
Semakin hari San Lin semakin manja pada ayah dan ibunya, padahal Tang Yu dan Tang Jun bukanlah orang tua kandungnya, namun San Lin sudah menganggap itulah sebenarnya ayah dan ibunya. Dan begitu pula sebaliknya, Tang Jun dan Tang Yu sudah menganggap San Lin seperti anak kandungnya. Kehadiran San Lin benar-benar membuat hari-hari tua mereka menjadi berwarna.
Jika dulu pasangan tua suami istri itu menganggap langit tidak adil, maka sekarang keduanya berterimakasih pada langit karena telah mengirim San Lin pada mereka.
Satu bulan lagi berlalu, dan sekarang San Lin sudah sembuh total. Ia sudah di izinkan bermain oleh ibunya sejak dua hari yang lalu. Jika selama ini San Lin duduk menemani Tang Yu menjahit seraya memperhatikan teman-teman nya bermain, maka sekarang Tang Yu menjahit sembari menonton putranya yang bermain. Wajah bahagia San Lin benar-benar terlihat sangat jelas, selama ini anak itu benar-benar menginginkan saat-saat ini tiba.
Dan apa yang diinginkan oleh San Lin Langit benar-benar mewujudkannya. Alih-alih sedih dengan ayah kandungnya yang membuangnya, justru sekarang langit membuatnya bahagia. Lagi pula, ramalan tentang San Lin sudah langit turunkan, dan sengaja menaruhnya di reruntuhan bekas perang. Tempat dimana Tang Yu dan Tang Jun menemukan buku itu. Tidak ada nama yang tertera tentang siapa yang menulis buku itu, karena langit sendirilah yang menurunkanya disana.
Oh ya, tentang siapa langit itu, tidak ada yang tahu bagaimana rupanya, apakah ia perempuan atau lelaki. Satu hal yang pasti, Langit adalah awal dari segalanya, ialah yang mengatur seluruh alam semesta sesuai dengan kehendaknya!
Oleh karena itu, langit akan membuat San Lin berbahagia sebelum dia memulai menulis sejarah nya. Sejarah dimana ia akan menjadi SANG PENGUASA! sejarah dimana dia akan dikenal!, Di ingat! Dan dipuja-puja oleh milyaran dan bahkan triliunan mahkluk hidup! Seluruh alam ini akan tunduk dibawah kakinya! Tidak ada yang tidak akan mengingat namanya!
Namun untuk mencapai saat itu, ia akan mengalami banyak cobaan, penderitaan, pengkhianatan dan lain-lain. Ini adalah takdir yang telah langit tulis untuknya, ia harus berjuang ratusan kali lipat dari pada orang lainnya. Bahkan kisah cinta nya juga sedikit rumit meskipun pada akhirnya wanita yang ia cintai tetap akan menjadi istrinya.
Sampai tibalah hari dimana segalanya akan dimulai, saat ini pada malam hari yang sudah larut, terdengar suara berat yang memanggil.
"Pasangan pendekar ganda keluar lah dan tunjukkan dirimu! Aku tahu kau ada disini! Jangan paksa aku untuk menghancurkan alam rendah ini!.. " Ancam suara berat itu menggema.
Tang Jun dan Tang Yu, adakah pendekar ganda yang dimaksud! Itu adalah nama panggilan mereka di alam atas! Mendengar nama panggilan itu, sudah pasti Tang Yu dan Tang Jun sangat hebat! Namun apa yang membuatnya harus bersembunyi di desa kecil alam rendah ini, tidak ada yang tahu.
Tang Yu dan Tang Jun lekas membuka matanya lebar-lebar. Keduanya menyeritkan keningnya karena sangat mengenal pemilik suara ini.
Suami istri itu saling memandang untuk sebentar, lalu mengangguk dan berubah menjadi cahaya merah seperti darah, kedua nya menghampiri pemilik suara yang melayang diatas udara.
Tang Jun dan Tang Yu akhirnya melihat seorang pria tua berpakaian hitam sedang melayang diatas awan seraya memegang tombak hitam legam dilengannya.
__ADS_1
Pria tua itu tersenyum seraya mengacungkan tombaknya kedepan, "Pendekar ganda! Akhirnya aku menemukanmu! Kau bersembunyi dengan sangat baik!.. "
"Kau lagi kau lagi, apa orang-orang aliran hitam mu tidak lelah? Sudah banyak dari kalian yang mati ditangan kami, tapi ternyata kalian tidak jera juga!.. " Ucap Tang Jun seraya menatap tajam kearah pria tua berpakaian serba hitam dihadapannya. Pria tua itu layaknya bergabung dengan bayangan dan kegelapan.
"Setelah apa yang kau lakukan pada aliran hitamku, jangan kira aku bisa mengabaikannya dengan mudah! Diantara kita harus ada yang mati untuk menghapus kebencian ini!.. " Ujar pria tua itu membalas tatapan tajam Tang Jun.
"Apa yang telah kami lakukan pada aliran hitammu, itu sudah sewajarnya. Karena pengkhianat seperti kalian harusnya di bunuh saja! Jangan kau kira hanya kau yang memiliki dendam! Kematian putra ku juga masih harus aku balaskan!.. " Teriak Tang Yu sangat marah.
Pria tua dihadapannya adalah orang yang membunuh putra kandungnya, jadi sebagai seorang ibu bagaimana ia bisa melupakan kebencian ini!? Dendam ini!? Bagaimana!?.
"Maka bagus lah, sekarang kita akhiri dendam diantara kita!.. " Teriak pria tua yang berpakaian hitam, lalu ia melesat ke depan mengayunkan tombaknya dan menyerang kedua lawannya sekali gus.
Entah dari mana Tang Jun mengeluarkan sebuah tombak berwarna merah darah dan Tang Yu yang mengeluarkan panah merah sperti darah pula.
"Trang!! ..... Wosh!! Bom!!.. "
Beradunya tombak merah Tang Jun dan tombak hitam si pria tua, menciptakan suara dentingan yang memekakkan telinga, beberapa detik setelahnya ledakan energi besar terjadi! Membuat awan disekitarnya menjadi bersih seketika.
Tang Yu mengangkat panah nya, menarik tali busur nya dengan kuat! Energi merah yang dibalut petir merah juga, terbentuk menjadi sebuah anak panah yang tajam dan mengerikan.
"Swosh!!.. "
Tang Yu melepaskan anak panah nya, anak panah itu membelah angin dan awan lainnya dengan kecepatan tinggi!
Sengaja Tang Yu memanfaatkan suaminya yang menahan musuh nya sementara serangan sebenarnya dilancarkan oleh Tang Yu.
__ADS_1
Pria tua yang berpakaian hitam itu, tidak menyangka pendekar ganda akan selicik ini, lantas ia pun melompat mundur bersamaan dengan Tang Jun dan menghindari anak panah Tang Yu.
Ketika pria tua dengan pakaian serba hitam itu merasa sudah berhasil menghindar, disitu pula anak panah Tang Yu berbelok dan kembali mengejarnya.
"Panahku tidak pernah sekalipun meleset!.. " Teriak Tang Yu bangga.
"Sialan!.. " Sang musuh mengumpat kesal, dengan cepat ia membentuk perisai dengan energi Qi nya.
"Boom!.. "
Anak panah Tang Yu menghantam prisai target nya, dan seketika meledak menghancurkan prisai target dan petir merah langsung menyengat tubuh si target.
Pria tua yang berpakaian hitam itu terpukul beberapa meter kebelakang, ia menatap tajam Tang Yu. Ia merasa sangat marah! Pendekar ganda ini terlalu licik! Namun ini adalah pertarungan antara hidup dan mati, lagi pula ini salah nya yang datang sendirian.
Belum juga ia pulih dan bersiap, tiba-tiba Tang Jun muncul dibelakang nya dan sudah mengayunkan tombaknya dari atas.
"Jangan Lupakan aku bodoh!!.. " Teriak Tang Jun.
"Pertahanan cangkang kura-kura!.. " Spontan pria tua itu menggunakan salah satu tehnik bertahan terkuatnya.
" Boomm!!.. "
Pertahanan kura-kuranya membuat Tang Jun terpental kebelakang!.
"Lumayan juga!" Puji Tang Jun lalu kembali menyerang ke depan..
__ADS_1