
"Kau tidak perlu tahu dimana sisanya pil itu, karena kakek juga tidak tahu," Jawab Kang Ho, terdapat kesedihan dimatanya ketika mengatakan itu. Hmm... Tampaknya Kang Ho memiliki rahasia hidup yang sengaja ia sembunyikan.
Tang Lin tidak mengerti, mengapa Kang Ho bersedih tiba-tiba. Apakah ada yang salah dengan pertanyaannya? Tapi ya sudahlah, karena Kang Ho sudah berkata demikian maka ia tidak akan melanjutkan lagi.
Tang Lin memberikan pil penyembunyi aura itu pada Lao Hu. Anak harimau itupun mencium terlebih dahulu sebelum memakannya. Lao Hu sungguh lebih mirip seekor kucing dari pada harimau yang ganas. Setelah itu Tang Lin pun berpamitan pulang, ia menlanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda.
...****************...
Di sebuah tempat, Tang Jun dan Tang Yu sedang berdiri dihadapan benteng raksasa. Dibelakang keduanya membawa 10.000 prajurit yang lengkap dengan segala peralatan tempurnya.
Diatas benteng itu, berdiri seorang pria berpakaian serba hitam dan memakai topeng. Namun rambutnya kelihatan berwarna merah.
"Sungguh aku tidak menyangka, pendekar ganda yang selama ini aku cari-cari sekarang mengantarkan nyawanya sendiri hahaha.. " Ejek pria bertopeng itu seraya bertepuk tangan pelan.
Tepat didepan gerbang benteng raksasa itu, berdiri tiga pria bertopeng lainnya dan dua perempuan bertopeng. Pakaian mereka semua sama.
"Kau terlalu banyak bicara Jiao Hun! Aku kemari untuk meratakan Kekaisaran mu!.. " Balas Tang Jun dengan sinisnya. Dimata Tang Jun dan Tang Yu terlihat dendam yang sangat mendalam.
Jiao Hun atau tidak lain adalah pria bertopeng yang sedang berdiri diatas benteng raksasanya, menatap Tang Jun dan Tang Yu dengan tatapan merendahkan, "Hahaha! Kalian dengar itu? Dengan sepuluh ribu pasukannya itu katanya dia akan meratakan Kekaisaran kita? Aku takut sekali, hahaha!.. " Ucap Jiao Hun pada para prajuritnya yang ada didepan gerbang mau pun diatas benteng, kata-katanya terdengar semakin mengejek Tang Jun dan Tang Yu.
50.000 prajurit Jiao Hun yang ada didepan gerbang kini ikut tertawa terbahak-bahak. Tampaknya Tang Jun dan Tang Yu sedang membuat lelucon jika ingin meratakan Kekaisaran nya.
"Yang Mulia, kurasa otak mereka sudah bergeser hahaha!.. "
"Hahaha Yang Mulia, mereka sedang membuat lelucon hahaha!"
"Mereka terlalu percaya diri hahaha!.. " Ejek para prajurit Jiao Hun seraya tertawa terbahak-bahak.
Para pasukan yang dibawa oleh Tang Jun dan Tang Yu sangat marah karena diejek dan ditertawakan, tidak terkecuali Tang Jun dan Tang Yu yang ikut terpancing amarahnya. Namun sebagai pendekar yang hebat, Tang Jun dan Tang Yu tahu, jika mengikuti amarahnya akan membawa mereka kedalam kekalahan yang pasti.
__ADS_1
"Suami, tidak usah banyak basa-basi. Cepat hancurkan Kekaisaran ini dan kembali ke alam bawah, aku merindukan Lin'er.. " Ujar Tang Yu pada suaminya.
Tang Jun menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya lagi, "Angin berhembus dari timur ke barat mengatakan padaku... " Beriringan dengan kata-kata Tang Jun yang mirip seperti seorang puitisi, angin tiba-tiba berhembus kencang! Perlahan membentuk pusaran, "Ramalan sudah diturunkan, akan lahir seseorang yang akan menghentikan segala kekejian para iblis, ia akan mengguncang dunia dengan kekuatannya! Diseluruh alam semesta ini tidak ada yang akan bisa menandinginya! Ia akan berdiri di puncak! Seluruh makhluk hidup akan bersujud di bawah kakinya!.. "
Jiao Hun yang mendengar itu dengan jelas mengerutkan keningnya. Apa yang orang tua itu katakan? Mengapa ia sempat merasakan hatinya ketakutan saat mendengar kata-kata Tang Jun tadi?. Tapi Jiao Hun tidak akan menunjukkan rasa takutnya, ia mengangkat tangannya, "Bunuh mereka!.. " Perintahnya pada para pasukannya.
Para pemanah yang berada dari atas benteng raksasa itu membidik dan menarik anak panahnya. Ribuan anak panah melayang diatas udara, kemudian melambung kebawah dan mengarah pada pendekar ganda dan prajuritnya.
Diposisi Tang Jun, sebuah angin ****** beliung raksasa telah sepenuhnya terbentuk, memainkan pedang ditangannya Tang Jun berseru keras, "Tehnik pedang angin kekacauan!.. "
Tang Jun mengayunkan pedangnya, angin ****** beliung raksasa itu langsung melesat kedepan, menghalau anak-anak panah yang hendak menghujani pasukannya. Ribuan anak panah itu kini berputar mengikuti angin itu.
Setelah menghalau seluruh anak panah, angin ****** beliung itu tidak berhenti, tapi justru terus melesat kearah 50.000 pasukan Jiao Hun.
"Tehnik sampah itu biar akun yang mengatasinya!.. " Ujar salah satu dari lima orang bertopeng lainnya. Kelimanya adalah para jendral dari 50.000 pasukan Jiao Hun.
Dengan rasa percaya diri dan arogan, salah satu dari mereka melompat keatas, "Tombak Penghancur!.. " Teriaknya seraya mengayunkan tombak ditangannya dari atas ke bawah.
"Swosh! "
Siluet anak panah berwarna merah seperti darah dan diselimuti petir merah pula, melesat membelah angin dengan kecepatan tinggi!
"Apa!?.. " Seru pria yang memegang tombak itu sangat terkejut, namun sudah terlambat untuk menghindarinya.
"Boomm!.. "
"Aahhkk!!!"
Anak panah Tang Yu menghantam dadanya sangat keras, pria bertopeng pemegang tombak itu langsung terhempas kembali kebelakang dan terjatuh ke tanah. Rasa sakit didada dan petir merah yang menyetrum tubuhnya membuatnya tidak bisa langsung bergerak.
__ADS_1
Sementara itu angin ****** beliung raksasa masih belum berhenti, angin itu terus melesat membawa anak panah musuhnya kembali!
Dua dari empat jendral orang bertopeng lainnya saling pandang dan mengangguk, kemudian keduanya melesat bersamaan ke depan. Mengayunkan pedang ditangan kedua jendral itu secara bersamaan, "Tehnik pedang kembar!.. " Seru keduanya bersamaan dan menciptakan siluet manusia berjubah hitam raksasa mengayunkan pedangnya kebawah.
"Bang!"
Angin ****** beliung Tang Jun bertabrakan dengan pedang besar siluet raksasa hitam membuat tanah terguncang untuk sesaat.
Tang Jun melihat, sepertinya angin ****** beliung miliknya akan kalah jika terus memaksa untuk beradu.
"Oh ya, omong-omong aku tidak hanya menguasai elemen angin... " Ujar Tang Jun seraya kembali melayang diatas udara.
Para jendral Jiao Hun mengerutkan keningnya seraya menatap kearah Tang Jun.
Tang Jun mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, ia mengalirinya dengan energi Qi yang sangat besar. Keanehan pun seketika terjadi, langit tiba-tiba mendung, seluruh awan hitam berkumpul di satu tempat dan berputar membentuk sebuah pusaran lainnya.
"Ddrrtt!! Ddrrtt!! Ddrrtt!!"
Petir tiba-tiba menggelegar, Jiao Hun dan semua pasukannya menatap langit dengan mata terbelalak dan mulut menganga lebar. Pasalnya sekilas terlihat dengan jelas jika petir yang menggelegar barusan adalah petir merah yang sangat besar!
"Selain dijuluki pendekar ganda, aku juga dikenal sebagai pendekar pengendali petir!.. "
"DDUUAARR!! "
Petir merah raksasa, menyambar pedang Tang Jun dengan sangat keras. Kilatan silau petir itu membuat semua orang harus menutup mata.
"Buruk! Cepat pasang formasi bertahan tingkat tinggi!! " Teriak Jiao Hun panik.
"Sudah terlambat! Saksikanlah dan ingat baik-baik! TANG JUN ADALAH PENGENDALI PETIR!!.. " Tang Jun mengayunkan pedangnya kebawah seraya berteriak lagi, "TEHNIK PETIR PENGHAKIMAN!!.. "
__ADS_1
Dan pada saat itu juga, semua orang menatap tidak percaya karena sudah tiba saatnya untuk bersambung...