktifkan kembali array pelindungnya agar tidak ada orang yang memasuki tempat tersebut.
Mata Lin Fan bersinar terang melihat istana yang begitu mewanya, "Layak dijadikan sebuah sekte! bahkan energi alam disini juga begitu besar!" gumam Lin Fan takjub dengan pemandangan tersebut.
Lin Fan berencana pergi untuk mengelilingi istana tersebut, tetapi tiba tiba..
Raungg.....
Harimau putih bersayap datang menghampiri Lin Fan. Lin Fan tampak begitu kaget melihat harimu putih tersebut.
"Bi..binatang suci?, kenapa bisa berada disini?! bahkan di dunia hewan aku tidak pernah melihat binatang suci ini!" ucap Lin Fan terkejut melihat harimau tersebut.
__ADS_1
"Tuan..." ucap harimau tersebut memberi hormat kepada Lin Fan. Lin Fan tampak begitu terkejut mendengar perkataan dari harimau tersebut.
"Ke..kenapa kamu memanggilku tuan?, padahal kamu binatang suci yang bahkan para beast takuti, bahkan aku tidak pernah melihat sosokmu di dunia hewan" ucap Lin Fan bertanya kepada harimau itu.
"Ahh tuan.. ceritanya sangat panjang, ingatan tuan juga pasti belum kembali, jadi hamba tidak tau akan menjelaskannya mulai darimana" ucap harimau tersebut.
"Ahh.. aku pusing, apa maksudmu dengan tuan?, padahal kau adalah leluhur para beast? aku yang seharusnya hormat kepadamu karena kau adalah makhluk tertinggi di alam dewa dan hewan" ucap Lin Fan kepada harimau itu.
"Tuan waktu aku melihat tuan terbang menggunakan sebuah pedang, aku sengaja memberikan aura agar tuan melihat array pelindung ini. Aku sangat bersyukur dapat melihat tuan lagi" ucap harimau tersebut menangis.
"Ahh apakah kau bisa berubah menjadi manusia, aku tidak bisa mengerti semua yang terjadi" ucap Lin Fan yang belum bisa mencerna apa yang telah terjadi?, kenapa bisa hewan suci ini memanggilnya dengan sebutan tuan?, apa ada yang salah atau bagaimana?.
"Baiklah tuan, jika tuan ingin melihat wujud manusiaku, aku akan berubah wujud"..
swossh..
Harimau itu berubah wujud menjadi seorang yang tampan dengan rambut berwarna putih, tetapi ketampanannya belum bisa menyamai Lin Fan.
Lin Fan diarahkan duduk ke kursi pempimpin tersebut, Lin Fan awalnya menolak tetapi mereka hanya berdua jadi tidak masalah.
"Ahh sebelum kamu menjelaskan, boleh aku. tau nama kamu siapa?" tanya Lin Fan. "Tuan aku tidak mempunyai nama" ucap harimau itu.
"Ohh kalau begitu aku akan memberikan kamu nama Lin Bai apakah kamu setuju?" ucap Lin Fan membuat harimau itu bersujud dan bersyukur. "Tuan terima kasih telah memberikan hamba sebuah nama" ucap Lin Bai bersyukur. "Sikap tuan dengan yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang" bathin Lin Baik bahagia melihat tuannya yang baik dan tidak seperti dulu.
"Ohh iya, aku ingin kamu menebak telur apa ini, aku merasa pernah melihat tetapi dimana yah?" ucap Lin Fan bertanya kepada Lin Bai.
Lin Bai terkejut bukan main. "Ini.. tuan ini adalah telur pengikut tuan juga, dia adalah naga azure binatang suci sepertiku tuan, hahaha suatu keberuntungan dapat menemukan telurnya pasti dia ikut bereingkarnasi bersama tuan waktu itu" ucap Lin Bai yang begitu senangnya bertemu rekannya.
"Ha?!!!, sama sepertimu?, pengikutku?," ucap Lin Fan terkejut mendengar ucapan Lin Bai. "Tuan aku akan menjelaskan semuanya kepada tuan supaya tuan tidak kebingungan lagi. Tapi.. akan lebih baik jika naga azure yang menjelaskan kepada tuan" ucap Lin Bai.
"Huff baiklah bisakah kau mencarikan aku sebuah tempat, aku akan menetaskan telur ini" ucap Lin Fan. "Baiklah tuan, aku akan mengantar anda ke sebuah tempat yang dulunya tuan sukai" ucap Lin Bai mengantar Lin Fan.
__ADS_1
Mereka pun sampai ke sebuah tempat yang luas dan pemandangan yang indah serta energi alamnya besar.
"Tempat ini sangat indah, jika Yun'er kesini dia pasti akan sangat bahagia" ucap Lin Fan. "Terima kasih, aku akan menetaskan telur ini mungkin membutuhkan waktu yang lama" ucap Lin Fan.
"Baiklah tuan, aku akan menunggu tuan, jima tuan ada keperluan, tuan dapat memanggilku" ucap Lin Bai kepada Lin Fan.
"Huff, kenapa kejadian hari ini begitu membuatku pusing, ada apa sebenarnya ini?, apakah ada hubungannya dengan benua Zhanshi?, huff aku harus mencari tahunya segera setelah aku menetaskan telur ini" bathin Lin Fan kemudian mengalirkan energi dewa gioknya ke arah telur itu.
Berhari hari Lin Fan mengalirkan energi dewa gioknya, kadang beristirahat untuk memulihkan tenaganya dan melanjutkan menyalurkan energinya. Hal itu terjadi selama 2 bulan lamanya. Sudah 4 bulan Lin Fan berada di luar sejak kepergiannya dari Kota bintang.
Lin Fan kini melihat telur tersebut mulai bercahaya biru keemasan keluar dan...
Bommm....
Seekor naga kecil muncul....
Swosh..
Swosh..
Swosh...
Lama kelamaan naga tersebut menjadi besar dan sangat besar dan...
Raungg......
Raungan naga terdengar di atas langit kemudian turun dan menghadap ke arah Lin Fan.
"Tuan?, apakah aku bermimpi?, apa...apakah benar benar.. anda tuan..." ucap naga tersebut mengubah penampilannya menjadi pria berambut biru dengan wajah tampan sedikit diatas Lin Bai. Tampak matanya memerah, mengeluarkankan air mata yang begitu banyak.
"Tuan.. tuan.. maafkan hamba yang tidak bisa melindungi anda tuan" ucap naga itu bersujud menangis kepada Lin Fan.
__ADS_1