LEGENDA SANG PENGUASA

LEGENDA SANG PENGUASA
Episode 19 "Ras Binatang Buas Surgawi! "


__ADS_3

"Kakek Ho! Kakek Ho!.."


Kang Ho yang sedang duduk santai menyesap teh, menoleh kearah suara yang sangat ia kenal. Itu adalah Tang Lin, anak itu berlari kearahnya dengan tergesa-gesa. Kang Ho bertanya-tanya ada apa dengan anak ini.


"Lin? Ada apa? Kakek lihat kau begitu terburu-buru.. " Tanyanya.


"Kakek Ho, lihat apa yang aku temukan!.. " Ujar Tang Lin seraya memperlihatkan anak harimau putih dipelukannya.


"I-ini!... " Mata Tabib Kang Ho melebar tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Kang Ho tentu saja mengenali harimau putih itu bukan harimau biasa.


"Lin, dimana kau menemukannya!?.. " Tanya Kang Ho antusias.


"Aku menemukannya terluka dihutan. Aku juga sudah membalut lukanya.. " Jawab santai Tang Lin.


"Apa kau tahu hewan ini apa?... " Tanya Kang Ho lagi.


"Tahu kek, ini kucing.. " Jawabnya lepas. Kang Ho rasanya ingin memukul kepalanya sendiri mendengar jawaban lepas itu.


"Lin... "


"Tunggu dulu kakek, biarkan aku bicara dulu. " Potong Tang Lin dan membuat Kang Ho terdiam. Sejak kapan anak ini berani memotong perkataanya? Pikir Kang Ho.


"Kucing ini kelaparan kek, aku sudah beri dia makan tadi dikebun, tapi dia tidak mau sama sekali. Coba kakek periksa apakah ada yang salah dengan kucing kecil ini?.. " Lanjut Tang Lin lagi.


Sesuai permintaan Tang Lin, Kang Ho pun memeriksa harimau kecil itu. Setelah beberapa saat Kang Ho mengerutkan keningnya bingung. Tidak ada yang salah dengan harimau kecil itu selain luka sayatan dan bekas pisau yang menancap dikaki nya. Lantas apa yang membuat harimau ini tidak bernafsu makan?


"Memangnya apa yang kau berikan padanya Lin?.. " Tanya Kang Ho. Ia yakin permasalahannya bukan pada harimau ini namun pada Tang Lin. Karena dari awal saja harimau ini dia sangka kucing.


"Buah-buahan dan sayur-sayuran.. "

__ADS_1


"Buk! "


"Aduh! Kakek Ho kenapa tiba-tiba menjitakku?.. " Protes Tang Lin karena kepalanya dijitak oleh Kang Ho tiba-tiba tapi tidak terlalu kuat.


"Bocah bodoh! Hewan ini makanannya bukan itu! Dia makan daging!.. "


"Hah? Apa maksud kakek? Dulu aku punya kucing mau-mau aja makan buah dan sayur!.. " Ujarnya bingung seraya menggosok kepalanya yang baru saja kena jitak.


"Kucing, kucing, kucing kentutmu kucing! Ini jelas-jelas anak harimau!.. " Teriak Kang Ho memarahi Tang Lin seperti memarahi cucunya sendiri.


"Apa!?.. Tapi kenapa tidak ada bedanya dengan kucingku dulu?.. " Tang Lin terkejut, tapi hanya sesaat. Apa istimewanya harimau? pikirnya.


Kang Ho hampir memukul kepalanya sendiri lagi, lihatlah taring panjang dan besar harimau ini, itu saja sudah cukup untuk membedakannya. Apa lagi loreng-loteng hitam putih memenuhi bulu-bulu harimau itu.


Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Tang Lin. Anak ini bahkan tidak pernah jauh dari rumah sewaktu di alam atas. Dia masih sangat polos. Dan akhirnya Kang Ho menjelaskan dengan sabar tentang perbedaan harimau dan kucing. Tang Lin pun hanya manggut-manggut saja seraya mendengarkan.


"Apa kau sudah mengerti Lin?.. " Tanya Kang Ho setelah selesai menjelaskan.


Kang Ho menatap Tang Lin yang sedang mengelus anak harimau itu dengan lembut. Kang Ho sudah dapat menebak apa yang membuat anak harimau itu terluka. Sudah pasti perburuan, dan lagi untuk sejenis harimau itu, permasalahan lainnya juga bisa terjadi.


Hukum dalam ras harimau putih yang tidak biasa ini adalah hukum rimba! Harimau sejenisnya tidak akan segan-segan untuk memakan saudaranya sendiri jika Saudara nya itu lemah dan hanya membebani kawanannya. Bahkan induknya sendiri juga tidak akan peduli dengan anak-anak nya yang saling bunuh.


Lingkungan yang keras dalam kawanannya sendiri membuat harimau sejenisnya terpaksa berusaha keras sedari kecil. Ia akan berusaha menjadi terkuat diantara semua saudara nya.


Kang Ho juga tahu, jika harimau ini banyak dicari oleh orang-orang dan dijadikan budaknya. Pasalnya harimau putih itu adalah 'BINATANG BUAS SURGAWI' dan sangat langka. Karena untuk menundukkan nya sangat susah jika harimau itu sudah dewasa, maka tidak ada cara lain selain memburunya sejak ia masih kecil.


Oleh karena itu Kang Ho bingung, apakah ia harus memberitahukan jika anak harimau putih di gendongannya itu adalah binatang buas surgawi? Jika ia memberitahukannya Tang Lin pasti sangat senang. Namun itu juga bisa membahayakan hidupnya.


Pasalnya jika seseorang mengetahui Tang Lin memiliki anak harimau putih itu, ia pasti akan dibunuh untuk merebut harimau itu dari tangannya.

__ADS_1


Cukup lama Kang Ho berpikir, dan akhirnya ia memutuskan untuk memberitahukannya. Dia pikir jika harimau ini dijadikan binatang kontrak Tang Lin, maka pasti akan sangat berguna untuk anak itu dimasa depan.


"Lin, kakek mau bicara denganmu, ikut kakek sebentar.. " Ujarnya seraya memandang Tang Lin serius.


Tang Lin bukanlah orang bodoh, ia tentu saja menyadari tatapan serius Kang Ho. Jadi ia pun mengangguk setuju. Ia mengikuti Kang Ho kedalam rumahnya.


Kang Ho melirik kanan kiri sebelum ia mengunci seluruh rumahnya rapat-rapat. Sementara Tang Lin menatapnya dengan penasaran. Apakah yang ingin dibicarakan oleh Kang Ho sampai-sampai harus sangat tertutup.


"Dengarkan aku Lin! Harimau ini bukan harimau biasa!.. " Ujar Kang Ho sangat serius.


"Maksud kakek?.. "


"Anak harimau yang kau selamat kan ini adalah salah satu dari binatang buas surgawi!.. "


"Binatang buas surgawi? Apa lagi itu? Kek, kau membuat ku bingung.. " Ujar Tang Lin seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tang Lin tidak mengerti tentang itu.


Kang Ho yang mengerti itupun menjelaskan dengan sabar, "Harimau ini bisa berkulivasi! " Mata Tang Lin melebar sangat terkejut. Namun Kang Ho masih belum selesai berbicara, "Jika sudah dewasa, kedudukannya sama seperti dewa! Dan untuk harimau yang kau selamat kan itu adalah salah satunya!.. "


Tang Lin tidak tahu harus berkata apa, bahkan tangannya kini bergetar memegang harimau di gendongannya. Jelas ia takut, nyawanya dalam bahaya karena harimau ini! Meskipun Tang Lin masih polos, tapi ia juga pintar. Dalam sekejap ia bisa mengetahui apa yang menyebabkan anak harimau ini terluka.


"Apa kau takut Lin?.. " Tanya Kang Ho setelah memperhatikan gerak gerik Tang Lin.


Tang Lin mengangguk tanpa suara, mulutnya bergerak naik turun seolah ingin mengatakan sesuatu. Tapi tidak tahu harus mengatakan apa.


"Jangan takut Lin! Kau sudah menyelamatkannya, tentu kau harus bertanggung jawab merawatnya. Jika harimau ini jatuh ke tangan orang lain, dunia ini akan dalam bahaya!.. " Ucap Kang Ho lagi.


"K-kenapa? Kenapa bisa seperti itu? Dan lagi, bukankah akan semakin berbahaya jika aku yang merawat nya?.. " Tanya Tang Lin masih ketakutan.


"Bukan hanya itu Lin, desa ini bahkan bisa hancur karena itu!.. "

__ADS_1


"Lalu kenapa kakek menyuruhku bertanggung jawab merawatnya! Bukankah lebih baik kita buang saja anak harimau ini!? Kakek tahu jika aku tidak memiliki kemampuan untuk menjaganya!. " Ujar Tang Lin mengutarakan pendapat nya.


Kang Ho menyunggingkan senyumnya, "Tanyakan pada hatimu apakah kau tega membuangnya Lin?.. "


__ADS_2