
Setelah kembali ke rumahnya, pendekar ganda itu memeriksa kamar San Lin, dan ternyata anak itu masih terlelap dalam tidurnya. Syukurlah anak ini tidak terganggu pikirnya.
Tang Jun dan Tang Yu merasa sangat lega setelah membunuh orang yang membunuh putra mereka, namun meskipun demikian mereka tidak bisa untuk tidak memikirkan ancaman musuhnya sebelum kematiannya.
Keadaan keluarga utama dan Kekaisaran Tang saat ini memenuhi pikiran mereka. Takutnya sesuatu yang buruk telah terjadi. Alam Atas adalah alam yang satu tingkat lebih tinggi dari pada Alam Bawah ini. Terdapat hukum langit yang membedakan keduanya, seperti alam atas yang memiliki energi alam yang lebih tebal dan kultivasi orang-orang disana jauh lebih tinggi. Sementara Alam Bawah adalah kebalikannya yang memiliki energi alam yang tipis dan kultivasi orang-orang nya yang lebih rendah.
Di Alam Atas, Kekaisaran Tang adalah Kekaisaran terlemah dari banyaknya Kekaisaran yang ada disana, tentu saja pendekar ganda itu sangat khawatir dengan ancaman pria tua sebelumnya.
Terlebih lagi, apa yang dikatakan oleh pria tua sebelumnya itu benar. Setelah Tang Yu dan Tang Jun menggunakan kembali kekuatannya, maka keberadaan mereka sudah terekspos. Cepat atau lambat, satu persatu musuh lama mereka akan mengunjungi nya. Karena hukum Alam yang berbeda, memang akan membutuhkan waktu bagi musuh-musuhnya untuk sampai di Alam rendah ini.
Namun tetap saja, semua musuhnya bukanlah orang yang lemah. Setelah mereka sampai di Alam rendah ini, maka mau tidak mau pendekar ganda harus bertarung. Sementara ada San Lin yang harus mereka jaga, mereka pasti kesulitan dalam bertarung dan menjaga San Lin nanti. Hal itu menambah kekhawatiran keduanya, mereka tidak mau apa yang menimpa putra kandung mereka terjadi lagi pada San Lin.
Oleh karena itu, dengan berat hati Tang Jun dan Tang Yu memutuskan akan meninggalkan San Lin di Alam rendah ini sementara mereka akan kembali ke Alam Atas untuk menyelesaikan urusan dengan semua musuh-musuhnya. Setelah selesai mereka akan kembali pada San Lin.
Rencana yang sudah tersusun rapi, namun rasanya Tang Yu sangat berat dan tidak rela meninggalkan San Lin seorang diri. Bagaimana jika pola makannya tidak teratur? Bagaimana jika ia sakit lagi? Siapa yang akan merawatnya? Pikiran-pikiran itu memenuhi pikiran Tang Yu.
Sebab itu, sebelum kepergian keduanya Tang Yu dan Tang Jun akan menghabiskan waktu serta memberikan banyak nasehat pada San Lin. Selama satu minggu, tibalah saat dimana pendekar ganda harus pergi dan tidak tahu kapan akan kembali. Perjalan mereka untuk menyelesaikan urusan dengan semua musuh-musuhnya sangatlah berbahaya, kematian akan selalu menghantui. Meskipun mereka berjanji akan kembali pada San Lin, namun nyatanya mereka ragu apakah mereka bisa. Tapi demi San Lin, mereka harus yakin akan keputusan yang telah di ambil.
Saat ini, Tang Yu dan Tang Jun sudah berdiri disamping ranjang San Lin. Menatap lekat-lekat wajah anak yang tertidur dengan lelap itu. Beberapa hari belakangan ini, San Lin terlihat sangat bahagia, namun kebahagiaan itu harus berakhir malam ini. Karena sudah tiba saatnya bagi ayah dan ibunya pergi. Ayah dan ibunya juga sebenarnya tidak rela, tapi mereka harus! Demi San Lin apapun harus dilakukan. San Lin tidak memiliki Dantian dan tidak bisa ber kultivasi, jadi mereka tidak boleh melibatkan anak ini dalam masalah mereka.
__ADS_1
Tang Jun dang Tang Yu bergantian mencium kening San Lin sebelum pergi, air mata Tang Yu tidak dapat dibendung ketika itu. Namun ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia bisa! Ia sanggup!
Dan keduanya pun pergi tanpa berpamitan di tengah malam itu, meninggalkan San Lin seorang diri yang masih terlelap dalam tidurnya. Setelah bangun hati anak itu pasti akan hancur! Ia pasti akan menangis, karena Tang Jun dan Tang Yu sudah meninggalkan surat diatas meja didalam kamar nya.
...****************...
Di pagi hari, suara kicauan burung membangunkan San Lin. Ia lantas bangun dengan semangat, berpikir untuk sarapan pagi dan disuapin oleh ibunya seperti biasanya.
Namun ketika San Lin ingin membuka pintu kamar, ia melihat sepucuk surat di atas meja dekat kasurnya. Lantas ia pun mengambil dan membacanya.
Selama lima menit ia membaca surat itu, lalu ia jatuh terduduk lemas. Dalam surat itu telah dituliskan segalanya, namun apa alasan ayah dan ibunya dan kemana mereka pergi tidak tertulis disana.
Sementara ayahnya berkata, tolong rawat kebun jagung mereka yang sudah berbuah, hanya itu saja.
San Lin berlari keluar rumah dan terus mengarah mengikuti jalan setapak ke hutan. Ia berharap masih bisa menyusul ayah dan ibunya. Namun sangat disayangkan, karena San Lin tidak akan pernah bisa mengejarnya.
San Lin akhirnya memilih untuk kembali kerumah dan menunggu disana, ia pikir mungkin ayah dan ibunya hanya akan pergi beberapa jam saja.
Pada saat di jalan, San Lin melihat seorang anak perempuan seusia nya sedang dikejar-kejar seekor ular kecil.
__ADS_1
"Tolong aku! Siapapun tolong aku!!.. " Teriak gadis kecil itu seraya berlari ketakutan.
Sementara San Lin menatap heran gadis kecil itu, "Kenapa dia berlari ketakutan seperti itu? Ular hitam itu kan tidak berbisa? Paling-paling berdarah sedikit jika dipatok.. " Ucapnya santai.
Memang benar, ular itu tidak berbisa sama sekali. Tang Jun yang mengatakan itu pada San Lin saat mereka di ladang jagung. San Lin bahkan berbalik mengejar-ngejar ular itu setelah Tang Jun mengatakan ular hitam itu tidak berbisa.
Meskipun San Lin heran dengan gadis kecil yang ketakutan itu, namun jiwa San Lin bergejolak ingin menolongnya, seolah-olah ada yang berbisik padanya. Lantas San Lin pun mengambil sebatang kayu lalu memanggil gadis kecil itu.
"Hey gadis gendut! Lari ke arahku maka kau akan selamat!.. " Teriaknya pada gadis kecil itu.
Tanpa pikir panjang gadis itu langsung berlari kearah San Lin. Padahal sebenarnya gadis itu kesal karena San Lin menyebutnya gendut, namun karena ular hitam terus mengejarnya, ia tidak peduli dengan perkataan San Lin barusan.
"Mati kau ular jelek!.. " Ucap San Lin seolah-olah ia kesal pada ular itu dan memukulinya sampai mati.
Setelah ular hitam itu mati, San Lin berbalik menatap gadis kecil yang bersembunyi di punggungnya, "Kau tidak apa-apa kan?.. " Tanya San Lin lembut pada gadis kecil itu.
"Aku baik-baik saja.. Terima kasih sudah menolong ku... " Ujar gadis kecil itu seraya memandang San Lin tanpa berkedip, soalnya setelah San Lin berbalik tadi, disitulah ia baru sadar ternyata San Lin sangat imut dan tampan.
Sementara San Lin pun demikian, ia baru saja sadar jika gadis kecil yang ia tolong barusan ternyata berasal dari kalangan bangsawan besar. San Lin dapat mengetahui itu karena dia adalah mantan seorang anak bangsawan juga.
__ADS_1
"Oh ya, kenalkan namaku LING YUAN!.. " Ujar gadis kecil itu memperkenalkan diri.