LEGENDA SANG PENGUASA

LEGENDA SANG PENGUASA
Episode 22 "Pecahnya Perang Terakhir Tang Jun dan Tang Yu! "


__ADS_3

Dengan paniknya Jiao Hun mengeluarkan sebuah artefak berbentuk persegi panjang dan terbuat dari perak. Ia melemparkan artefak itu ke udara, "Artefak Raja Iblis!.. "


"Hong! "


Siluet iblis raksasa bertanduk dan berwarna hitam transparan langsung terbentuk dan menyilangkan kedua tangannya didada.


Sementara Tang Jun sudah mengayun kan pedangnya, petir merah raksasa langsung menyambar.


"Duarr!"


Sambaran pertama, siluet iblis raksasa bertanduk itu masih baik-baik saja.


Sementara angin beliung Tang Jun masih beradu dengan dua orang pria bertopeng yang menggunakan tehnik pedang kembar.


Tang Yu juga tidak tinggal diam, ia menarik busur panah nya dan menembakkannya keatas langit. Ketika anak panah itu melambung tinggi dan mengarah pada siluet iblis raksasa, anak panah itu berubah menjadi sangat besar dan membelah menjadi ratusan!


"Sial!" Umpat Jiao Hun ketika ratusan anak panah akan menghujaninya.


"Yang Mulia kami akan membantu!" Ujar dua orang bertopeng yang sedari tadi diam. Mereka bergerak bersamaan. "Pertahanan pilar iblis!" Ucap keduanya serempak.


Kini terlihat tiga siluet iblis raksasa dengan bentuk yang berbeda-beda saling bantu membantu untuk menahan serangan beruntun dari Tang Yu dan Tang Jun.


Ratusan anak panah menghujani mereka dengan ganas! Tapi mereka masih bisa menahan nya. Ketika anak panah Tang Yu selesai menghujani mereka, kini di lanjutkan oleh sambaran petir merah raksasa Tang Jun.


"Petir penghakiman gelombang kedua!.. " Teriak Tang Jun.


"Duaarr!. "


Sambaran petir raksasa yang kedua lebih kuat dari pada yang pertama.


"Krak.. Krak.. Krak..! "


Dua dari tiga siluet iblis raksasa itu mulai retak dan hampir hancur!


"Sial! Kapan ini akan berakhir!.. "

__ADS_1


"Yang Mulia! Aku... sudah... tidak tahan lagi!.. "


Bersamaan dengan itu, sambaran petir yang ketiga menghampiri mereka dan lebih kuat lagi dari pada yang pertama dan kedua.


"Duuuaaaaarrrr!"


"Aaahhkk! "


Dua dari tiga siluet iblis raksasa hancur berkeping-keping dan membuat penggunanya terlempar kebelakang! Sementara satu yang tersisa adalah Jiao Hun, dan siluet raja iblis miliknya pun mulai retak!


Jiao Hun menatap benci kearah Tang Jun dan Tang Yu. 'Pendekar Ganda! Awas saja! Kalian akan membayar ini!' Batinnya penuh dendam dan kebencian.


"Mari lihat! Apakah kau masih bisa menahan petir penghakiman gelombang yang keempat!.. " Ucap Tang Jun dan mengangkat pedangnya kembali dan hendak mengayunkannya.


"Sangat sial! Seperti julukannya sebagai pendekar ganda dan pendekar pengendali petir bukan omong kosong belaka!.. " Gumam Jiao Hun mulai takut menatap Tang Jun dan Tang Yu.


Tapi pada saat Tang Jun akan mengayun kan kembali pedangnya, tiba-tiba ia merasakan sakit di dadanya.


"Aahk!. " Tang Jun memuntahkan seteguk darah.


Sementara Tang Yu langsung bergerak panik kearah suaminya yang melayang bagaikan dewa di atas langit.


"Suami! Kamu terlalu memaksakan diri!.. " Ujarnya panik seraya merapat suaminya diatas udara.


"Aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil.. " Jawab Tang Jun berbohong. Ia hanya tidak ingin membuat istrinya tercinta gagal fokus karena terlalu mengkhawatirkan dirinya. Tapi kenyataan nya justru karena ia berkata begitu dan hanya menambah rasa khawatir istrinya.


Rasa takut Jiao Hun langsung berubah menjadi senyuman mengejek ketika melihat Tang Jun memuntahkan darah.


"Hahaha... Tang Jun! Spertinya luka lama yang diberikan oleh tuanku masih belum sembuh hahaha.. !" Tawannya mengejek.


"Aku takut kau tidak akan bisa melakukan serangan mu gelombang yang ke empat hahaha.. " Ejeknya lagi.


"Lalu Mari kita lihat, apakah perkataan mu benar, kuharap kau tidak menyesali perkataan mu!.. " Tang Jun kembali mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan mengayunkannya kebawah, ia mengarahkan kekuatan penuh. Ini adalah serangan terakhir untuk menghancurkan pertahanan Jiao Hun.


"Petir penghakiman gelombang keempat, hiyaaah!.. " Teriaknya sangat keras.

__ADS_1


"Bajingan! Dia benar-benar melakukannya! Umpat Jiao Hun tidak percaya.


"Duaarr! "


Petir merah raksasa yang semakin lama semakin kuat menyambar, kini menghancurkan sepenuhnya pertahanan Jiao Hun. Jiao Hun pun dipukul mundur dengan paksa hingga membuatnya terpental berkali-kali!.


Sementara angin beliung miliknya juga ikut menghancurkan pertahanan dua pria bertopeng yang menahannya. Pada saat Tang bersamaan angin beliung itu juga hancur, namun anak panah musuh yang angin beliung itu bawa dilemparkan seperti peluru kearah pasukan Jiao Hun.


Anak panah itu menghujani pasukan musuh dengan ganas, ribuan pasukan Jiao Hun mati oleh anak panahnya sendiri.


Tang Jun tersenyum penuh kemenangan melihat itu. Seraya memgang dadanya yang semakin sakit, ia berteriak pada sepuluh ribu pasukannya, "Pasukan dengarkan perintah! Serang dan hancurkan mereka! Jangan biarkan satupun hidup!"


"Perintah dilaksanakan!.. " Jawab panglima tertinggi pasukan itu. Panglima perang itu menarik tali kudanya dan berteriak, "Pasukan! Ikuti komandan kalian masing-masing dan serang hancurkan musuh!."


"Ngiiihihik!.. " Kuda putih yang ditunggangi oleh panglima tempur itu menaikkan kedua kakinya dan menghentakkannya kembali ke tanah. Setelah itu panglima perang tertinggi berlari bersama kuda putihnya paling depan. Dengan gagahnya panglima perang itu mengangkat tombaknya tinggi-tinggi.


Sementara pasukannya tak kalah gagahnya dan sangat bersemangat mengikuti dari belakang.


"" Serang! Hiyaaah! "" Teriak pasukan itu sangat bersemangat.


Tang Jun yang dipapah oleh istrinya menatap itu dengan kebanggaan tiada tara.


"Hahaha! Lihatlah kami wahai dunia yang kejam! Meskipun Kekaisaran Tang adalah Kekaisaran terlemah diantara banyaknya Kekaisaran di alam atas ini! Namun semangat juang kami bisa mengguncang dunia!.. " Teriaknya sangat bangga.


Tang Yu meneteskan air mata ketika menatap suaminya. Dari dulu Tang Jun tidak pernah berubah, jika yang namanya perang untuk kebebasan semua orang, ia selalu berjuang dan tidak pernah mundur sekalipun! Sudah ratusan perang ia lalui dan ia selalu menang. Hal itu membuat banyak Kekaisaran yang mulai takut dan segan pada Kekaisaran Tang yang mereka anggap lemah dan selalu dikucilkan.


Namun perang yang terakhir ia lalui beberapa tahun yang lalu membuat nya terluka parah. Meskipun saat itu ia kembali memenangkan perang, tapi itu sudah ditebak oleh musuh dan membuat rencana licik yaitu menculik putra satu-satunya Tang Jun dan akhirnya mati ditangan musuh.


Saat itu, Tang Jun terluka sangat parah dan musuh-musuhnya menggunakan kesempatan ini dan memburunya kemanapun. Dan ia terpaksa meninggalkan Kekaisaran Tang dan memilih pergi dan bersembunyi di alam bawah. Disanalah ia bersembunyi untuk memulihkan keadaannya sampai saat dimana ia pertama kali bertemu dengan Tang Lian.


Tang Jun dan Tang Yu tahu Kekaisaran Tang tidak akan sanggup melindungi nya karena musuhnya sangat banyak dan semuanya kuat kuat, oleh karena itu ia memilih meninggalkan Kekaisaran Tang. Ia tidak mau Kekaisaran itu hancur karena dirinya.


Tang Jun menerima kabar dari musuhnya jika putranya sudah mati, namun ia tidak pernah menerima apa lagi melihat jasadnya. Dan karena batu Giok jiwa putranya sudah hancur maka ia pun percaya jika putranya sudah mati. Sejak saat itu Tang Jun dan Tang Yu dipenuhi dendam dan bersumpah akan membalaskan dendam putranya.


Dan perang hari ini adalah pembuktian, apakah dendamnya akan terbalaskan atau tidak!

__ADS_1


__ADS_2