
"Ti-tidak mungkin! Yang mulia sudah mati!?"
"G-gila! Yang mulia saja mati melawan pendekar ganda, apa lagi kita!.. "
"Sial! Seharusnya kita tidak memulai peperangan ini!.. "
"Tidak! Aku tidak ingin mati! Aku masih sayang nyawa, aku harus bisa melarikan diri!.."
Para pasukan Jiao Hun yang tersisa ketakutan setengah mati setelah melihat kaisar mereka mati tanpa tubuh yang tersisa. Semua pasukan itu berhamburan melarikan diri kesegala arah! Moral dan semangat juang mereka dalam bertempur hancur sepenuhnya!.
Disisi Tang Jun dan pasukannya, meskipun sudah membunuh Jiao Hun dan mengalahkan pasukannya, mereka masih belum merasa menang. Justru sebaliknya, Tang Jun memerintahkan pasukannya untuk langsung menerobos benteng dan kuasai kota secepatnya.
"Pasukan dengarkan perintah! Terobos benteng dan kuasai kota dan istana! Bunuh bagi siapapun yang berani menghalangi!.. " Perintahnya tegas!
Pasukan Tang Jun langsung bergerak sangat cepat, pasukan itu bersorak-sorai sangat bersemangat untuk menguasai kota dan istana. Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya pasukan Tang Jun yang tidak seberapa itu bisa kembali berperang bersamanya.
Pasukan yang dipimpin oleh Tang Jun layaknya adalah orang gila yang tidak takut mati! Suasana hati mereka sangat senang dan semangat yang membara ketika mereka berperang.
Berbeda dengan sisa-sisa pasukan Jiao Hun yang lari terbirit-birit berusaha menyelamatkan diri masing-masing.
Salah satu komandan pasukan garis belakang pasukan Jiao Hun menatap itu dengan tatapan benci! Dari sekian banyaknya komandan pasukan garis depan dan belakang, hanya dialah satu-satunya yang tidak takut sedikitpun setelah kaisarnya mati.
"Dasar kumpulan orang-orang bodoh! Menurutmu jika kau lari kau bisa selamat? Cepat atau lambat kota dan istana akan dikuasai jika kalian menjadi pengecut seperti ini!.." Umpat komandan itu marah pada pasukan yang lari terbirit-birit.
"Jika kau sanggup! Maka lawan saja dia sendiri! Kami masih sayang nyawa!.. " Bentak komandan pasukan yang tidak jauh darinya dan juga ikut melarikan diri entah kemana.
"Bodoh! Benar-benar bodoh! meskipun kau selamat dari pendekar ganda dan pasukannya, kau tidak akan bisa melarikan diri dari tuan besar!.. " Ungkapnya tiba-tiba dan seketika menghentikan semua pasukan yang hendak melarikan diri.
__ADS_1
Benar sekali, jiwa mereka semua sudah ditandai oleh orang yang disebut 'Tuan Besar'. Entah siapa tuan besar itu, tampaknya adalah seseorang yang jauh lebih menakutkan dari pada Jiao Hun.
Komandan pasukan itu tersenyum menghina, ia tahu jika pasukan bodoh itu sedang dilanda kebingungan. Pasukan itu takut akan murka tuan besar, tapi pasukan itu juga tidak mau mati ditangan pasukan Tang Jun. Pasukan itu dilanda dilema berat.
"Bagi siapapun yang tidak ingin merasakan siksaan tuan besar, maka ikuti aku dan pertahankan benteng! Jangan biarkan satupun musuh lolos!" Ujar komandan pasukan itu tiba-tiba. Tanpa melihat bagaimana reaksi pasukan lainnya, komandan pasukan garis belakang itu memimpin regunya dan mempertahankan gerbang kota dari atas gerbang itu.
Sementara pasukan lainnya masih dilanda kebingungan, namun akhirnya mereka menyadari satu hal. Entah itu lolos dari tangan pendekar ganda atau tidak, pada akhirnya mereka akan tetap mati dengan menyedihkan karena mengingat siapa itu tuan besar.
Akhirnya mau tidak mau mereka harus mempertahankan gerbang benteng dengan putus asa.
"Tutup gerbangnya!" Perintah komandan pasukan itu. Melihat bagaimana kehebatan pasukan pendekar ganda, maka tidak ada cara lain lagi untuk mempertahankan gerbang benteng. Atau jika mereka menghadapinya langsung, mereka pasti akan kalah.
Satu-satunya alasan mengapa komandan pasukan itu tidak takut akan musuh yang sedang mengamuk adalah, karena sebentar lagi tuan besar akan datang. Komandan pasukan garis belakang itu mendengar apa yang dibicarakan oleh Jiao Hun dan kelima jendralnya. Ia memutuskan untuk bertahan juga adalah untuk mengulur waktu sampai tuan besar tiba.
Jendral utama pasukan pendekar ganda, melihat jika gerbang telah ditutup, ia menyeringai menghina.
"Whoosshh!"
Tombak itu melesat kedepan seperti kilat, hanya terlihat sinar biru yang ditinggalkan oleh tombak itu.
Komandan pasukan musuh menyipitkan matanya dan memperhatikan pergerakan jendral utama pasukan pendekar ganda.
"Buruk! Kerahkan seluruh kemampuan kalian dan pertahankan gerbang!" Perintahnya pada pasukannya yang menahan gerbang benteng. Pasukan itupun harus menurut dengan putus asa. Meskipun mereka tidak yakin bisa menang melawan pasukan pendekar ganda, namun setidaknya mereka sudah mencoba yang terbaik.
"Boomm!!"
Tombak jendral itu menghantam gerbang benteng dengan sangat keras dan menghancurkan nya hingga berkeping-keping. Pasukan yang menahan gerbang itu juga ikut terpental kebelakang.
__ADS_1
Jendral utama pasukan pendekar ganda mengangkat tangannya dan tombaknya pun kembali ke tangannya, "Serang!" Perintahnya.
Beberapa saat kemudian benteng itu telah berhasil ditaklukkan. Banyak pasukan musuh yang mati dengan mengenaskan, dan banyak pula yang menyerah dan menjadi tahanan. Komandan pasukan garis belakang sebelum nya juga diikat diatas tiang.
Bendera Kekaisaran Tang pun dikibarkan dikota itu. Sebagai tanda kemenangannya, Tang Jun ingin mengambil kepala Jiao Hun tapi orang itu telah mati tanpa tubuh yang utuh. Jadi Tang Jun berniat menggantikan itu dengan kepala komandan pasukan garis belakang sebelumnya.
"Bawa dia keatas benteng!" Perintah Tang Jun seraya menunjuk komandan pasukan itu.
Dua orang prajuritnya pun langsung melakukan apa yang ia perintahkan.
"Lepaskan aku bajingan!" Berontak komandan pasukan itu ketika dua prajurit menyeretnya.
"Sebaiknya kau diam dasar pengikut iblis rendahan!" Teriak marah salah satu prajurit yang menyeretnya.
Komandan pasukan yang sekarang menjadi tawanan perang sangat kesal ketika seorang prajurit menghinanya. Ia sangat ingin menghajar dan mencincang prajurit itu tapi untuk bergerak saja ia sulit, bahkan kultivasi nya juga disegel oleh Tang Jun agar tidak menyebabkan masalah yang tidak penting.
Sesampainya diatas gerbang Tang Jun langsung menghunus kan pedangnya ke leher komandan itu dan menatap tajam dirinya, "Ini adalah akibat jika berani macam-macam denganku!"
"Sriingg!!"
Tanpa menunggu komandan pasukan itu berkata-kata, Tang Jun langsung memenggal kepalanya tanpa belas kasihan. Ketika kepalanya jatuh dan darah segar langsung bercipratan kemana-mana, pasukan Tang Jun bersorak gembira melihat itu.
"Gantung kepalanya diatas pintu gerbang, sedangkan tubuhnya gantung dengan terpisah! Biarkan semua orang tahu, apa yang akan terjadi jika berani mencari masalah dengan kami!.. " Ujar Tang Jun tegas.
"Baik Tuan Agung!.. " Dua prajurit sebelumnya kembali melakukan apa yang diperintahkan.
"Suamiku, aku baru saja dapat informasi bahwa dua jendral pasukan Jiao Hun melarikan diri ke istana. Apakah sekarang waktunya kita menaklukkan istana juga? " Kata Tang Yu yang baru saja datang.
__ADS_1
"Dua jendral melarikan diri ke istana, pantas saja aku tidak bisa melihat mayat mereka ketika aku mencarinya, ternyata mereka masih hidup. Baiklah, kita akan menaklukkan istana esok hari, hari ini kita harus beristirahat