LEGENDA SANG PENGUASA

LEGENDA SANG PENGUASA
Episode 23 "Rupanya Menguasai Tehnik Berpedang Juga!. "


__ADS_3

Panglima perang dari pasukan yang dibawa Tang Jun dan Tang Yu, dengan gagahnya menunggangi kuda putih nya dan berada di garis paling depan. Panglima perang itu membantai musuh tanpa ampun! Setiap ayunan dari tombaknya, setidaknya akan membunuh sepuluh orang atau lebih. Dia benar-benar layak diberikan gelar Panglima perang!.


Sama halnya dengan sepuluh ribu pasukan yang dibawa, pasukan itu tidak kalah gagahnya dan sangat bersemangat. Jumlah mereka memang kalah jauh dengan musuh, sepuluh ribu melawan lima puluh ribu, pada akhirnya sudah jelas siapa yang akan keluar sebagai pemenang.


Tapi Tang Jun dan Tang Yu tidak akan mendapatkan gelar pendekar ganda jika tidak bisa memenangkan perang ini. Bahkan dengan pasukan dua ribu orang mereka pernah memenangkan perang melawan dua puluh ribu pasukan. Intinya adalah, perang semacam ini sudah biasa bagi Tang Jun dan Tang Yu.


Tiga puluh menit perang berlalu, korban di pasukan musuh Tang Jun berkurang sangat banyak! Sementara pasukannya hanya berkurang lima ratus orang! Sudah jelas ini dikarenakan pasukannya yang sangat terlatih dan sudah berpengalaman dalam perang semacam ini.


Tang Jun dan Tang Yu sedang fokus memulihkan diri, sementara Jiao Hun dan lima Jendral perang yang ia bawa tidak bisa fokus untuk memulihkan diri karena lima puluh ribu pasukan mereka kewalahan menghadapi pasukan Tang Jun.


"Sial! Ini tidak akan berakhir dengan baik jika kita tidak segera melakukan sesuatu!.. " Ujar Jiao Hun seraya menatap penuh kemarahan kearah medan perang.


"Pendekar Ganda dan pasukannya benar-benar tidak bisa diremehkan! Pantas saja selama ini mereka banyak memenangkan peperangan! Ternyata pasukan mereka sangat terlatih!" Sambung salah satu jendral bertopeng.


"Aku penasaran bagaimana caranya pendekar ganda melatih pasukannya sebaik ini?! Bahkan jika melawan pasukan tuan kita dengan jumlah yang sama, aku takut tuan kita juga akan dibuat kewalahan!.. " Ujar jendral bertopeng lainnya lagi.


"Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan! Yang Mulia, kita harus melakukan sesuatu!.. " Ujar jendral bertopeng lainnya lagi, ia takut satu jam berikutnya jika mereka tidak melakukan sesuatu dengan segera, maka lima puluh ribu pasukan mereka akan habis dibantai!.


Jiao Hun mengepalkan tangannya erat, "Sebenarnya ini sangat memalukan! Tapi kita tidak punya pilihan lain, tiga dari kalian majulah ke medan perang! Dan cobalah untuk meminimalisir korban dari pasukan kita! Sementara dua dari kalian, pergilah ke istana gunakan cermin jiwa milikku dan minta bantuan pada tuan kita!.. "


""Perintah dilaksanakan Yang Mulia!.. "" Jawab lima jendral itu serentak, detik berikutnya tiga dari mereka bergabung dalam medan perang, sementara dua lainnya pergi ke istana.


Tang Jun dan Tang Yu yang telah memulihkan kekuatannya lebih dari lima puluh persen, tidak akan diam saja ketika tiga jendral pasukan musuh memasuki pertempuran.

__ADS_1


"Yu'er! Aku akan membantu perang digaris depan! Tiga jendral bertopeng itu sudah memasuki medan perang!.. " Ucap Tang Jun serius, namun sebelum ia sempat melompat dan melayang ke medan perang, Tang Yu menghentikan nya.


"Tunggu! Untuk menghadapi tiga jendral bertopeng itu, biarkan aku yang menangani nya. Kamu fokuslah pada Jiao Hun! Aku tahu dia tidak akan tinggal diam ketika kita sudah bergerak!.. "


Tang Jun menyunggingkan senyumnya, "Oh? Apakah sekarang kamu mau pamer kemampuan berpedang mu istriku?.. " Tanya Tang Jun dengan senyuman.


Memang benar, selain mahir dalam kemampuan berpanah, Tang Yu juga menguasai kemampuan berpedang meskipun tidak sebaik Tang Jun.


"Kalau iya memang kenapa? Kamu mau mencibir ku karena kamu yang mengajariku tehnik berpedang begitu?.. " Tanya kembali Tang Yu dengan cemberut. Karena setiap kali Tang Yu ingin menggunakan tehnik berpedang nya maka suaminya itu akan berkata demikian, seolah-olah ingin berkata 'Kamu ingin pamer kemampuan berpedang mu di hadapan orang yang mengajarimu?'


Tentu saja ini lelucon, tapi Tang Yu sebenarnya tidak berpikir demikan, ia melakukan ini karena keadaan medan perang yang memaksa. Tang Yu benar-benar tidak berniat untuk pamer kemampuan.


"Hahaha... Baiklah, aku hanya bercanda.. " Tawa renyah Tang Jun. Setiap kali Tang Yu cemberut entah mengapa Tang Jun merasa istrinya ini sangat imut, yah meskipun sebenarnya mereka sudah tua tapi tidak mengurangi kesan romantis pasangan tua yang sudah bau tanah itu.


Dari kejauhan, sebelum ketiga jendral bertopeng itu sepenuhnya memasuki medan perang, Tang Yu lebih dulu menarik busur panahnya dan membidik langsung ketiga jendral bertopeng itu.


Satu anak panah yang diciptakan dari energi Qi berwarna merah seperti darah dilayangkan oleh Tang Yu. Diudara, anak panah itu berubah menjadi empat kali lipat lebih besar dan membelah menjadi tiga.


Tiga jendral bertopeng itu yang merasakan bahaya mendekat, secara langsung membentuk pertahanan.


"Bajingan! Lagi-lagi pendekar ganda ini selalu saja mengganggu!.. " Ujar salah satu jendral itu penuh kebencian setelah mereka berhasil menahan serangan Tang Yu.


"Hahaha... Seranganku barusan masihlah serangan pembuka, kuharap seranganku yang berikut nya kalian cukup kuat untuk menahannya... " Ujar Tang Yu tertawa seraya perlahan turun dari udara.

__ADS_1


"Kau dasar wanita tua! Sudah bosan hidup kah?! Satu lawan tiga! Kuharap kau tidak cepat mati! Hahaha!.. " Cibir jendral bertopeng.


"Tidak usah banyak basa-basi, majulah kapan saja... " Ucap malas Tang Yu, ia sudah benar-benar bosan mendengar perkataan arogan seperti itu. Pada akhirnya, semua yang berkata arogan dan sombong padanya akan mati dengan menggenaskan.


"Heh... Seorang wanita tua pengguna panah tidak berguna sepertimu sangatlah bodoh jika bertarung jarak dekat dengan kami!.. " Cibir jendral bertopeng itu lagi.


Tang Yu mengorek telinganya yang tidak gatal dan berkata dengan malas, "Kalian ini anjing atau apa? Kenapa kalian lebih banyak menggonggong dari pada bertindak.. "


Dikatai anjing, membuat ketiga jendral itu sangat marah, "Wanita tua! Akan kubunuh kau!.. "


Ketiga jendral bertopeng itu bergerak dan menyerang Tang Yu bersamaan. Namun Tang Yu tidak bergeming dari tempatnya berdiri. Melihat wanita tua dihadapan mereka terdiam, ketiga jendral bertopeng itu berpikir Tang Yu pasti sedang ketakutan dan pasrah menunggu kematian.


Namun setelah semakin mendekat, Tang Yu justru tersenyum menyeringai dan membuat ketiga jendral bertopeng itu mengerutkan kening.


Tang Yu berputar seraya mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanan nya. Bersamaan dengan itu ia menahan serangan ketiga jendral bertopeng itu sekali gus!. Ketika Tang Yu hendak membalas serangan, ketiga jendral itu langsung melompat menjauh dan menjaga jarak.


"Rupanya kau juga tahu tehnik berpedang! Pantas saja wanita tua yang bau tanah sepertimu sangat percaya diri!.. " Ucap salah satu jendral bertopeng.


"Huh! Memangnya kenapa jika wanita tua sepertinya tahu tehnik berpedang? Kita ada bertiga, seharusnya dia tidak akan bisa mengalahkan kita!.. "


"Itu benar, cepat atau lambat! Wanita tua itu pasti akan mati ditangan kita!.. "


Ujar ketiga jendral bertopeng itu saling sahut menyahut.

__ADS_1


__ADS_2