
Satu minggu berlalu, dan sekarang San Lin sudah bisa mulai melupakan kesedihannya karena di buang oleh saudara dan ayah kandung nya sendiri. Tang Yu dan Tang Jun pun ikut serta membantu anak itu untuk melupakannya.
Luka-luka San Lin juga sudah mulai membaik dan kering, namun ibunya masih tidak mengizinkannya untuk bermain bersama anak-anak lainnya karena takut akan hal yang pernah terjadi terulang lagi.
Saat ini San Lin sedang duduk manis di samping ibunya yang sedang menjahit seraya menonton anak-anak lainnya bermain dibawah salju. Benar, sekarang musim dingin telah tiba.
Yun Zhang pun sudah berbaikan dengan anak-anak lainnya yang pernah menuduhnya seorang pembunuh. Saat itu San Lin Dan ibunya ikut membantu Yun Zhang untuk menjelaskan, begitu pun Fei Hung yang meminta maaf karena sembarangan menuduh Yun Zhang pembunuh.
Tang Yu menatap putranya yang fokus menonton Yun Zhang, Fei Hung dan anak-anak lainnya bermain. Dimata San Lin menggambarkan keinginan untuk bergabung dengan teman-teman nya. Yah, sekarang dia sudah memiliki teman, meskipun masih bisa dihitung dengan jari tapi itu cukup untuk membuat San Lin bahagia.
San Lin memakai Jas tebal yang terbuat dari kulit beruang agar tidak kedinginan, rasanya Tang Yu ingin mencubit pipi San Lin yang terlihat sangat menggemaskan! Apa lagi San Lin terus senyum-senyum sendiri karena kekonyolan teman-teman nya yang sedang bermain.
Tang Yu tersenyum bahagia, syukur lah San Lin bisa berbahagia bersamanya. Kehadiran San Lin di tengah-tengah keluarga Tang Jun dan Tang Yu, membuat keluarga itu menjadi semakin hangat. Bahkan Tang Yu dan Tang Jun menjadi lebih sering tertawa dari pada sebelumnya karena kelucuan San Lin.
Dalam batinnya Tang Yu bertanya-tanya, sungguh bodoh ayah kandung San Lin yang membuangnya, lihatlah wajah menggemaskan anak itu? Bagaimana dia bisa sangat tega membuangnya? Tapi ya sudahlah, tidak ada gunanya memikirkan itu karena semua yang terjadi tidak bisa di ulang lagi untuk di benahi.
"Bu, kenapa ayah belum pulang?.. " Tanya San Lin seraya memegang ujung baju Tang Yu.
"Ayahmu sedang menjaga kebun jagung kita dari babi hutan dan monyet, sebentar lagi pasti kembali.. " Jawab Tang Yu lembut di sertai dengan senyuman hangatnya yang khas.
"Tapi ini kan sudah sore bu?.. " Ujar San Lin lagi dan membuat Tang Yu semakin gemas. Akhir-akhir ini kenapa San Lin terlihat sangat khawatir?
"Iya ibu tahu, sebentar lagi ayah pasti kembali.. "
Baru juga di bicarakan tiba-tiba Tang Jun muncul dan mengejutkan San Lin, "Oh? Kelihatan nya ada yang sedang merindukanku?.. " Ucapnya dengan senyuman.
San Lin lekas berlari dan memeluknya erat, "Ayah!.. " Ujarnya sangat bahagia, setelah melihat Tang Jun, akhirnya kekhawatiran San Lin menghilang.
__ADS_1
"Hais! Jangan berlari! Bagaimana jika kamu nanti jatuh? Kamu masih belum sehat Lin'er!.. " Tang Yu merepet tiba-tiba karena khawatir.
Namun kekhawatiran nya di acuhkan begitu saja oleh Tang Jun dan San Lin. Tang Jun justru mengangkat San Lin ke gendongannya seraya berkata, "Ho, ho, ho... Mari lihat putra tampan ayah hahaha.. " Ucapnya dan mencubit hidung San Lin.
"Aaaa! Itu sakit ayah!.. " Protes San Lin seraya menggosok hidungnya dan memalingkan wajahnya, yah... San Lin ngambek!
"Hahaha... Maaf, maaf. Ayah terlalu bersemangat!.. " Ujar Tang Jun menanggapi.
San Lin tidak terima, ia masih memalingkan wajahnya. "Enggak! Lin'er mau digendong ibu saja!.. " Ucapnya masih ngambek dan menjulurkan kedua tangannya ingin digendong Tang Yu.
"Sekarang kau baru mengingatku? Tidak! Ibu tidak mau menggendong mu, kau sama ayahmu saja sana!.. " Sayangnya Tang Yu juga ngambek, cemburu dengan San Lin yang sangat dekat dengan suaminya dan kesal karena ia di acuhkan beberapa menit yang lalu.
San Lin memasang wajah cemberut nya dan hampir menangis. Ini adalah senjata paling ampuh untuk membuat ibunya luluh. Dan benar saja, Tang Yu langsung luluh.
"Iya, iya! Sini ibu gendong, tidak usah cemberut begitu!... " Ujarnya dan mengambil San Lin dari gendongan suaminya.
Seketika ekspresi San Lin langsung berganti dengan kebahagiaan dan penuh kemenangan.
"Hihihihi.. " San Lin malah tertawa menampakkan gigi-giginya yang seputih susu.
"Cih! Dasar anak nakal!.. " Tang Yu berdecak kesal.
"Kamu juga! Sudah tahu anaknya lagi tidak sehat, kenapa malah membiarkan nya berlari!?.. " Dan akhirnya Tang Yu menggunakan suaminya sebagai pelampiasan kekesalannya dan mengomelinya.
"Hah? Apa salahku? Kenapa aku lagi yang kena!?.. " Tang Jun mendelik tidak terima dengan istrinya yang mengomelinya.
"Ck! Dasar kakek tua! Kau bahkan tidak tahu kesalahanmu!?.. " Omel Tang Yu semakin kesal.
__ADS_1
"Aku memang benar-benar... "
"Bicara lagi akan ku tendang pantatmu!.. " Ancam Tang Yu, dan berhasil membuat Tang Jun terdiam.
Dia sudah lupa dengan aturan para betina yang suka merepet layaknya pantat ayam yang tidak bisa diam. Dan satu lagi tentang peraturan itu adalah:
~Peraturan pertama, para betina tidak pernah salah.
~Peraturan kedua, betina juga selalu benar.
~Dan yang terakhir adalah, jika betina itu melakukan kesalahan maka kembali pada peraturan pertama. Apa peraturan pertama? Yaitu betina tidak pernah salah!.
Di dunia nyata juga demikian, jika tidak percaya coba saja nanti.
Tang Jun memijit keningnya, merutuki diri sendiri yang sempat melupakan peraturan itu.
Beberapa detik kemudian, tiba-tiba perut San Lin berbunyi karena lapar dan membuat perhatian Tang Yu teralihkan. Sementara Tang Jun menghela nafas lega karena akhirnya bisa selamat dari omelan maut istrinya. Tang Jun harus berterima kasih pada perut San Lin yang menyelamatkan nya.
Tang Yu lekas membawa San Lin memasuki rumah untuk makan dan diikuti oleh Tang Jun dari belakang. San Lin menoleh kearah ayahnya yang mengekor,
"Blweeek.. " Ejek San Lin pada ayahnya yang tidak bisa apa-apa jika istrinya sudah merepet. Berbeda dengan San Lin yang hanya memasang wajah cemberut saja maka ibunya itu akan langsung luluh.
"K-kau!... " Kesal Tang Jun seraya menunjuk San Lin. Namun sialnya Tang Yu mendengar itu dan menyangka suaminya ingin protes lagi.
"Aku apa ha? Mau protes lagi!?.. " Jutek Tang Yu dan membuat suaminya memaksakan senyuman dan menyangkal. Jika ia tidak menyangkal, istrinya itu akan kembali merepetinya.
"Humph!.. " Tang Yu mendengus dan berbalik, melanjutkan kembali jalannya menuju dapur untuk membawa San Lin makan.
__ADS_1
Ketika berbalik, wajah bahagia San Lin yang melihat ayahnya tidak berkutik dengan wajah lucu tidak dapat disembunyikan.
Sementara dipikirkan Tang Jun, "Awas saja kau anak nakal! Saat kau tidak bersama ibumu akan ku balas ini!.. " Batinnya sangat kesal. Lihat saja nanti saat San Lin tidak bersama ibunya.